cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
POLA KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENJALANKANADMINISTRATIF PADA KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK LEADERSHIP PATTERNS DISTRICT IN IMPLEMENTING ADMINISTRATION IN MINAS DISTRICT, SIAK REGENCY Nielwaty, Elly; Fara Merian Sari; Nurmala Boru Siregar; Dwi Herlinda; Afni.Z
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i7.4961

Abstract

Abstract This research discusses the leadership pattern of sub-district heads in carrying out administrative functions in Minas District, Siak Regency. Leadership patterns are the way a leader guides, directs and motivates members of his team or organization. The phenomenon found in this research is that there is still a lack of communication coordination between sub-district leaders and the community and timely decision making is still not optimal. The aim of this research is to determine the leadership pattern of the sub-district head in Minas District, Siak Regency and to determine the obstacles faced by the sub-district leadership in carrying out administrative functions in Minas District, Siak Regency. The theory used in this research is the theory of Martoyo, S (2015: 497), the leadership patterns used are divided into six, namely, analytical and decision making abilities, motivational abilities and skills, communication and listening abilities, the ability to create a healthy work environment, the ability to delegate duties or authority, and responsibilities. This research uses qualitative methods, data collection uses interview techniques, direct observation and documentation. The results of this research are that the lack of coordination between sub- district leaders and the community is still not optimal, which causes the sub-district leadership's conveyance of aims and objectives to not be understood and in carrying out administrative functions, the connection factor is an obstacle for leaders in situations requiring leaders to make decisions. Keywords : Leadership, Leadership Pattern, Administratife Functions.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KABUPATEN BARITO KUALA STUDI KASUS DI KECAMATAN BAKUMPAI DAN KECAMATAN MANDASTANA Novie Marlina
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i7.5004

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menghambat laju pembangunan di berbagai bidang, sehingga diperlukan tindakan untuk menurunkan angka kelahiran melalui pengaturan kehamilan dan jarak kelahiran seperti melalui program Keluarga Berencana (KB). Pemerintah berupaya mengendalikan populasi penduduk melalui Program Keluarga Berencana (KB) bagi Pasangan Usia Subur (PUS) dengan menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode empiris dengan pendekatan sosiologis yang cenderung menerapkan analisis kualitatif. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik key person dilakukan dengan menentukan langsung informan yang dalam kapasitasnya dianggap memiliki pemahaman mendalam mengenai variabel penelitian.Tingkat keikutsertaan pasangan usia subur pada program MKJP di Kecamatan Bakumpai dan Kecamatan Mandastana menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Implementasi program Keluarga Berencana di kecamatan Bakumpai masih belum optimal. Implementasi program Keluarga Berencana di kecamatan Mandastana cukup optimal. Kata Kunci : Program keluarga berencana, Implementasi, Penduduk, Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP)
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP BUDAYA ORGANISASI PADA PEGAWAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA BANJARMASIN Ahmad Zaid Ridwan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i7.5036

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya memiliki sifat untuk bersosialisasi, bekerja sama, dan membutuhkan keberadaan manusia lain. Untuk itu diperlukan adanya organisasi sebagai wadah yang dapat menghimpun atau memperlancar manusia dalam bersosialisasi dan bekerja sama. Organisasi adalah sarana di mana orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Setiap organisasi memiliki ciri khas yang membedakannya dengan organisasi lain, ciri ini menjadi identitas bagi organisasi tersebut. Karakteristik ini disebut budaya organisasi. Budaya organisasi mengacu pada hubungan unik antara norma, nilai, keyakinan, dan cara berperilaku yang menjadi ciri bagaimana kelompok dan individu menyelesaikan sesuatu. Budaya organisasi mengandung nilai-nilai yang harus dipahami, dijiwai, dan dipraktikkan bersama oleh semua individu / kelompok yang terlibat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap budaya organisasi pegawai badan perencanaan pembangunan daerah, penelitian dan pengembangan kota Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalah kuatitatif korelasional. Partisipan penelitian ini berjumlah 42 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data diolah menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap budaya organisasi pegawai badan perencanaan pembangunan daerah, penelitian dan pengembangan kota Banjarmasin.
STRATEGI KOMUNIKASI KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BEKASI DALAM PROGRAM KOTA SAHABAT KUSTA (KOTAKU): (Studi Kasus Strategi Triple Zero dalam Mencegah dan Mengendalikan Kusta di Kabupaten Bekasi tahun 2022—2024) Tasha Suciati Amanda Putri; Susanne Dida; Renata Anisa
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5058

Abstract

Kabupaten Bekasi, dengan kepadatan penduduk tinggi, menghadapi prevalensi kusta yang signifikan, dengan 227 kasus baru pada tahun 2022. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meluncurkan Program Kotaku (Kota Sahabat Kusta) sebagai inisiatif strategis dengan Strategi Triple Zero yang mencakup Zero Transmission (nihil penularan), Zero Disability (nihil disabilitas), dan Zero Exclusion (nihil eksklusi). Penelitian ini bertujuan menggali latar belakang, implementasi, dan hambatan dalam penerapan strategi tersebut menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus berdasarkan Strategi Komunikasi Kesehatan dan Model Perencanaan Komunikasi KAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kotaku di Kabupaten Bekasi ini berhasil mengurangi penularan kusta, mencegah disabilitas, dan menghilangkan stigma. Kegiatan yang dilakukan meliputi workshop bagi dokter, pelatihan petugas puskesmas, lokakarya untuk kader dan tokoh masyarakat, kerja sama dengan organisasi profesi, kegiatan screening, penyuluhan, testimonial mantan pasien kusta, dan aktivasi konten di media sosial. Tantangan yang dihadapi termasuk partisipasi rendah dari dokter dalam workshop, suspek yang masih menolak untuk diperiksa, tidak adanya kerja sama untuk aktivasi media sosial, hingga keterbaasan sumber daya. Untuk meningkatkan keberhasilan program, direkomendasikan penguatan insentif dan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Program Kotaku yang dijadikan sebagai pilot project di Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi model yang berhasil dan dapat direplikasi di daerah lain.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SEBAGAI PENGUATAN SOSIAL-EKONOMI BERDASARKAN PEMANFAATAN LAHAN DI DESA PEDINDANG, KECAMATAN PANGKALAN BARU Nurhidayati, Nurhidayati; Putra Pratama Saputra; Michael Jeffri Sinabuntar
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai Pemberdayaan Kelompok Tani Sebagai Penguatan Sosial-Ekonomi Berdasarkan Pemanfaatan Lahan Di Desa Pedindang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan kelompok tani dan menjelaskan tantangan dan hambatan kelompok tani dalam memanfaatkan lahan sebagai pemberdayaan di Desa Pedindang. Penelitian ini menggunakan pendekatan dari Jim Ife tentang pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Desa Pedindang Kecamatan Pangkalan Baru. Hasil penelitian menunjukan Ada beberapa bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Tani di Desa Pedindang seperti pengolahan lahan untuk dijadikan sumber penguatan sosial-ekonomi masyarakat. Kemudian, adapun model pemberdayaan Kelompok Tani ini dianalisis melalui beberapa indikator. Indikator tersebut antara lain sumber pendanaan, partisipasi aktor, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu ditemukanlah model pemberdayaan masyarakat berupa model pendekatan buttom-up yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Melalui model buttom-up Kelompok Tani dituntut untuk terlibat aktif serta berinisiatif dalam program pemberdayaan. Dimana Kelompok Tani membuat rancangan ideal sendiri seperti dari aspek hulu hingga hilir.
IMPLIKASI KEBERADAAN KOMUNITAS CINTA BERKAIN INDONESIA (KCBI) PROVINSI BALI DI KOTA DENPASAR Alltha Haniyah; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Nanang Sutrisno
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5067

Abstract

Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) merupakan komunitas perempuan dengan kecintaan atau minat yang sama, yaitu minat pada kain tradisional. Komunitas ini berpusat di Jakarta namun memiliki 12 cabang tersebar di Indonesia salah satunya yakni di Pulau Bali. KCBI Provinsi Bali berisikan para perempuan yang berdomisili di Pulau Bali khususnya Kota Denpasar dan suka berkain sebagai busana keseharian. Komunitas ini merupakan wadah untuk para perempuan yang ingin melestarikan budaya melalui kain tradisional. Berkain sendiri adalah sebuah gerakan mode di Indonesia yang berupaya untuk membiasakan kembali penggunaan kain-kain tradisional, seperti kain batik atau tenun. Penggunaan kain tradisional ini umumnya dipadu padankan dengan baju dan aksesoris bergaya modern yang kemudian dipakai menjadi busana keseharian. Keberadaan KCBI di Kota Denpasar pasti menimbulkan beberapa implikasi, maka dari itu penelitian ini mencoba mengulas tentang implikasi dari keberadaan KCBI di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik observasi, teknik wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh dari lapangan diolah melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, KCBI Provinsi Bali memiliki implikasi yang signifikan dalam beberapa aspek penting. Pertama, dalam hal pelestarian budaya, KCBI Bali berhasil mempertahankan dan mempromosikan penggunaan kain tradisional, memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern. Kedua, KCBI Bali juga berkontribusi terhadap penguatan citra perempuan dengan memberikan platform bagi perempuan untuk mengekspresikan diri mereka melalui kain tradisional, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan akan identitas budaya mereka. Ketiga, KCBI Bali memberikan dampak positif terhadap peningkatan peluang pendapatan bagi pelaku usaha kain tradisional. Dengan meningkatkan permintaan dan apresiasi terhadap produk-produk kain tradisional, komunitas ini membantu menciptakan pasar yang lebih luas dan stabil bagi para pengrajin dan penjual kain, sehingga mendukung keberlanjutan ekonomi mereka. Secara keseluruhan, KCBI Bali tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap industri kain tradisional.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BANYUWANGI REBOUND DI KABUPATEN BANYUWANGI (Studi Peran Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Setda Kabupaten Banyuwangi dan Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi) Merdiana, Lenni Indah Merdiana; Putri Robiatul Adawiyah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan program Banyuwangi Rebound di Kabupaten Banyuwangi. Tujuan dari adanya program Banyuwangi Rebound yaitu untuk membangkitkan semua sektor akibat dampak dari pandemi Covid-19. Penulis mengangkat rumusan masalah berupa bagaimana implementasi kebijakan program Banyuwangi Rebound? Apa sajakah faktor pendukung dan faktor penghambat program Banyuwangi Rebound?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Banyuwangi Rebound yang memiliki tiga pilar diantaranya Tangani Pandemi, Pulihkan Ekonomi dan Merajut Harmoni berjalan dan terlaksana dengan baik. Yang kemudian dapat dibuktikan dengan keberhasilan pada pilar Tangani Pandemi yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, persentase vaksinasi meningkat, penanganan stunting meningkat dan kepuasan pelayanan kepada masyarakat yang baik. Pada pilar Pulihkan Ekonomi pertumbuhan ekonomi meningkat, pendapatan per kapita meningkat, dan menurunnya tingkat kemiskinan. Pada pilar Merajut Harmoni keberagaman agama, budaya dan suku guyub rukun antar elemen masyarakat, solidaritas antar elemen masyarakat harmonis. Dalam pelaksanaanya terdapat faktor pendukung yaitu semua elemen masyarakat bekerjasama, adapun faktor penghambat yaitu faktor luas wilayah, faktor alam, faktor penghambat dari pihak luar.
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2024 DI DESA KARIMUNJAWA Moch Abdul Rafi Firmansyah; Raka Nur Alim; Melya Milviana; Ara Sandina Diva
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5099

Abstract

Partisipasi politik merupakan suatu kegiatan individu ataupun kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain dengan jalan memilih pemimpin negara. Pada masyarakat Karimunjawa tingkat partisipasi politik masyarakat mengalami peningkatan pada Pilpres 2024 dibandingkan pada Pilpres 2019. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis tingginya partisipasi politik masyarakat Karimunjawa; (2) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pilpres 2024 di Kecamatan Karimunjawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi politik masyarakat Karimunjawa pada Pilpres 2024 meningkat sebesar 7,11% dari yang semula 79,11% menjadi 86,22%. Peningkatan persentase partisipasi politik masyarakat di desa karimunjawa ini didukung oleh berbagai faktor, diantaranya adalah peningkatan jumlah penduduk, peran Komisi Pemilihan Umum (KPU), peran pemerintah desa, fanatisme, kesadaran politik yang tinggi, serta Tim Sukses (Timses). Adapun faktor yang menghambat partisipasi politik masyarakat karimunjawa yaitu letak geografis, profesi, dan sikap apatisme. Kata Kunci: Partisipasi Politik; Masyarakat; Karimunjawa; Pilpres 2024.
MORAL MASYARAKAT PINGGIR REL KERETA API LINGKUNGAN III KELURAHAN PULO BRAYAN BENGKEL KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN Asri Utari; Maraimbang Daulay; Siti Ismahani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5102

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengangkat masalah aktual pada masyarakat Indonesia yaitu mengenai keberadaan dan kondisi sosial budaya masyarakat pinggir rel yang dianggap sebagai masyarakat segregasi, yakni untuk mendeskripsikan realitas kehidupan masyarakat pinggir rel kereta api dan mengidentifikasi moral masyarakat pinggir rel kereta api Kelurahan Pulo Brayan Bengkel. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berjenis studi lapangan dengan menggunakan pendekatan filsafat. Dengan demikian penelitian ini bermodel penelitian mengenai masalah aktual. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa; 1) Pada umumnya masyarakat pinggir rel Kelurahan Pulo Brayan Bengkel tamatan SD dan SMP, sehingga membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang layak, dan karena kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak, membuat mereka berada dalam keadaan kondisi ekonomi yang tidak berkecukupan. Akibatnya mereka secara ‘terpaksa’ untuk hidup dan bertahan di daerah pinggir rel kereta api dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai. Dengan demikian mereka tidak memilih untuk melanggar aturan dengan membangun hunian di pinggiran rel kereta api, namun sebenarnya mereka tidak memiliki pilihan untuk membangun hunian untuk bertahan hidup. 2) Masyarakat pinggir rel Kelurahan Pulo Brayan memiliki moral yang cukup baik, hal tersebut dapat dilihat dari solidaritas mereka yang tinggi kendatipun mereka berbeda suku dan agama, contohnya ialah mereka tetap saling membantu kebutuhan dalam hal pangan walaupun kehidupan ekonomi dalam keadaan susah. Selain para orang tua memberikan pembelajaran moral yang baik pada anak-anaknya untuk dapat menjadi insan yang berguna, kendatipun beberapa remaja memiliki moralitas yang kurang baik tetapi hal tersebut adalah sesuatu hal yang lumrah di dalam psikologi perkembangan remaja. Sehingga kenakalan remaja yang berhuni di pinggir rel kereta api tidak sepenuhnya di sebabkan oleh tempat tinggal mereka yang tidak layak, sebab pada kenyataannya remaja yang hidup dengan berkecukupan sekalipun juga melakukan tindakan kriminal yang berat
EFEKTIVITAS INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI RADIO KIS 95.1 FM Putri, Gabriel Afieriliya; Ayu Rahma Haninda
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5112

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif Instagram sebagai media promosi Radio KIS 95.1 FM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini diperoleh dari para pengikut akun Instagram Radio KIS 95.1 FM dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukan efektifnya media Instagram sebagai aktivitas promosi yang dilakukan Radio KIS 95.1 FM. Pada dimensi tingkat daya tarik pesan nilai koefisiensi korelasi hubungan kuat sebesar 0.552 dapat dilihat pada tahap interest dan sebesar 0.543 pada tahap action. Kata kunci: Efektivitas, Instagram, Promosi, Radio Abstract This research is purposedly done to identify the effectiveness of Instagram Radio @kis951fm on promotional activities. This research also done by using quantitative methods. The population was taken by Radio KIS 95.1 FM Instagram account's followers and there are 100 respondents obtained. Based on data analysis, this researched discovered that promotional activities that are done by Radio KIS 95.1 FM proven effective. In the dimension level of message attractiveness, the correlation coefficient value of a strong relationship is 0.552 which can be seen at the interest stage and 0.543 at the action stage. Keywords: Effectiveness, Instagram, Promotion, Radio

Page 65 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue