cover
Contact Name
Agung Purnomo
Contact Email
lppm@unusida.ac.id
Phone
+6231-7970999
Journal Mail Official
ncer@unusida.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61234. Telepon (031) 7970999
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Nusantara Community Empowerment Review
ISSN : -     EISSN : 29866286     DOI : -
Nusantara Community Empowerment Review (NCER) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Jurnal ini diterbitkan dalam versi online dengan akses terbuka dan unduhan gratis. NCER menerbitkan artikel kegiatan pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi, agama, kesehatan, dan teknologi tepat guna. Nusantara Community Empowerment Review terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. e-ISSN 2986-6286
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 181 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga melalui Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Lingkungan RT Zahra Gunawan; Untung Usada; Shefyla Dwi Safitri; Ana Septiyah; Siti Ma’rufa; Rizka Amalia; Nabila Mauliddia Azzhara; Choiral Bachri Adzimi; M. Zulhazmi Shafiyuddin; Muhammad Saikhul Alam
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/9bz8nz66

Abstract

Pelatihan tentang pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Gebang, Kabupaten Sidoarjo, adalah suatu langkah untuk memberdayakan masyarakat serta mengelola limbah rumah tangga dengan cara yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga langkah, yaitu persiapan alat dan bahan, memberikan pengetahuan mengenai dampak buruk dari minyak jelantah yang dibuang sembarangan, dan praktik langsung dalam membuat lilin aromaterapi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai sumber daya yang bermanfaat serta membuka kesempatan untuk usaha kecil yang berpotensi. Dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana, masyarakat dapat menghasilkan produk berkualitas yang membantu dalam menjaga lingkungan dan juga meningkatkan kesejahteraan. Program ini menawarkan solusi nyata dalam mengelola limbah serta memberdayakan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Training on processing used cooking oil into aromatherapy candles in Gebang Village, Sidoarjo Regency, is a step towards empowering the community and managing household waste in an environmentally friendly manner. This activity was carried out in three steps: preparing tools and materials, providing knowledge about the negative impacts of improperly disposed of use, utilizing simple tools and materials, and demonstrating how the community can produce high-quality products that help protect the environment and enhance overall cooking oil. Additionally, hands-on practice in making aromatherapy candles was included. The results of this training indicate increased public awareness of utilizing used oil waste as a useful resource and opening opportunities for potential small businesses. By using simple tools and materials, the community can produce quality products that help protect the environment and improve well-being. This program offers a real solution to waste management and empowers the community's economy in a sustainable manner.
Peningkatan kapasitas UMKM melalui Edukasi Digital Marketing dan Pengelolaan Keuangan pada pelaku UMKM Fastabiqul Khoiroh; Achmad Wicaksono; Bagus Nurmantyas; Kholifatur Rosyidah; Zahra Adinda Yahya; M. Ahdal Sidqulloh Amin; M. Afrizal Agastya Rahmad; Taqwanur
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/42qmmf03

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sarirogo, khususnya dalam pemanfaatan digital marketing dan pengelolaan keuangan usaha. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar melalui media digital serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan terstruktur. Metode yang digunakan meliputi survei pendahuluan untuk pemetaan kebutuhan, pelatihan intensif dalam bentuk workshop, serta pendampingan langsung dengan praktik penggunaan media sosial dan aplikasi pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan narasumber dari bidang pemasaran digital dan keuangan mikro, serta diakhiri dengan evaluasi dan monitoring tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada pelaku UMKM. Peserta mulai berani memanfaatkan platform digital seperti Instagram, WhatsApp Business, dan TikTok untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, sebagian besar peserta juga mulai menerapkan pencatatan transaksi menggunakan aplikasi “Buku Warung” sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis sekaligus pola pikir pelaku usaha menuju praktik bisnis yang lebih modern, profesional, dan berdaya saing. This Community Service Program (PKM) was implemented to improve the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sarirogo Village, particularly in utilizing digital marketing and managing business finances. The main objective of this activity was to help entrepreneurs expand their market reach through digital media and raise awareness of the importance of neat and structured financial records. The methods used included a preliminary survey to map needs, intensive training in the form of workshops, and direct mentoring with practical use of social media and simple financial recording applications. This activity was designed in a participatory manner, involving resource persons from the fields of digital marketing and microfinance, and concluded with evaluation and follow-up monitoring. The results of the activity showed positive changes in MSMEs. Participants began to boldly utilize digital platforms such as Instagram, WhatsApp Business, and TikTok to market their products. In addition, most participants also began implementing transaction recording using the "Buku Warung" application, thus increasing financial management transparency. Overall, this program successfully improved the technical skills and mindset of entrepreneurs towards more modern, professional, and competitive business practices.
Mading Budaya sebagai Ruang Edukasi, Inspirasi, dan Media Merajut Kebersamaan Warga Jifa Hilda Aulia Almujib; Ahmad Musonnifin Aziz; Achmad Kafilah Fatikhin; Annabillah Vanoni; Amrita Sabilla Wardatul Khusna; Seilla Arrizka; Imaduddin Abil Fida; Mohammad Isnan Jamrotul Aziz; Rizky Akbar Maulidin; Nu’man Robbani
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/d09xw939

Abstract

Mading budaya merupakan salah satu media komunikasi yang berperan penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap nilai-nilai tradisi, memperluas wawasan, serta mendorong kreativitas masyarakat. Pada RT 04/RW 04 Desa Kendal Pecabean, keberadaan mading budaya tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan informasi, tetapi juga wadah edukasi dan inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui mading ini, warga dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal, mulai dari kesenian, adat istiadat, hingga cerita-cerita yang sarat makna. Selain itu, mading budaya juga menjadi ruang partisipasi aktif masyarakat dalam menyalurkan ide, karya tulis, maupun dokumentasi kegiatan sosial yang mencerminkan kebersamaan. Dengan demikian, mading bukan hanya pajangan statis, melainkan medium dinamis yang menghidupkan interaksi antarwarga. Kehadiran mading budaya terbukti mampu menumbuhkan rasa memiliki, memperkuat identitas lokal, serta menanamkan semangat gotong-royong. Lebih jauh, mading ini juga diharapkan menjadi media pembelajaran nonformal yang mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan bangga terhadap budaya daerahnya. Dengan peran ganda sebagai ruang edukasi dan inspirasi, mading budaya di RT 04/RW 04 Desa Kendal Pecabean hadir sebagai jembatan penting untuk merajut kebersamaan sekaligus melestarikan warisan budaya yang ada. Cultural wall magazines are a vital communication medium for building collective awareness of traditional values, broadening horizons, and fostering community creativity. In RT 04/RW 04 of Kendal Pecabean Village, the cultural wall magazine serves not only as a means of conveying information but also as a platform for education and inspiration for all levels of society. Through this wall magazine, residents can gain a deeper understanding of the richness of local culture, from arts and traditions to meaningful stories. Furthermore, the cultural wall magazine also provides a space for active community participation in channeling ideas, writings, and documenting social activities that reflect togetherness. Thus, the wall magazine is not merely a static display, but a dynamic medium that fosters interaction between residents. The presence of the cultural wall magazine has been proven to foster a sense of belonging, strengthen local identity, and instill a spirit of cooperation. Furthermore, this wall magazine is also expected to become a non-formal learning medium that encourages the younger generation to be more concerned with and proud of their regional culture. With its dual role as an educational and inspirational space, the cultural wall magazine in RT 04/RW 04, Kendal Pecabean Village, serves as an important bridge to foster togetherness while preserving existing cultural heritage.
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bagi Nelayan Pesisir Kota Surabaya Sebagai Upaya Optimalisasi Ekonomi Biru Devi Maya Sofa; Amada Ramadhani; Michael Oswald Kritiano Djenal
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/mspxt746

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga nelayan pesisir Kenjeran sebagai upaya optimalisasi ekonomi biru. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian dosen pemula yang didanai Kemendiktisaintek yang mengidentifikasi rendahnya literasi keuangan dan minimnya sistem pengelolaan keuangan terstruktur pada keluarga nelayan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan keluarga nelayan sebagai mitra aktif melalui empat tahap: persiapan komunitas, identifikasi masalah partisipatif, perencanaan kolaboratif, dan implementasi pelatihan dengan pendekatan learning by doing. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan literasi keuangan peserta, khususnya dalam pencatatan keuangan harian dan penyusunan anggaran berbasis pendapatan musiman. Program berhasil meningkatkan kemampuan keluarga nelayan mengelola keuangan secara efisien untuk investasi produktif dan membangun ketahanan ekonomi menghadapi volatilitas pendapatan perikanan, sehingga berkontribusi pada optimalisasi potensi ekonomi biru di kawasan pesisir Kenjeran. This community service program aims to enhance the financial management skills of coastal fishing families in Kenjeran, with the goal of optimizing the blue economy. This activity is a follow-up to research conducted by junior lecturers funded by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, which identified low financial literacy and a lack of structured financial management systems among fishing families. The method used was Participatory Action Research (PAR), which involved fishing families as active partners through four stages: community preparation, participatory problem identification, collaborative planning, and training implementation with a learning-by-doing approach. The results showed a significant increase in participants' financial literacy, particularly in daily financial record-keeping and seasonal income-based budgeting. The program succeeded in improving the ability of fishing families to manage their finances efficiently for productive investments and build economic resilience in the face of volatile fishing incomes, thereby contributing to the optimization of the blue economy potential in the Kenjeran coastal area.
Efektivitas Digital Marketing melalui Instagram dalam Peningkatan Pemasaran UMKM Fadia Putri Illa; Mochammad Machlul Alamin; An Nisa’ Cahayatun Nufus; Dwi Auli Widayatulloh; Achmad Tanzilur Rozzak; Muhammad Rizky Yusrillah; Achmad Ali Mudzakkir
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/xhevqw70

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas digital marketing melalui Instagram dalam meningkatkan pemasaran UMKM di RT. 5 Desa Waung Kecamatan Krembung. Pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalitengah pada tahun 2025. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah adanya pendampingan, UMKM mampu memanfaatkan fitur Instagram seperti Reels, Stories, dan Instagram Shop untuk memperluas jangkauan konsumen. Terdapat peningkatan jumlah pengikut, interaksi dengan konsumen, serta transaksi penjualan yang lebih baik. Pendampingan KKN juga meningkatkan keterampilan digital dan kepercayaan diri pelaku UMKM, sehingga mereka lebih siap bersaing di era digital. This community service program aims to determine the effectiveness of digital marketing through Instagram in increasing MSME marketing in RT. 5 Waung Village, Krembung District. This community service program uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of field observations, interviews, and documentation during the implementation of community service activities in Kalitengah Village in 2025. The results of the community service program show that after mentoring, MSMEs can utilize Instagram features such as Reels, Stories, and Instagram Shop to expand consumer reach. There is an increase in the number of followers, interaction with consumers, and better sales transactions. KKN mentoring also improves the digital skills and self-confidence of MSME actors, so they are better prepared to compete in the digital era.
Pelestarian Permainan Tradisional sebagai Media Pembentukan Karakter Bangsa dan Pengenalan Budaya Daerah kepada Anak-Anak Moh Raihan Zacky Ramadhan; Muchammad Tamyiz; Syahrul Alvin Chusnan; D.N Awwala Qurrota' Ayun; Muhammad Imam Husein; Aliefia Enggal Saharani
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/zvjpge90

Abstract

Permainan tradisional merupakan kegiatan bermain yang tumbuh dan berkembang dari suatu daerah atau bangsa. Melalui permainan tradisional, kita dapat mengenal berbagai kebudayaan daerah serta mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan sosial. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab kita sebagai pengamalan dari "bhinneka tunggal ika". Bertepatan dengan kemajuan teknologi, anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan media digital, yang menyebabkan hilangnya minat pada permainan tradisional. Padahal, permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penting untuk membentuk karakter bangsa. Permainan tradisional, seperti petak umpet, engklek, dan lompat tali, mengajarkan anak-anak nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk permainan tradisional, tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya, dan strategi yang efektif untuk melestarikannya sebagai sarana pembentukan karakter anak. Traditional games are activities that grow and develop throughout a region or nation. Through traditional games, we can learn about various regional cultures and teach the values ​​of cooperation and social responsibility. Therefore, their preservation is our responsibility as a practice of "Bhinneka Tunggal Ika." Coinciding with technological advances, children now spend more time with digital media, leading to a loss of interest in traditional games. Yet, traditional games serve not only as entertainment but also as an important means of shaping national character. Traditional games, such as hide-and-seek, hopscotch, and jump rope, teach children values ​​such as cooperation, honesty, sportsmanship, and togetherness. This study aims to understand the forms of traditional games, the challenges faced in their preservation, and effective strategies for preserving them as a means of character building in children.
Peduli Kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis dan Taman Sehat untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Bahtiar Fuadi; Rofiqoh Nirwana; Sabila Nanda Sukiwijaya; Annisa’ Sa’diyah; Nila Rutbatul Ulya; Stevio Eka Putri; Abdullah Dardum Basyaiban; Moch. Angga Fitriono; Achmad Bhabur Rochmad
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/32tzwj25

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas komunitas. Sebagai upaya promotif dan preventif, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RT 03 RW 05 Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kabupaten Sidoarjo, dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan pembangunan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Kegiatan cek kesehatan diikuti oleh 55 peserta dengan pemeriksaan tekanan darah, GDS, dan asam urat, disertai edukasi kesehatan. Pembuatan TOGA bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai sarana promotif dan preventif. Hasil menunjukkan partisipasi masyarakat tinggi dan lingkungan menjadi lebih asri dan sehat. Pendekatan partisipatif ini efektif meningkatkan kesadaran kesehatan dan budaya peduli lingkungan. Studi ini terbatas pada satu RT sehingga disarankan untuk penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas. Public health is the main foundation in improving the quality of life and productivity of the community. As a promotive and preventive effort, community service activities in RT 03 RW 05 Taman Candiloka Housing, Ngampelsari Village, Sidoarjo Regency, were carried out through free health checks and the development of Family Medicinal Plants (TOGA). The methods used were observation, interviews, and field notes. The health check activity was attended by 55 participants with blood pressure, GDS, and uric acid checks, accompanied by health education. The creation of TOGA aims to increase community independence by using herbal plants as a promotional and preventive tool. The results showed high community participation and a more beautiful and healthier environment. This participatory approach is effective in increasing health awareness and a culture of environmental care. This study is limited to one RT, so further research is recommended with a wider scope.
Implementasi Program RT Digital Mandiri dalam Peningkatan Branding Sosial dan Integrasi Data Perangkat RT Nur Jagad Muhammad; Ruri Fadhilah Kurniati; Mochamad Atok Priwahyudi; Naswa Ika Febrianty; Elfi Haniatul Mafiroh; Rachmawati Fidia Cahyani Sugistin; Irfan Ardianto; Muchammad Evan Ali; Fara Aulia Bening Rahmadhanti
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/tq3gxs80

Abstract

Era digital menuntut perangkat Rukun Tetangga (RT) untuk mengoptimalkan pelayanan publik melalui teknologi informasi, baik dalam membangun citra positif (branding sosial) maupun mengintegrasikan data warga secara sistematis. Di RT 30 RW 10 Desa Jumputrejo, pengelolaan media sosial sebelumnya belum konsisten dan data administrasi warga masih tersebar di berbagai dokumen. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program “RT Digital Mandiri” dilaksanakan dengan metode ABCD (Asset-Based Community Development), yang meliputi identifikasi aset, mobilisasi aset, membangun hubungan, serta pemberdayaan komunitas. Program ini memanfaatkan Google Spreadsheet sebagai aplikasi database terintegrasi serta akun media sosial (Facebook dan Instagram) sebagai sarana branding sosial. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan frekuensi unggahan media sosial dari tidak terjadwal menjadi minimal dua kali per minggu, terbentuknya identitas visual yang konsisten, serta tersusunnya basis data digital warga yang mempermudah pelayanan administratif. Program ini terbukti efektif memperkuat citra RT, meningkatkan akses informasi warga, dan dapat menjadi model replikasi digitalisasi pelayanan publik di tingkat RT. The digital era demands that neighborhood associations (RT) optimize public services through information technology, both in building a positive image (social branding) and systematically integrating citizen data. In RT 30 RW 10, Jumputrejo Village, social media management was previously inconsistent, and resident administrative data was still scattered across various documents. To address these challenges, the “RT Digital Mandiri” program was implemented using the ABCD (Asset-Based Community Development) method, which includes asset identification, asset mobilization, relationship building, and community empowerment. This program utilizes Google Spreadsheet as an integrated database application and social media accounts (Facebook and Instagram) as social branding tools. The implementation results showed an increase in the frequency of social media posts from unscheduled to a minimum of twice per week, the formation of a consistent visual identity, and the creation of a digital database of residents that facilitates administrative services. This program has proven effective in strengthening the RT's image, increasing citizen access to information, and can serve as a model for replication of digital public services at the RT level.
Implementasi Program Pengabdian Masyarakat dalam Membangun Identitas Lokal dan Semangat Nasionalisme melalui Pembuatan Gapura dan Mural Kemerdekaan Devandra Albansyah Azhar; Kafidin Muzakki; Bintang Armando Rotama; Muhammad Galuh Sahfa Prasetya; Ahmad Afrizal Fahmi; Ahmad Mu'ammar; Abdullah Fahim; Rizky Oktavian Ramadhan; Akhsa Firmanda Hermalia Putri; Fariza Syafriani
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/f4a7wp66

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, berfokus pada pembangunan infrastruktur lingkungan berskala kecil dan pengembangan seni mural. Dua luaran utama kegiatan ini adalah pembangunan gapura selamat datang di RT 03 dan pembuatan mural bertema kemerdekaan. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan service-learning yang mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman melalui keterlibatan langsung tim pelaksana bersama warga. Gapura berfungsi memperindah pintu masuk sekaligus memperkuat identitas lingkungan, sedangkan mural menjadi media ekspresi kreatif, pendidikan kewarganegaraan, dan penyampaian nilai-nilai kebangsaan. Keterlibatan masyarakat pada setiap tahap mencerminkan kolaborasi yang baik serta mendorong tumbuhnya rasa memiliki dan budaya gotong royong secara berkelanjutan. Community service activities in Kalitengah Village, Tanggulangin District, Sidoarjo Regency, focused on small-scale environmental infrastructure development and mural art development. The two main outcomes of this activity were the construction of a welcome gate in RT 03 and the creation of an independence-themed mural. The implementation used a service-learning approach that prioritized experiential learning through direct engagement with the implementation team and residents. The gate served to beautify the entrance and strengthen the neighborhood's identity, while the mural served as a medium for creative expression, civic education, and the delivery of national values. Community involvement at every stage reflected good collaboration and encouraged the growth of a sense of ownership and a culture of cooperation in a sustainable manner.
Menggali Jejak Budaya: Penyusunan Buku Sejarah di Desa Wedoro Moch Rafli Muchibbin; Putra Uji Deva Satrio; Siti Kharismatul Ma’rifat; Ahmad Misbachul Farid; Retno Dwi Kristanti; Muhammad Arbain; Rizki Amalia Putri; Samicha Wafa; Aisyah Brillianta; Dimas Alvianto; Wanda Silvialatus Sholikha; Fitri Astutik; Nurul Mujahadah; Rizky Kurnia Setyawan; Maulana Ahmad Annafis; Muchamad Nurkholis; Shila Alfinda Zahro
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/4r4x2351

Abstract

Pengabdian masyarakat di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo berfokus pada penyusunan dan publikasi buku berjudul History of Wedoro (Jejak Sejarah di Tanah Leluhur). Buku ini menggambarkan perjalanan sejarah Desa Wedoro mulai dari masa pra-Islam hingga era Islam, mencakup asal-usul nama, tokoh berpengaruh, perkembangan sosial budaya, serta proses islamisasi di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta penelusuran catatan sejarah lokal. Hasil kegiatan berupa dokumentasi sejarah yang lebih sistematis, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat desa tetapi juga sebagai referensi akademik untuk penelitian selanjutnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai budaya serta sejarah lokal. Community service in Wedoro Village, Waru District, Sidoarjo Regency, focused on the compilation and publication of a book entitled History of Wedoro (Historical Traces in the Land of the Ancestors). This book describes the historical journey of Wedoro Village from pre-Islamic times to the Islamic era, covering the origins of the name, influential figures, socio-cultural developments, and the process of Islamization in the region. The methods used were literature study, interviews with community leaders, and a search for local historical records. The results of this activity are more systematic historical documentation, which not only serves as an educational tool for the village community but also as an academic reference for further research. This program is expected to increase public awareness of the importance of maintaining and preserving local cultural and historical values.