cover
Contact Name
Abdul Basith
Contact Email
faskes@unugiri.ac.id
Phone
+6285808359682
Journal Mail Official
faskes@unugiri.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No.10 Sukorejo Bojonegoro Kode Pos. 62115
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
ISSN : 29879841     EISSN : 29879841     DOI : https://doi.org/10.32665/faskes.v1i2
Core Subject : Health, Science,
ssalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji kami panjatkan ke hadirat Allah SWT segala rahmat dan inayah-nya. FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri dalam yang berisi berbagai hasil pemikiran, pengkajian dan penelitian dibidang ilmu farmasi, kesehatan, dan sains terbit dua kali setahun pada Bulan Juli dan November dengan : ISSN 2987-9841. Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki kewajiban untuk menerbitkan jurnal sebagai media publikasi ilmiah dikalangan akademisi yang dihasilkan berdasarkan penelitian literer, maupun lapangan merasa perlu menyumbangkan ide, gagasan, pemikiran dalam bentuk tulisan untuk meningkatkan mutu keilmuan yang disebarluaskan kepada para akademisi khususnya dan masyarakat pada umumnya. Fokus Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains FASKES merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada bidang farmasi, kesehatan, dan sains. Menerbitkan artikel berdasarkan studi empiris dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Ruang Lingkup Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains FASKES mencakup isu-isu tentang 1) Farmasi Klinis, Kimia Farmasi, Farmasi, Farmasi Komunitas, Biologi Farmasi, Farmakologi, Teknologi Farmasi, dan ilmu-ilmu lain yang relevan.
Articles 63 Documents
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Digestif di Rumah Sakit X Tasikmalaya -, Tazkia Hasna Billah; Ilham Alifiar; Citra Dewi Salasanti
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3073

Abstract

Latar belakang : Antibiotik profilaksis digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada waktu tertentu dengan durasi pendek untuk melawan patogen tunggal dan menghalangi terjadinya komplikasi bakteri atau infeksi luka operasi (ILO). Bedah digestif memiliki potensi paling tinggi terkena infeksi luka operasi (ILO). Penggunaan antibiotik profilaksis dapat efektif mencegah terjadinya ILO dengan pemilihan anitbiotik yang tepat dan rasional. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kualitas penggunaan antibiotik profilais pada pasien bedah digestif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode : Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien bedah digestif tahun 2023 di Rumah Sakit X Tasikmalaya. Terdapat 94 pasien yang menjalani bedah digestif yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini. Hasil : Hasil dari penelitian ini antibiotik profilaksis yang digunakan antibiotik ceftriaxone sebanyak 92 pasien (97,87%) dan ciprofloxacin sebanyak 2 pasien (2,13%). Simpulan : evaluasi antibiotik berdasarkan metode Gyssens, pada penelitian ini menunjukan penggunaan antibiotik rasional dengan kategori 0 sebanyak 94,68%, dan tidak rasional dengan kategori IIA 3,19% dan kategori IVA 2,13%.
Aktivitas Gel Ekstrak Daun Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Sianipar, Artha Yuliana; Ginting, Ovalina Sylvia Br.; Gaho, Grace Ekariani; Fitri, Raissa; Anastasia, Grace; Furqan, Mainal; Waruwu, Syukur Berkat
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3089

Abstract

Latar belakang: Daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dimanfaatkan sebagai pengobatan luka bakar karena memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas penyembuhan luka bakar dan konsentrasi yang efektif dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih jantan dengan pemberian gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth). Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental kuantitatif, terdiri atas 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif (gel Bioplacenton), kontrol negatif (basis gel), serta 3 kelompok gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diamati yaitu pengukuran diameter luka bakar yang telah diberikan perlakuan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) selama 15 hari. Analisis statistik penurunan diameter luka bakar dilakukan dengan menggunakan uji one way anova dengan nilai p<0.05 dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka bakar. Kesimpulan: Sediaan gel ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) konsentrasi 15% memiliki aktivitas yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar
Formulasi Sediaan Salep dari Sari Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth) Terhadap Peradangan pada Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Shufyani, Fahma; Ginting, Ovalina Sylvia Br.
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3127

Abstract

Latar belakang: Tanaman miana (Coleus scutellarioides L.) merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk tanaman komoditas biofarmasi. Pada bidang kesehatan daun miana digunakan untuk jamu, mengobati oftalmia dan dispepsia. Miana mengandung senyawa flavonoid minyak atsiri, fenol, tanin, saponin, alkaloid, steroid, lemak, phytosterol, kalsium oksalat. Salah satu zat yang terkandung dalam daun miana memiliki khasiat sebagai imundulator yang terkandung dalam flavonoid. Inflamasi atau radang merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat biasanya ditandai dengan adanya bengkak, nyeri, kemerahan, panas, gangguan fungsi tubuh. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan salep dan uji efektivitas penyembuhan peradangan dari sari daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth) terhadap tikus putih jantan (Rattus novergicus). Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental. Penelitian meliputi pembuatan sediaan salep terhadap peradangan, menggunakan sari daun miana (Coleus scutellarioides L). Dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi terhadap mutu fisik sediaan seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji stabilitas sediaan salep. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan volume peradangan pada kaki tikus dengan pemberian salep sari daun miana 5%, 10% dan 15% rata-rata meningkat perlahan dari jam ke 1 hingga jam ke-3 dan mulai mengalami penurunan pada 2 jam pemberian salep sari daun miana yaitu jam ke-4 sampai jam ke-8; rata-rata persen radang pada pemberian salep sari daun miana 5% jam ke-1 terjadi peningkatan sampai jam ke-4 dan terjadi penurunan pada jam ke-8, pada pemberian salep sari daun miana 10% jam ke-1 terjadi peningkatan sampai jam ke-4 dan mengalami penurunan pada jam ke-8 serta pada pemberian salep sari daun miana 15% pada jam ke-1 dan terjadi penurunan pada jam ke-8; persen inhibisi radang pada pemberian salep daun miana konsentrasi 5% dan 10% menunjukkan aktivitas menekan peradangan, dan pada konsentrasi 15% menunjukkan penekanan terjadinya peradangan yang sangat baik mendekati kontrol positif. Kesimpulan: Sari daun miana (Coleus scutellarioides L.) dapat diformulasikan dalam sediaan salep dan efektif terhadap penurunan peradangan pada tikus putih jantan
Evaluasi Manajemen Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Komplikasi Hipertensi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Kota Medan Ardiani, Rani; Siregar, Syati Manaharawan; Shufyani, Fahma; Ginting, Ovalina Sylvia Br.
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3154

Abstract

Latar belakang: Kasus hipertensi mengalami peningkatan, apabila tidak ditanggani dengan cepat, maka akan menyebabkan komplikasi yang dapat tejadi jika hipertensi tidak ditangani dengan cepat, maka pengunaan obat yang rasional pada pasien hipertensi merupakan salah satu elemen penting dalam tercapainya kualitas kesehatan serta perawatan medis bagi pasien sesuai standart yang diharapkan. Tujuan: mengetahui penggunaan obat antihipetensi dan ketepatan penggunaan obat hipertensi sesuai Join National Comunitte 8. Metode: Desain penelitian bersifat deskriptif secara retrospektif. Populasi diambil dari rekam medik tahun 2022 sebanyak 723 orang dan dengan menggunakan purvosive sampling serta rumus slovin di dapatkan jumlah sampel sebanyak 88 orang. Analisa data menggunakan univariat dengan SPSS. Hasil: penggunaan obat antihipertensi mayoritas adalah amlodipine sebanyak 63 orang (34,9%), kandesartan sebanyak 40 orang (22,1%) dan bisoprolol sebanyak 30 orang (16,6%). Berdasarkan Join National Comunitte 8 pada penggunaan obat yang tidak tepat terdapat sejumlah 4 terapi (5%) dan tidak tepat dosis sejumlah 4 terapi obat. Kesimpulan: Berdasarkan dari tidak tepat dari penggunaan obat antihipertensi menurut Join National Comunitte 8  yaitu tidak tepat indikasi, tidak tepat obat dan tidak tepat dosis. Untuk itu hasil penelitian dapat dijadikan bahan evaluasi dalam penatalaksanaan terapi   hipertensi sehingga kedepannya didapatkan pengobatan yang lebih baik dan rasional
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Kulit Buah Delima Merah (Punica granatum L.) Sebagai Pelembab Kulit Naldi, Jefri; Shufyani, Fahma; Ginting, Ovalina Sylvia Br.
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3155

Abstract

Latar belakang Kulit Buah delima (Punica granatum L.) memiliki antioksidan yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam pembuatan kosmetika antara lain masker, lip balm, lipstik, sunscren dan cream wajah karena mengandung zat aktif seperti ellagitannin, triterpenoid dan alkaloid. Lotion merupakan sediaan kosmetika golongan emolien (pelembut) yang mengandung air lebih banyak. Pelembab adalah salah satu jenis kosmetika yang berfungsi menghidrasi kulit dengan cara mengurangi penguapan air dari kulit dan menarik air dari udara masuk ke dalam stratum corneum yang mengalami dehidrasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui formulasi sediaan lotion ekstrak etanol kulit buah demila merah (Punica granatum L.) sebagai pelembab. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorium. Prosedur penelitian meliputi pembuatan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan lotion ekstrak etanol kulit buah delima merah (Punica granatum L.) sebagai pelembab alami dan evaluasi sediaan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berbentuk semi padat, warna putih dan coklat serta berbau fruity; tidak terdapat butiran kasar pada sediaan; rata-rata pH berkisar antara 5,6-6,1; sediaan tidak mengiritasi pada kulit sukarelawan; rata-rata peningkatan kelembapan pada sediaan F0 (125%), F1 (110%), F2 (78%), F3 (96%). Kesimpulan penelitian ekstrak kulit buah delima merah (Punica granatum L.) dapat diformulasikan sebagai krim lulur untuk melembabkan kulit
Analisis Interaksi Obat pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Situmorang, Lusi Grasia; Rawitri, Kiki; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3172

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronis menjadi salah satu penyebab kematian di dunia dalam berbagai kelompok umur. Kompleksitas pengobatan dengan dengan penyakit gagal ginjal kronis dapat meningkatkan kejadian Drug Related Problems (DRPs). DRPs merupakan suatu kejadian yang berkaitan dengan terapi obat secara aktul atau potensial yang berdampak pada hasil kesehatan seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Drug Related Problems (DRPs) kategori interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional, populasi pada penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data secara retrospektif dan analisis data menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat kejadian DRPs kategori terjadi interaksi obat 25 pasien (34,7%) dan tidak terjadi interaksi obat 47 pasien (65,3%). Interaksi obat yang terjadi dengan tingkat keparahan sebanyak 52 kasus, keparahan mayor 4 kasus (7,68%), tingkat keparahan moderat 46 kasus (88,50%) dan tingkat keparahan minor sebanyak 2 kasus (3,84%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat kejadian DRPs kategori interaksi obat sebanyak 34,7% pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan.
Efek Pemberian Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Mencit (Mus musculus) widyastuti, sri; Badra, Sulaiman; Rahim, Asiah
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3196

Abstract

Latar belakang: Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) mengandung saponin, flavonoida, polifenol, dan minyak atsiri. Daun kenikir mengandung protein, karbohidrat dan serat, serta memiliki kandungan kalsium dan vitamin A yang tinggi. Akarnya mengandung hidroksieugenil dan koniferil alkohol. Cosmos caudatus Kunth memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif seperti asam askorbat, kuersetin, proantosanidin, asam klorogenat, dan catechin Tujuan: untuk mengetahui ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) dapat menurunkan kadar asam urat darah dan untuk mengetahui dosis optimal dari ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap penurunan kadar asam urat darah Metode: Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencit. Mencit di ukur kadar asam urat sebelum dinduksi kalium bromat 1,48mg/kg BB, setelah 15 menit dilakukan pengecekan kembali kadar asam urat kemudian hewan uji diberi perlakuan yaitu kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif obat Allopurinol 100 mg, perlakuan  ekstrak daun kenikir 200mg/kgBB, 300mg/kgBB dan 400 mg/kgBB dan dilakukan pengecekan kadar asam urat pada menit ke 30, menit 60 dan menit 90. Hasil: menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kenikir memiliki efek penurunan kadar asam urat darah pada dosis 400 mg dengan rata-rata 19,90% tapi tidak sebanding dengan pemberian obat Allopurinol dosis 100mg dengan rata-rata 32,45%. Simpulan: Pemberian ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) dapat menurunkan kadar asam urat pada dosis 400 mg/kg BB.
Uji Kandungan Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun dan Kulit Batang Kelor (Moringa Oleifera) qonitah, fadilah; Nuzulul Ulmiyah Ramadhan; Ariastuti, Reni
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3211

Abstract

Latar belakang: Daun dan kulit batang kelor mengandung senyawa fenolik yang dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tujuan: dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar fenolik total pada ekstrak etanol daun dan kulit batang kelor.. Penyiapan ekstrak dilakukan dengan Metode: maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan Reagan Folin-Ciocalteu dan asam galat sebagai standar. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa hasil ekstrak etanol daun kelor memiliki kadar fenolik total yang besar yaitu 19,513 mg GAE/gr dibandingkan dengan ekstrak etanol kulit batang kelor yaitu 4,835 mg GAE/gr. Simpulan dan Saran: bahwa ekstrak etanol daun kelor memili kandungan fenolik total lebih besar yaitu 19,513 mg GAE/gr ± 0,019 dibandingkan dengan ekstrak etanol kulit batang kelor yaitu 4,835 mg GAE/gr ± 0,008.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema Canescens Jack.) terhadap Kadar Malondialdehid pada Tikus Jantan (rattus norvegicus) Mentari, Ika ayu; Raihana, Laila
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3230

Abstract

Latar belakang: Malondialdehyde (MDA) adalah senyawa dialdehide yang merupakan produk akhir peroksidasi lipid dan berkahir menjadi seyawa toksik bagi tubuh. Malondialdehid digunakan sebagai parameter pengukuran stress oksidatif yang disebabkan karena peningkatan radikal bebas dalam tubuh. Daun sungkai (Peronema canescens Jack.) memiliki kandungan antioksidan yang dapat menetralisisr aktivitas radikal bebas dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sungkai (Peronema canescens Jack.) terhadap penurunan kadar malondialdehid pada hewan uji tikus jantan (Rattus norvegicus). Metode: Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu Kelompok I merupakan kelompok normal tidak mendapat perlakuan, kelompok II merupakan kelompok negatif hanya diberi perlakuan perenangan saja, kelompok III sampai VI merupakan kelompok yang berikan perlakuan perenangan dan pengobatan yang terdiri dari kelompok III diberi vitamin C, kelompok IV sampai VI diberi ekstrak daun sungkai dengan dosis 50mg/kgBB, 100mg/kgBB dan 200mg/kgBB. Pengukuran MDA dilakukan pada hari ke-7 dengan cara pengambilan darah melalui jantung. Hasil: Dosis ekstrak etanol daun sungkai yang efektif menurunkan kadar MDA pada tikus adalah sebesar 50mg/kgBB. Simpulan dan saran: Pemberian ekstrak etanol daun sungkai dapat menurunkan kadar MDA plasma tikus. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan senyawa aktif serta faktor yang berperan dalam menurunkan kadar MDA plasma darah tikus
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswai terhadap Penggunaan Krim Pemutih Wajah Qoriati, Yani'; Indah Kusuma Pitaloka, Ria; Nirmala, Atika
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3231

Abstract

Latar belakang: Kecantikan sering dikaitkan dengan kulit cerah, putih, halus dan bersih. Kulit cerah, putih, halus dan bersih adalah hal yang sangat penting dalam penampilan seseorang karena dapat mencerminkan kepribadian mereka. Hal ini mendorong banyak remaja perempuan untuk berusaha tampil cantik. Produk kosmetik yang populer pada kalangan remaja salah satunya yaitu krim pemutih wajah. Banyaknya produk ini di pasaran disebabkan oleh tren di kalangan perempuan yang menginginkan kulit putih, yang juga berdampak pada remaja untuk berpenampilan cantik. Tujuan: mengevaluasi tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswi mengenai penggunaan krim pemutih wajah. Metode: Responden dipilih menggunakan metode cross sectional yang bertujuan untuk melihat tingkat pengetahuan dan sikap mereka. Teknik pengambilan uji sampel dengan metode non probability sampling  dan memakai cara purposive sampling. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji chi square test pada tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kesalahan 0,05 menggunakan SPSS.   Hasil: Hasil penelitian didapat yaitu sebanyak 50 responden yang berisi mahasiswa putri memakai krim pemutih wajah sejumlah 44 orang (88%) dan yang tidak memakai krim pemutih wajah sebanyak 6 orang (12%). Simpulan dan saran: didapatkan kesimpulan dari 88% responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi, 10% cukup, dan 2% rendah. Untuk sikap, 88% responden berada pada kategori tinggi, 8% cukup, dan 4% rendah. Selanjutnya pada Uji Chi Square, diperoleh hasil 0,122 yang menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswi terhadap penggunaan krim pemutih wajah.