cover
Contact Name
Beni
Contact Email
centralpublisher74@gmail.com
Phone
+6281223177345
Journal Mail Official
centralpublisher74@gmail.com
Editorial Address
Jl. Menara Suradinaya Utara , Desa/Kelurahan Pekiringan, Kec. Kesambi, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45131
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Central Publisher
ISSN : -     EISSN : 29872642     DOI : https://doi.org/10.60145/jcp
Central Publisher, merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Cv. Central Bisnis Manajemen, merupakan sebuah jurnal ilmiah yang menyediakan akses terbuka kepada pembaca. Jurnal ini terbit secara bulanan, mencakup berbagai disiplin ilmu, mempromosikan dialog interdisipliner dan memperkaya pengetahuan kita. Fokus jurnal ini terbentang pada sektor humaniora dan ilmu sosial, politik kontemporer, pendidikan, agama dan filsafat, ekonomi, teknik, kesehatan, kedokteran, serta seni dan desain media. Artikel yang dipublikasikan di dalamnya mencakup penelitian asli, kajian kritis, dan analisis komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini, juga resensi buku ilmiah. Jurnal ini berdedikasi untuk menyajikan pengetahuan dan penelitian berbasis bukti yang valid, dengan frekuensi penerbitan setiap bulan, sehingga memberikan informasi dan wawasan yang kontinu kepada pembaca. Seluruh artikel dalam Central Publisher ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, memudahkan peneliti dan pembaca lokal untuk berpartisipasi dan memanfaatkan informasi yang disediakan. Dengan demikian, Jurnal Central Publisher menjadi platform yang penting untuk penyebaran dan pertukaran pengetahuan akademik di Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
PROGRAM REINTEGRASI SOSIAL PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LAPAS KELAS IIA SERANG Ahmad Fajri Aslam
Journal Central Publisher Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i1.332

Abstract

Latar Belakang : Sistem pemasyarakatan di Indonesia awalnya berfokus pada hukuman retributif, tetapi kini bergeser ke pendekatan rehabilitatif dan reintegratif. Perubahan ini dipelopori oleh tokoh seperti Dr. Sahardjo dan diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022. Reintegrasi sosial menjadi tujuan utama, dengan membekali narapidana keterampilan dan dukungan emosional agar kembali ke masyarakat. Program ini dijalankan oleh Lapas dan Bapas untuk memastikan warga binaan dapat beradaptasi tanpa stigma negatif. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempersiapkan warga binaan agar dapat berfungsi secara efektif dalam lingkungan sosial mereka melalui pembinaan yang dilakukan oleh Lapas dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam Program Reintegrasi Sosial. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapas Kelas IIA Serang menerapkan sistem pemasyarakatan dalam empat tahap: admisi, pembinaan lanjutan, asimilasi, dan integrasi sosial. Program reintegrasi sosial bertujuan membimbing narapidana agar diterima kembali di masyarakat melalui pembinaan kepribadian dan keterampilan. Kendala utama meliputi minimnya partisipasi masyarakat, keterbatasan fasilitas, serta faktor individu narapidana. Upaya perbaikan mencakup peningkatan dukungan sosial dan penguatan program pembinaan. Kesimpulan : Program Reintegrasi Sosial bertujuan membantu Warga Binaan kembali bersosialisasi tanpa stigma negatif. Keefektifan pemidanaan tidak hanya bergantung pada vonis, tetapi juga fasilitas di Lapas. Namun, pembinaan narapidana narkotika masih belum optimal, terlihat dari kekhawatiran masyarakat. Faktor penghambatnya meliputi sikap Warga Binaan, kurangnya penerimaan masyarakat, keterbatasan sarana, dan minimnya anggaran.
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN KEPRIBADIAN MELALUI KEGIATAN BAPAS KLATEN SUPER CAMP (BSC) KEPADA KLIEN ANAK BAPAS KELAS II KLATEN Annas Rifki Rachmawan; Bhaktiardhana Suryandaru; Dimas Aditiya Pratama; Feby Adi Wibawanto
Journal Central Publisher Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i1.333

Abstract

Latar Belakang : Anak perlu dilindungi dari dampak negatif pembangunan, globalisasi, dan perubahan sosial yang memengaruhi perilaku mereka. SPPA menerapkan Keadilan Restoratif melalui pembinaan dan rehabilitasi bagi ABH. Bakat Super Camp (BSC) menjadi program inovatif bimbingan kepribadian yang bekerja sama dengan LPA, mantan klien terorisme, dan tokoh agama. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Bakat Super Camp (BSC) dalam meningkatkan kesadaran klien anak terhadap kesalahan masa lalu, kepedulian terhadap sesama, dan kesiapan untuk menjadi individu yang lebih baik di masa depan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. BSC menerapkan metode Social Group Work, yaitu suatu metode yang menggunakan pengalaman kelompok untuk membantu individu menemukan solusi atas permasalahan mereka dan meningkatkan fungsi sosialnya. Hasil dan Pembahasan : Pelaksanaan BSC berlangsung selama dua hari dan terdiri dari berbagai kegiatan, seperti "Garap Bocah" (menggali masa lalu, masa kini, dan masa depan anak), "Birohis" (kegiatan keagamaan dan kultum), "Tonight Show" (pemutaran video harapan orang tua), "Anggun Cantik" (api unggun dan refleksi diri), "Sapa Berjasa" (senam pagi dan jalan santai), serta "Outbond BSC" (permainan kelompok untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, klien anak mengalami peningkatan kesadaran diri, kepedulian terhadap orang lain, serta motivasi untuk berubah menjadi individu yang lebih baik. Kesimpulan : Program BSC terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian klien anak. Program ini juga memberikan dampak positif bagi Bapas Kelas II Klaten, termasuk peningkatan keterampilan staf dalam pembinaan, pengurangan konflik antar klien, serta peningkatan kesejahteraan mental klien anak. Diharapkan program inovatif seperti BSC dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dalam bentuk yang lebih variatif sesuai dengan kebutuhan klien anak.
PENYULUHAN PENINGKATAN DISIPLIN BAGI NARAPIDANA YANG MELALUI PELATIHAN BARIS BERBARIS DALAM MASA ADMISI DAN ORIENTASI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA SAMARINDA Aji Singgih Pangestu
Journal Central Publisher Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i1.334

Abstract

Latar Belakang : Pemasyarakatan bertujuan merehabilitasi narapidana agar siap kembali ke masyarakat. Namun, minimnya pemahaman tentang pemasyarakatan menghambat reintegrasi sosial. Di dalam lapas, pelanggaran tata tertib sering terjadi akibat kurangnya disiplin. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kepatuhan narapidana terhadap aturan. Tujuan : Meningkatkan disiplin narapidana dalam masa admisi dan orientasi melalui penyuluhan di Lapas Kelas IIA Samarinda agar mereka lebih bertanggung jawab dan siap berkontribusi di masyarakat. Metode : Penelitian kualitatif berbasis penelitian lapangan dilakukan di Lapas Kelas IIA Samarinda. Kegiatan meliputi inisiasi sosial, pengorganisasian, asesmen, dan penyuluhan disiplin. Hasil dan Pembahasan : Program ini meningkatkan pemahaman narapidana tentang disiplin, hak, dan kewajiban mereka. Partisipasi aktif dalam diskusi menunjukkan antusiasme tinggi. Penyuluhan ini juga membentuk karakter narapidana dengan menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Kesimpulan : Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan disiplin dan kepatuhan narapidana terhadap aturan lapas, sehingga mengurangi pelanggaran tata tertib. Selain itu, program ini juga meningkatkan keterampilan taruna dalam melakukan penyuluhan sosial.
SOSIALISASI PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI TAHANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB BANGKALAN Dicky Maulana Pratama
Journal Central Publisher Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i1.335

Abstract

Latar Belakang : Bantuan hukum bagi tahanan merupakan isu yang penting dalam sistem peradilan, yang sering kali terabaikan karena keterbatasan akses terhadap layanan hukum di dalam penjara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sosialisasi pemberian bantuan hukum bagi tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangkalan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasi dan analisis data melalui asesmen partisipatif dengan melibatkan pihak terkait, seperti petugas pemasyarakatan dan organisasi bantuan hukum, seperti Posbakumadin. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak warga binaan yang belum sepenuhnya memahami hak-hak hukum mereka, terutama terkait dengan akses terhadap bantuan hukum yang mereka butuhkan. Untuk itu, program sosialisasi yang melibatkan penyuluhan, diskusi, dan kolaborasi dengan lembaga bantuan hukum sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman warga binaan. Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya bantuan hukum. Kesimpulan : Sosialisasi yang efektif dapat meningkatkan akses dan pemahaman warga binaan mengenai hak-hak hukum mereka, serta memperkuat perlindungan hukum di dalam sistem peradilan pidana. Program ini juga berhasil membangun relasi antara petugas, warga binaan, dan masyarakat untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan transparan dalam pemberian bantuan hukum.
PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN RUTAN BEBAS NARKOBA Raden Ayu Puspita; Naufal Tahtiar Rizqi
Journal Central Publisher Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i1.336

Abstract

Latar Belakang : Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak negatif bagi kesehatan, psikologi, dan sosial. Di Rutan Kelas IIB Gresik, peredaran narkoba masih menjadi tantangan, terutama karena keterbatasan pengawasan dan kurangnya program rehabilitasi yang efektif. Penyuluhan bahaya narkoba menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan membangun lingkungan bebas narkoba di rutan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi warga binaan mengenai bahaya narkotika melalui penyuluhan yang sistematis. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan field research. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyuluhan dilakukan menggunakan metode interaktif seperti ceramah, diskusi, dan media visual agar lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada warga binaan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat ketergantungan narkoba di kalangan warga binaan serta minimnya program rehabilitasi. Selain itu, stigma sosial terhadap eks-narapidana menjadi hambatan dalam reintegrasi mereka ke masyarakat. Penyuluhan yang dilakukan memberikan dampak positif dengan meningkatkan kesadaran warga binaan mengenai bahaya narkoba dan konsekuensi hukumnya. Kesimpulan : Penyuluhan bahaya narkoba di Rutan Kelas IIB Gresik berperan penting dalam meningkatkan kesadaran warga binaan dan menciptakan rutan bebas narkoba. Diperlukan kolaborasi antara pihak rutan, tenaga medis, konselor, dan komunitas untuk memastikan keberlanjutan program rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi mantan narapidana.
PENGARUH PEMBELAJARAN PAI TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN SISWA DI ERA DIGITAL Malik Ibrahim; Siti Nur Kholifah
Journal Central Publisher Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i1.337

Abstract

Latar Belakang : Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi menawarkan peluang dan tantangan dalam proses pembelajaran yang memengaruhi pemahaman serta perilaku keagamaan siswa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran PAI terhadap perilaku keagamaan siswa di era digital Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan pemahaman agama siswa melalui akses ke berbagai sumber belajar digital. Namun, tantangan juga muncul, seperti kurangnya literasi digital dan pengaruh media sosial terhadap persepsi keagamaan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran inovatif yang mengombinasikan teknologi dengan pendekatan pedagogis yang efektif diperlukan agar siswa tidak hanya memahami ajaran Islam tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan : Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran PAI yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
PROGRAM PEMBIMBINGAN KEMANDIRIAN PENGGUNAAN E-COMMERCE KEPADA KLIEN PEMASYARAKATAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG Fadly; Garinda Aldo Rasyidan; Indaka Prasetyo; Lucky Hari Yulinarto
Journal Central Publisher Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i2.338

Abstract

Latar Belakang : Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) diharapkan memiliki kompetensi di bidang bimbingan kemasyarakatan, baik di aspek pengetahuan maupun praktik lapangan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sarana untuk menerapkan kompetensi ini, khususnya dalam intervensi bimbingan kemasyarakatan makro yang mencakup analisis kebijakan reintegrasi sosial. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan KKN dalam mengembangkan kompetensi taruna melalui program bimbingan kemasyarakatan, serta dampaknya terhadap klien pemasyarakatan dan masyarakat. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Program pengembangan masyarakat menggunakan metode Pengembangan Masyarakat/Pengembangan Organisasi dengan kolaborasi antara taruna, Balai Pemasyarakatan, dan masyarakat Hasil dan Pembahasan : Kegiatan KKN melibatkan inisiasi sosial, pengorganisasian sosial, serta asesmen sosial untuk merancang program pelatihan kemandirian bagi klien pemasyarakatan. Pelatihan budidaya jamur, udang, dan ikan air tawar diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja klien dan mencegah residivisme. Perencanaan dan pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan advokasi sosial, community involvement, serta pemberdayaan klien. Kesimpulan : Program KKN telah berhasil mengembangkan keterampilan taruna dalam bimbingan kemasyarakatan dan memberikan manfaat positif bagi klien pemasyarakatan melalui pelatihan yang meningkatkan kemandirian dan motivasi kerja. Implementasi kebijakan reintegrasi sosial dapat mempercepat proses reintegrasi klien ke dalam masyarakat.
MENINGKATKAN EFISIENSI KUNJUNGAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA AMBARAWA: PROGRAM TRANS BARANG KUNJUNGAN Rayhan Bagas Kusuma
Journal Central Publisher Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i2.339

Abstract

Latar Belakang : Laporan ini menyajikan hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa, dengan fokus pada pembuatan dan implementasi program Trans Barang Kunjungan. Tujuan : Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam proses mobilisasi barang kunjungan dari keluarga narapidana. Metode : Metode penelitian yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan, meliputi observasi, sosialisasi, implementasi dan evaluasi. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam proses pengiriman barang kunjungan di Lapas Kelas IIA Ambarawa. Hasil dan Pembahasan : Melalui serangkaian kegiatan, termasuk sosialisasi kepada petugas dan uji coba penggunaan, program ini berhasil menunjukkan peningkatan efisiensi operasional hingga 30% lebih cepat dibandingkan metode konvensional sebelumnya. Selain itu, keberadaan Trans Barang Kunjungan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi narapidana dan petugas, serta menciptakan suasana yang kondusif di dalam Lapas. Kesimpulan : Perlunya inovasi lebih lanjut dan keterlibatan aktif dari semua pihak dalam pengelolaan Lapas untuk meningkatkan kesejahteraan warga binaan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga pada pembinaan kemandirian narapidana.
SOSIALIASI PENYADARAN HUKUM BAGI SISWA SEKOLAH DI KOTA SERANG SERTA OPTIMALISASI LAYANAN BERBASIS IT PADA BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II SERANG Hilal Khabib As Sulthon; Krisye Latupeirissa; Refky Apriliansyah; Tubagus Haekal Er Ghifari
Journal Central Publisher Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i2.340

Abstract

Latar Belakang : Pemasyarakatan merupakan sistem perlakuan terhadap tahanan, anak, dan warga binaan yang menekankan pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia. Balai Pemasyarakatan (Bapas) memiliki peran penting dalam pembimbingan dan sosialisasi hukum untuk anak dan klien pemasyarakatan agar dapat kembali ke masyarakat secara optimal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan fungsi pembimbingan Bapas dalam sosialisasi penyadaran hukum bagi siswa sekolah di Kota Serang serta mengoptimalkan layanan berbasis IT di Bapas Kelas II Serang. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan utama meliputi sosialisasi penyadaran hukum kepada siswa, optimalisasi layanan berbasis IT, serta evaluasi efektivitas program. Hasil dan Pembahasan : Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan utama meliputi sosialisasi penyadaran hukum kepada siswa, optimalisasi layanan berbasis IT, serta evaluasi efektivitas program. Kesimpulan : Sosialisasi hukum dan optimalisasi layanan IT di Bapas Kelas II Serang berkontribusi positif dalam mengurangi pelanggaran hukum oleh anak serta meningkatkan efisiensi layanan pemasyarakatan.
PENYULUHAN PERATURAN BAGI TAHANAN DAN NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN KELAS IIB BALIKPAPAN Andre Manuella Pasaribu; Rizki Prasetio
Journal Central Publisher Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i2.341

Abstract

Latar Belakang : Rutan berperan dalam memberikan pelayanan terhadap tahanan serta membina warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik. Namun, di Rutan Kelas IIB Balikpapan, masih terdapat kendala dalam penyampaian keluhan dan aspirasi narapidana terhadap petugas. Hal ini menghambat evaluasi terhadap kualitas layanan dan keamanan di dalam rutan. Oleh karena itu, dibuatlah Jalur Evakuasi sebagai sarana komunikasi dan panduan bagi warga binaan dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam dan keadaan darurat lainnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembinaan di Rutan Kelas IIB Balikpapan, meningkatkan komunikasi antara warga binaan dan petugas, serta mengoptimalkan sistem evakuasi di dalam rutan guna meningkatkan keamanan dan ketertiban. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) dalam konteks KKN. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Program ini membantu warga binaan memahami pentingnya menaati peraturan dan norma di dalam rutan sebagai bagian dari proses rehabilitasi. Jalur Evakuasi yang dibuat berfungsi sebagai media komunikasi dan panduan bagi warga binaan dalam menghadapi keadaan darurat. Penyuluhan yang diberikan juga berhasil meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin warga binaan, sehingga berdampak positif terhadap keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Kesimpulan : Program ini membantu warga binaan memahami pentingnya menaati peraturan dan norma di dalam rutan sebagai bagian dari proses rehabilitasi. Jalur Evakuasi yang dibuat berfungsi sebagai media komunikasi dan panduan bagi warga binaan dalam menghadapi keadaan darurat. Penyuluhan yang diberikan juga berhasil meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin warga binaan, sehingga berdampak positif terhadap keamanan dan ketertiban di dalam rutan.