cover
Contact Name
Muhamad Akrom
Contact Email
jurnalkomunita@gmail.com
Phone
+6281937942860
Journal Mail Official
jurnalkomunita@gmail.com
Editorial Address
Graha Pelita Nusa Tenggara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83361
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Published by Pelita Nusa Tenggara
ISSN : -     EISSN : 28291972     DOI : https://doi.org/10.60004/komunita
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian, dengan nomor terdaftar E-ISSN. KOMUNITA adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh PELITA NUSA TENGGARA. Penerbitan jurnal ini akan dilakukan dalam satu tahun, mulai tahun 2022 terbit sebanyak dua kali terbit yaitu pada bulan Februari dan Agustus. KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat memfokuskan pada masalah umum atau masalah yang terkait dengan layanan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian masyarakat. KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat, berisi berbagai kegiatan dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 222 Documents
Remaja Kreatif Siap Beraksi : Edukasi dan Deklarasi Pencegahan Pernikahan Dini Zulfiani, Hasaniah; Azizah, Nurholik; Husnawati, Husnawati; Aini, Nurul; Mubarokah, Syahratul; Damayanti, Ratih; Aminullah, Muh.
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.537

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada aspek pendidikan, psikologis, dan masa depan remaja. Kondisi ini juga ditemukan di Nusa Tenggara Barat sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program Remaja Kreatif Siap Beraksi sebagai bentuk edukasi pencegahan pernikahan dini pada remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, serta pelatihan goal setting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai dampak pernikahan dini, perubahan sikap ke arah perencanaan masa depan yang lebih positif, serta meningkatnya kesadaran untuk menunda pernikahan. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif remaja dalam menyatakan komitmen bersama melalui deklarasi pencegahan pernikahan dini. Disimpulkan bahwa program Remaja Kreatif Siap Beraksi efektif sebagai upaya edukatif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap preventif remaja terhadap pernikahan dini
Pengabdian Kepada Masyarakat Mengenai Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang di Desa Batujajar Loisza, Anne; Karlina, Intan; Meylita, Azka; Aliya Sifa, Nur; Konita Putri, Salsabila; Takhsya Ma’ashilhaq, Dwi; Siti Azizah Nuraeni, Fadhia; Hany, Hany; Nazia Salsyabila, Riva; Sabila Azzahra, Salsa; Asti Aida Putri; Salma Az-Zahra, Chinta; Febrianingsih, D. Alni
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.552

Abstract

Problem with couples of childbearing age (PUS) in Batujaja Barat Village is not merely a matter of participation rates, but rather the inappropriate choice of methods and misperceptions among couples of childbearing age (PUS). Many PUS in the limiting category want to stop having children but continue to use short-term contraception or do not use any contraception at all due to concerns about side effects. The types of long-acting reversible contraception (LARC) introduced in this activity included intrauterine devices (IUDs) and implants. The aim of this community service was to increase PUS knowledge about the safety and advantages of LARC in order to improve the accuracy of its use. The methods used were interactive health education through lectures, two-way discussions, and the use of leaflets. This activity involved 29 PUS at the Kenari 02 Posyandu with a pretest-posttest evaluation design. The evaluation results showed a significant shift in knowledge levels. The evaluation results showed an increase in knowledge levels after the intervention. Before the education, some participants were in the low knowledge category, while after the education there was an increase in the proportion of participants with good knowledge. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference in knowledge levels before and after the intervention (p < 0.05). Before the intervention, there were 10 participants in the low knowledge category (34.48%). After the intervention, the number of respondents with low knowledge decreased to 5 (17.24%). In the adequate knowledge category, the number remained the same, from 9 people (31.03%) in the pretest to 9 people (31.03%) in the post-test. Meanwhile, respondents with good knowledge increased from 10 people (34.48%) before the intervention to 15 people (51.72%) after the intervention. This change proves that the material presented was well absorbed by the participants. Interactive discussions successfully corrected participants' misconceptions and increased their confidence in choosing the right contraceptive method. The conclusion of this activity is that health education effectively improves contraceptive literacy among partners and encourages more stable and safer contraceptive use behaviour.