cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora
ISSN : 30255163     EISSN : 2987713X     DOI : https://doi.org/10.61104/jq.v1i2
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dengan e-ISSN 2987-713X (online) p-ISSN 3025-5163 (cetak) dan Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal multidisiplin dan akses terbuka peer-reviewed dengan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan kajian terkini dalam ruang lingkup Ilmu Sosial & Humaniora, yakni; Pendidikan, Ekonomi, Manajemen, Kebudayaan, Studi Agama, dan penelitian yang relevan. Artikel ilmiah Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dapat ditulis perorangan maupun ditulis secara tim dengan maksimal 5 (lima) orang penulis pada satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, baik berafiliasi pada lembaga di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa lembaga. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis (dan pendaftaran gratis). Penulis dapat mendaftar secara online di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah Ilmu Sosial & Humaniora. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada bulan Mei dan bulan November oleh Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor jurnal dan reviewer yang berkompeten di bidang masing-masing. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora akan menerbitkan artikel terpilih di bawah Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 767 Documents
Strategi Persuasif dan Deskriptif dalam Teks Promosi Pariwisata pada Website Paris Je t’aime Eviona Vivan Nur Iftitahanni; Neli Purwani; Loane Fumanal
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7627

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan website sebagai media promosi pariwisata yang efektif dalam menyampaikan informasi dan membangun citra destinasi wisata. Dalam promosi pariwisata digital, strategi kebahasaan persuasif dan deskriptif berperan penting dalam menarik perhatian serta memengaruhi minat wisatawan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk strategi persuasif dan deskriptif dalam teks promosi pariwisata pada website Paris Je T’aime, khususnya artikel Que faire à Paris en avril 2026, serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam menarik minat audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung strategi kebahasaan dalam teks promosi pariwisata. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dengan teknik Pilah Unsur Penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi persuasif direalisasikan melalui penggunaan verba imperatif, ajakan implisit, bahasa evaluatif, hiperbola, dan pertanyaan retoris. Sementara itu, strategi deskriptif ditunjukkan melalui penggunaan adjektiva, penanda temporal dan spasial, nomina spesifik, serta enumerasi. Verba imperatif menjadi bentuk strategi persuasif yang paling dominan karena berfungsi mengarahkan pembaca untuk melakukan aktivitas wisata tertentu. Selain itu, penggunaan bahasa evaluatif dan unsur deskriptif mampu membangun citra positif terhadap destinasi wisata Paris serta membantu pembaca membayangkan pengalaman wisata yang ditawarkan. Dengan demikian, strategi persuasif dan deskriptif digunakan secara bersamaan untuk memperkuat fungsi informatif dan promotif dalam teks promosi pariwisata digital.
Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional untuk Mengembangkan Karakter dan Bahasa Anak Usia Dini Najwa Rahma Aprilia; Suhartini; Mega Setia Ningsih
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7633

Abstract

Permainan tradisional sudah sangat jarang dimainkan, padahal dalam permainan tradisional terkandung nilai-nilai edukasi dan sosial karena permainan tradisional banyak melibatkan aktivitas fisik, pengaturan strategi, kerjasama tim, dan kemampuan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar melalui permainan tradisional dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas serta menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Beberapa jenis permainan tradisional yang dapat diterapkan pada anak usia dini yaitu bermain dan bernyanyi, bermain dan pola pikir, serta bermain dan adu ketangkasan. Dari hasil penelitian ditemukan permainan tradisional dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak seperti kemampuan mendengarkan, meniru kembali 3-4 urutan kata, mengerti perintah yang diberikan bersamaan, memahami permainan yang akan dimainkan, mengenal perbedaan kata mengenai kata sifat, menirukan kalimat yang disampaikan secara sederhana, menjawab pertanyaan, mengutarakan pendapat kepada orang lain, menceritakan kembali permainan yang telah dimainkan secara sederhana, mengenal suara-suara yang ada disekitarnya.
Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Balok Devi Puspita Sari; Mahdalena; Sriyatin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7634

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Kemampuan kognitif berkaitan dengan proses berpikir, mengingat, memahami, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini adalah permainan balok. Permainan balok memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, berimajinasi, mengenal konsep bentuk, ukuran, warna, serta melatih kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran permainan balok dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan balok mampu meningkatkan kemampuan klasifikasi, seriasi, pemecahan masalah, berpikir simbolik, serta kreativitas anak. Selain itu, permainan balok juga mendukung perkembangan sosial dan motorik anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Oleh karena itu, permainan balok dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini.
Pengaruh PJBL Berbantuan LKPD dan Canva terhadap Hasil Belajar Materi Tenaga Kerja di SMA Negeri 18 Agnes Dea Lita Br Sitepu; Eki Monalisa Br Surbakti; Elisabeth Tamara Ratu Hutauruk; Tri Ayu Fadillah; Yescenia Sigiro; Evi Syuriani Harahap
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7654

Abstract

Pembelajaran ekonomi memerlukan strategi yang mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik agar pemahaman konsep dan capaian belajar dapat meningkat secara optimal. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Project Based Learning (PjBL) yang didukung oleh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan model Project Based Learning berbantuan LKPD dan Canva terhadap hasil belajar siswa pada materi Tenaga Kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode mini riset dan desain one-shot case study. Subjek penelitian terdiri atas 34 siswa kelas X-1 SMA Negeri 18 Medan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil pengerjaan LKPD yang memuat soal pilihan ganda dan uraian, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji one-sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa mencapai 96,47 pada skala 100 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 100%. Seluruh indikator pembelajaran memperoleh tingkat ketercapaian lebih dari 95%, yang mengindikasikan penguasaan materi yang sangat baik. Hasil pengujian hipotesis memperlihatkan nilai t sebesar 21,808 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga rata-rata hasil belajar siswa terbukti berada di atas Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning berbantuan LKPD dan Canva mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan berkontribusi terhadap pencapaian hasil belajar ekonomi yang tinggi.
Strategi Operator Sekolah dalam Menghadapi Tekanan Administrasi Digital di SMP IRA Medan Rangga Hasibuan; Mesiono
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tekanan administrasi digital yang dialami operator sekolah, mengidentifikasi strategi yang digunakan dalam menghadapi tekanan tersebut, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap efektivitas pelaksanaan administrasi digital di SMP IRA Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan operator sekolah sebagai informan utama serta kepala sekolah dan staf administrasi sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator sekolah menghadapi tekanan administrasi digital yang bersumber dari aspek teknis, administratif, dan psikologis. Tekanan teknis muncul akibat gangguan jaringan, sistem yang sering mengalami pembaruan, serta kendala sinkronisasi data. Tekanan administratif berasal dari tingginya beban kerja dan tuntutan penyelesaian data dalam waktu yang terbatas, sedangkan tekanan psikologis muncul akibat tuntutan ketelitian dan tanggung jawab terhadap keakuratan data sekolah. Untuk menghadapi kondisi tersebut, operator sekolah menerapkan berbagai strategi adaptif berupa penyusunan skala prioritas pekerjaan, pengelolaan waktu secara disiplin, peningkatan kompetensi digital secara mandiri, penguatan komunikasi dengan pihak sekolah, serta pengecekan ulang data sebelum proses pelaporan. Penerapan strategi tersebut berdampak positif terhadap efektivitas administrasi digital yang ditunjukkan melalui peningkatan ketepatan waktu pelaporan, ketelitian pengelolaan data, dan kelancaran proses administrasi sekolah. Dengan demikian, keberhasilan administrasi digital tidak hanya ditentukan oleh sistem teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan operator sekolah dalam mengelola tekanan kerja dan beradaptasi terhadap perubahan digitalisasi pendidikan.
Pertanggungjawaban Pidana atas Penyalahgunaan Wewenang Pasca Putusan MK No.25/PUU-XIV/2016 dan UU No. 1 Tahun 2023 Tiara Mustika; Akhmad Zaim Firdausi
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7665

Abstract

Penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik merupakan masalah signifikan yang berada pada persimpangan hukum pidana dan hukum konstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pertanggungjawaban pidana pejabat publik setelah perubahan paradigma dari tindak pidana formal menjadi tindak pidana materiil, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 dan disahkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional). Teknik penelitian juridis normatif mencakup pendekatan legislatif, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pembuktian untuk tindak pidana korupsi secara substansial diubah oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016, yang menuntut adanya kerugian keuangan nyata bagi negara, bukan hanya potensi kerugian. Studi ini menyimpulkan bahwa pembuktian unsur niat jahat (mens rea) dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional dan integrasi mekanisme pengawasan internal pemerintah (APIP) sangat penting untuk menghentikan kriminalisasi kebijakan. Untuk mempertahankan kebebasan diskresi dalam pengelolaan pemerintah, perlindungan hukum bagi personel publik kini bergantung pada kebutuhan adanya kerugian negara yang nyata dan kepatuhan terhadap aturan administratif
Persepsi Generasi Z Terhadap Standar Pemilihan Pasangan Ideal Dalam Perspektif Fikih Munakahat: (Studi Kasus Pada Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Konsulat Jombang Alumni Tahun 2020 Prominent Generation) Arini Khoiriyah; Abdullah Afif
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7670

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan sakral yang tidak hanya bertujuan untuk membangun kehidupan rumah tangga, tetapi juga menjadi sarana dalam mewujudkan ketenteraman, kasih sayang, dan keberlangsungan kehidupan manusia. Dalam proses menuju pernikahan, pemilihan pasangan hidup dijadikan salah satu aspek penting yang turut menetapkan keharmonisan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengkaji persepsi Generasi Z mengenai standar pemilihan pasangan ideal dalam perspektif fikih munakahat dengan objek penelitian pada anggota Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Konsulat Jombang alumni tahun 2020 yang tergabung dalam angkatan Prominent Generation. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan pola pikir dan kecenderungan Generasi Z dalam menentukan kriteria pasangan hidup yang dipengaruhi oleh perkembangan sosial, budaya, teknologi, serta arus modernisasi yang semakin berkembang dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut memunculkan berbagai standar baru dalam pemilihan pasangan yang berorientasi pada aspek religiusitas sekaligus mempertimbangkan faktor pendidikan, ekonomi, penampilan fisik, karakter, hingga kesiapan mental dan emosional. Alhasil, penelitian ini krusial dilaksanakan guna \ mengetahui sejauh mana persepsi Generasi Z tersebut selaras dengan konsep pemilihan pasangan dalam fikih munakahat. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini yang berjenis penelitian studi kasus. Data terkumpul melalui teknik observasi, wawancara mendalam, beserta dokumentasi terhadap alumni IKPM Gontor Konsulat Jombang Tahun 2020 yang dipilih secara purposive. Perolehan data dianalisis melalui teknik analisis data kualitatif menerapkan tahapan reduksi data, penyajian data, beserta penarikan kesimpulan secara sistematis guna memperoleh pemahaman yang mendalam terkait fenomena yang diteliti. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya Generasi Z cenderung menjadikan agama dan akhlak sebagai standar utama dalam memilih pasangan hidup, disertai pertimbangan pendidikan, ekonomi, komunikasi, dan kecocokan emosional. Dalam perspektif fikih munakahat, kriteria tersebut dinilai relevan dengan ajaran Islam karena mengutamakan nilai religius sebagai dasar membangun keluarga yang harmonis dan sakinah.
Promblematika Penetapan Hasil Pemilu di Tempat Pemungutan Suara : Analisis Putusan Mahkamah Konsitusi Nomor 289-01-11/PHPU.DPR-XXII/2024 Nadila Nur Falah; Lusy Liany; Aura C. Safnuri; Valdissa A. Nitisara; Ananda N. Setialin; Dzikra N. Hasyim; Ian Prayoga; Muhamad R. Aribowo; Muhamad N. Fahrezi; Raska Aflah; Siti S. R. Haliza; Muhamad F. Ilham; Nur R. Adhi Bramandyo
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7688

Abstract

Perselisihan hasil pemilu tidak hanya berkaitan dengan perbedaan perolehan suara, tetapi juga menyangkut integritas proses pemilu dan perlindungan terhadap kemurnian suara rakyat. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 289-01-05-11/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 menarik untuk dikaji karena memuat permasalahan hilangnya dokumen hasil pemilu, ketidaksesuaian data suara, serta sengketa terkait pelaksanaan rekapitulasi suara ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika hukum dalam penetapan hasil pemilu di TPS dan mengkaji pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam memutus perkara tersebut.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan putusan (decision approach), pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data yang digunakan menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika hukum dalam perkara ini berasal dari kelemahan administrasi pemilu, pengelolaan dokumen hasil pemilu, dan pengawasan terhadap proses rekapitulasi suara. Meskipun terdapat berbagai permasalahan administratif yang didalilkan Pemohon, Mahkamah Konstitusi menilai bahwa dalil tersebut tidak didukung alat bukti yang cukup dan tidak terbukti memengaruhi hasil pemilu secara signifikan. Oleh karena itu, permohonan Pemohon ditolak. Putusan ini menunjukkan bahwa pembuktian memiliki kedudukan yang sangat menentukan dalam penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), sekaligus memperlihatkan adanya tantangan dalam mewujudkan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif dalam sengketa pemilu.
Gambaran Kesiapan Kognitif dalam Pengajaran Bahasa Inggris pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Swasta lulu Atul Munawaroh; Imam Santosa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7713

Abstract

This study explores freshmen’s cognitive readiness in English Language Teaching (ELT) at a private university and identifies the factors that shape their readiness in the early stage of higher education. Cognitive readiness is important in ELT because it supports students’ ability to participate in classroom interaction, solve learning problems, make academic decisions, regulate emotions, and adapt to new learning demands. This study employed a qualitative case study design involving thirteen freshmen from the English Language Education Department. The participants were selected through purposive sampling from three campus branches. Data were collected through semi-structured interviews and a closed-ended questionnaire, then analyzed using thematic analysis supported by descriptive statistics. The findings show that freshmen demonstrated strong readiness in teamwork and communication, reflected in their ability to collaborate, ask questions, share ideas, and receive feedback during learning activities. Emerging readiness was found in decision-making, problem-solving, adaptability, leadership, and mental flexibility and creativity. Limited readiness appeared in metacognition, automaticity, memory, emotion, and transfer of learning, indicating that several students still needed support in independent learning, self-reflection, emotional control, and applying prior knowledge to new contexts. Five factors were identified as shaping cognitive readiness: cultural-related experiences, parental involvement, self-efficacy, psychological-mindedness, and maladaptive beliefs, with cultural-related experiences emerging as the most dominant factor. The study suggests that ELT lecturers need to design learning activities that balance collaboration, reflection, emotional support, and independent learning practice.
Implementasi Pendekatan Deep Learning pada Mata Pelajaran Matematika Peserta Didik Kelas V di SD Candra Kasih Denpasar I Gusti Ayu Aprilia Wulan Dewi; Ni Putu Winanti; Gusti Ayu Dewi Setiawati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7723

Abstract

Pembelajaran Matematika di sekolah dasar selama ini masih sering berpusat pada penghafalan rumus dan penyelesaian soal rutin, sehingga peserta didik kurang memiliki pemahaman yang mendalam dan bermakna. Melalui penerapan pendekatan deep learning, pembelajaran diarahkan untuk membangun pemahaman konsep yang utuh, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk upaya, dukungan sekolah, serta dampak yang ditimbulkan dari penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika. Teori yang digunakan sebagai landasan berpikir adalah teori konstruktivistik dari Vygotsky dan teori behavioristik dari Edward Lee Thondike. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif kualitatif dengan metode pengumpulan data yang terkumpul dianalisis menggunakan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning dilakukan guru melalui perencanaan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep, penggunaan metode pembelajaran aktif dan kontekstual, pemanfaatan alat peraga nyata, penciptaan suasana kelas yang aman dan nyaman, serta penilaian yang menekankan pada proses dan pemahaman. Upaya guru dan sekolah mendukung pelaksanaan tersebut melalui penyediaan sarana prasarana lengkap, pengembangan kompetensi pendidik, menyiapan modul ajar yang sesuai dengan sintaksnya, metode belajar yang relevan, memanfaatkan media pembelajaran, serta pembinaan berkelanjutan. Adapun dampak yang terjadi adalah peserta didik memiliki pemahaman matematika yang kuat dan dapat diterapkan dalam kehidupan, peningkatan pemahaman serta keaktifan belajar, dan tercapainya hasil belajar akademik yang optimal. Implementasi pendekatan ini sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika