cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Tafsir Sastrawi Al-Qur’an: Telaah Kritis Pemikiran Bint al-Syāṭi’ dan Aḥmad Muḥammad Khalafallāh serta Implikasinya dalam Pembelajaran Al-Qur’an Kholil Muttaqin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6623

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Bint al-Syāṭi’ dan Muḥammad Aḥmad Khalafallāh dalam pengembangan tafsir sastrawi Al-Qur’an serta relevansinya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pembelajaran Al-Qur’an yang masih dominan berorientasi pada aspek teknis, seperti tajwid dan hafalan, sehingga kurang memberi ruang bagi apresiasi estetika, linguistik, dan makna edukatif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui analisis deskriptif, komparatif, kritis, dan inferensial terhadap karya-karya utama kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bint al-Syāṭi’ menekankan ketepatan diksi, prinsip anti-sinonimitas, serta kesatuan makna internal Al-Qur’an melalui analisis linguistik yang ketat. Sementara itu, Khalafallāh menyoroti fungsi kisah Al-Qur’an sebagai media retoris yang mengandung pesan moral, psikologis, dan pedagogis, bukan semata-mata laporan historis. Kedua pemikiran tersebut memiliki titik temu dalam memandang Al-Qur’an sebagai teks sastra ilahiah yang menuntut pembacaan holistik. Integrasi keduanya menawarkan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih komprehensif, yaitu menggabungkan analisis linguistik mikro dengan analisis naratif makro agar peserta didik dapat memahami keindahan bahasa sekaligus kedalaman pesan hidayah Al-Qur’an.
Learning Strategies and Literacy Practices in a Madrasah Library Community Ikrimah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6651

Abstract

This study explores the learning strategies and literacy practices developed within a madrasah library community through a qualitative case study approach. The research was conducted at the Ibnu Sahnun Library of MAN Kota Palangka Raya and focused on one student member of the Sahabat Perpustakaan community who successfully passed achievement-based university admission pathways. Data were collected through semi-structured interviews then analyzed using thematic analysis. The findings revealed that participation in the madrasah library community contributed positively to the student’s academic preparation, literacy habits, communication skills, self-development, and academic motivation. Literacy activities such as writing projects, storytelling programs, literacy outreach, and content creation encouraged reflective learning, critical thinking, and collaborative engagement. The study also found that the library community functioned not only as a reading space but also as a student-centered educational environment that supported creativity, leadership, and meaningful literacy experiences. This study highlights the potential role of madrasah library communities in strengthening literacy culture and supporting holistic student development within Islamic educational contexts.
Membongkar Tantangan P5 di Era Globalisasi Digital: Strategi Membangun Generasi Pancasila yang Adaptif dan Kompetitif Anisa Fitri Andarista; Ahmad Sayyid Fityan; Moh Faizin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6659

Abstract

Globalisasi digital memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui meningkatnya paparan media sosial dan kecerdasan buatan, sementara implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan kesiapan guru, rendahnya literasi digital, dan kesenjangan fasilitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan sistemik dalam pelaksanaan P5 serta merumuskan strategi adaptif dalam penguatan pendidikan karakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari 35 artikel ilmiah terbitan 2023–2026, dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, serta laporan lembaga nasional dan internasional seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta UNICEF. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hambatan utama serta peluang inovasi dalam implementasi P5. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi P5 menghadapi tantangan yang saling berkaitan, seperti dominasi penggunaan media digital oleh peserta didik dibandingkan aktivitas belajar terstruktur, keterbatasan literasi keamanan digital, serta meningkatnya risiko pelanggaran integritas akademik. Strategi yang diidentifikasi meliputi digitalisasi modul berbasis platform gratis, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi kerja guru, triangulasi komunitas dalam pengawasan pembelajaran, gamifikasi berbasis budaya lokal-global, serta penguatan integritas digital sebagai perluasan pendidikan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan strategi P5 yang lebih adaptif dan kontekstual.
Optimalisasi Kemampuan Numerasi: Pengembangan LKPD Berbasis Metakognisi ditinjau dari Aspek Memori Annisaa Khoirunnillah; Vina Ananda Aprilia; Siti Inganah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6762

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis metakognisi agar pendidik dapat memfasilitasi kemampuan numerasi siswa yang ditinjau dari aspek memori. Metakognisi mengatur bagaimana siswa menggunakan dan mengevaluasi informasi yang tersimpan dalam memori, sedangkan memori menyediakan sumber daya kognitif untuk berpikir reflektif. Dalam konteks kemampuan numerasi, interaksi kedua aspek ini berperan dalam menentukan sejauh mana siswa dapat mengolah informasi, menilai kesesuaian strategi, dan mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan deep analysis agar dapat menguraikan gambaran mendalam dari hasil penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini yakni peserta didik kelas VIII di berbagai SMP di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan total subjek sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons siswa, dan tes kemampuan numerasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 95,5% dengan kategori sangat baik dan persentase kepraktisan sebesar 93,33% dengan kategori sangat praktis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa LKPD berbasis metakognisi mampu membantu siswa memahami masalah numerasi secara lebih reflektif melalui aktivitas pengetahuan awal, eksplorasi, monitoring, rangkuman mandiri, dan refleksi. Selain itu, integrasi aspek memori dalam LKPD membantu siswa menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan konsep baru dalam penyelesaian masalah kontekstual. Dengan demikian, LKPD berbasis metakognisi ditinjau dari aspek memori layak digunakan untuk memfasilitasi kemampuan numerasi siswa SMP.
Transformasi Perencanaan Sistem PAI Yang Adaptif Dalam Membentuk Integritas Moral Generasi Z Di Tengah Arus Globalisasi Rifkina Shufia Labiba; Mar’atu Rosyada Al Fariz; Naelum Minatika; Abdul Azim
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6858

Abstract

Nilai dan moralitas generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh dalam ekosistem digital yang serba terbuka dan tanpa batas. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran mendalam terhadap degradasi integritas moral yang semakin nyata di kalangan pelajar Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep perencanaan sistem Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif dalam membentuk integritas moral Generasi Z; (2) mengkaji pengaruh arus globalisasi terhadap integritas moral Generasi Z serta peran sistem PAI sebagai benteng nilai-nilai keislaman; dan (3) merumuskan strategi implementasi sistem PAI yang adaptif di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan analisis deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pergeseran nilai moral Generasi Z, yang ditandai dengan melemahnya komitmen terhadap norma-norma keagamaan dan etika sosial. Di sisi lain, sistem PAI yang dirancang secara adaptif dan kontekstual terbukti mampu menjadi instrumen efektif dalam membentengi dan membangun kembali integritas moral peserta didik. Strategi implementasi yang integratif, berbasis teknologi, dan berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin menjadi kunci keberhasilan PAI dalam menjawab tantangan zaman. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap dinamika global.
Ketika Semua Anak Harus Belajar Bersama: Realitas Pembelajaran Inklusi di TK Reguler Nadine Qothrunnada Dwihanti; Mahmada Assyifa; Surayanah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6867

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusi sebagai upaya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, di sekolah reguler. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada jenjang taman kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusi, kerja sama dengan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), peran shadow teacher, serta kendala yang dihadapi di TKN Pembina Kepanjenkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah dan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan pendidikan inklusi meskipun belum berstatus resmi. Sekolah menerima berbagai jenis anak berkebutuhan khusus seperti speech delay, autisme, ADHD, dan slow learner. Pelaksanaan inklusi didukung melalui kerja sama dengan PLD dalam asesmen dan pelatihan guru. Selain itu, keberadaan shadow teacher membantu pendampingan anak berkebutuhan khusus selama pembelajaran. Guru juga menerapkan strategi pembelajaran adaptif seperti pengulangan instruksi, komunikasi dua arah, dan kegiatan yang menarik. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga ahli, sarana prasarana, serta kurangnya penerimaan sebagian orang tua. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di sekolah reguler.
Peran Self-Awareness Berbasis STIFIn dalam Meningkatkan Person-Jib Fit dan Mengurangi Quiet Quitting pada Guru : (Studi Empiris di Sekolah Islam Bilingual) Mutmainah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran selfawareness berbasis STIFIn dalam meningkatkan person-job fit serta implikasinya terhadap penurunan perilaku quiet quitting pada guru di sekolah Islam bilingual. Fenomena quiet quitting yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan kerja menjadi tantangan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Quiet quitting merujuk pada kondisi ketika individu hanya bekerja sebatas memenuhi tuntutan minimum pekerjaan tanpa menunjukkan keterlibatan emosional maupun kontribusi tambahan (Yılmaz et al., 2025). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap guru sebagai responden. Variabel yang diteliti meliputi selfawareness berbasis STIFIn sebagai variabel independen, person-job fit sebagai variabel mediasi, dan quiet quitting sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda atau Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa peningkatan selfawareness berkontribusi positif terhadap peningkatan person-job fit, yang selanjutnya menurunkan kecenderungan perilaku quiet quitting. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di lembaga pendidikan, khususnya dalam pengembangan dan penempatan guru berbasis potensi individu.
Dampak Program Tahfidz Al-Qur’an Terhadap Perilaku Keagamaan Santriwati di Pondok Pesantren Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong Nur Amanah; Falisha Ramadhani; Mumtazah Nawar Afifah; Niya Armita Sari; Arbiah; Mubarak
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6994

Abstract

Program menghafalkan Al-Quran (tahfidz) merupakan salah satu program pendidikan Islam yang ditujukan untuk membentuk perilaku dan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan membaca, menghafalkan, dan memahami Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz, mengidentifikasi perilaku keagamaan peserta didiknya, serta menganalisis pengaruh program tahfidz terhadap perilaku keagamaan peserta didik di Pondok shariah Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi kepala madrasah, koordinator tahfidz, ustadzah tahfidz, peserta didiknya, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dilaksanakan secara teratur melalui kegiatan muraja'ah, menghafalan, dan setoran hafalan dengan menggunakan metode talaqqi, iqra', dan muraja'ah. Program tahfidz memberikan dampak positif terhadap perilaku keagamaan peserta didiknya, seperti peningkatan kedisiplinan, kebiasaan membaca Al-Quran, sikap sopan santun, dan perbaikan hubungan sosial antar peserta didiknya maupun dengan guru. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa hambatan seperti perbedaan kemampuan menghafal, kurang fokus saat menghafal, dan keterbatasan waktu. Dengan demikian, pondok pesatren memberikan pembimbingan, motivasi, dan pembiasaan muraja'ah secara teratur agar program tahfidz dapat berjalan secaraoptimal dalam membentuk perilaku keagamaan peserta didiknya.
Penggunaan Media LKPD Berbasis Canva Pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan Denpasar Utara Desak Nyoman Nogi Pratiwi; I Wayan Darna; I Made Putra Aryana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7004

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Dalam pembelajaran IPAS, penggunaan media yang kurang variatif menyebabkan peserta didik cenderung pasif dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu media yang digunakan yaitu LKPD berbasis Canva. Adapaun masalah yang akan dibahas antara lain (1) Penggunaan LKPD berbasis canva, (2) Kendala yang dihadapi (3) Dampak penggunaan media LKPD berbasis Canva pada mata pelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Kerucut Pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale dan Teori Fungsionalisme yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V dan peserta didik kelas V SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media LKPD berbasis Canva dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dalam penggunaannya terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya keaktifan sebagian peserta didik dalam diskusi kelompok serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian, penggunaan media LKPD berbasis Canva memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran IPAS, yaitu meningkatkan keaktifan belajar, pemahaman materi, minat belajar, serta keterampilan kerja sama peserta didik. Penggunaan LKPD berbasis Canva juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, tidak monoton, dan berpusat pada peserta didik.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Memperkuat Proses Pembelajaran yang Berkualitas Rahayu Mardikaningsih; Dewi Rahma Fatiya Marsya; Siti Lailatul Maulidia; Ermy Faradillah; Intan Tri Sukowati
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7005

Abstract

Artikel ini menyajikan studi konseptual tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana teknologi dapat diarahkan untuk memperkuat pembelajaran yang bermakna melalui integrasi dengan komponen pedagogis, psikologis, manajerial, dan kebijakan. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka kualitatif, yang mensintesis perspektif teoretis dari berbagai sumber akademis untuk membangun pemahaman komprehensif tentang integrasi teknologi dalam pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi yang efektif membutuhkan pendekatan holistik di mana alat-alat teknologi tidak hanya ditambahkan ke praktik yang ada tetapi secara sistematis diintegrasikan ke dalam desain kurikulum, strategi pengajaran, dan metode penilaian. Faktor keberhasilan utama meliputi kompetensi guru dalam memilih dan menggunakan teknologi yang tepat, ketersediaan infrastruktur yang memadai, kepemimpinan sekolah yang mendukung, dan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Ketika elemen-elemen ini bekerja secara harmonis, teknologi berfungsi sebagai media untuk pengalaman belajar yang adaptif, kolaboratif, dan personal. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi harus dipandang sebagai pendorong yang memperluas akses pendidikan dan memperkaya pembelajaran, namun pemanfaatannya harus dipandu oleh prinsip-prinsip pedagogis yang baik dan pertimbangan etis untuk memastikan bahwa dimensi manusia dalam pendidikan tetap menjadi pusat perhatian..