cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
jerkin.org@gmail.com
Phone
+6281267157303
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
ISSN : 29619890     EISSN : 29619890     DOI : https://doi.org/10.31004/jerkin.v1i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is a journal on Faculty of Education. Jurnal JERKIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is under the auspices of the Faculty of Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2961-9890. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan is published four times a year in September, December, March and June. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan receives 50 articles per issue. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 2,799 Documents
Implementasi PKN dalam Menanamkan Norma dan Nilai Pancasila di Sekolah Dasar : Penelitian Paskah Sriuliana Tarigan; Restina Wati Situmorang; Rahul Pandiangan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.703

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam terkait dengan implementasi norma dan nilai pancasila dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, dalam membangun potensi peserta didik yang unggul. Pancasila merupakan kumpulan dari beberapa azaz yang diperas menjadi lima azaz dasar yang kemudian menjadi pedoman bernegara oleh bangsa serta berisi kebaikan dan menjadi panduan dalam mengembangkan identitas bangsa,sehingga sudah sepatutnya sebagai negara harus menerapkan dan menyebarluaskan kepada warganya demi kokohnya ideologi kita di Indonesia. Kajian penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis deskriptif dengan metode kepustakaan/library research, penelitian ini bersumber dari beberapa artikel dan jurnal yang relevan dan selaras dengan penelitian terkait Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Kesadaran Sosial dan Karakter Siswa SD : Penelitian Paska Sriulina Tarigan; Erwin Gamaliel Napitupulu; Fitri Hannayani Octavia Simatupang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk kesadaran sosial dan karakter siswa sekolah dasar. Pendidikan kewarganegaraan dinilai memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai-nilai sosial serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap tanggung jawab dan kewajiban sebagai warga negara sejak usia dini. Melalui pendekatan partisipatif dan interaktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mata pelajaran ini mampu menginternalisasi nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan saling menghargai. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan bukan hanya mengajarkan konsep teoritis, tetapi juga membentuk perilaku sosial positif yang dapat memperkuat karakter siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan pendidikan kewarganegaraan yang efektif bergantung pada metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan psikologis siswa. Guru memiliki peran penting dalam menyajikan materi dengan cara yang menarik, termasuk melalui diskusi kelompok, kegiatan sosial, serta proyek berbasis pengalaman yang melibatkan siswa secara aktif dalam lingkungan masyarakat. Interaksi langsung dengan situasi sosial nyata memungkinkan siswa memahami peran dan dampak tindakan mereka terhadap komunitas sekitar. Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat terbukti memperkuat proses pembelajaran dan menjadi teladan konkret dalam pengamalan nilai-nilai kewarganegaraan. Dengan pendekatan yang tepat, pendidikan kewarganegaraan mampu menciptakan perubahan positif dalam perilaku siswa dan menumbuhkan karakter yang bertanggung jawab serta peduli terhadap kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kurikulum pendidikan dasar sebagai strategi dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan menghadapi tantangan sosial masa depan.
Akulturasi Pendidikan Islam Dan Budaya Lokal Dalam Membentuk Masyarakat Yang Moderat (Studi Etnografi Di Dusun Guyangan Madureso Mojokerto): Penelitian Niswatun Kharimah; Hani’atul Khoiroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akulturasi pendidikan islam dan budaya lokal dalam membentuk masyarakata yang moderat di dusun Guyangan Madureso Mojokerto. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sinergitas yang bagus antara seluruh lapisan masyarakata serta peranna penting pendidikan islam dan budaya lokal di dusun Guyangan. Tantangan utama yang dihadapi adalah arus globalisasi yang senantiasa menjadi momok dalam menghamabat rasa cinta terhadap budaya dan merong-rong keteguhan pendidikan islam pada tiap individu khususnya pemuda. Strategi dari pemberian pengetahuan mengenai islam moderat melalui forum-forum kecil dan pendidikan non formal seperti ngaji rutinan, tahlil dan lain sebagainya, hingga muncullah pembiasaan yang mengakar, (moral knowing) sehingga muncullah (moral feeling) yakni rasa membuat masyarakat Guyangan bertahan dalam moderasi bukan sekadar karena mereka tahu, tapi karena mereka merasakan. Ada kedekatan emosional yang kuat terhadap tradisi—bukan dalam arti fanatisme budaya, tapi rasa memiliki terhadap sesuatu yang mempererat. Misalnya saat acara tahlilan atau sedekah bumi, ada perasaan hangat yang tumbuh dari duduk melingkar, berbagi doa, makan bersama, dan mendengarkan petuah kiai. Di sana, muncul empati antarwarga, rasa hormat antar generasi, dan cinta terhadap nilai kebersamaan. Inilah moral feeling dalam wujud nyata: nilai-nilai yang tidak hanya dipahami, tapi menyentuh batin. Kemudian tumbuhlah (moral action) yaitu berupa tindakan yang merupakan perwujudan dari moderat.
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika siswa SMP kelas VIII: Penelitian Chrismanto Purba; Rina Ananta Sumawardani Sitepu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP pada materi kubus dan balok tahun pelajaran 2024/2025. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan lembar observasi proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan analisis data menunjukan bahwa: (1) terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dimanapada siklus I skor ratarata siswa sebesar 46,8 dengan kategori sedang, dan pada siklus II skor rata-rata siswa mencapai 73,5 dengan kategori tinggi. Dari data tersebut terjadi peningkatan skor rata-rata siswa yaitu dari tes siklus I ke tes siklus II sebesar 26,8; dan (2) terjadi peningkatan pada pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru dimana dapat dilihat pada hasil observasi yaitu pada siklus I rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sebesar 2,53 dengan kategori baik sedangkan pada siklus II rata-rata kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah 3,16 dengan kategori baik. Sehingga terjadi peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sebesar 0,63. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada materi kubus dan balok, serta model ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan.
Minat Siswa SMP Terhadap Jurusan Pariwisata: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Talaud: Penelitian Oktorina Lenci Modo; Louisa N. Kandoli; Telly F. S. Tangkere
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat siswa terhadap jurusan Pariwisata Perhotelan di SMK Negeri 1 Talaud terpantau sangat rendah, meskipun wilayah Kepulauan Talaud memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat tersebut, dengan fokus pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Lirung. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam dengan siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mengetahui keberadaan jurusan ini, dan hanya sedikit yang memahami cakupan maupun prospek kariernya. Tidak adanya sosialisasi formal dari pihak SMK ke sekolah asal, keterbatasan fasilitas praktik, serta minimnya tenaga pengajar spesialis turut memperparah situasi. Faktor internal seperti rendahnya eksposur dan pemahaman siswa, serta faktor eksternal berupa dukungan orang tua dan institusi yang lemah, menjadi penyebab utama minimnya minat. Implikasi dari studi ini menekankan perlunya pendekatan sistemik yang mencakup promosi lintas sekolah, penguatan infrastruktur, dan edukasi karier sejak dini. Temuan ini penting untuk merancang kebijakan pendidikan vokasi yang relevan di wilayah perbatasan dan mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal di sektor pariwisata.
Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al Faruqi Dan Ziauddin Sardar: Penelitian Bahosin Sihombing; Edi Yusrianto; Arbi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menurut perspektif Ismail Raji al-Faruqi dan Ziauddin Sardar, dalam upayanya untuk menerapkan Islamisasi dalam berbagai disiplin ilmu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis data primer dan data sekunder dari literature akademis yang relevan. Al-Faruqi, seorang intelektual Muslim yang berpengaruh, mengembangkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan sebagai respons terhadap dominasi epistemologi Barat yang sekuler dan reduksionis, yang dianggapnya telah memisahkan dimensi spiritual dan etika dari eksplorasi ilmiah. Bagi al-Faruqi, Islamisasi ilmu pengetahuan adalah mengislamkan disiplin-disiplin ilmu atau tepatnya menghasilkan buku-buku pegangan (buku dasar) di perguruan tinggi, dengan menuangkan kembali disiplin ilmu modern ke dalam wawasan Islam, setelah dilakukan kajian kritis terhadap kedua sistem pengetahuan Islam dan Barat.. Penulis menemukan poin penting dari kajian ini bahwa pemikiran Islamisasi ilmu al-Faruqi inilah yang dikritisi oleh Sardar, menurutnya perumusan epistemologi Islam kontemporer tidak dapat dimulai dengan menitikberatkan pada disiplin ilmu yang sudah ada. Sardar mengungkapkan bahwa epistemologi Islam kontemporer dapat dirumuskan dengan dengan mengembangkan paradigma-paradigma di dalam ekspresi-ekspresi eksternal peradaban Muslim yang meliputi sains dan teknologi, politik dan hubungan-hubungan internasional, struktur-struktur sosial dan kegiatan ekonomi, pembangunan desa dan kota. Semua aspek ekspesi eksternal peradaban Muslim tersebut dapat dipelajari dan dikembangan dalam kaitannya dengan kebutuhan-kebutuhan dan realitas kontemporer. Dari sini Sardar sekali lagi menolak Islamisasi ilmu pengetahuan dimulai dari disiplin ilmu yang sudah ada. Hal ini karena disiplin ilmu tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam
Penggunaann e-LKPD Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMAN 3 Kota Jambi Melalui Pemanfaatan Limbah Organik Kulit Pisang dalam Materi Green Chemistry: Penelitian Rinda Dwi Audia; Rayandra Asyhar; Isra Miharti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.718

Abstract

Following the advancement of science and technology, human needs have also undergone significant development. This change is most apparent in the field of education, where demands on the quality, accessibility and relevance of learning are becoming increasingly complex and dynamic. The learning process is an interaction between teacher and student that aims to achieve these results, a learning tool is needed in the form of e-LKPD that displays interesting chemistry material with a paperless presentation, so that it can be accessed via smartphone, laptop, and other technology, making it more practical to use. This research is conducted to improve students creativity through the development and implementation of e-LKPD based on Project Based Learning (PjBL) that utilizes banana peel organic waste in learning Green Chemistry material and to understand the feasibility of e-LKPD conceptually and procedurally based in the National Board of Education (BSNP). This research is a development research that adapts the Hannafin & Peck development model. The instrument used for the research consisted of interview guidelines and questionnaires. The developed product was validated by material and media experts and evaluated by teachers, then individual and small group trials were conducted. The data analysis techniques used include quantitative data analysis and qualitative data analysis. The results showed that the trial was very feasible because the average score of the material expert was 4,6 (very feasible) and tge media expert was 4,7 (very feasible). In addition, based on the assessment of procedures by teachers obtained 4,5 (very feasible), the percentage of individual learner responses with a percentage of 93,9 % (very feasible) and small group 94,5 % (very feasible).
Evaluasi Media Mind Mapping dan Poster dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Mata Pelajaran PAI di SMA Al Islam Krian: Penelitian Dimas Prasetyo; Maulidia Ilham Fadilah; Muhammad Farih Al Faaza; Ahmad Muhammad Ramadhan; Nadifa Salsabilah; Muhammad Bukhori; Masfufah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.719

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the use of Mind Mapping and Poster learning media in improving students' critical thinking skills in Islamic Religious Education subjects. The specifications of poster and mapping media are used to help students organize information and clarify relationships between concepts, which support the development of critical thinking skills. The study was conducted using a quantitative approach, involving Al Islam Krian High School students as subjects who were given learning materials using both media. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Member Check is used in data analysis in this study as a reinforcement. The results of the study showed that Mind Mapping media helps students organize ideas and connect concepts that have been learned, while attractive Poster media provides visualizations that are easy for Al Islam Krian High School students to understand. Overall, the use of Mind Mapping and Poster media can increase student motivation and involvement so as to support the development of critical thinking skills of Al Islam Krian High School students in Sidoarjo.
Pembentukan Kecerdasan Emosional Melalui Kegiatan Keagamaan di MTs Ihya’ul Ulum Dukun Gresik: Penelitian Anfa Regita Ayu Pratiwi; Muh. Sabilar Rosyad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.720

Abstract

This study aims to describe the development of students’ emotional intelligence through religious activities at MTs Ihya’ul Ulum Dukun Gresik. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that structured religious activities such as performing sholat dhuha and dhuhur in congregation, reciting prayers before lessons, and reading the Qur'an regularly significantly contribute to building student discipline, inner peace, and emotional self-control. Supporting factors include the active involvement of the school, teachers, parents, and a conducive social environment. Meanwhile, inhibiting factors include lack of parental attention, low student motivation, unsupportive external environments, and technical challenges such as weather conditions. The study concludes that consistent and well-structured religious activities are effective in fostering students’ emotional intelligence holistically.
Sosialisasi Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada Usaha Kecil dan Menengah di Kecamatan Rajabasah Bandar Lampung: Pengabdian Waspodo, Lego; Wiryawan, Driya; Kholillulloh, Fajar; Primasari, Dona; Widianingsih, Rini; Ulin Nuha, Achmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.723

Abstract

The community service team had an idea to increase public awareness of paying taxes by holding a socialization of NPWP registration to the community in the Rajabasah sub-district. The community service was carried out in two sessions, namely: the first session, the community service team to improve participants' understanding of the socialization of NPWP registration was carried out using the lecture method. The lecture method is considered effective in improving participants' knowledge of socialization. The second session, a Focus Group Discussion (FGD), involved training participants in small groups accompanied by community service team members. The FGD method is expected to improve participants' understanding of the socialization of the requirements, processes, and steps taken during NPWP registration. Data was taken in two stages. The first stage of the questionnaire was distributed at the beginning of the socialization, and the second stage of data collection was completed at the end of the meeting. The analysis results showed increased participants' understanding of the requirements, processes, and steps needed during NPWP registration.

Page 44 of 280 | Total Record : 2799