cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
ziajcgcs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Surya Haji Nomor 114, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29876370     EISSN : 29639948     DOI : -
journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the study.
Articles 184 Documents
Kisah-kisah dalam Al-Qur’an sebagai Media Internalisasi Nilai Religius pada Anak Usia Dini Nor Holis; Nur Hasan Asy’ari
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1174

Abstract

Penanaman nilai religius pada anak usia dini menjadi landasan esensial dalam proses pembentukan karakter serta konstruksi kepribadian anak pada tahap perkembangan selanjutnya. Pada fase ini, anak memiliki kemampuan imajinatif dan daya serap yang tinggi, sehingga memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan psikologisnya. Artikel ini berupaya menelaah fungsi qashash dalam Al-Qur’an sebagai sarana strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai religius pada anak usia dini. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode kajian kepustakaan (library research), melalui penelusuran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kisah, serta literatur terkait pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an memiliki nilai-nilai moralitas dan spiritual yang kuat, sehingga efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius seperti keimanan, keteladanan akhlak, dan ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, kisah-kisah Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai media edukatif dalam pendidikan anak usia dini guna mendukung proses internalisasi nilai religius secara optimal.
Problematika Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Perundang-undangan Mohammad Akbar Husni; Asy’ari Asy’ari
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1207

Abstract

Keberadaan MK sebagai guardian of the constitution memberikan kewenangan untuk membatalkan norma undang-undang yang dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Putusan tersebut bersifat final dan mengikat (final and binding), sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 24C ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan putusan MK tidak selalu berjalan selaras dengan prinsip kepastian hukum. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui kekuatan hukum putusan Mahkamah Konstitusi dalam sistem perundang-undangan menurut perspektif hukum tata negara dan untuk mengetahui peraturan perundang-undangan serta faktor normatif dan institusional yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan menelaah dan menganalisis teori-teori, konsep-konsep, dan asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan masalah yang diangkat. Adapun hasil yang ditemukan dalam artikel ini, Putusan Mahkamah Konstitusi memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan final sesuai dengan Pasal 24C ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Dalam perspektif hukum tata negara dan sistem perundang-undangan Indonesia, putusan Mahkamah Konstitusi, terutama dalam pengujian undang-undang, memiliki konsekuensi menghapus, mengubah atau menegaskan konstitusionalitas norma hukum yang diuji. Namun, implementasi putusan tersebut sering terkendala oleh faktor normatif, seperti tidak adanya mekanisme legislasi yang otomatis untuk menindaklanjuti putusan, dan faktor institusional, seperti rendahnya komitmen lembaga pembentuk undang-undang, lemahnya koordinasi antar lembaga negara, serta tidak adanya sanksi bagi ketidakpatuhan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi. Akibatnya, terjadi disharmoni dalam sistem hukum dan potensi pelanggaran hak konstitusional warga negara.
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini pada Remaja di MTsN 4 Padang Lawas Hopman Daulay; Janni Rosita Nasution; Muhammad Abdi Hasibuan; Romaito Hasibuan; Hery Anto Hasibuan; Nur Halija Siregar; Tia Aprilia Hasibuan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1208

Abstract

Pernikahan dini atau perkawinan anak masih menjadi persoalan yang berkaitan dengan perlindungan anak, keberlanjutan pendidikan, kesehatan, dan perkembangan remaja di Indonesia. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan batas minimal usia perkawinan 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan, remaja tetap membutuhkan edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi pencegahan pernikahan dini serta respons dan tema pemahaman yang muncul pada siswa kelas IX di MTsN 4 Padang Lawas. Data diperoleh melalui observasi, diskusi interaktif, tanya jawab, refleksi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi menjadi ruang belajar yang aktif dan partisipatif. Lima tema utama yang ditemukan meliputi pentingnya melanjutkan pendidikan, kesiapan sebelum menikah, pemahaman terhadap risiko pernikahan dini, dukungan keluarga dan madrasah, serta perencanaan masa depan. Dokumentasi kegiatan memperkuat bukti pelaksanaan sosialisasi dalam suasana edukatif dan partisipatif. Penelitian menyimpulkan bahwa sosialisasi partisipatif dapat digunakan sebagai strategi edukatif preventif, sedangkan keberlanjutan program memerlukan kolaborasi antara madrasah, keluarga, masyarakat, dan lembaga terkait.
Pembentukan dan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Piket Kelas pada Kelas 4 di SDN 67 Dulang Maimuna Maimuna; Ilham Assidiq; Misran Misran
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk dan menguatkan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan piket kelas pada siswa kelas 4 di SDN 67 Dulang. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif descriptive yang menggunakan statistik deskriptif dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan alat kuesioner dan pedoman wawancara. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 67 Dulang yang terletak di Desa Dulang, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada 1 Juli hingga 31 Juli 2026. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas 4 SD Negeri 67 Dulang yang berjumlah 14 orang dan guru wali kelas. Hasil penelitian ini yaitu penerapan piket kelas dalam membentuk karakter disiplin siswa di Sekolah Dasar Negeri 67 Dulang didapatkan hasil bahwa pembagian tugas yang jelas pada pelaksaan piket dapat meningkatkan karakter disiplin siswa di Sekolah Dasar Negeri 67 Dulang karena setelah adanya pembagian tugas yang jelas mereka merasa lebih pertanggung jawab dengan tugas yang diberikan saat piket. Dan penerapan piket kelas dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa di Sekolah Dasar Negeri 67 Dulang didapatkan hasil bahwa pembagian tugas yang jelas pada pelaksaan piket dapat meningkatkan karakter tanggung jawab siswa di Sekolah Dasar Negeri 67 Dulang karena hal ini memberikan dampak positif ke kegiatan sehari-hari seperti menjaga kebersihan dan kerapian sesuai tugas mereka.
Pendampingan Bimbingan Belajar bagi Anak Sekolah Dasar sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Akademik di Desa Pir Trans Sosa 2 Rizki Hamdan Saputra; Rendi Syafa’at Hasibuan; Nirwana Hasibuan; Rizqa Sakinah; Mintana Rizki Lubis; Ismil Paidah Nasution; Nur Aisyah Hasibuan; Rizqi Sakinah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1210

Abstract

Pendidikan dasar merupakan tahap penting dalam membangun kemampuan akademik anak, khususnya dalam penguasaan literasi, numerasi, pemahaman materi, dan keterampilan menyelesaikan tugas. Namun, perbedaan kemampuan belajar dan keterbatasan pendampingan di luar sekolah menyebabkan sebagian anak membutuhkan dukungan belajar tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan bimbingan belajar bagi anak sekolah dasar serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan proses dan prestasi akademik anak di Desa Pir Trans Sosa 2. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah anak sekolah dasar yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan hasil pekerjaan anak selama kegiatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan bimbingan belajar memberikan kontribusi positif terhadap proses belajar anak. Perkembangan terlihat pada pemahaman materi, keaktifan bertanya dan menjawab, motivasi belajar, kepercayaan diri, kemampuan menyelesaikan tugas, serta kemandirian belajar. Pendampingan melalui penjelasan materi, latihan soal, tanya jawab, diskusi, dan pemberian arahan secara bertahap memberikan kesempatan kepada anak untuk memperkuat materi yang telah diperoleh di sekolah. Dengan demikian, bimbingan belajar dapat menjadi salah satu bentuk pendidikan nonformal yang mendukung pembelajaran formal sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik anak sekolah dasar di Desa Pir Trans Sosa 2.
Peningkatan Motivasi Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Iqra’ melalui Kegiatan Penyuluhan di Desa Siborna Bunut Kecamatan Sosa Julu Nur Hakimah Akhirani Nasution; Bintang Mais; Fialina Maryani; Hafifah Hannum; M Rizki Daulay; Nur Jannah Pane; Pebri Harahap; Roviatul Adawiyah Daulay; Mahmudin Hasibuan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 3 (2026): December (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i3.1211

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak usia dini belajar Iqra di Desa Siborna Bunut Kecamatan Sosa Julu. Kesibukan orang tua, kurangnya pemahaman mengenai cara mendampingi anak, serta belum konsistennya pembiasaan belajar Iqra menjadi beberapa kendala dalam proses pembelajaran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi orang tua dalam mendampingi anak usia dini belajar Iqra melalui kegiatan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang tua dan 5 anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan angket yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, serta skor angket pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan perubahan positif terhadap motivasi dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar Iqra. Hasil wawancara menunjukkan bahwa orang tua menjadi lebih memahami pentingnya memberikan perhatian, motivasi, pembiasaan, bantuan, dan pujian kepada anak selama belajar Iqra. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan keterlibatan orang tua dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan belajar. Sementara itu, hasil angket menunjukkan peningkatan rata-rata motivasi orang tua dari 66,50% sebelum penyuluhan menjadi 89,50% setelah penyuluhan, dengan peningkatan sebesar 23,00 poin persentase. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan dapat menjadi salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak usia dini belajar Iqra di Desa Siborna Bunut Kecamatan Sosa Julu.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Supervisi terhadap Kualitas Pembelajaran Guru di SMP Negeri se-Kecamatan Tongkuno Isbar Ota; Sitti Fauziah M.; Mansyur Mansyur
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 3 (2026): December (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i3.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi akademik terhadap kualitas pembelajaran guru di SMP Negeri se-Kecamatan Tongkuno, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas 97 guru SMP Negeri se-Kecamatan Tongkuno yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran guru dengan koefisien regresi terstandar sebesar 0,803, nilai t = 13,127, dan signifikansi 0,000. Supervisi akademik juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran guru dengan nilai t = 15,282 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran guru dengan nilai F = 138,862 dan signifikansi 0,000. Model penelitian menghasilkan nilai R² = 0,747, yang menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 74,7% variasi kualitas pembelajaran guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran membutuhkan keterpaduan antara kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi pada pembelajaran dan supervisi akademik yang dilaksanakan secara terarah serta berkelanjutan.
Efektivitas Konseling Kognitif Behavior dengan Teknik Mindfulness untuk Mengatasi Kecemasan Sosial pada Siswa SMP Negeri 6 Singaraja Ni Putu Dikayanti Putri Lestari; Kadek Suranata; Kade Sathya Gita Rismawan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 3 (2026): December (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i3.1217

Abstract

Kecemasan sosial adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh remaja dan dapat menghalangi hubungan sosial, rasa peraya diri, serta keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif konseling kognitif behavioral dengan teknik mindfulness dalam mengatasi kecemasan sosial pada siswa SMP Negeri 6 Singaraja. Penelitian ini menerapkan metode Single Subject Reseacrh dengan desain A-B-A yang mencakup fase baseline 1 (A1), fase intervensi (B), dan fase baseline 2 (A2). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari tiga siswa dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terkaitkecemasan sosial, dan kemudian dianalisis menggunakan analisis visual serta Uji Wilcoxon untuk data berjenjang. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya penurunan skor kecemasan sosial pada semua subjek dari fase 1 ke fase intervensi dan berlanjut hingga fase baseline 2. Uji Wilcoxon menunjuka nili J hitung = 0 dan J tabel = 0, yang berarti hipotesis penelitian diterima. Temuan ini membuktikan bahwa konseling kognitif behavior dengan teknik minfulness berhasil mengurangi kecemasan sosial pada siswa.
Optimalisasi Peran Guru PAI dalam Pembinaan Karakter melalui Pendekatan Keagamaan dan Konseling Sosial La Saparuddin; Husain Insawan; Wa Muna
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 3 (2026): December (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i3.1218

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan karakter siswa melalui pendekatan keagamaan dan konseling sosial di UPTD SMP Negeri Satu Atap 3 Tongkuno. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru PAI berperan dalam pembinaan karakter melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, penguatan disiplin religius, dan internalisasi nilai-nilai Islami; (2) konseling sosial dilakukan melalui pendampingan dan home visit untuk memahami permasalahan siswa serta membangun komunikasi dengan orang tua; (3) pendekatan keagamaan dan konseling sosial diintegrasikan melalui dialog persuasif yang menghubungkan permasalahan siswa dengan nilai-nilai keagamaan; dan (4) optimalisasi peran guru PAI didukung oleh kebijakan sekolah, budaya religius, kerja sama antarpendidik, dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi variasi motivasi siswa, pengaruh teman sebaya, latar belakang keluarga, keterbatasan waktu, dan evaluasi karakter yang belum optimal. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya pembinaan karakter yang dilakukan secara integratif melalui penguatan budaya religius, pendampingan sosial, dan kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga.
Pemahaman dan Praktik Masyarakat Desa Siborna Bunut dalam Pemeliharaan Hutan Perspektif Fikih Lingkungan Mahmudin Hasibuan; Arya Andika Siregar; Maslaini Hasibuan; Nisma Sari Lubis; Pebri Arlinda Nasution; Winni Musrifa Hasibuan; Wirna Meriah Hati Nasution; Zulkarnain Pasaribu
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 3 (2026): December (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i3.1212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan praktik masyarakat Desa Siborna Bunut dalam pemeliharaan hutan serta menganalisis praktik tersebut berdasarkan perspektif fikih lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang masyarakat Desa Siborna Bunut, yaitu Disanuddin Daulay, Asmar Rambe, Maramin Pane, Zainal Ritonga, dan Gopur Ritonga, serta Kepala Desa Siborna Bunut Saidun Soleh Nasution dan ustaz Hendra Saputra Hasibuan sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Siborna Bunut pada umumnya telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai pentingnya pemeliharaan hutan. Masyarakat memahami bahwa hutan memiliki manfaat penting bagi kehidupan, menjaga keseimbangan lingkungan, serta perlu dipertahankan untuk kepentingan generasi mendatang. Praktik pemeliharaan hutan yang ditemukan meliputi menjaga pohon, menghindari penebangan secara berlebihan, mencegah kebakaran, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan penanaman kembali. Meskipun demikian, tingkat kepedulian dan penerapan praktik pemeliharaan hutan masih berbeda antaranggota masyarakat sehingga diperlukan penguatan kesadaran dan partisipasi secara berkelanjutan. Dalam perspektif fikih lingkungan, praktik pemeliharaan hutan tersebut pada dasarnya sejalan dengan prinsip Islam mengenai amanah manusia sebagai khalifah di bumi, menjaga kemaslahatan (maslahah), mempertahankan keseimbangan lingkungan, serta mencegah kerusakan (fasād). Oleh karena itu, pemeliharaan hutan di Desa Siborna Bunut tidak hanya merupakan tanggung jawab ekologis dan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.