cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Pengaruh Tahfidz Al-Qur'an terhadap Kecerdasan Sosial Santri: Analisis Berbasis Dimensi SASSI di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum Sulawesi Selatan Muhammad Afiq Siddiq; Sitti Jamilah Amin; Muhammad Saleh; Ahdar; Kaharuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6324

Abstract

Penelitian ini menyajikan investigasi komprehensif mengenai pengaruh intensitas menghafal Al-Qur'an (Tahfidz) terhadap kecerdasan sosial santri di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, yang berlokasi di Barabatu, Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berpijak pada kerangka teoretis sintesis yang menggabungkan konstruksi kecerdasan sosial Karl Albrecht dengan etika antropologis-teologis yang digagas oleh Sassi (2020), penelitian ini mengukur kecerdasan sosial melalui lima dimensi fundamental: Situational Awareness ('Adl/Keadilan), Presence (Ukhuwah Insaniyyah/Persaudaraan Kemanusiaan), Honesty (Amanah/Tanggung Jawab), Charity (Khidmah/Pengabdian), dan Empathy (Tawasuth/Moderasi). Menggunakan desain penelitian kuantitatif ex-post facto, data primer dikumpulkan secara cermat dari sampel acak berstrata sebanyak 120 responden melalui kuesioner psikometrik skala Likert yang telah divalidasi. Data empiris dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson Product-Moment melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari aktivitas Tahfidz terhadap kecerdasan sosial (r = 0,520, p < 0,05), di mana intensitas menghafal menyumbang 27,1% dari varians kecerdasan sosial ( = 0,271). Model regresi menghasilkan persamaan , yang mengindikasikan hubungan prediktif yang kuat. Temuan ini mendekonstruksi paradigma umum yang memandang hafalan tekstual sebagai aktivitas kognitif yang soliter; sebaliknya, pedagogi komunal seperti sima'an (menyimak hafalan teman) dan muraja'ah (pengulangan bersama) berfungsi sebagai laboratorium sosial yang ketat. Praktik-praktik ini secara aktif menumbuhkan empati, integritas struktural, dan kehadiran sosial, yang secara efektif menjembatani teologi tekstual dengan praksis sosiologis. Pada akhirnya, integrasi program Tahfidz yang terstruktur dalam ekosistem pesantren secara signifikan memperkuat resiliensi psikologis, menekan kecemasan sosial di kalangan remaja, dan membekali generasi masa depan dengan kompas moral yang kuat untuk menghadapi kompleksitas multidimensional di Era Society 5.0.
Kuttab Sebagai Lembaga Pendidikan Dasar Dalam Sejarah Islam Ikram Humaidi; Sofan Sofian; Eka Dian Safira; Naila Syahira; Mohd. Fadhilah Suwandi; Anisa Sulianti; Rostiana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6344

Abstract

Penelitian ini mengkaji kuttab sebagai institusi pendidikan dasar dalam sejarah Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026 dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Hasil kajian mengungkap tiga dimensi yang saling berkaitan: (1) secara historis, kuttab berfungsi sebagai institusi pendidikan Islam awal yang mendahului terbentuknya sistem madrasah formal, dengan fokus pada literasi Al-Qur'an, membaca, dan menulis; (2) sebagai lembaga pendidikan dasar, kuttab mengintegrasikan literasi intelektual dengan pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman, mencerminkan paradigma pendidikan yang holistik; serta (3) dalam aspek kurikulum dan metode, kuttab menerapkan pendekatan tradisional seperti hafalan (hifzh) dan talaqqi, yang saat ini mengalami transformasi menuju pendekatan interaktif dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Sintesis kritis terhadap literatur mengidentifikasi kesenjangan konseptual yang signifikan: sebagian besar kajian masih bersifat historis dan deskriptif, sehingga belum menawarkan kerangka operasional integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai kuttab klasik dengan tuntutan kompetensi pendidikan modern dalam era Society 5.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuttab perlu diposisikan bukan sekadar sebagai artefak historis, melainkan sebagai konsep pendidikan yang adaptif dan mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer yang holistik dan berbasis karakter.
Peran Manajemen Perubahan SDM dalam Meningkatkan Profesionalisme Lembaga Dakwah: Analisis Teori Kurt Lewin Sa’idahtul Akmala Yusuf; Cecep Castrawijaya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6355

Abstract

Lembaga dakwah saat ini menghadapi tantangan profesionalisme di tengah era disrupsi digital dan Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perubahan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan profesionalisme lembaga dakwah dengan menggunakan pisau analisis teori perubahan Kurt Lewin (Unfreezing, Movement, dan Refreezing). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lembaga dakwah memerlukan dekonstruksi pola pikir melalui penciptaan keamanan psikologis pada tahap unfreezing. Selanjutnya, pada tahap movement, internalisasi standar kompetensi dilakukan dengan bantuan strategi short-term wins untuk menjaga momentum perubahan. Tahap refreezing dilakukan melalui institusionalisasi budaya kerja profesional yang didukung oleh audit digital berkala guna mencegah kemunduran pola kerja. Integrasi antara nilai-nilai teologis seperti itqan dengan prinsip manajemen modern terbukti mampu meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga dakwah tanpa menghilangkan jati diri spiritualnya.
Madrasah Dalam Perspektif Historis: Studi Atas Madrasah Nizamiyah Ikram Humaidi; Siti Aisyah; Delfi Pebningsih; Rivandi Febrian; Embun Firdausi Amalia; Muhammad Yusran Al Faisal; Amelia Zaskira
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6363

Abstract

Madrasah merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual dunia Islam sejak periode klasik. Salah satu model madrasah yang paling berpengaruh adalah Madrasah Nizamiyah yang didirikan pada abad ke-11 oleh Nizam al-Mulk pada masa Dinasti Seljuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Madrasah Nizamiyah dalam perspektif historis dengan menekankan pada aspek kelembagaan, sistem pendidikan, kurikulum, serta relasinya dengan kekuasaan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025 yang terindeks Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Nizamiyah merupakan institusi pendidikan yang terorganisir dengan baik dan didukung oleh negara, serta memiliki peran strategis dalam memperkuat ortodoksi Sunni. Selain itu, madrasah ini menunjukkan adanya integrasi antara fungsi pendidikan dan kepentingan ideologis-politik. Kesimpulannya, Madrasah Nizamiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi hybrid yang mengintegrasikan dimensi pendidikan, ideologi, dan kekuasaan, serta menjadi model penting dalam perkembangan pendidikan Islam hingga era modern.
Analisis Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di Min 1 Lampung Tengah Relawati; Agus Salim; Fadlul Munir; Fitri Suryani; Siti Nuraini; Jaenullah Jaenullah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Lampung Tengah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi berbagai permasalahan moral dan sosial peserta didik di era modern. Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan hubungan harmonis antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan dokumen pendukung. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), kegiatan keagamaan, pendekatan humanis, dan komunikasi yang penuh kasih sayang. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antar guru, kegiatan keagamaan, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya perhatian sebagian orang tua, serta tuntutan administrasi dan target akademik guru. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan secara optimal dalam membentuk peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Pentingnya Pendidikan Berkarakter Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi Jihaan Rihhadatul Aisy; Muhammad Muzaki; Luna Aiswara; Nur Khasanah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.3437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan berkarakter dalam menghadapi tantangan globalisasi melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif. Globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan interaksi budaya global membawa berbagai dampak bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral, sosial, dan kompetensi. Peserta didik kini dihadapkan pada maraknya konten negatif, rendahnya literasi digital, serta tuntutan persaingan global yang semakin tinggi. Melalui pendidikan karakter, sekolah dapat membangun benteng moral, memperkuat identitas diri, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta menanamkan etika digital yang bertanggung jawab. Pendidikan berkarakter tidak hanya membentuk pribadi yang berakhlak, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing di era global dengan tetap menjunjung nilai-nilai moral. Strategi penerapan pendidikan karakter dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran, penguatan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berkarakter merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi yang cerdas, tangguh, berdaya saing, dan berkepribadian kuat di tengah derasnya arus globalisasi.
Reposisi Nilai Moderasi Beragama dalam Kebijakan Pendidikan Agama Islam: Analisis Kitab Adab al-Alim wa al-Muta’allim di Era Digital Anwar Ilham Mahbubi; Muhammad Husni Abdul Majid
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.4251

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif reposisi nilai-nilai moderasi beragama dalam kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kajian analitis terhadap Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya KH Hasyim Asy’ari sebagai basis inovasi karakter peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, seperti banjir informasi, lemahnya etika bermedia, serta maraknya penyebaran paham radikal dan intoleran di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan metode analisis isi (content analysis). Sumber data utama meliputi dokumen kebijakan PAI, khususnya yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, serta teks klasik karya KH Hasyim Asy’ari, yang diperkuat oleh literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama yang ditekankan dalam kebijakan PAI memiliki kesesuaian konseptual yang kuat dengan ajaran adab menuntut ilmu dalam pemikiran KH Hasyim Asy’ari. Reposisi nilai ini melahirkan inovasi karakter berupa penguatan sikap tabayyun, pengembangan etika komunikasi digital, serta internalisasi nilai tawadhu‘ dan toleransi. Integrasi nilai-nilai etika klasik ke dalam kebijakan pendidikan modern terbukti efektif sebagai filter moral bagi pelajar dalam menghadapi kompleksitas informasi di era digital. Dengan demikian, reposisi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan mampu memberikan fondasi spiritual yang kokoh di tengah dinamika perubahan teknologi global.
The Effectiveness of Smart Board-Based Educational Game Learning Media in Mathematics for Elementary School Students in Improving Learning Interest and Motivation: A Study at SDN 01 Bhakti Negara, Baradatu District, Way Kanan Regency Ahmad Yani; Deni Febriyan; Arya Winata; Nur Ahmad Ali Rifai
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5431

Abstract

The effectiveness of smart board-based educational game media in improving students’ learning interest and motivation in mathematics was examined using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The sample consisted of 51 fourth-grade students divided into an experimental group (26 students) and a control group (25 students). Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and t-tests. The results indicated a significant improvement in the experimental group, where learning interest increased from 68.45 to 85.73 and learning motivation from 70.12 to 87.65, while the control group showed smaller gains. The paired sample t-test and independent sample t-test both yielded a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a statistically significant effect. These findings demonstrate that smart board-based educational game media effectively enhances students’ learning interest and motivation in mathematics learning.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Spinning Wheel Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar Ni Kadek Melan Puspita; I Gusti Ngurah Triyana; Made Gautama Jayadiningrat; Ni Nyoman Ayu Suciartini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6232

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar, yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran inovatif dan media pendukung yang interaktif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Spinning Wheel terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain posttest only nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 79 siswa, terdiri atas 39 siswa kelas IV A sebagai kelompok eksperimen dan 40 siswa kelas IV B sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan tes posttest berupa tes objektif pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah tervalidasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil analisis uji Independent Sample T-test terhadap hasil belajar peserta didik diperoleh angka sebesar 6,098 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Jika angka signifikansi Sig. (2-tailed) < 0,05 sehingga hasilnya 0,000 < 0,05 maka maka hasil perhitungan tersebut membuktikan bahwa hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap model Problem Based Learning berbantuan media Spinning Wheel terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar.
Sinergi Guru PAUD dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi: Studi Kasus di Taman Kanak-Kanak As Salam Cepu Nana Purwanti; Siti Mudrikah; Ifa Jumrotun Naimah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6308

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan implementasi Kurikulum Merdeka membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Guru PAUD dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi guru dalam menghadapi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi di TK As Salam Cepu serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK As Salam Cepu mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran melalui penggunaan video edukasi, lagu interaktif, media visual, Canva, dan PowerPoint sederhana untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini. Sinergi antar guru terlihat melalui kerja sama dalam menyusun media pembelajaran, berbagi ide pembelajaran kreatif, dan pendampingan penggunaan teknologi. Faktor pendukung implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi meliputi dukungan kepala sekolah, kreativitas guru, dan antusiasme peserta didik terhadap media digital. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas teknologi, kemampuan digital guru yang belum merata, serta keterbatasan penggunaan teknologi yang harus disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi guru menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi di TK As Salam Cepu.