cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Implementasi Program Cahaya Dhuha dalam Meningkatkan Disiplin Ibadah Anak Usia Dini di RA Sunan Ampel 02 Revia Ningrum; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah; Nur Hana Azizah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6318

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program “Cahaya Dhuha” dalam membentuk kedisiplinan ibadah anak usia dini di RA Sunan Ampel 02. Program ini dirancang sebagai kegiatan pembiasaan yang terstruktur untuk menanamkan praktik ibadah sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembiasaan ibadah melalui program tersebut serta menganalisis perannya dalam pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, mulai dari wudhu, pembacaan niat, pelaksanaan sholat dhuha, hingga doa bersama. Proses pembiasaan ini mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual pada anak. Anak menunjukkan respon positif berupa keterlibatan aktif, peningkatan kemampuan menghafal doa, serta pemahaman tahapan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan ketenangan emosi, optimisme, rasa syukur, dan kepercayaan diri anak melalui kegiatan yang dilakukan secara berulang dan terarah. Meskipun terdapat kendala keterbatasan ruang, dukungan orang tua menjadi faktor pendukung keberhasilan program. Kesimpulannya, program “Cahaya Dhuha” efektif sebagai media pembiasaan ibadah dalam mengintegrasikan nilai religius dan pembentukan karakter anak usia dini.
Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning Di SMPN 1 Sanakulon Sinta Khurul Aini; Muhammad Dwi Toriyono
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6331

Abstract

Tantangan pendidikan di era modern mengharuskan siswa untuk menguasai kompetensi abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dominasi metode konvensional yang berpusat pada pendidik masih sering ditemukan, yang mengakibatkan penyampaian materi tidak maksimal dan rendahnya tingkat motivasi serta pencapaian akademik siswa. Sebagai langkah solutif, model Problem Based Learning (PBL) diterapkan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis: 1) Pengaruh Problem Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran PAI. 2) Efektivitas Problem Based Learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen, data dihimpun menggunakan instrumen angket dan tes. Proses pengolahan data dilakukan dengan uji MANOVA, serta perhitungan partial eta squared dan N-Gain Score. Temuan riset membuktikan bahwa PBL berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar PAI, dengan kontribusi masing-masing sebesar 34,1% dan 22%. Selain itu, model ini terbukti efektif dalam meningkatkan variabel terkait, ditunjukkan dengan perolehan N-Gain Score sebesar 52% untuk motivasi dan 62% untuk hasil belajar.
Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa Muhamad Abdilah; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6421

Abstract

Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas
Pengaruh Model Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Squid Game Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli Ni Kadek Sri Dianawati; I Made Wiguna Yasa; I Made Putra Aryana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6444

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli. Proses pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang antusias, dan menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbasis Squid Game terhadap motivasi belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IIIA sebagai kelas kontrol dan kelas IIIB sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan Independent Sample T-Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Rata-rata skor motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 87,6 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 80,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning berbasis Squid Game efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli.
Urgensi Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia : Rekontruksi Epistemologi dan Praksis di Era Disrupsi Abdul Hamid; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan signifikansi penerapan paradigma pendidikan Islam transformatif di tengah dinamika disrupsi teknologi dan kompleksitas problem sosiologis di Indonesia. Fenomena stagnasi pendidikan Islam yang cenderung terjebak pada aspek kognitif-ritualistik dan pola pembelajaran konservatif (banking concept) menyebabkan output pendidikan seringkali teralienasi dari realitas sosial, seperti krisis ekologi, intoleransi, dan degradasi moral. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengeksplorasi dekonstruksi epistemologi pendidikan Islam menuju model yang lebih inklusif, dialogis, dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam menjadi sebuah keharusan melalui tiga pilar utama: (1) integrasi-interkoneksi antara ilmu agama dan sains modern (seperti ekoteologi dan literasi digital); (2) reorientasi pedagogi dari pusat guru (teacher-centered) menuju dialog emansipatoris yang menumbuhkan kesadaran kritis (conscientization); dan (3) internalisasi nilai-nilai moderasi (Aswaja) serta kearifan lokal (Islam Nusantara) sebagai benteng ideologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam transformatif mampu merekonstruksi peran agama sebagai kekuatan pembebas yang responsif terhadap tantangan zaman. Implikasi dari penelitian ini menuntut adanya perombakan kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel dan pengembangan kapasitas pendidik sebagai agen perubahan sosial yang adaptif terhadap era kecerdasan buatan (AI).
Paradigma Pemikiran Lembaga Dakwah: Analasis Normatif, Struktural, Kultural Dan Trasnformatif Tegar Efrizal; Miftah Maisuri Zen; Muhammad Firdaus; M Yakub
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6528

Abstract

Lembaga dakwah memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sosial masyarakat yang dinamis. Perkembangan zaman yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan kompleksitas persoalan sosial menuntut adanya pembaruan paradigma dakwah agar tetap relevan, kontekstual, dan berdampak luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma pemikiran lembaga dakwah yang meliputi pendekatan normatif, struktural, kultural, dan transformatif, serta mengkaji keterkaitan dan relevansi antarparadigma dalam menjawab tantangan dakwah kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah terkait ilmu dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma normatif berperan sebagai fondasi teologis dalam menjaga kemurnian ajaran Islam, paradigma struktural berorientasi pada perubahan sistem sosial dan kebijakan publik, paradigma kultural menekankan dialog dengan budaya lokal, sedangkan paradigma transformatif berfokus pada pemberdayaan dan perubahan sosial yang berkeadilan. Namun, penggunaan paradigma secara parsial cenderung menghasilkan pendekatan dakwah yang kurang optimal. Oleh karena itu, integrasi keempat paradigma menjadi pendekatan yang paling relevan dalam membangun model dakwah yang holistik, adaptif, dan transformatif. Pendekatan integratif ini memungkinkan lembaga dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan umat.
Dinamika Pendidikan Islam Era Bani Umayyah Dan Bani Abbasiyah Ikram Humaidi; Andrian Desta; Ghesan Riyadi Ananda; Mutiara Fitri; Rizkina Zahara; Sinta Anjelina; Ulfa Adelia Putri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6537

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam perkembangan Islam sebagai pedoman hidup yang universal. Hubungan antara pendidikan dan Islam bersifat erat dan tidak dapat dipisahkan, karena pendidikan menjadi sarana utama dalam mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah serta perbandingannya dengan masa awal Dinasti Abbasiyah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber terkait sejarah pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa Bani Umayyah, sistem pendidikan masih bersifat desentralisasi, belum terstandarisasi, dan kurang mendapat perhatian pemerintah akibat kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak stabil. Hal ini berdampak pada lambatnya perkembangan intelektual. Sebaliknya, pada masa awal Dinasti Abbasiyah, pendidikan Islam mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan banyaknya lembaga pendidikan, meningkatnya minat belajar masyarakat, serta pembagian pendidikan menjadi formal dan nonformal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masa Bani Umayyah merupakan fase awal yang masih terbatas, sedangkan masa Abbasiyah menjadi periode kemajuan signifikan dalam sejarah pendidikan Islam.
Penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Media Crossword Terhadap Minat Belajar di SMPN 20 Bandar Lampung Agus Ananda; Yunisca Nurmalisa; Nurhayati Nurhayati; Berchah Pitoewas; Dian Permata Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6541

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih didominasi oleh penggunaan buku dan penjelasan lisan guru, sedangkan media pembelajaran berbasis permainan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Game Based Learning berbantuan media Crossword terhadap minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 20 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 64,83 pada pretest menjadi 77,20 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,37 berada pada kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Game Based Learning berbasis media Crossword berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik.
Landasan Islam Transformatif: Analisis Normatif, Filosofis, dan Operasional dalam Pendidikan Islam Siswanto; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6556

Abstract

Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi dan disrupsi moral yang menuntut reposisi peran institusi pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menjadi agen perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan ilmiah mengenai tiga pilar utama landasan Islam Transformatif dalam pendidikan Islam, yaitu landasan normatif, filosofis, dan operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara kritis dan deskriptif terhadap pemikiran teologi emansipatif dan pedagogi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan normatif bersumber dari teologi pembebasan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menekankan keadilan sosial. Landasan filosofis mengintegrasikan nilai teologi profetik dan pedagogi kritis yang memandang manusia sebagai subjek sejarah yang merdeka. Sementara itu, landasan operasional mengejawantahkan paradigma ini ke dalam rekonstruksi kurikulum berbasis realitas sosio-keagamaan, metode pembelajaran dialogis, relasi egaliter antara pendidik dan peserta didik, serta evaluasi berbasis aksi nyata. Secara teoretis, studi ini memperkaya khazanah epistemologi filsafat pendidikan Islam, sedangkan secara praktis memberikan panduan bagi rekonstruksi kurikulum yang emansipatif
Pembelajaran Al-Qur’an bagi Siswa Tunarungu melalui Metode Kitabah dan Bahasa Isyarat: Studi di Sekolah Luar Biasa Muhammad Ikram Shiddiq; Anif Fadillah; M. Taufiq Ismail; Husni Idris
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6574

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa tunarungu melalui metode kitabah dan bahasa isyarat di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Pendidikan Agama Islam dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan melalui pendekatan visual dengan mengintegrasikan metode kitabah, bahasa isyarat, media visual, dan pengulangan materi secara bertahap. Metode kitabah membantu siswa mengenali dan mengingat bentuk huruf hijaiyah melalui aktivitas menulis, sedangkan bahasa isyarat berfungsi sebagai media komunikasi utama dalam penyampaian materi pembelajaran. Guru juga menerapkan pendekatan individual sesuai kemampuan siswa. Kendala utama dalam pembelajaran meliputi pelafalan makharijul huruf, keterbatasan kemampuan bahasa, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menggunakan media visual interaktif, pengulangan materi, dan pendampingan intensif. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode kitabah dan bahasa isyarat dapat menjadi strategi pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif dan inklusif bagi siswa tunarungu di SLB.