cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
hendra@urindo.ac.id
Phone
+6281388240742
Journal Mail Official
jppkm@urindo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bambu Apus 1 No. 3 Cipayung Jakarta Timur, 13890
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30263573     DOI : https://doi.org/10.52643/jppkm.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat dengan e-ISSN : 3026-3573 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Respati Indonesia. Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal ilmiah yang mencakup isu-isu yang berkaitan dengan bidang kesehatan. Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat memiliki versi online dengan jadwal publikasi 4 kali dalam satu tahun yaitu setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember
Articles 50 Documents
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Melalui Pendekatan Asuhan Keperawatan Komunitas di SMK Citra Darma Tahun 2023 Samsuni, Samsuni; Aprisunadi, Aprisunadi; Susanti, Fajar; Ifadah, Erlin
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v1i3.3787

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus di jaga, sikap dan perilaku remaja di sekolah-sekolah masih belum menunjukkan peningkatan yang baik dalam derajat kesehatannya bahkan semakin menurun tangkalnya terhadap pengaruh buruk, adanya prilaku berpacaran hingga seks bebas. Intervensi yang efektif untuk meningkatkan daya tangkal pada remaja adalah pendidikan kesehatan secara interaktif dan melibatkan kelompok sebaya. Tujuan dari studi ini adalah memberikan gambaran dan pengaruh Implementasi Edisi Kelompok Sebaya sebagai bentuk intervensi keperawatan komunitas pada remaja. Pelaksanaan intervensi Edisi Kelompok Sebaya dilakukan di komunitas khususnya di setting sekolah melibatkan 65 siswa. Hasil evaluasi menunjukan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai cara mencegah prilaku seks bebas. Setelah di analisis lebih lanjut didapatkan hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,001). Intervensi Edisi Kelompok Sebaya efektif untuk meningkatkan pengethuan, sikap, dan keterampilan mengenai pencegahan seks bebas. Intervensi ini dapat diterapkan sebagai bentuk layanan kesehatan yang diberikan kepada remaja maupun sekolah dalam meningkatkan pencegahan seks bebas. Kata kunci: Remaja, Seks bebas, Intervensi Keperawatan Komunitas, Edisi Kelompok Sebaya
Prenatal Gentle Yoga Pada Ibu Hamil Dalam Mengurangi Tingkat Kecemasan dan Stress Menghadapi Persalinan Sari, Fitria; Aprillia, Yuna Trisuci; Jannah, Miftahul; Mawarni, Endang Siti; Putri, Nafszaqiyah Desma
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 1, No 4 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v1i4.4038

Abstract

Feelings of anxiety in pregnancy are relatively common. About 10-15% of all pregnant women experience some level of anxiety or stress during this major transition. Anxiety or anxiety is a feeling of worry, fear that has no clear reason. Partners' problems are a lack of education about complementary yoga services for pregnant women, lack of interest among mothers in pregnancy yoga, anxiety for pregnant women and a lack of certified midwives/therapists to provide complementary yoga services for pregnant women, especially those in rural areas. The solution offered is to increase pregnant women's understanding and knowledge about complementary services for pregnant women's yoga, increasing pregnant women's interest in complementary therapies (pregnant women's yoga). So it can be applied in everyday life. Apart from that, prenatal gentle yoga can relieve the anxiety and stress of pregnant women, so that it can convert anxiety into energy and provide training on complementary therapy (pregnant women's yoga) for pregnant women in the second and third trimesters. The method of implementing the activity is by providing material and practice of prenatal gentle yoga to pregnant women in the second and third trimesters in the Depok area. Next, prenatal yoga material and joint discussions through Focus Group Discussions (FGD).
International Community Service Proggrame For Longlife Education Sulistyowati, Yeny; Nugraha, Susiana; Nurminingsih, Nurminingsih; Yukari, Noda; Hirano, Yuko; Matsuo, Moemi; aramashi, Koici
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v1i2.3691

Abstract

Lansia yang sehat harus diberdayakan agar dapat tetap sehat dan mandiri selama mungkin. Salah satu upaya untuk memberdayakan Lansia di masyarakat adalah melalui pembentukan dan pembinaan Kelompok Lansia yang di beberapa daerah disebut dengan Posyandu Lansia atau Posbindu Lansia. Sedangkan Indonesia Ramah Lansia memiliki sekolah Lansia yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Melalui Kelompok ini, Lansia dapat melakukan kegiatan yang dapat membuat mereka tetap aktif, antara lain: berperan sebagai kader di Kelompok Lansia, melakukan senam Lansia, memasak bersama, termasuk membuat kerajinan tangan yang selain berperan sebagai penyaluran hobi juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Makin bertambah usia, makin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Salah satu masalah yang sangat mendasar adalah masalah kesehatan adalah pikun.  Kegiatan dilaksanakan pada Hari Rabu, 19 Juli 2023, di IRL Bandung. Jumlah Peserta Lansia sejumlah hampir 70 orang, 4 orang dosen dari Universitas Nagasaki dan 8 orang Universitas Respati Indonesia serta 8 orang mahasiswa dari kedua Universitas. Profesor dari Universitas Nagasaki 3 orang: Prof Noda Yukari, Prof Yuko Hirano, Dr. Moemi Matsuo dan mahasiswa Koici Aramashi. Kegiatan di sekolah Lansia sudah terstandar kurikulumnya dan dapat diimplementasikan dalam keseharian Lansia. Peserta dapat meningkat ketrampilannya dan melatih upaya-upaya dalam mencegah pikun. Mendapatkan manfaat kerjasama internasional dengan melibatkan dosen, mahasiswa dan mitra. Diharapkan kegiatan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat terutama Lansia dalam mencegah pikun, melalui brain training.Kata Kunci: Lansia, brain training, pikun
Upaya Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui Edukasi Leaflet dan Tes Hb di Pondok Pesantren Ma'had Darul Arqom Serang 2024 Muhida, Vega; Adista, Nuria Fitri
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i1.4364

Abstract

Hasil penyuluhan pencegahan anemia pada remaja putri melalui distribusi leaflet kepada 28 santriwati menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Analisis menunjukkan nilai p sebesar 0.000, menandakan pengaruh penyuluhan terhadap pemahaman santriwati tentang anemia. Peningkatan nilai rata-rata dari pretest (58,3) ke post-test (71,1) setelah penyuluhan juga terlihat. Penelitian Anggoro (2020) bahwa tingkat pengetahuan penting dalam mengubah sikap remaja terhadap pencegahan anemia, konsisten dengan temuan ini. Santriwati dengan skor pretest rendah menunjukkan hasil pemeriksaan Hb yang tidak sesuai standar (17,8%), dari observasi ditemukan bahwa belum pernah menerima edukasi tentang anemia. Menurut buku revisi Kemenkes (2018), pencegahan anemia pada remaja putri memerlukan dukungan dan Intervensi perubahan perilaku memerlukan pedoman dan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang efektif, termasuk leaflet. Notoatmodjo (2016) bahwa media leaflet berperan penting dalam menyampaikan pesan kesehatan dan memudahkan penerimaan dimasyarakat. Pendidikan kesehatan melalui media ini dapat meningkatkan minat, mencapai target audiens lebih baik, dan mendorong pemahaman yang lebih baik. Leaflet diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pembaca langsung tetapi juga sebagai alat edukasi di sekolah atau keluarga. Pelatihan guru di UKS atau mata pelajaran terkait, serta penyuluhan kepada siswa dan orang tua oleh guru, akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap anemia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya anemia dan pentingnya pencegahan, siswa diharapkan lebih menerima konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan mengubah perilaku menuju gaya hidup lebih sehat. Penyuluhan telah menunjukkan hasil positif dalam peningkatan nilai post-test responden. Dengan meningkatnya pengetahuan di kalangan santriwati, masalah anemia di masa depan dapat lebih mudah diatasi. Kata kunci: 1; Pengetahuan _kunci2; Anemia
Efisiensi Jus Belimbing dalam Penurunan Tekanan Darah pada Keluarga di RW 03 Cipayung Jakarta Timur 2023 Sulistyono, Sulistyono; Samsuni, Samsuni; Susanti, Fajar
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v1i3.3797

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah di atas normal. Penyakit ini seringkali disebut silent killer karena tidak adanya gejala dan tanpa disadari penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah dengan terapi non farmakologis yaitu dengan pemberian jus belimbing. Berdasarkan kasus klien Bapak S, dengan diagnosis keperawatan manajemen Kesehatan keluarga tidak efektif dan risiko perfusi serebral tidak efektif. Intervensi keperawatan yang diberikan adalah jus belimbing yang sudah dilakukan kepada klien selama 6 hari, hasil evaluasi didapatkan perkembangan pada klien yaitu penurunan tekanan darah dari 180/110 mmHg menjadi 130/90 mmHg. Berdasarkan hal tesebut dapat di simpulkan bahwa jus belimbing dapat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, oleh karena itu intervensi tersebut dapat di kembangkan oleh penderita hipertensi di RW 03 Cipayung dan membuat pedoman SOP pemberian jus belimbing untuk digunakan di. RW 03 Cipayung. Kata kunci: Hipertensi, Jus Belimbing, Tekanan Darah, Keluarga
Edukasi Pentingnya Asupan Gizi Seimbang Pada Remaja dan Pembuatan Es Lumut Kurma Kelor Untuk Cegah Anemia di Desa Serang Mekar Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Handriati, Ade; Marwati, Marwati; Handayani, Bekti; Moedjiherwati, Trijani; Octavianti, Maria
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i2.5013

Abstract

Pendidikan mengenai gizi seimbang merupakan salah satu aspek fundamental dalam memastikan kesehatan dan pertumbuhan yang optimal pada remaja. Masalah kesehatan seperti anemia dan stunting masih menjadi isu signifikan di kalangan remaja. Stunting sebagai masalah gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terhambat, menjadi isu penting yang perlu diperhatikan di Desa Serang Mekar. Dapat dilihat dari data yang didapatkan di Puskesmas Sumber Sari bahwa terdapat  19 Balita yang  mengalami stunting. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, baik dari aspek individu, keluarga, maupun lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan stunting tidak hanya ditujukan pada ibu hamil dan balita saja, tetapi juga kelompok remaja. Kurma (Phoenix Dactylifera) dan daun kelor (Moringa Oleifera) adalah dua jenis makanan yang telah dikenal luas akan manfaatnya untuk kesehatan. Kedua bahan ini memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat dalam pencegahan dan penanganan anemia, khususnya pada remaja yang membutuhkan asupan gizi optimal selama masa pertumbuhan mereka. Namun tidak semua remaja tertarik untuk mengkonsumsi 2 jenis makanan yang kaya manfaat ini, maka perlu diolah menjadi makanan yang menarik. Dalam mengatasi kurangnya pengetahuan masyarakat dan remaja pemberian edukasi dilakukan dengan tema Gizi seimbang untuk remaja untuk cegah anemia dan pembuatan es lumut kurma kelor. Hasil edukasi yang diberikan dapat dilihat dari hasil post test yang menunjukan bahwa dari 30 remaja yang mengikuti penyuluhan yang mendapatkan nilai baik yaitu terdapat 10 orang, nilai cukup 13 orang dan kurang 7 orang. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perlu mendapatkan edukasi kesehatan secara berkala untuk meningkatakan pengetahuannya terutama tentang kesehatan remaja sebagai calon Ibu.Kata kunci: Remaja, Stunting, Anemia, Kurma, dan Kelor
Peningkatan Pengetahuan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Cacingan pada Anak di Posyandu Balita Kartika Syaputri, Kharin Hamida; Muthia, Okta; Riduan, Ahmad; Muslimawati, Khoirunnisa
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i3.5395

Abstract

Penyakit cacingan merupakan permasalahan di Indonesia dan menjadi program oleh Pemerintah dalam upaya pencegahan. Penyakit cacingan adalah penyakit menular yang akan berdampak pada penurunan kesehatan, kecerdasan, gizi, serta produktivitas khususnya pada anak. Cacingan ialah penyakit yang dikarenakan infeksi cacing pada tubuh individu dimana tanah menjadi media penularannya dengan berbagai perantara. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemberian informasi terkait penyakit cacingan dan cara preventif untuk meminimalisir risiko anak terkena penyakit cacingan dan stunting. Tujuan dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan ialah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Posyandu Balita Kartika Puskesmas Sungai Ulin terkait pengertian, gejala, penularan, faktor risiko, dan cara pencegahan penyakit cacingan pada anak. Promosi kesehatan dilakukan menggunakan media leaflet dan X-banner yang dibagikan, serta menggunakan metode ceramah. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan pengukuran pengetahuan responden. Sebanyak lima belas orang ikut dalam promosi kesehatan. Hasil pengukuran pengetahuan diperoleh sebelum edukasi dan sesudah edukasi terjadi peningkatan dari 74,67% menjadi 97,33%. Dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman masyarakat di Posyandu Balita Kartika Puskesmas Sungai Ulin terkait penyakit cacingan.  Kata Kunci: Penyuluhan, Preventif, Infeksi, Stunting
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Membuat Makanan Olahan Dari jantung Pisang Untuk Kelancaran Produksi ASI di Link. Temu Putih Kota Cilegon Tahun 2024 Lufar, Nay; Ismawati, Iis
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i2.5110

Abstract

Breast milk is the primary and most essential food for newborn babies aged 0-6 months. Several factors can affect the amount of breast milk production, including nutritional patterns, support, breast care, baby's sucking, and socio-cultural factors. It is important to understand the nutritional factors for breastfeeding mothers because their nutritional needs must be increased to enhance breast milk production. One effort to boost breast milk production is through the consumption of foods that influence lactation, such as banana blossom preparations. The dietary fiber in banana blossoms is beneficial for increasing milk production because it contains lactagogum, which has the potential to stimulate oxytocin and prolactin hormones. These components, such as alkaloids, polyphenols, steroids, flavonoids, and other substances, are effective in enhancing and facilitating breast milk production. The purpose of this community service, in the form of training to make food preparations from banana blossoms, is to empower the community, particularly pregnant and postpartum women, by enhancing their skills in utilizing banana blossoms as a food that can be processed to increase breast milk production. This community service is carried out by providing training on how to make banana blossom-based food, specifically turning it into nuggets, for pregnant and postpartum women in the Temu Putih area, Cilegon City.
Penyuluhan Pentingnya Perilaku Hidup Bersih Sehat Dalam Mencegah Demam Berdarah (DBD) dan Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan di Alun-Alun Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung 2025 Zaelani, Ahmad; Fidzikri, Nanda Berliana Tania; Purba, Sulastri; Aba, Matheus; Anggraeni, Ari; Kuraesin, Siti; Widiansyah, Wiwid
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i3.5654

Abstract

Musim yang tidak menentu dan mengkibatkan hujan di wilayah Indonesia penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkatkan potensi penyaki tersebut. Kabupaten bandung menjadi penyumbang tetnggi angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) teratat 29 kasus kematian, Sehingga perlunya edukasi terhadap masyarakat sekitar tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) serta pertolongan pertama terhadap penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan membuka saluran komunikasi, memberikan informasi dan pendidikan untuk membantu masyarakat mengenali dan memecahkan masalah sendiri. Tingginya angka kejadian DBD yaitu kepadatan penduduk, kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, rendahnya pengetahuan dan pendidikan masyarakat, tertinggalnya informasi, Salah satu upaya pemberantasan penyakit DBD adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat dan cara 3M plus yang dilakukan di Alun-alun kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung tahun 2025. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran para masyarakat, pedagang dan pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Januari di Alun-Alun Ciparay. Kata Kunci: Perilaku hidup bersih sehat, Demam Berdarah, Penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Cacingan pada Anak di Posyandu Balita Kartika Syaputri, Kharin Hamida; Sari, Okta Muthia; Riduan, Ahmad; Muslimawati, Khoirunnisa
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i2.5247

Abstract

Penyakit cacingan merupakan permasalahan di Indonesia dan menjadi program oleh Pemerintah dalam upaya pencegahan. Penyakit cacingan adalah penyakit menular yang akan berdampak pada penurunan kesehatan, kecerdasan, gizi, serta produktivitas khususnya pada anak. Cacingan ialah penyakit yang dikarenakan infeksi cacing pada tubuh individu dimana tanah menjadi media penularannya dengan berbagai perantara. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemberian informasi terkait penyakit cacingan dan cara preventif untuk meminimalisir risiko anak terkena penyakit cacingan dan stunting. Tujuan dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan ialah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Posyandu Balita Kartika Puskesmas Sungai Ulin terkait pengertian, gejala, penularan, faktor risiko, dan cara pencegahan penyakit cacingan pada anak. Promosi kesehatan dilakukan menggunakan media leaflet dan X-banner yang dibagikan, serta menggunakan metode ceramah. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan pengukuran pengetahuan responden. Sebanyak lima belas orang ikut dalam promosi kesehatan. Hasil pengukuran pengetahuan diperoleh sebelum edukasi dan sesudah edukasi terjadi peningkatan dari 74,67% menjadi 97,33%. Dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman masyarakat di Posyandu Balita Kartika Puskesmas Sungai Ulin terkait penyakit cacingan.  Kata Kunci: Penyuluhan, Preventif, Infeksi, Stunting