cover
Contact Name
Evi Lutfiani
Contact Email
cendikia@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
cendikia@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : -     EISSN : 30251206     DOI : -
Core Subject : Education,
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran adalah jurnal penelitian peer-reviewed open access yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Cendikia menyediakan wadah bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk makalah penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, tinjauan pustaka dan ulasan buku tentang pendidikan dan pengajaran.
Articles 810 Documents
Tinjauan Koreografi Tari Dulang di Sanggar Seni Dara Jingga Nagari Empat Koto Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Nurhasanah, Ananda; Nerosti, Nerosti
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Koreografi Tari Dulang di Sanggar Seni Dara Jingga Nagari Empat Koto Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Intrument penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrument pendukung alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk koreografi Tari Dulang terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian awal, inti, dan ending. Bagian awal, menggambarkan aktifitas masyarakat yang bersuka cita menuju ke pesisiran Sungai Batang Hari dengan memainkan properti Dulang. Bagian inti, menggambarkan suasana kebersamaan masyarakat bergotong royong dalam proses mencari emas di Sungai Batang Hari. Bagian ending, menggambarkan suasana gembira mendapatkan beberapa emas, dengan suasana yang bahagia. Tari ini ditarikan oleh 6 orang penari perempuan, dengan 31 ragam gerak. Selain itu memiliki Desain Lantai yang bervariasi dan desain kelompok yang digarap dinamis. Desain Dramatik yang ada didalam Tari Dulang adalah menggunakan desain dramatik kerucut tunggal, karena pada tari dulang pencapaiannya berawal dari pelan dan pada akhirnya semakin cepat pada akhir tari. Gerak tari dikembangkan dengan pola gerak tari tradisi minangkabau seperti simpia, gelek, pitunggua dan kudo-kudo. Tarian ini dilengkapi dengan unsur pendukung kostum, alat musik tradisi seperti talempong, gendang dol, keyboard, gitar bass, dan drum set. Tata rias yang digunakan adalah tata rias cantik. Sedangkan properti yang digunakan adalah Dulang atau“Je” oleh masyarakat di Dharmasraya. Secara keseluruhan Koreografi Tari Dulang menggambarkan suasana yang bergembira dalam bekerjasama untuk mencari emas di sepanjang pesisiran Sungai Batang Hari.
Koreografi Tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo Kabupaten Merangin Lestari, Ulfa Indah; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan dan menganalisis koreografi tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo Kabupaten Merangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kamera, foto, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Kadam di Sanggar Seni Pelito Mudo terdiri dari gerak, desain atas, desain lantai, musik, desain dramatik, dinamika, komposisi kelompok, tema dan perlengkapan. Gerak tari Kadam terdiri dari langkah sambah, langkah lang, langkah kamian, langkah siamang, langkah harimau. Desain atas mendominasi ke bentuk desain bersudut, kontras dan kuat. Tari ini memiliki desain lantai yang sederhana, dimana kedua penari selalu bergerak saling berhadapan, serta memiliki macam bentuk pola lantai yang dominan garis lengkung. Alat musik manggunakan musik gandang dan gong. Desain dramatik berbentuk kerucut tunggal, dimana diawali dengan iringan musik sedang namun bersemangat, dipertengahan hingga menuju akhir tari gerak dilakukan dengan penuh semangat dan ketegangan antar kedua penari, selanjutnya tari ini diakhiri dengan kedua penari keluar dari sisi kanan dan kiri. Dinamika pada tari Kadam terdiri dari unsur tempo gerak, tekanan gerak dan level gerak. Komposisi kelompok menggunakan komposisi kecil atau komposisi duet. Tema pada tari Kadam ini diangkat dari cerita rakyat yang dahulunya menceritakan tentang perkelahian masyarakat dengan Siamang. Perlengkapan dari tari Kadam menggunakan kostum diantaranya baju ijuk aren enau, celana ijuk aren enau, kalung yang terbuat dari tomat, topeng yang terbuat dari pelepah pisang, sarung tangan berwarna hitam yang terbuat dari bahan kain dan menggunakan properti pedang untuk menyerang.
ANALISIS GERAK TARI SKIN DI SANGGAR SENI CAHAYO DAMAR KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Putri, Rita Wahyu; Asriati , Afifah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Analisis Gerak Tari Skin di Sanggar Seni Cahayo Damar Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti kamera dan alat tulis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Skin dilihat dari aspek ruang, waktu, dan tenaga. Pertama, aspek ruang unsur yang ditemukan berupa garis zig-zag, diagonal, lurus, lengkung, dan mendatar. Garis dominan yang ditemukan yaitu diagonal. Unsur volume yang ditemukan berupa volume besar, sedang, dan kecil. Volume dominan yang ditemukan yaitu volume besar. Unsur arah yang ditemukan berupa arah diagonal kiri depan dan kanan depan, depan dan belakang, samping kiri dan kanan, dan diagonal kanan belakang. Arah dominan ditemukan pada arah depan. Unsur level ditemukan berupa level tinggi, sedang, dan rendah. Level dominan yang ditemukan yaitu sedang. Unsur fokus pandang yang ditemukan berupa fokus pandang dominan ditemukan pada fokus padang samping kanan dan bawah. Kedua, aspek waktu unsur yang ditemukan berupa tempo yang terdiri dari tempo sedang dan lambat. Tempo dominan yaitu tempo sedang. Ketiga, aspek tenaga unsur yang ditemukan berupa intensitas yang terdiri dari intensitas kuat, sedang, dan lemah. Intensitas dominan yaitu kuat. Unsur tekanan yang ditemukan berupa tekanan lemah. Tekanan dominan yaitu tekanan lemah. Unsur kualitas yang ditemukan berupa kualitas cendrung kuat, agak kuat, dan cendrung sedikit. Kualitas dominan yaitu kualitas cendrung kuat.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS ANAK PADA PEMBELAJARAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA WAYANG KERTAS DENGAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA DINI (Penelitian di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung) Firdaus, Putri Hidayah; Hayati, Tuti; Muftie, Zaenal
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i11.4053

Abstract

Latar belakang dilakukannya penelitian adalah karena terdapat kesenjangan antara tingginya aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet dengan rendahnya kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini. Hal ini dikarenakan dari aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas terlihat baik, seperti dalam hal memerhatikan dan mendengarkan. Namun di sisi lain kemampuan bahasa ekspresif dari beberapa anak masih belum terlihat seperti mengungkapkan perasaan, melontarkan pertanyaan yang lebih kompleks juga mengeluarkan gagasan serta menanggapi suatu peristiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita dengan boneka wayang kertas di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung; (2) realitas kemampuan bahasa ekspresif anak di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung; dan (3) hubungan antara aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas dengan kemampuan bahasa ekspresif di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung. Bahasa ekspresif merupakan bahasa yang berisi curahan perasaan yang menyatakan makna batin melalui bahasa lisan di mana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Kemampuan bahasa ekspresif dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya pembelajaran yang menyenangkan melalui bercerita menggunakan media. Berdasarkan asumsi teori tersebut dapat dirumuskan hipotesisnya, semakin tinggi aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas, semakin tinggi pula kemampuan bahasa ekspresif anak. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas semakin rendah pula kemampuan bahasa ekspresif anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu seluruh anak kelompok B di PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung dengan jumlah 10 anak ditetapkan sebagai responden penelitian. Alat pengumpulan datanya diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 71, adapun apabila diinterpretasikan pada capaian perkembangan anak dengan skala 1-100, nilai tersebut berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Sedangkan kemampuan bahasa ekspresif anak di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet berada pada ketegori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 82 yang berada pada kategori Berkembang Sangan Baik (BSB). Hubungan antara aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,921. Angka koefisien korelasi ini termasuk tinggi, karena berada pada interval 0,800 – 1,000. Hasil uji signifikan diperoleh harga thitung = 6,280 > ttabel = 2,306, maka dapat diinterprestasikan bahwa Ho (Hipotesis nol) ditolak dan Ha (Hipotesis alternatif) diterima. Dengan kata lain aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini. Adapun besarnya kontribusi aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini adalah 84,28%, hal ini menunjukkan bahwa 15,72% dipengaruhi faktor lain.Latar belakang dilakukannya penelitian adalah karena terdapat kesenjangan antara tingginya aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet dengan rendahnya kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini. Hal ini dikarenakan dari aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas terlihat baik, seperti dalam hal memerhatikan dan mendengarkan. Namun di sisi lain kemampuan bahasa ekspresif dari beberapa anak masih belum terlihat seperti mengungkapkan perasaan, melontarkan pertanyaan yang lebih kompleks juga mengeluarkan gagasan serta menanggapi suatu peristiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita dengan boneka wayang kertas di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung; (2) realitas kemampuan bahasa ekspresif anak di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung; dan (3) hubungan antara aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas dengan kemampuan bahasa ekspresif di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung. Bahasa ekspresif merupakan bahasa yang berisi curahan perasaan yang menyatakan makna batin melalui bahasa lisan di mana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Kemampuan bahasa ekspresif dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya pembelajaran yang menyenangkan melalui bercerita menggunakan media. Berdasarkan asumsi teori tersebut dapat dirumuskan hipotesisnya, semakin tinggi aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas, semakin tinggi pula kemampuan bahasa ekspresif anak. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas semakin rendah pula kemampuan bahasa ekspresif anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu seluruh anak kelompok B di PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet Kabupaten Bandung dengan jumlah 10 anak ditetapkan sebagai responden penelitian. Alat pengumpulan datanya diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 71, adapun apabila diinterpretasikan pada capaian perkembangan anak dengan skala 1-100, nilai tersebut berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Sedangkan kemampuan bahasa ekspresif anak di Kelompok B PAUD-Q Hadiva Syadzili Pacet berada pada ketegori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 82 yang berada pada kategori Berkembang Sangan Baik (BSB). Hubungan antara aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,921. Angka koefisien korelasi ini termasuk tinggi, karena berada pada interval 0,800 – 1,000. Hasil uji signifikan diperoleh harga thitung = 6,280 > ttabel = 2,306, maka dapat diinterprestasikan bahwa Ho (Hipotesis nol) ditolak dan Ha (Hipotesis alternatif) diterima. Dengan kata lain aktivitas anak pada pembelajaran metode bercerita menggunakan boneka wayang kertas memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini. Adapun besarnya kontribusi aktivitas anak pada pembelajaran bercerita menggunakan boneka wayang kertas terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini adalah 84,28%, hal ini menunjukkan bahwa 15,72% dipengaruhi faktor lain.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDIDIKAN DI INDONESIA TAHUN 2023 MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS Nabila, Helvy Tiana Rosa; Wulandari , Ratna Maulidah; Wulandari , Sri Pingit
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu indikator utama kemajuan suatu bangsa yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional. Namun, hingga kini masih terdapat disparitas antar wilayah, khususnya didaerah-daerah dengan akses terbatas dan tingkat literasi yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan kajian menyeluruh untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi capaian pendidikan. Indikator yang digunakan antara lain: Angka Partisipasi Sekolah (APS), angka buta aksara penduduk 10 tahun ke atas, angka melek aksara penduduk 15-59 tahun, angka partisipasi murni (APM), angka partisipasi kasar (APK), tingkat penyelesaian pendidikan menurut jenjang pendidikan dan persentase penduduk 10 tahun ke atas yang tidak/belum pernah sekolah menurut provinsi. Dalam penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor tersebut dengan menggunakan analisis faktor dan analisis komponen utama menurut provinsi pada tahun 2023. Dengan metode analisis faktor dan analisis komponen utama akan diuji apakah telah memenuhi asumsi dan bagaimana hasil analisisnya. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia tahun 2023 memperoleh hasil faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan menurut provinsi tahun 2023 sudah memenuhi asumsi berdistribusi normal, dependen, kecukupan data dan korelasi antar variabel. Selain itu, dari hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia tahun 2023 menunjukkan terdapat 2 komponen yang terbentuk yaitu komponen aspek pendidikan dan partisipasi pendidikan. Dengan demikian instansi terkait yaitu perlu mempertimbangkan kebijakan untuk meningkatkan layanan pendidikan, terutama dalam hal pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
PENGARUH PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA KARTU BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Hidayah, Annisa Zulfa Alfina; Suastika , I Ketut; Sesanti , Nyamik Rahayu
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan berbagai proses psikologis siswa, dan menemukan konsep dengan menyerap berbagai pengetahuan yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model discovery learning berbantuan media kartu bilangan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Designdengan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi di dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V yang berjumlah 56 siswa. sampel pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas V, Kelas V A sebagai kelas eksperimen dan kelas V B sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 28 siswa . Data dari hasil Pasca-Test kemudian dianalisis dengan uji-T. Pada hasil uji-T didapatkan nilai signifikasi (Sig.-2 tailed) sebesar 0,00 < 0,05, maka dihasilkan bahwa ada pengaruh model discovery learning, rata-rata hasil belajar siswa pada kelas V A menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantuan media kartu bilangan diperoleh rata-rata nilai (92,96) dengan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas V B menggunakan model konvensional diperoleh rata-rata nilai (51,07). Maka dapat di simpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning berbantuan media kartu bilangan.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Project Based Learning Materi Manfaat Keberagaman dan Melestarikan Keberagaman Budaya Untuk Melatih Siswa Berpikir Kritis Sartika Loi, Maria Lidya; Indawati , Ninik; Sakdiyah , Siti Halimatus
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan aktivitas pembelajaran yang dilakukan agar peserta didik dapat secara aktif belajar dan mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih baik dari segi kecerdasan, pengetahuan dan kepribadian serta menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan generasi bangsa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa LKPD berbasis Project Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses pengembangan, kelayakan dan kepraktisan perangkat pembelajaran berupa LKPD yang dikembangkan agar dapat membantu siswa dalam belajar dengan bimbingan guru ataupun secara mandiri. Model penelitian ini merupakan model penelitian dan pengembangan (reaserch and development/ R&D) yang menggunakan model pengembangan 4D yaitu tahap Pendefinisian (Define), Perancang (Design), Pengembangan (Development), dan Penyebaran (Disseminate). Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa LKPD berbasis PJBL dinyatakan merujuk pada instrumen validasi, dan kepraktisaan. Hasil analisis kelayakan terdiri dari ahli materi 86,5%, ahli bahasa 88,8%, ahli media 91,6%, hasil uji kepraktisan 93,5%. Persentase pencapaian dari hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa LKPD berbasis Project Based Learning sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran CALL dan Flash Card Maimunah, Aisyah; Khasairi, Moh.; Irhamni, Irhamni
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa arab berbasis CALL (Computer Asissted Language Learning) menggunakan Moodle dan Flash Card. Nama pembelajaran di Moodle adalah At-Tashil yang diisi materi pembelajaran sesuai kurikulum yang dipakai, sedangkan Flash Card digunakan untuk mengukur dampak dari pembelajaran Moodle pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural, yaitu mendeskripsikan langkah-langkah dalam menghasilkan produk media pembelajaran CALL berbantuan Moodle dan Flash Card. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran bahasa Arab CALL berbantuan moodle dan Flash Card bernama At-Tashil termasuk kategori sangat layak digunakan untuk mempengaruhi minat belajar dan kompetensi siswa pada maharah kalam siswa kelas X SMA Darul Qur’an Singosari Malang. Sehingga, produk penelitian ini menyajikan solusi pembelajaran bahasa Arab yang inovatif dan ramah lingkungan sesuai dengan kebutuhan peserta didik sekolah menengah atas di era modern.
LEARNING BERBASIS WORDPRESS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SEKOLAH DASAR Kumara, Danang Adi; Delawanti , Denna; Setiawan , Dwi Agus
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan ajar berbasis teknologi dalam kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya optimal, akibatnya adalah menghambat pembelajaran yang diharapkan bisa adaptif dan memotivasi semangat belajar siswa. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk menciptakan bahan ajar berupa E-Learning berbasis Wordpress yang Valid, sangat praktis, efektif pada mata pelajaaran Bahasa Indonesia kelas V materi bab V. Jenis penelitian ini menggunakan motode R&D atau metode pengembangan dan model 4-D (Define, Design, Develop, Dessiminate). Instrument penelitian meliputi angket kevalidan (ahli materi, ahli Bahasa, dan ahli media), angket kepraktisan (respon siswa dan respon guru), dan angket keefektifan (uji pre-test dan post-test). Subjek penelitian ini adalah Guru kelas V dan 17 siswa kelas V SDN Sukolio 1 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Hasil review ahli materi memperoleh presentase sebesar 100%, ahli media sebesar 86,6% dan ahli Bahasa sebesar 92, 5, berdasarkan hitungan rata-rata keseluruhan para ahli mendapatkan nilai sebesar 93, 03% yang artinya masuk ke dalam kategori “Sangat Valid”. Pada Uji kepaktisan respon Guru memperoleh presentase sebesar 92,5% yang masuk ke dalam kategori “Sangat Prakitis” dan rata rata respon siswa sebesar 92, 89% masuk ke dalam kategori “Sangat Praktis”. Pada uji keefektifan nilai dihitung berdasarkan rumus rata-rata N-Gain yang mendapatkan nilai sebesar 0, 69 atau 69% yang artinya masuk ke dalam kategori “Efektif”. Hasil tersebut menunjukan bahwa bahan ajar E-Learning ­berbasis ­wordpress materi bab V di Kelas V Sekolah Dasar sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran dan Efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SD NEGERI BANDUNGREJOSARI Lolon, Modesta; Sakdiyah , Siti Halimatus; Yulianti , Yulianti
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 11 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui pembelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri Bandungrejosari 1, penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa peran pendidik dalam membantu siswa mengembangkan kesadaran terhadap lingkungan. Prosedur observasi, wawancara, dan studi dokumentasi digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Kepala sekolah dan wali kelas IV menjadi objek penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, melalui pembelajaran IPAS peran guru sangat penting dalam mengembangkan kesadaran lingkungan siswa. Guru berperan sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, pemberi contoh dan mengintegrasikan nilai- nilai lingkungan dalam pembelajaran IPAS. Peran guru sangat penting yakni sebagai fasilitator dan pengarah dalam memperkenalkan konsep-konsep penting tentang lingkungan hidup dan membekali siswa dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan. Terdapat beberapa kendala salah satunya adalah terbatasnya sumber daya, baik dalam hal buku teks yang relevan, fasilitas laboratorium, atau pelatihan bagi guru dalam menerapkan pendekatan yang efektif. Strategi efektif membangun karakter siswa peduli lingkungan melalui mata pelajaran IPAS melibatkan pendekatan holistik dan terpadu. Oleh karena itu guru dapat menggunakan metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, atau eksperimen praktis untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam isu-isu lingkungan.

Page 8 of 81 | Total Record : 810