cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Komponen Modul Ajar Dan Manfaatnya Bagi Guru Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Abad 21 Selfi Arinie; Nor Azmah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.498

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki komponen pembelajaran modular dan manfaatnya bagi guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di abad ke-21. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, teknik analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar dapat meningkatkan efektivitas guru dengan memberikan pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan sistematis, memfasilitasi pengembangan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan mempromosikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Lebih lanjut, studi ini menyoroti pentingnya sarana dan prasarana dalam mendukung efektivitas pembelajaran modular. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran modular merupakan komponen penting dari pendidikan abad ke-21, dan komponennya memiliki dampak yang signifikan pada efektivitas guru. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan lembaga pendidikan memprioritaskan pengembangan dan penerapan modul ajar untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran.
Efektivitas Pembelajaran Online Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Dian Selfiana; Sabilul Najah; Sri Wulandari; Dian Rif'iyati
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.502

Abstract

Era digital yang semakin berkembang, pembelajaran online menjadi alternatif utama dalam pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran online terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan sumber-sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel, dan jurnal. Dan laporan penelitian sebelumnya, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa dalam konteks pembelajaran online. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran online menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih baik, tantangan seperti kurangnya interaksi sosial, keterbatasan dukungan dari pengajar, dan kesulitan dalam menjaga disiplin diri dapat mengurangi motivasi mahasiswa. Selain itu, faktor-faktor seperti desain kurikulum yang menarik, penggunaan teknologi yang efektif, dan dukungan komunitas juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pengembangan pembelajaran online yang lebih interaktif dan mendukung untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam proses belajar.
Pan-Islamisme dan Pengaruhnya pada Pendidikan di Indonesia Atha Aurellia Zahra; Badrul Falah; Bagas Syafiq Alkautsar
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.505

Abstract

Pan-Islamisme yang dipelopori oleh tokoh–tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani, muncul sebagai respons terhadap kemunduran yang dirasakan umat islam yang dilakukan oleh kekuatan barat, terutama pada abad 19 Masehi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pan-islamisme dan pengaruhnya pada pendidikan di indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur untuk mengeksplorasi bagaimana ide–ide Pan-Islamisme mempengaruhi pola pendidikan dan kesadaran umat Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pan-Islamisme tidak hanya berkontribusi pada kebangkitan semangat solidaritas di kalangan umat Islam, tetapi juga mendorong reformasi pendidikan yang lebih inklusif dan progresif. Pan-Islamisme dan pengaruhnya yang signifikan terhadap pendidikan di indonesia dapat dilihat dari beberapa perspektif yang saling berkaitan, baik dari sisi sejarah, perkembangan sosial, maupun tantangan modernisasi pendidikan. Terutama dalam konteks sejarah dan perkembangan social umat Islam. Pan-Islamisme merupakan gerakan yang bertujuan untuk menyatukan umat muslim di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan kolonialisme dan imperialisme, telah memiliki pengaruh signifikan terhadap pola pendidikan di indonesia, terutama pada masa perjuangan kemerdekaan, tetapi gerakan ini tidak hanya berfokus pada upaya untuk mempersatukan umat muslim dalam menghadapi kolonialisme  dan imprealisme, tetapi juga berperan dalam membangkitkan kesadaran akan pentingnya pendidikan yang berbasis agama.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Karakter Siswa di Era Digital Ghani Ahmad Haidar; Hikmah Maulani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.606

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membina karakter siswa di era digital yang penuh tantangan dan peluang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru PAI dalam membimbing siswa agar memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam meskipun menghadapi dampak negatif teknologi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, penelitian ini mengungkapkan bahwa integrasi teknologi, seperti penggunaan Chromebook, mendukung pembelajaran berbasis digital yang interaktif dan kolaboratif. Strategi pembelajaran berbasis MERDEKA memungkinkan siswa mengembangkan nilai-nilai positif, seperti mujahadah an-nafsi, husnudzon, dan ukhuwah, melalui pendekatan yang personal dan relevan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi yang tepat dapat menjadi alat untuk membentuk karakter siswa yang unggul, mempersiapkan mereka menghadapi era digital dengan keimanan dan ketakwaan kokoh. Dengan pendekatan ini, guru PAI berperan sebagai fasilitator pembelajaran bermakna yang mampu menciptakan generasi unggul dan religius
Penerapan Model Kirkpatrick Dalam Evaluasi Program Karantina Tahfizh di Qur’an Learning Center Yogyakarta Sofiana, Arina Nur; Suwadi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.622

Abstract

Program karantina tahfzih merupakan salah satu program intensif dalam membentuk penghafal Al-Qur’an dengan sistem pembelajaran terstruktur dan lingkungan yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program karantina tahfizh di Qur’an Learning Center Yogyakarta dengan menggunakan model Kirkpatrick. Penelitian ini berfokus pada tingkat kepuasan peserta (level 1: reaksi) dan peningkatan kemampuan hafalan (level 2: pembelajaran). Pendekatan campuran (mixed methods) diterapkan, dengan kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan, serta observasi dan capaian hafalan untuk menilai hasil pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada level 1 aspek rekasi peserta sangat puas dengan fasilitas, pelayanan, dan interaksi dengan pengajar, meskipun terdapat ruang untuk peningkatan, seperti metode yadain dan kualitas makanan. Dalam level 2 aspek pembelajaran, sebagian besar peserta mencapai peningkatan hafalan yang signifikan, tetapi hasilnya tidak merata, terutama bagi peserta dengan kemampuan awal lebih rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami penerapan model Kirkpatrick untuk evaluasi program pendidikan tahfizh, serta memberikan rekomendasi bagi Qur’an Learning Center Yogyakarta untuk meningkatkan efektivitas program selanjutnya.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Dan Masyarakat Sahrul; Agustina
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.684

Abstract

Pendidikan dalam keluarga merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran pendidikan agama Islam dalam keluarga dan masyarakat. Metode penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan agama Islam berfungsi dalam keluarga dan masyarakat untuk membentuk manusia yang percaya dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar terciptanya kehidupan yang baik dalam keluarga dan masyarakat. Pendidikan agama Islam merupakan fondasi yang utama sebagai sistem pendidikan moral dan ahklak, dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Pendidikan agama dalam lingkungan masyarakat sangat berperan penting bagi kehidupan bermasyarakat dan untuk meningkatkan moral bangsa dan negara. Pendidikan agama Islam yang ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga, didukung oleh pendidikan di masyarakat, merupakan kunci untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia, religius, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Kesimpulan bahwa peran pendidikan agama islam merupakan pertama, fondasi dalam keluarga untuk membentuk perilaku dan moral anak-anak dan mengetahui batasan baik dan buruk kedua, berfungsi untuk membentuk manusia yang percaya dan ketaqwaan kepada Allah SWT ketiga, fondasi utama dan berperan dalam pendidikan moral bagi pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya.
The Concept of Akhlakul Karimah in the Quran and its Implications for Education Abdul Rouf
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.722

Abstract

The Quran is the source of knowledge. The purpose of this study is to analyze and describe the concept of akhlakul karimah in the Quran and its implications for education. This research uses a literature study approach, where all data is taken through books, journals and documents related to the research theme. Data collection techniques with documentation and data analysis techniques with data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study reveal that akhlakul karimah education does not only focus on spiritual aspects, but also has a positive impact on education. Individuals who have good morals are expected to contribute constructively in the social environment. integrating moral education in education is important to form a generation that is academically intelligent and has a character that is in line with Islamic teachings.
Implementasi Pembelajaran Dengan Metode Debat Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di SMP Muhammadiyah 16 Lubuk Pakam Dita Adinda Fitri; Arlina; Rachel Humayra; Sahmo Manik
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.723

Abstract

Metode debat dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran dengan metode debat pada mata pelajaran akidah akhlak di SMP Muhammadiyah 16 Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan metode kuallitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan metode debat memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis, kemampuan berargumentasi, dan pemahaman materi siswa. Melalui strategi yang terstruktur, mulai dari pemilihan topik yang relevan dan menarik, pembagian kelompok pro dan kontra, persiapan argumen, pelaksanaan debat, pemberian umpan balik, hingga refleksi bersama, siswa menjadi lebih aktif dan partisipatif dalam proses pembelajaran. Metode ini tidak hanya mendorong siswa untuk berpikir logis dan analitis, tetapi juga melatih mereka untuk menyampaikan pendapat secara efektif dan menghargai perbedaan pendapat. Selain itu, keterlibatan siswa dalam debat turut membentuk karakter disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan gagasan
Ilmu Ushul Fiqih Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Siti Zahiroh; M. Yunus Abu Bakar
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.725

Abstract

Ushul fiqih merupakan ilmu yang paling tinggi derajatnya, karena menggabungkan naql dan aql. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ontologi, epistemologi dan aksiologi (paradigma filsafat ilmu) ushul fiqih. Penelitian adalah kajian kepustakaan (library research) dengan metode content analysis (penalaran isi). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Uṣhul fiqih adalah pengetahuan tentang dalil-dalil fiqih secara global, cara mengistinbatkan hukum dari dalil-dalil itu, dan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaku istinbat hukum. Wilayah kajian (ontology ) ilmu ushul fiqh adalah kaidah-kaidah atau metode pengambilan hukum. Kaidah-kaidah itu, biasanya disebut dengan dalil syara` yang kullî (dalil syara` yang umum). Misalnya berupa qiyas dan kehujjahannya, batasan-batasan âm, perintah (amr) dan indikatornya, dan kaidah tentang larangan (nâhî). Epistemologi ilmu Ushul Fiqih itu ada empat: al-Qur’an, as -sunah, ijma dan qiyas. Penelitian ini berkesimpulan bahwa ketiga tiang penyangga (ontologi, epistemologi dan aksiologi) saling berkaitan erat. Penggabungan kekuatan wahyu dan akal merupakan ciri khas epistemologi ushul fiqih. Wahyu diposisikan pada tingkat yang teratas, karena ia bersumberkan dari yang Maha Tahu. Akal diposisikan pada tingkat lebih rendah secara hierarkis, mengisyaratkan agar akal tunduk kepada kebenaran wahyu. Dalam konstruk ini, wahyulah yang menjadi standar kebenaran.
Pengembangan Kurikulum Pesantren di Era Modern Hesim Muzedi; Muhammad Husni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.757

Abstract

Pesantren Sering Digambarkan Dengan Lingkungan Yang Tertutup Dari Dunia Luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kurikulum di era modern, fokus Utama penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar, Strategi Implementasi, dan tantangan yang dihadapi dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian Ini Merupakan Penilitian Kepustakaan, teknik pengumpulan data melalui tela’ah literatur dari buku, jurnal, dan dokumen Terkait. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Pengembangan Kurikulum Pesantren Yang Ideal Memadukan Tiga Elemen Utama Yaitu: 1.Keutuhan Pembelajaran Kitab Kuning, 2. Penguatan Keterampilan Hidup (Life Skills),3. Integrasi Teknologi Digital. juga Bahasa Yang Sama Dari 3 Edialis Tersebut Yaitu: Salafiyah (Tradisional), Khalafiyah (Modern) Dan Konvergensi/ Konprehensif (Perpaduan Tradisional Dan Modern). Berdasarkan Tipologi Tersebut, Ternyata Pengembangan Kurikulum Pesantren Tetap Mampu Mengantarkan Santrinya Untuk Tetap Eksis Menghadapi Era Modern Selain Itu Ditemukan Bahwa Fleksibilitas Kurikulum Serta Keterlibatan Aktif Kiai Dan Santri Menjadi Kunci Keberhasilan Dalam Proses Berjalannya Kurikulum Pesantren. Penelitian Ini Diharapkan Dapat Memberikan Panduan Teoritis Bagi Pesantren Dalam Menyusun Kurikulum Yang Adaptif, Inovatif, Dan Tetap Berakar Pada Tradisi Islam.