cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.D Umur 22 Tahun G1P0A0 di PMB Minarti Pringapus Wilisa Apriana; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning (KB). This aims to assist, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses KB. The method of midwifery care at PMB Minarti is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "D" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate, to KB with a frequency of 3 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 3 neonates. The method in this study uses a data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examinations and this study started from the month Desember-Mei 2025 research instrument using SOAP documentation. Based on the results of a Comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. D from the second trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns and neonates. It was found that Mrs. D was 22 years old G1P0A0 with a gestational age of 24 weeks. Mrs. D's delivery took place at PMB, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good. In newborns, the results of anthropometric examinations were normal, and Mrs. D decided to use the KB Implant. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan keluarga bersencana (KB). Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi  yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB Minarti melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. “D” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai dari bulan Desember-Mei 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. D dari kehamilan trimester II, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonates. Didapatkan Ny. D umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 24 minggu. Persalinan pada Ny. D berlangsung di PMB, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. D memutuskan untuk menggunakan KB Implan. Kesimpulan dari penelitian ini telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada ibu hamil, persalinan, nifas, bbl, dan kb dari semua asuhan yang diberikan tidak ada permasalahan dan semua sesuai dengan yang dibutuhkan ibu, saran untuk profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Continuity of Care (COC) pada Ny.L Umur 26 Tahun G2P1A0 di PMB X Yulianti, Rizkhiana; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care) is the provision of midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates until deciding to use family planning (KB). This study started from November-April 2025, the research instrument used Varney's 7-step documentation and SOAP. By conducting Pregnancy Visits (ANC) on Mrs. "L" 3 times by providing counseling according to the mother's needs such as discomfort during pregnancy, pregnancy danger signs, and preparation for childbirth. Childbirth Care for Mrs. "L" took place on March 29, 2025 with spontaneous vaginal delivery and no complications during labor all went normally, Newborn Care, namely the baby was born with reddish skin, crying hard and active movement, Baby weight 3000 grams, Body length 50 cm and no problems with the baby, for Neonatal Visits carried out 3 times at the age of 1 day, 4 days and 2 weeks at each visit care was given according to the baby's needs and went normally. Postpartum period was visited 4 times, namely at 1 day, 4 days, 2 weeks and 4 weeks postpartum all went normally without any abnormalities, and Family Planning (KB) Care for Mrs. L after being given counseling on various types of KB. Mrs. "L" decided to use KB Implant because of its long term and high effectiveness in preventing pregnancy.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan keluarga berencana (KB). Penelitian ini dimulai dari bulan November-April 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi 7 langkah Varney dan SOAP. Dengan melakukan kunjungan Kehamilan (ANC) pada Ny “L” sejumlah 3 kali dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu seperti ketidaknyamanan selama kehamilan, tanda bahaya kehamilan, dan persiapan persalinan. Asuhan Persalinan Pada Ny. “L” berlangsung pada tanggal 29 maret 2025 dengan persalinan spontan Pervaginam dan tidak ada penyulit selama persalinan semua berjalan normal,  Asuhan Bayi Baru lahir yaitu bayi lahir dalam keadaan kulit kemerahan menangis kuat dan pergerakan aktif, Berat badan bayi 3000 gram, Panjang badan 50 cm dan tidak ada permasalahan pada bayi, untuk Kunjungan Neonatus dilakukan sejumlah 3 kali pada usia 1 hari, 4 hari dan 2 minggu disetiap kunjungan diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan bayi dan berlangsung normal. Masa nifas dilakukan kunjungan sejumlah 4 kali yaitu pada nifas 1 hari, 4 hari, 2 minggu dan 4 minggu semua berlangsung normal tidak ada kelainan, dan Asuhan Keluarga berencana (KB) pada Ny. L setelah diberikan konseling tentang macam-macam KB. Ny “L” memutuskan untuk menggunakan KB Implan dikarenakan jangka panjang dan efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Postpartum di RS Kristen Ngesti Waluyo Temanggung Qonitatun, Anisa; Apriana, Wilisa; Susanti, Rini; Natalia Adhy Wulandari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk production is influenced by the hormone prolactin while secretion is influenced by the hormone oxytocin. The problem of lack of breast milk production in postpartum mothers is very common. This is due to the lack of knowledge of postpartum mothers about oxytocin massage. The study was conducted in February 2025 with a descriptive quantitative approach. Based on age groups, the age group of mothers aged 25-35 years is the largest age group, namely 17 people (85%) and ages> 35 years as many as 3 people (15%) out of a total of 20 people. Based on the mother's education group, the most results are Middle School (Junior High School, High School) with a total of 14 people (70%), Elementary School (SD) with a total of 4 people (20%), and mothers with Higher education 2 people (10%). It can be concluded that there is an influence on the level of knowledge of postpartum mothers before and after health education about oxytocin massage is carried out. So it can be said that there is an influence of providing health education about oxytocin massage on the level of knowledge of postpartum mothers.   Abstrak Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Permasalahan kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum sangat sering ditemukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu  postpartum tentang pijat oksitosin. Penelitian dilakukan pada bukan Februari 2025 dengan pendekatan deskriptif kunatitatif. Berdasarkan kelompok umur, kelompok umur ibu dengan umur 25-35 tahun adalah kelompok umur terbanyak jumlahnya, yaitu 17 orang (85%) dan umur >35 tahun sebanyak 3 orang (15%) dari total 20 orang. Berdasarkan pada kelompok pendidikan ibu hasil terbanyak yaitu Menengah (SMP, SMA) dengan jumlah 14 orang (70%), Dasar (SD) dengan jumlah 4 orang (20%), dan ibu dengan pendidikan Tinggi 2 orang (10%). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin. Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum.
Analisis Psikologi Ibu Bersalin sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Psikologi Pasca Salin Ningsih, Diah Ayu; Nasifah, Isri; Nova Oktaviani; Listiyaningsih, Moneca Diah; Natalia Adhy Wulandari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health of postpartum mothers is an important aspect that is often overlooked in maternal health services. This study aims to analyze the psychological condition of postpartum mothers and evaluate strategies for preventing postpartum psychological disorders, such as baby blues, postpartum depression, and anxiety disorders. The study was conducted in February 2025 with a Descriptive Quantitative approach. The instruments used were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire to assess the level of depression and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to measure the risk of postpartum depression. A total of 18 postpartum mothers aged 20 to >35 years were involved, with the majority being in the 20-35 year age range of 16 mothers (88.9%) and 2 mothers (11.1%) over 35 years old. The results of the EPDS analysis showed that 11 mothers (61.1%) were in the normal category, while the rest showed indications of depression risk. The results of the DASS scale measurements showed the following distribution: normal 12 mothers (66.7%), mild 2 mothers (11.1%), moderate 1 mother (5.6%), severe 2 mothers (11.1%), and panic 1 mother (5.6%). These data indicate that although most mothers are in normal psychological condition, there is a significant proportion who experience symptoms of mild to severe psychological disorders. Preventive efforts through counseling, education, and psychosocial support from health workers and families are needed to prevent more serious psychological disorders. These results can be the basis for hospitals in designing more effective psychological interventions for postpartum mothers.   Abstrak Kesehatan mental ibu bersalin merupakan aspek penting yang sering kali terabaikan dalam pelayanan kesehatan maternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi psikologis ibu bersalin serta mengevaluasi strategi pencegahan gangguan psikologis pasca salin, seperti baby blues, depresi postpartum, dan gangguan kecemasan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 dengan pendekatan Deskriptif Kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk menilai tingkat depresi dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur risiko depresi postpartum. Sebanyak 18 responden ibu bersalin berusia antara 20 hingga >35 tahun dilibatkan, dengan mayoritas berada pada rentang usia 20–35 tahun sebanyak 16 ibu (88,9%) dan 2 ibu (11,1%) berusia di atas 35 tahun. Hasil analisis EPDS menunjukkan bahwa 11 ibu (61,1%) berada dalam kategori normal, sedangkan sisanya menunjukkan indikasi risiko depresi. Hasil pengukuran dengan skala DASS menunjukkan distribusi sebagai berikut: normal sebanyak 12 ibu (66,7%), ringan 2 ibu (11,1%), sedang 1 ibu (5,6%), berat 2 ibu (11,1%), dan panik 1 ibu (5,6%). Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar ibu berada dalam kondisi psikologis normal, terdapat proporsi signifikan yang mengalami gejala gangguan psikologis ringan hingga berat. Upaya preventif melalui konseling, edukasi, dan dukungan psikososial dari tenaga kesehatan dan keluarga sangat diperlukan untuk mencegah gangguan psikologis yang lebih serius. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dalam merancang intervensi psikologis yang lebih efektif bagi ibu pasca melahirkan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny”D” Umur 30 Tahun G2P1A0 di Klinik Pratama Noah Arofah Bekasi Siti Waslikhah; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities ranging from pregnancy, childbirth, postpartum care, newborn services and family planning services that connect women's health needs in particular and the personal circumstances of each individual (Richards et al., 2019). Continuity of Care is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a woman and a midwife. Continuity of care is related to the quality of services over time, which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Midwifery services should be provided from the beginning of pregnancy, throughout the trimester of pregnancy and during labor until the first six weeks postpartum. Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (AKB) are one of the important indicators of public health status. The highest cause of maternal mortality in Semarang is due to bleeding, preeclampsia/eclampsia. While in babies it is due to birth with Low Birth Weight, asphyxia, congenital disorders. The efforts made to address these problems are to provide services on an ongoing basis Continuity Of Care (COC). The purpose of writing this report is to carry out midwifery care in a Continuity Of Care (CoC) in pregnant women, childbirth, BBL, postpartum and family planning at the Noah Arofah Primary Clinic Bekasi. The method in this study is descriptive in the form of a case study, which is to examine a problem through a case consisting of a single unit. A single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. The author monitored pregnant women 5 times. The monitoring results obtained were complaints of discomfort of pregnant women in the second to third trimester. Vaginal delivery on April 13, 2025 at 01.45 WIB, male gender. The author's care for pospartum visit 1 to pospartum visit 4 was carried out well, but on the seventh day of pospartum visit, the mother experienced less and less breast milk so that she was given oxytocin massage. The care of  neonatal visit 1 to  neonatal visit 4 was carried out well without problems. The mother used injectable birth control for 3 months and no problems were found. The care has been provided comprehensively and there is no gap between theory and practice in the Comprehensive Care of Mrs. D and her baby. This case study was carried out at the Noah Arofah Primary Clinic in Bekasi. in December 2024 until May 2025.the subject of the case study is Mrs.D G2P1A0. The data collection technique uses primary data and secondary data. Primary data were obtained through observation, physical examination, and individual interviews, as well as documentation using a study format, while secondary data was obtained from KIA books. In carrying out research on pregnancy care, ANC visits were given 5 times in the second trimester 2x and 3x in the third trimester 3x. on April 5, 2025 the gestational age was 39 weeks. childbirth care 1 time during the care of period I, period II, period III, and period IV. Newborn care was 5 times, namely at 6 hours, 3 days, 7 days, 14 days and 40 days with primary data, postpartum care, 5 times, namely six hours, seven days, fourteen days and 20 days after childbirth with primary data and family planning counseling was one time, namely on the 40th day after childbirth with primary data.   Abstrak Continuity of care (CoC) dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu Continuity of Care merupakan pelayanan yang tercapai apabila terjalin hubungan yang berkesinambungan antara seorang wanita dengan bidan. Kesinambungan perawatan berkaitan dengan kulitas layananan dari waktu ke waktu, yang memerlukan hubungan berkelanjutan antara pasien dan tenaga profesianal kesehatan. Pelayanan kebidanan harus diberikan sejak awal kehamilan, seluruh trimester kehamilan dan selama persalinan sampai dengan enam minggu pertama post partum. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Sementara pada bayi adalah karena kelahiran dengan Berat Bayi Lahir Rendah, asfiksia, kelainan kongenital. Upaya yang dilakukan untuk masalah tersebut adalah dengan memberikan pelayanan secara berkesinambungan Continuity Of Care (COC). Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care (CoC) pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas dan KB di Klinik Pratama Noah Arofah Bekasi. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi penelaahan kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 5 kali. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan ketidaknyamanan ibu hamil pada trimester 2 sampai 3. Persalinan secara pervaginam tanggal 13 April 2025 pukul 01.45 WIB, jenis kelamin laki-laki. Asuhan Kunjungan nifas 1 sampai kunjungan nifas 4 penulis laksanakan dengan baik namun di kunjungan nifas  hari ke tujuh ibu mengalami Asi yang keluar semakin sedikit sehingga diberikan Pijat oksitosin. Asuhan kunjungan neonatus 1 sampai kunjungan neonatus 4 dilaksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB suntik 3 bulan dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik pada Asuhan Komprehensif Ny. D dan bayinya. Studi kasus ini dilaksanakan di di Klinik Pratama Noah Arofah Bekasi. pada bulan Desember 2024 sampai Mei 2025. Subjek studi kasus yaitu Ny. D G2P1A0. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan wawancara individu, serta dokumentasi menggunakan format pengkajian, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku KIA. Dalam melaksanakan penelitian pada asuhan kehamilan diberikan kunjungan ANC sebanyak 5 kali pada trimester dua 2 kali dan trimester tiga 3 kali. pada tanggal 05 April 2025 usia kehamilan 39 Minggu. pengasuhan persalinan sebanyak 1 kali saat asuhaan kala I, kala II, kala III, dan kala IV. Asuhan bayi baru lahir sebanyak 5 kali, yaitu pada 6 jam, 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 40 hari dengan data primer, pengasuhan nifas, 5 kali yaitu enam jam, tujuh hari, empat belas hari dan 20 hari setelah melahirkan dengan data primer dan keluarga penyuluhan keluarga berencana yaitu satu kali yaitu pada hari ke-40 setelah melahirkan dengan data primer.
Pendidikan dan Pelatihan Pijat Oksitoksin dalam Upaya Meningkatkan Hormon Oksitoksin untuk Mengoptimalkan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum di RS KS Wahyu Indah Lestari; Niswatul Jannah Shofiula; Eti Salafas; Siti Musyarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most enjoyable moments after birth is the process of breastfeeding a baby. When breastfeeding a baby is a moment to establish closeness between mother and baby and rarely in this breastfeeding process there are several complaints from the mother, including breast milk that does not come out, the baby cannot breastfeed, and sore nipples. Based on data from the Basic Health Research (Riskesdas) in 2010, it was explained that 67.5% of mothers who failed to provide exclusive breastfeeding to their babies were due to the mother's lack of understanding of the correct breastfeeding technique, so that they often experience sore or cracked nipples. This community service activity is a form of effort to increase knowledge and skills about the correct breastfeeding technique. It is expected that postpartum mothers provide breast milk with the correct technique so that they can provide exclusive breastfeeding for at least 6 months. The number of postpartum mothers participating was 20 people. The method of implementing Community Service activities is carried out in 3 stages, namely: the planning stage, the implementation stage of community service activities and the evaluation stage. The results of mothers' knowledge about the correct breastfeeding technique before being given counseling were conducted pretest, most had good knowledge as many as 4 (15%), sufficient as many as 9 (55%) and lacking as many as 7 (30%). From the community service carried out after being given counseling about the correct breastfeeding technique and conducted posttest all respondents had good knowledge as many as 20 (100%). This shows the success of community service activities, mothers' knowledge after being given counseling about the correct breastfeeding technique to overcome problems during breastfeeding in postpartum mothers. Abstrak Salah satu yang paling menyenangkan pada saat setelah kelahiran adalah proses menyusui bayi. Pada saat menyusui bayi merupakan moment untuk menjalin kedekatan ibu dan bayi dan jarang dalam proses menyusui ini muncul beberapa keluhan dari ibu, antara lain ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak bisa menyusui, putingnya lecet. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu yang gagal memberikan ASI ekslusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga sering mengalami puting lecet ataupun retak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan ibu postpartum memberikan ASI dengan teknik yang benar sehingga memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Jumlah peserta ibu nifas yaitu berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan tahap evaluasi. Hasil dari pengetahuan ibu tentang tekhnik menyusui yang benar sebelum diberikan penyuluhan dilakukan pretest sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 4 (15%) , cukup sebanyak 9 (55%) dan kurang sebanyak 7 (30%). Dari pengabdian masyarakat yang dilakukan setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar dan dilakukan posttest seluruh responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 20 (100%). Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar untuk mengatasi permasalahan selama menyusui pada ibu postpurtum.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Umur 27 Tahun G1P0A0 dengan Hipertensi Gestasional di PMB Ernawati Ernawati; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuit Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The descriptive method of case study design, with Varney management and SOAP documentation. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in Nopember 2024 to January 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother had Gestational Hypertension. Collaboration with an obstetrician and gynecologist was carried out to provide 1x 10 mg nipedipine therapy. There were no problems during labor, the mother gave birth by Sectio caesarean and the baby born immediately cried,reddish and moved actively. In the second postpartum visit, mother complained of low breast milk production. Oxytocin massage care was given. In newborn care, all were within normal limits, vitamin K 1 mg, eye ointment and Hepatitis B0 immunization were given. While in family planning care, Mrs. S decided to use an IUD. The conclusion is that the factors that influence the occurrence of gestational hypertension in Mrs. S are obesity. It is hoped that health workers will improve education for pregnant women to maintain a healthy lifestyle, nutritional status and eat nutritious food to prevent gestational hypertension.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Metode deskripif desain case study, dengan manajemen varney dan dokumentasi SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember 2024 s.d Januari 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami Hipertensi Gestasional. Dilakukan kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi Nipedipine 1x10 mg. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu bersalin secara SC dan bayi lahir secara SC langsung menangis, kemerahan dan bergerak aktif. Pada asuhan nifas kunjungan kedua, ibu mengalami keluhan pengeluaran ASI sedikit. Diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemberian vitamin K 1 mg, salep mata dan imunisasi Hepatitis B0. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S memutuskan akan menggunakan KB IUD. Simpulan faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi gestasional pada Ny. S yaitu obesitas. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil untuk menjaga pola hidup sehat, status gizi dan makan makan bergizi untuk mencegah terjadinya hipertensi gestasional.
Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di RW 3 dan 4 Desa Leyangan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Alfina Ifada; Anissa Regita; Gisella Alifia Saputri; Karunia Pratiwi; Miki Kasari; Vanisa; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Midwifery Activities are midwifery services aimed at the community with an emphasis on high-risk groups with efforts to achieve optimal health levels through disease prevention, improving health, ensuring the affordability of the health services needed and involving clients as partners in planning, implementing and evaluating midwifery services. Tui Na massage is one of the advances in acupressure technology that helps overcome appetite problems. The advantages of this massage, in addition to overcoming eating difficulties in toddlers, can also strengthen the bond between children and parents. Parental communication through Tui Na Massage can form a special strong bond for toddlers, this gentle positive touch and pressure can prevent psychological problems in children so that children will find it easy to eat. The target of this activity is toddlers in RW 3 and 4 in Leyangan village. Based on the results of the study conducted for 1 week, namely on June 2-7, 2025, it was found that there were several problems that were worthy of being raised to be given the right solution, including problems in toddlers, namely there were 6 toddlers who had problems, 3 of whom were malnourished, 2 short children, and 1 very short child. Based on the description above, students held a socialization activity about complementary Tui Na massage care to overcome appetite problems in children.   Abstrak Kegiatan Kebidanan Komunitas adalah pelayanan kebidanan yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok risiko tinggi dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kebidanan. Pijat Tui Na merupakan salah satu kemajuan teknologi akupressure yang membantu mengatasi masalah nafsu makan. Kelebihan pijat ini, selain untuk mengatasi kesulitan makan pada anak balita, juga dapat mempererat ikatan antara anak dan orang tua. Komunikasi orang tua melalui Pijat Tui Na dapat membentuk ikatan khusus yang kuat bagi anak balita, sentuhan dan tekanan positif yang diberikan dengan lembut ini dapat mencegah masalah psikologi anak sehingga anak akan mudah untuk makan. Sasaran kegitan ini adalah balita RW 3 dan 4 di desa Leyangan. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan selama 1 minggu yaitu pada 2-7 Juni 2025 ditemukan adanya beberapa masalah yang layak diangkat untuk diberikan penyelesaian yang tepat diantaranya  adalah  terdapat  masalah  pada  balita,  yaitu terdapat 6 balita yang bermasalah,  3 diantaranya adalah gizi kurang, 2 anak pendek, dan 1 anak sangat pendek. Berdasarkan uraian di atas maka mahasiswa mengadakan kegiatan sosialisasi tentang asuhan komplementer pijat Tui Na untuk mengatasi masalah nafsu makan pada anak.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “I” Usia 25 Tahun dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Miftahul Jannah; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. I starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in February-April 2025. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experiencing KEK, back pain, the care provided was the provision of PMT, nutritional counseling and prenatal yoga. During the mother's labor process at RSUD X, APN and complementary counterpressure were provided to reduce pain during the first stage. During the second postpartum visit, Mrs. I complained that her breast milk production was not smooth and was given oxytocin massage. In newborn care, everything was within normal limits, Mrs. I was given HB0 immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care, Mrs. I used a 3-month injection. It is hoped that health workers will provide comprehensive care to pregnant women to improve the welfare of the mother and fetus.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. I secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami KEK, nyeri punggung, asuhan yang diberikan adalah pemberian PMT, konseling pola nutrisi dan prenatal yoga. Pada proses persalinan ibu di RSUD X, dilakukan pertolongan persalinan secara APN dan komplementer counterpressure untuk mengurangi nyeri kala I. Pada kunjungan nifas kedua, Ny. I mengeluh produksi asi tidak lancar dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny I diberikan imunisasi HB0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. I menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan asuhan kepada ibu hamil secara komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.
Penyuluhan ASI Eksklusif sebagai Intervensi Promotif dan Preventif di Komunitas Jannah, Miftahul; Herawati, Fitria; Soendari; Waslikha, Siti; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding (Exclusive Breastfeeding) is one of the most effective ways to ensure the health and survival of children. Breastfeeding will improve sensory and cognitive abilities and protect children from infectious and chronic diseases. Poor infant feeding practices can have an impact on children's growth and development. Factors causing non-exclusive breastfeeding in infants include the mother's workload, promotion of formula milk, lack of support for breastfeeding in public places, lack of realistic information on breastfeeding experiences, different perceptions of family members in breastfeeding, maternal knowledge factors, and socio-economic factors. The purpose of community service is to increase the knowledge of breastfeeding mothers about the benefits of exclusive breastfeeding. The Community Service Method will be implemented in 3 stages, namely the First Stage is to prepare by conducting a problem assessment and collaborating with partners. The Second Stage is to conduct a pre-test to explore the level of knowledge of breastfeeding mothers, provide counseling on exclusive breastfeeding using leaflet media. The Third Stage is to conduct an evaluation by providing a post-test to breastfeeding mothers. From the results of Community Service, it was found that this activity was attended by 35 breastfeeding mothers. The results showed that before the counseling, the pretest value of breastfeeding mothers' knowledge showed the lowest value of 30 and the highest was 70, while the average value was 43.71. After the counseling, the mother's knowledge value showed the lowest value of 80 and the highest was 100, while the average value was 93.43. In conclusion, there was an increase in breastfeeding mothers' knowledge about exclusive breastfeeding. It is hoped that health workers will improve health education to the community, especially pregnant, giving birth and breastfeeding mothers about the benefits of exclusive breastfeeding in order to improve infant health and coverage of exclusive breastfeeding.   Abstrak Menyusui (Asi Ekslusif) adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. ASI akan meningkatkan kemampuan sensorik dan kognitif serta melindungi anak dari penyakit menular dan kronis. Praktik pemberian makanan bayi yang buruk dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor penyebab tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi antara lain karena beban kerja ibu, promosi susu formula, kurangnya dukungan penerimaan menyusui di tempat umum, kurang informasi realistis pengalaman menyusui, persepsi anggota keluarga yang berbeda dalam pemberian ASI, faktor pengetahuan ibu, dan faktor sosial ekonomi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai manfaat asi ekslusif. Metode Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan pengkajian permasalahan dan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua melakukan prestest untuk menggali tingkat pengetahuan ibu menyusui, memberikan penyuluhan mengenai asi ekslusif menggunakan media leflet. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest kepada ibu menyusui. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 35 orang ibu menyusui. Didapatkan hasil bahwa sebelum penyuluhan, nilai pretest pengetahuan ibu menyusui menunjukan hasil nilai terendah yaitu 30 dan tertingginya yaitu 70, sementara nilai rata-ratanya yaitu 43,71. Setelah dilakukan penyuluhan, nilai pengetahuan ibu menunjukkan hasil nilai terendah yaitu 80 dan tertingginya yaitu 100, sementara nilai rata-ratanya yaitu 93,43. Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai asi ekslusif. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kesehatan kepada masayarakat, terutama ibu hamil, bersalin dan menyusui mengenai manfaat asi eklusif guna meningkatkan kesehatan bayi dan cakupan asi ekslusif.