cover
Contact Name
Azmy Ali Muchtar
Contact Email
azmyali93@gmail.com
Phone
+6281310996444
Journal Mail Official
azmyali93@gmail.com
Editorial Address
Jalan Balai Rakyat, Utan Kayu Matraman Jakarta Timur 13120 ​​www.uid.ac.id ​​informasi@uid.ac.id ​​021-8566451
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Imu Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : -     EISSN : 29638488     DOI : https://doi.org/10.58569/ilma
Core Subject : Education,
ILMA (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keagamaan) merupakan jurnal yang terkiat dengan pendidikan dan keagamaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA DIGITAL Fahmi Salsabila; Ibnu Fiqhan Muslim
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMA
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i1.1166

Abstract

Pembelajaran sejarah di era digital menghadapi tantangan dan peluang baru yang memerlukan strategi komunikasi yang efektif. Di satu sisi, akses yang lebih mudah ke informasi dan teknologi digital memberikan kesempatan untuk memperkaya proses pembelajaran, namun di sisi lain, tantangan muncul terkait dengan penyaringan informasi yang cepat dan akurat serta pengaruh media sosial yang dapat mempengaruhi cara siswa memahami sejarah. Dalam artikel ini, kami mengeksplorasi berbagai metode dan pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Penerapan teknologi digital dalam pengajaran sejarah memungkinkan adanya penggunaan sumber daya multimedia, seperti video, peta interaktif, dan dokumentasi visual lainnya, yang dapat memperdalam pengalaman belajar dan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan dinamis. Selain itu, media sosial dan platform pembelajaran daring juga menawarkan ruang bagi siswa untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mengakses materi pembelajaran yang lebih luas di luar batasan ruang kelas tradisional.Dengan menggunakan metode kepustakaan, penelitian ini menganalisis sumber-sumber yang relevan, seperti artikel akademik, dan data statistik, untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang praktik terbaik dalam komunikasi pendidikan di era digital. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya keterampilan literasi digital bagi pendidik dan siswa agar dapat mengidentifikasi informasi yang kredibel dan relevansi historis dari sumber yang digunakan dalam pembelajaran sejarah.Akhirnya, dengan pendekatan yang tepat, teknologi digital dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam memperkaya pembelajaran sejarah, tetapi hanya jika didukung oleh strategi komunikasi yang jelas dan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
DINAMIKA ISLAMOPOBHIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Auliya', Hilyatul; Azizah, Arifatun; Aulia, Annisa; Dinana, Retno Aqimnad; Rahmawan, Ahmad Irvan; Al Maliki, Ahmad Zen; Syafi’i, Imam
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal ILMA Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i2.1097

Abstract

Abstract Islamophobia is a global phenomenon characterized by fear, hatred, and prejudice against Islam and its adherents. This phenomenon has a significant impact on various aspects of life, including Islamic religious education (PAI). This study aims to analyze the impact of Islamophobia on the implementation and acceptance of PAI in Indonesia and explore its mitigation efforts through education. The research method used is a literature study, which involves analyzing various related literature sources. The results show that Islamophobia in Indonesia has resulted in restrictions on curriculum content, stigmatization of PAI teachers, psychological pressure on students, and reduced community support for religious education. To overcome these challenges, a multicultural approach to education, increased literacy about Islam, teacher training in handling discrimination, anti-Islamophobia campaigns, and interfaith dialog are needed. These efforts aim to increase tolerance, cross-cultural understanding and create an inclusive educational environment. The study concludes that education has a strategic role in reducing Islamophobia and strengthening social harmonization in Indonesia. Abstrak Islamophobia adalah fenomena global yang ditandai dengan ketakutan, kebencian, dan prasangka terhadap Islam serta penganutnya. Fenomena ini memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Islamophobia terhadap pelaksanaan dan penerimaan PAI di Indonesia serta mengeksplorasi upaya mitigasinya melalui pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, yang melibatkan analisis terhadap berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamophobia di Indonesia berdampak pada pembatasan konten kurikulum, stigma terhadap guru PAI, tekanan psikologis pada siswa, dan pengurangan dukungan masyarakat terhadap pendidikan agama. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan multikultural dalam pendidikan, peningkatan literasi tentang Islam, pelatihan guru dalam penanganan diskriminasi, kampanye anti-Islamophobia, dan dialog antarumat beragama. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi, pemahaman lintas budaya, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mengurangi Islamophobia dan memperkuat harmonisasi sosial di Indonesia.
PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI PADA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG-INDONESIA: Indonesia Muniroh, Muniroh
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal ILMA Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i2.1134

Abstract

Pendidikan karakter Islami merupakan upaya strategis dalam menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia sesuai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter Islami di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang melalui tiga fokus utama, yaitu: (1) integrasi nilai-nilai Islami dalam kurikulum (Abdullah, 2023), (2) pelaksanaan pembinaan spiritual melalui kegiatan keagamaan terstruktur, seperti kajian rutin dan pembacaan Al-Qur'an (Hasanah & Rahmat, 2023), dan (3) penerapan keteladanan dosen sebagai model perilaku Islami yang diikuti mahasiswa (Suryana, 2024) dan (4) penguatan kegiatan ekstrakurikuler berbasis nilai Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa ketiga indikator tersebut memiliki peran signifikan dalam menginternalisasi nilai-nilai Islami pada mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sinergi antara fakultas, mahasiswa, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter Islami sebagai dasar pembentukan generasi Islami yang unggul.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PESERTA DIDIK KELAS III DI SDI AL AZHAR KELAPA GADING Ghalib Ramadhan; Azmy Ali Muchtar; Muhammad Rizky Ramadhan; Bagus Prasetiyo; Dimas Ramdani; Iswan
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal ILMA Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i2.1193

Abstract

Peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pembimbingan, pembelajaran, dan latihan bagi siswa di sekolah dan luar sekolah menjadi fokus utama. Keberlanjutan upaya ini menjadi penting, terutama dalam konteks penurunan kualitas akhlak generasi modern, dipengaruhi oleh perubahan nilai-nilai sosial dan kemajuan teknologi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk:1) mengetahui cara apa saja yang digunakan ketika pembelajaran pendidikan agama islam dalam membentuk akhlakul karimah pada siswa kelas III SDI Al-Azhar Kelapa Gading, 2) mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan atau halangan dalam pembentukan akhlakul karimah pada siswa kelas III SDI Al-Azhar Kelapa Gading. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 guru yakni guru pendidikan agama islam dan wali kelas. Teknik pengumpulan data yang dikumpulkan adalah wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) cara yang digunakan untuk membentuk akhlakul karimah yaitu menyampaikan akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya tumpuan untuk mencapai akhlak yang baik, melakukan koordiniasi dengan wali murid dan pemantauan terhadap akhlak peserta didik dirumah dan menanamkan sifat penuh tanggung jawab dan mandiri. 2) kendala yang dihadapi pendidik dalam pembentukan akhlakul karimah melalui pembelajaran pendidikan agama islam adalah kurangnya waktu yang disediakan, orang tua cenderung tidak ikut berperan aktif dalam pembentukan akhlak peserta didik, dan pengaruh negatif teknologi yang sering dilihat di internet.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK PADA SISWA DI MA AL-WATHONIYAH 14 JAKARTA Hasna Salsabila; Azmy Ali Muchtar; Mahdiyah; Khansa Firyal Asparina; Muhammad Faza Abror
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal ILMA Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v3i2.1194

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya guru yang hanya berperan sebagai pendidik yakni hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja tanpa memberikan motivasi dalam rangka membentuk akhlak siswanya menjadi lebih baik. Sehingga sering dijumpai siswa yang malas dalam belajar, akhlak siswa yang kurang baik terhadap guru maupun sesama siswa dalam hal perkataan, perbuatan, dan tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru pendidikan agama Islam sebagai motivator dalam membentuk akhlak siswa dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru pendidikan agama Islam sebagai motivator dalam membentuk akhlak siswa di MA Al- wathoniyah 14 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah guru pendidikan agama islam, kepala sekolah, dan dua siswi kelas X MA Al-wathoniyah Jakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan langkah-langkah analisis yang dilakukan dalam penelitian kualitatif menurut Miles dan Huberman yaitu tahap pengumpulan data (data collection), tahap reduksi d ata (data reduction), tahap penyajian data (data display), tahap penarikan kesimpulan (conclusions: drawing/verifying). Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama islam di MA Al-wathoniyah 14 Jakarta sudah berjalan mestinya. Terbukti dengan adanya peran guru sebagai motivator dapat menciptakan sekolah yang kondusif serta membentuk akhlak siswa. Dengan adanya program-program yang dilaksanakan di sekolah tersebut dapat mendorong atau merubah akhlak siswa. Di antaranya seperti program Tahsin, tahfidz, sholat dhuha berjamaah embiasakan berperilaku sopan santun, menghargai dan menghormati orang lain, faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak siswa dari faktor internal meliputi kebiasaan dan keinginan atau kemauan keras serta faktor eksternal yaitu dari lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi dalam pembentukan akhlak
Pendidikan Anak Dalam Prespektif Hadis Budi, Lany; Romlah Akbar,; Mundier Suparta
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilma
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v4i1.1212

Abstract

Pendidikan anak merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga mencakup pembinaan spiritual dan moral sejak usia dini. Hadis Nabi Muhammad SAW sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an memberikan panduan yang komprehensif mengenai metode, tujuan, dan nilai-nilai dalam pendidikan anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan anak dalam perspektif hadis dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Analisis terhadap hadis-hadis yang relevan menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam Islam menekankan pentingnya keteladanan, kasih sayang, pembiasaan, serta penanaman nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia. Temuan ini menegaskan bahwa hadis-hadis Nabi dapat menjadi pedoman penting dalam merancang sistem pendidikan anak yang holistik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam menerapkan pendidikan anak yang sesuai dengan ajaran Islam..
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Hadits Fia Salsa Febrianti; Romlah AbubakarAskar; Abdul Ghofur
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilma
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v4i1.1214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru PAI menurut pandangan hadits. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah content analysis. Sumber data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah hadits-hadits yang berkaitan dengan kompetensi pendidik. Sumber tambahan yang digunakan adalah buku, jurnal, serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 terdapat empat kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional. Kompetensi guru PAI yang ditemukan dalam hadits adalah dalam ranah pedagogik guru harus mampu memahami psikologi peserta didik, dalam ranah sosial pendidik harus memiliki sifat toleransi dan bijaksana, dalam ranah kepribadian pendidik harus menjadi suri tauladan yang baik dengan mencontoh akhlak Nabi Muhammad saw., dan dalam ranah profesional pendidik harus mampu bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan guru khususnya guru PAI dalam meningkatkan kompetensi sebagai pendidik yang merujuk pada hadits sehingga memberikan dampak pada kualitas pendidikan dan tujuan pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: kompetensi, guru PAI, hadits.
KAJIAN ANALISIS HADIS TENTANG TOLERANSI PADA BUKU TEKS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA KELAS X ruhmina; Romlah Abubakar Askar
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilma
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v4i1.1216

Abstract

Tolerance is an essential principle in Islamic teachings that emphasizes respect for differences and harmonious social life. This value is reflected in various verses of the Qur'an and hadiths, which highlight the importance of justice, religious freedom, and openness to human diversity. This study aims to analyze the function of hadiths in the discussion of tolerance material in Islamic Religious Education (PAI) textbooks for senior high school (SMA) grade X. The research employs a qualitative approach through a library study method with descriptive-analytical techniques. Data were obtained from PAI textbooks and relevant literature on hadith and the interpretation of tolerance-related verses. The findings indicate that hadiths in these textbooks primarily serve as supportive or complementary sources that reinforce the message of tolerance in Islamic teachings. Islam teaches tolerance in a systematic manner, starting with conscious belief selection, followed by an understanding of religious diversity, and ultimately fostering the ability to maintain good social relations without compromising the core principles of faith. The incorporation of tolerance values in Islamic education is expected to shape students into inclusive individuals, socially wise, and firm in their religious beliefs. Keywords: tolerance, hadith, Islamic Religious Education, PAI high school textbook
KODIFIKASI HADIS PADA MASA KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ Alifia Melfitara; Romlah Askar; Abdul Gofur
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilma
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v4i1.1217

Abstract

The science of hadith is a discipline that studies hadith, including narrators, sanad, and everything related to hadith. Hadith is the second source of law after the Qur'an. Hadith is everything that is based on the Prophet Muhammad SAW, whether it is actions, words, or decrees. The very important position of the Prophet's hadith in Islam makes Muslims continue to strive to preserve it. In the first century of Hijri, a great idea emerged from Khalifah Umar bin Abdul Aziz to collect the hadiths of the Prophet in writing. This idea received a positive response from the scholars, so that from then on the process of collecting and codifying hadith began. With the support of the government and the sincerity of the scholars in preserving this second source of Islamic teachings, the collection of hadith went smoothly. Furthermore, in the second, third, and fourth centuries of Hijri, the codification of hadith was carried out massively by great scholars, so that hadith literature developed rapidly and systematically. This article will discuss the history of the development of hadith science and its codification. The method that the author used in writing this article is the library research method by collecting data in the form of journals, books, and other documents related to hadith. The purpose of writing this article is to find out the codification of hadith during the caliphate of Umar bin Abdul Aziz. The benefits of the research in this article are to find out the codification of hadith and what happened regarding hadith during the time of Umar bin Abdul Aziz. The results of this study are that the codification of hadith was carried out during the time of Umar bin Abdul Aziz because he was worried that hadith would be lost and the spread of fake hadith, so steps were needed to maintain the authenticity and authenticity of hadith
PENTINGNYA AKHLAK DALAM MENUNTUT ILMU Soraiya; Azmy Ali Muchtar; Muhammad Rizal Mantovani; Romlah; Angga Bastian; Muhammad Qolbi Nur kamal
Ilma Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilma
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/ilma.v4i1.1338

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran orang tua dan guru dalam mendidik anak di era digital. Sederhananya, era digital adalah zaman atau era dimana kondisi perkembangan sudah sangat maju dengan adanya teknologi, dimana terjadi pertumbuhan dan pergerakan informasi yang pesat dalam perekonomian dan masyarakat. Orang tua harus memahami dan menerima perkembangan dan perubahan agar model pengasuhan tidak salah, dan orang tua harus terus belajar dan berevolusi untuk menerapkan dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan potensi anak. Di era digitalisasi ini, guru harus memanfaatkan teknologi secara profesional dalam pembelajaran. Saat ini sebagai seorang guru dalam pelatihan dan pengajaran perlu dikembangkan ketrampilannya agar tidak ketinggalan dan dapat memenuhi segala kebutuhan peserta didik, sehingga guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital yang tersedia. . Rencanakan pembelajaran Anda dengan lebih kreatif. Agar siswa dapat aktif dan berpikir kritis. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan keterampilan dan kemampuannya. Yakni dengan memanfaatkan teknologi digital.