cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
ISSN : 28305744     EISSN : 28305558     DOI : https://doi.org/10.55784/jkj
Core Subject : Health,
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, merupakan jurnal open source, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 353 Documents
Pengembangan Modul Ireine’s Education Sebagai Modul Edukasi Kesehatan Gigi Bagi Guru PAUD Dajoh, Ireine Norma; Ratuela, Jeineke Ellen; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Nelwan, Jeini Ester
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1977

Abstract

Guru PAUD membutuhkan panduan yang sistematis dan mudah diterapkan dalam menyampaikan edukasi kesehatan gigi kepada anak. Modul yang terstruktur dapat memudahkan guru dalam mengajarkan kebiasaan menggosok gigi yang benar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul “Ireine’s Education Model” sebagai media edukasi kesehatan gigi bagi guru PAUD. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, pengembangan modul, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi. Proses validasi dilakukan oleh ahli pendidikan, promosi kesehatan, dan media. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket validasi, lembar observasi, dan kuesioner kepuasan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi Ireine’s Education Model terbukti layak sebagai model untuk pelaksanaan pelatihan guru dan orang tua dalam meningkatkan keterampilan menggosok gigi anak prasekolah. Kelayakan ini terbukti secara statistik signifikan dengan nilai p-value 0,006. Uji coba menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dalam menyampaikan materi kesehatan gigi sehingga modul ini dapat digunakan sebagai media edukasi kesehatan gigi bagi guru PAUD. Kesimpulan penelitian ini yaitu modul “Ireine’s Education Model” layak dan efektif digunakan sebagai panduan edukasi kesehatan gigi bagi guru PAUD. Modul ini dapat diimplementasikan secara luas untuk mendukung program kesehatan gigi di sekolah.
Self-Efficacy and Social Support as Determinants of Resilience in Post-Stroke Patients Faradisa, Elok; Kusumawati, Mira Wahyu; Budiman, Amin Aji; Listyaningrum, Desy
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1978

Abstract

Stroke is a leading cause of long-term disability that profoundly impacts the physical and psychological well-being of survivors. Psychological resilience is a crucial adaptive capacity that facilitates recovery in post-stroke patients. This study aimed to examine the relationships between self-efficacy, social support, and resilience among post-stroke survivors. A cross-sectional study was conducted involving 84 stroke patients attending the Neurology Clinic at a general hospital in Surakarta. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected using the Stroke Self-Efficacy Questionnaire (SSEQ), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the 10-item Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC 10). Spearman’s correlation analysis was applied to assess the relationships between variables. The results indicated a significant positive correlation between self-efficacy and resilience (p < 0.01; r = 0.572). Social support was also positively correlated with resilience, though with a smaller effect size (p < 0.01; r = 0.296). Conclusion both self-efficacy and social support play significant roles in enhancing resilience among post-stroke survivors. Nursing interventions aimed at enhancing self-efficacy and reinforcing social support are essential for improving resilience in post-stroke survivors.
Pengaruh pemberian Ekstrak Kulit Durian Sidikalang Terhadap Kadar Glukosa dan Histopatologi Ginjal Tikus Wistar Budi, Andre; Saputra, Teguh Ade
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1979

Abstract

Hiperglikemia akibat diabetes melitus diketahui dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sedangkan limbah kulit durian (Durio zibethinus) memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas ekstrak etanol kulit durian Sidikalang terhadap kadar glukosa darah (KGD) dan gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan 25 ekor tikus jantan yang dibagi secara acak menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (CMC-Na), kontrol positif (metformin), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 125 mg/kgBB/hari, 250 mg/kgBB/hari, dan 500 mg/kgBB/hari. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 180 mg/kg secara intraperitoneal. Hasil pengukuran KGD menunjukkan nilai rata-rata sebelum induksi sebesar 88,72 ± 11,104 mg/dL, sesudah induksi meningkat menjadi 400,08 ± 143,212 mg/dL, dan kemudian menurun secara bertahap pada hari ke-5 (385,32 ± 134,395 mg/dL), hari ke-10 (336,32 ± 140,103 mg/dL), serta hari ke-15 (254,68 ± 109,582 mg/dL). Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, sedangkan analisis perubahan dilakukan dengan uji Friedman dan Wilcoxon berpasangan disertai koreksi Bonferroni. Hasil analisis menunjukkan penurunan KGD yang bermakna antar waktu (p<0,001) pada kelompok perlakuan, dengan perbaikan signifikan mulai hari ke-5 hingga ke-15. Pemeriksaan histopatologi ginjal juga memperlihatkan perbaikan struktur jaringan dibandingkan kelompok kontrol diabetik. Dengan demikian, ekstrak kulit durian (Durio zibethinus) Sidikalang terbukti berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kondisi histologis ginjal pada model tikus Wistar diabetes terinduksi aloksan. Penelitian lanjutan dengan variasi dosis, durasi perlakuan, serta pendekatan multikelompok yang lebih luas masih diperlukan untuk mengonfirmasi hasil ini.
Efektivitas Intervensi Pencegahan Diabetes Mellitus Berbasis Komunitas di Desa Baru Eliska, Eliska; Junaisa Intan Farashati; Sheila Megarani; Azzahra Chandra Syafira; Ainun Nuraida; Luthfiah Alisa
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1983

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia and is a public health problem that requires continuous prevention efforts. This study aims to describe the effectiveness of community-based interventions in increasing public knowledge and awareness regarding DM prevention. The research design used was descriptive with a community-based participatory approach. The study population included the community in the Field Learning Experience (PBL) activity area of ​​students of the Faculty of Public Health, UIN North Sumatra in July–August 2025. The sample consisted of 525 participants divided into several target groups, including the elderly, elementary and junior high school students, women in religious schools, and DM sufferers. The sampling technique was purposive according to the activity targets. The research variables included increasing knowledge and awareness regarding DM prevention. Data were collected through observation, short questionnaires, and recording of activity results, then analyzed descriptively and presented as a percentage. The results showed that the success rate of the intervention varied between 70–90%, with the highest achievement in low-sugar snack education (90%) and the lowest in leaflet distribution (70%). The conclusion shows that community-based promotive and preventive interventions are effective in increasing health literacy and public awareness regarding DM prevention.
Analisis Faktor Demografi, Sosial, dan Status Gizi Terhadap Kecemasan Pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Tahun 2025 Yutanti, Wulan Tri; Laferani, Yuni; Nugrahaeni, Meita Tyas
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1984

Abstract

Mahasiswa sebagai kelompok usia transisi dari remaja menuju dewasa, rentan mengalami kecemasan. Pada fase ini terjadi transisi kemandirian, beban akademik meningkat, tekanan sosial, dan permasalahan ekonomi yang dapat memicu kecemasan. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi makanan kurang sehat dapat menyebabkan perubahan status gizi, terutama status gizi tidak normal dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecemasan pada mahasiswa berdasarkan faktor demografi, sosial, dan status gizi. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan total sampling berjumlah 148 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sosio demografi terdiri dari usia, jenis kelamin, masalah keuangan, konflik sesama teman, beban akademik, dan status tinggal bersama dengan keluarga. Generalized Anxiety Disorder-7 untuk mengukur kecemasan dan status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh. Hasil penelitian diperoleh faktor demografi dan status gizi tidak terdapat hubungan signifikan dengan kecemasan (p-value > 0,05), sedangkan faktor sosial diperoleh hasil yang signifikan terhadap kecemasaan pada faktor masalah keuangan, konflik sesama teman, dan beban akademik (p-value < 0,05). Kesimpulan, di antara semua variabel yang diteliti pada penelitian ini, diperoleh tiga variabel yang signifikan berhubungan dengan gangguan kecemasan pada mahasiswa yaitu masalah keuangan, konflik sesama teman, dan persepsi beban akademik. Berdasarkan hasil tersebut, pentingnya penyelenggaraan suatu program untuk mendukung kesehatan mental di lingkungan kampus yang berfokus pada manajemen keuangan, keterampilan penyelesaian konflik, dan strategi penanganan stres akademik untuk mengurangi tingkat kecemasan pada mahasiswa.
Hubungan Foto Toraks Pasien Pneumonia Dengan Keparahan Klinis Berdasarkan Rekam Medis RS Royal Prima Sihombing, Rony Moses; Nasution, Ikhwanul Hakim
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1990

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama pada anak-anak, lanjut usia, dan individu dengan penyakit komorbid, sementara radiografi toraks berperan penting dalam menilai tingkat keparahan dan prognosis penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara temuan radiografi toraks dengan tingkat keparahan klinis pneumonia komunitas berdasarkan skor CURB-65 di Rumah Sakit Royal Prima Medan.Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan desain retrospektif terhadap 31 rekam medis pasien pneumonia komunitas yang dirawat pada Januari 2024 hingga Januari 2025.Temuan radiografi meliputi konsolidasi, infiltrat, dan efusi pleura, sedangkan tingkat keparahan dikategorikan berdasarkan skor CURB-65 menjadi ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (χ²) pada tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan hubungan bermakna antara temuan radiografi toraks dan tingkat keparahan pneumonia (p = 0,003), di mana efusi pleura (38,7%) dan infiltrat (29,0%) lebih sering ditemukan pada kasus berat, sedangkan konsolidasi (32,3%) lebih banyak pada kasus ringan hingga sedang. Temuan ini menegaskan bahwa efusi pleura dan infiltrat luas merupakan indikator radiografik yang berkaitan dengan pneumonia komunitas derajat berat, sehingga integrasi hasil foto toraks dengan skor CURB-65 penting untuk meningkatkan akurasi stratifikasi risiko dan pengambilan keputusan klinis di rumah sakit.
Pengaruh Keterlambatan Kedatangan Pasien Terhadap Proses Penjadwalan Ulang Di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit X Putri, Ismiati Malika; Setiatin, Sali; Marwiyah, Hani
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1993

Abstract

Keterlambatan kedatangan pasien sering menyebabkan penjadwalan ulang yang mengganggu alur layanan serta menambah beban administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlambatan kedatangan pasien dengan proses penjadwalan ulang di Poli Rawat Jalan rumah sakit X. Penelitian ini menggunakan desain Mixed Method dengan model Sequential Explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 198 pasien rawat jalan pada Agustus 2025 yang datang terlambat dan melakukan penjadwalan ulang, dengan data yang diperoleh dari rekam medis. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap petugas, kemudian dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara keterlambatan pasien dengan proses penjadwalan ulang (r = 0,713; p < 0,01). Hasil kualitatif mendukung temuan tersebut, menunjukkan bahwa keterlambatan terjadi hampir setiap hari, berdampak pada kuota reservasi poli, dan menambah beban kerja petugas. Dapat disimpulkan bahwa keterlambatan pasien berimplikasi terhadap lamanya proses penjadwalan ulang serta efisiensi pelayanan. Implikasi kebijakan menunjukkan perlunya sistem pengingat otomatis, edukasi pasien berkelanjutan, dan penguatan manajemen antrean digital untuk meningkatkan mutu layanan di poli rawat jalan.
Pengaruh Ekstrak Kulit Durian Sidikalang Terhadap Kadar Glukosa dan Histopatologi Pankreas Tikus Wistar Budi, Andre; Tarigan, Aditya Aginta; Suandy, Suandy
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1994

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global. Ekstrak kulit durian (Durio zibethinus) kaya senyawa fenolik, berpotensi antidiabetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efek antihiperglikemik serta proteksi histologis pankreas ekstrak kulit durian pada tikus Wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan beberapa dosis ekstrak. Kadar glukosa darah diukur pada baseline, setelah induksi, dan pada hari ke-5,10,15. Pankreas diperiksa secara histopatologi dan jumlah pulau Langerhans dihitung. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit durian sidikalang menurunkan glukosa darah secara bermakna pada hari ke‑15 dibanding kontrol, dengan kecenderungan respons dosis. Kerusakan histologis acinar/insula tidak berbeda bermakna, namun jumlah pulau Langerhans kelompok ekstrak lebih tinggi signifikan dibanding kontrol (p=0,006). Kesimpulan ekstrak kulit durian menunjukkan efek antihiperglikemik dan menjaga pulau Langerhans pada model aloksan, sehingga berpotensi sebagai adjuvan fitoterapi untuk pengendalian glukosa. Penelitian lanjutan perlu menguji biomarker stres oksidatif dan uji toleransi glukosa untuk memperkuat mekanisme.
Hubungan Red Cell Distribution Width Terhadap Kadar Feritin dan Total Iron Binding Capacity Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Purnamasari, Yeni; Adhayanti, Ida; Tarigan, Radar Radius; Lubis, Mohammad Riza; Arto, Nindia Sugih; Youvella, Sylvia
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1995

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan RDW terhadap hasil TIBC dan kadar feritin pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS Adam Malik. Metode penelitian merupakan studi retrospektif, yang melibatkan 114 pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS Adam Malik pada tahun 2023. Pasien yang terlibat pada studi ini yakni pasien berusia ≥ 18 tahun, menjalani hemodialisis rawat jalan, dan memiliki data rekam medis yang lengkap. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (62,3%), berusia 46–60 tahun (43,0%), lama hemodialisis < 5 tahun (70,2%), dan menderita diabetes (56,1%). Sebagian besar memiliki RDW normal (60,5%), feritin tinggi (78,1%), dan TIBC rendah (69,3%), menunjukkan adanya inflamasi kronik dan kelebihan besi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara RDW dengan TIBC maupun feritin, sehingga RDW tidak mencerminkan status besi atau inflamasi pada pasien hemodialisis. Kesimpulannya tidak ada hubungan antara RDW terhadap TIBC dan feritin.
Mengintegrasikan Gerakan Sholat Sebagai Praktik Preventif Gangguan Muskuloskeletal: Sebuah Pendekatan Fenomenologi Terhadap Pengalaman Individu Setianto, Gigih; Setyawan, M. Ghilang Maulud; Risdiani, Risdiani
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1996

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) are health conditions that frequently disrupt quality of life and productivity. Previous studies have shown that physical activities such as stretching and physical therapy can help prevent these disorders. The movements performed during shalat (Islamic prayer), a routine act of worship for Muslims, share biomechanical similarities with physical exercise. However, there is still limited exploration of individuals’ subjective experiences in integrating shalat movements as a preventive measure against MSDs. This study aims to explore the meanings and perceptions of individuals regarding the integration of shalat movements into daily life to maintain musculoskeletal health. A qualitative approach with a phenomenological method was employed in this study. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, and then analyzed thematically. The findings reveal three main themes: the dual meaning of shalat movements (as worship and as therapy), postural awareness during shalat, and the adaptation and consistency of shalat movements in maintaining flexibility and reducing pain complaints. The study concludes that performing shalat movements correctly and consistently can serve as a promotive and preventive effort against musculoskeletal disorders. These findings provide a foundation for integrating religious values into public health education programs.