cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 142 Documents
Uji Efektivitas Ekstrak Kloroform Bawang Putih (Allium Sativum) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Aedes Aegypti Candra Aurelion; Sari Rahmayanti; Firman Saputra
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 8 (2026): JKRI - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit arbovirus (arthropod-borne viral disease) yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh vektor penyakit berupa nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan nyamuk Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan pengendalian vektor, salah satunya secara kimiawi dengan menggunakan larvasida berupa temefos. Larvasida alami berbasis tanaman diharapkan dapat mengurangi efek samping penggunaan larvasida sintetik. Bawang putih mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan organosulfur yang berpotensi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti. Uji larvasida dilakukan dengan memaparkan ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) dalam 5 dosis berbeda (125 ppm, 175 ppm, 250 ppm, 350 ppm dan 500 ppm) terhadap larva Aedes aegypti instar III selama 24 jam. Kontrol negatif berupa akuades dengan tween 80 3% dan kontrol positif berupa temefos 0,02 ppm. Pengujian diulang sebanyak 3 kali. Persentase mortalitas larva Aedes aegypti yang dihasilkan oleh ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) pada dosis 125 ppm, 175 ppm, 250 ppm, 350 ppm dan 500 ppm secara berturut-turut adalah 25,33%, 33,32%, 44%, 52% dan 68%. Persentase kematian larva pada kontrol negatif adalah 0% dan pada kontrol positif adalah 100%. Terdapat perbedaan bermakna antara mortalitas larva yang ditimbulkan oleh berbagai kelompok uji dengan kelompok kontrol positif. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) yang diperoleh pada penelitian ini adalah 299,839 ppm dan 1510,673 ppm. Ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) tergolong efektif sebagai larvasida (LC50 < 750 ppm). Namun, belum lebih efektif jika dibandingkan dengan temefos
Gambaran Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Reguler Mulia Tegar Arira Napu; Nelyan Helma Mokoginta; Dian Pratiwi Iman; Sri Andriani Ibrahim; Ivan Virnanda Amu
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 1 (2025): JKRI - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, hemodialisis reguler menjadi terapi pengganti ginjal tersering di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien PGK yang menjalani hemodialisis reguler di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo, meliputi demografi, status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), penyakit penyerta, lama menjalani HD, durasi dan frekuensi hemodialisis, gejala, kepatuhan pengobatan, jenis obat, serta profil pembiayaan obat. Penelitian deskriptif cross-sectional ini melibatkan 65 pasien yang dipilih secara purposif pada Agustus–September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (55,4%) berusia 45–64 tahun (66,1%), tidak bekerja (75,4%), dan berpendidikan tinggi (44,6%). dominan memiliki status gizi normal (67,7%) dengan komorbid utama diabetes melitus (43,1%). Rata-rata pasien telah menjalani HD >1 tahun (66,2%) dengan frekuensi 2 kali/minggu (95,4%) selama 4 jam/sesi (72,3%). Keluhan tersering adalah demam/menggigil (18,7%). Kepatuhan terhadap HD (86,2%) dan pengobatan (90,8%). Obat antihipertensi paling banyak digunakan (54,0%) dengan biaya mayoritas di bawah Rp100.000/bulan (40,6%). Pasien penyakit ginjal kronik menjalani hemodialisis reguler di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo umumnya berusia 45–64 tahun, perempuan, dan tidak bekerja. Mayoritas memiliki status gizi normal, diabetes melitus sebagai komorbid utama. Sebagian besar telah menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun, dua kali per minggu, selama empat jam per sesi. Keluhan tersering demam/menggigil. Kepatuhan terapi tinggi, dengan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan dan biaya obat bulanan relatif rendah
Gambaran Masalah Mental Emosional Siswa Kelas 12 SMA Berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) Pretty Zellyn Quieta Derek; Serly Daud; Yuniarty Antu; Muhammad Isman Jusuf; Yancy Lumentut
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran masalah mental emosional pada siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Limboto berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Limboto pada tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 78 siswa kelas 12 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan SDQ versi Indonesia yang mencakup lima domain, yaitu gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah hubungan teman sebaya, dan perilaku prososial. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi skor total kesulitan dan masing-masing domain. Sebanyak 50% responden berada pada kategori normal berdasarkan skor total SDQ, namun masih ditemukan responden dengan kategori borderline dan abnormal. Domain gejala emosional menunjukkan proporsi kategori abnormal tertinggi, sedangkan domain perilaku prososial sebagian besar berada pada kategori normal. Diperlukan pelaksanaan skrining kesehatan mental secara rutin di lingkungan sekolah serta penguatan program promotif dan preventif melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan layanan kesehatan
Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSU Brimedika Febri Kiranang Raraswati; Andi Surya Kurniawan; Achmad Dafir Firdaus
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien menjadi kunci utama dalam sektor pelayanan kesehatan, yang dapat dicapai melalui inovasi dan kualitas layanan yang optimal dari Rumah Sakit. Kepuasan pasien merupakan suatu tingkat perasaan yang timbul, yang disebabkan oleh pelayanan kesehatan yang didapat seorang pasien setelah membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah komunikasi terapeutik yang merupakan interaksi antara pengirim dan penerima pesan berfokus pada pemulihan kesehatan pasien. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sejumlah 56 responden perawat IGD.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU BRIMEDIKA. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 34 responden (60.7%), sebagian besar responden berusia ≥ 30 Tahun sebanyak 35 responden (62.5%), sebagian besar responden berpendidikan DIII sebanyak 24 responden (25%). Dari hasil uji statistik bivariat Spearman sebesar 0.001 < 0,005 maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di IGD RSU Brimedika Malang. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,312 yang berarti bahwa hubungan antar variable berada pada kategori hubungan cukup Pasien yang merasa terlayani dengan baik salah satunya dengan komunikasi terapeutik dan menjadi hal yang penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan oleh karena itu RS perlu meningkatkan perhatian akan kebutuhan pasien dengan cara membangun komunikasi terapeutik yang baik antara perawat dan pasien.
COC (Continuity Of Care) Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. “S” Dari Hamil Sampai Keluarga Berencana Di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Eka Puji Astutik; Sri Mukhodim Farida Hanum
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care/COC) merupakan pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal melalui pendampingan berkesinambungan sejak kehamilan hingga keluarga berencana. Mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. “S” dari masa kehamilan trimester III, persalinan, bayi baru lahir, nifas, hingga pelayanan keluarga berencana.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care. Subjek adalah Ny. “S”, usia 24 tahun, G1P1A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo pada November 2025. Data diperoleh melalui pengkajian subjektif dan objektif, observasi, pendokumentasian SOAP, serta evaluasi hasil asuhan. Asuhan kebidanan berkelanjutan berjalan optimal. Ibu menjalani persalinan normal spontan pervaginam dengan kondisi ibu dan bayi stabil. Masa nifas berlangsung fisiologis, involusi uterus baik, ASI eksklusif berhasil, dan bayi baru lahir menunjukkan adaptasi neonatus normal. Pelayanan keluarga berencana berupa pemasangan IUD post plasenta berlangsung aman dan diterima dengan baik oleh ibu dan suami. Penerapan Continuity of Care efektif dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mendukung keberhasilan keluarga berencana. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai model pelayanan kebidanan yang berkelanjutan dan berfokus pada kebutuhan klien.
Literature Review Penyampaian Resiko Informed Consent yang Dikaitkan Dengan Deontologi Dan Non-Maleficence James Hadiputra Sunarpo; Meivy Isnoviana
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed consent merupakan proses komunikasi etis dan legal antara tenaga kesehatan dan pasien sebelum pelaksanaan tindakan medis. Salah satu unsur penting dalam informed consent adalah penyampaian risiko tindakan medis secara jelas, jujur, dan proporsional. Dalam perspektif etika kedokteran, penyampaian risiko ini memiliki keterkaitan erat dengan prinsip deontologi, yang menekankan kewajiban moral tenaga kesehatan untuk memberikan informasi yang benar, serta prinsip non-maleficence, yaitu kewajiban untuk tidak menimbulkan bahaya bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi penyampaian risiko dalam informed consent dilihat dari kedua prinsip etika tersebut, serta tantangan yang muncul dalam praktik klinis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui telaah literatur terhadap jurnal-jurnal internasional dan nasional terbitan minimal tahun 2020 yang relevan dengan etika kedokteran, hukum kesehatan, dan praktik informed consent. Hasil telaah menunjukkan bahwa penyampaian risiko yang tidak lengkap, tidak proporsional, atau disampaikan secara teknis tanpa memperhatikan pemahaman pasien berpotensi melanggar prinsip deontologi karena mengabaikan kewajiban moral untuk memberi informasi memadai. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi melanggar prinsip non-maleficence karena dapat menyebabkan kerugian klinis, psikologis, maupun legal bagi pasien. Sebaliknya, praktik penyampaian risiko yang etis dan komunikatif terbukti meningkatkan kepercayaan pasien, memperkuat shared decision making, serta menurunkan risiko sengketa medis. Kesimpulannya, penyampaian risiko dalam informed consent bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan tanggung jawab etis yang harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berlandaskan prinsip deontologi serta non-maleficence. Tenaga kesehatan perlu memastikan bahwa pasien benar-benar memahami risiko yang dijelaskan sehingga keputusan yang diambil bersifat sadar, sukarela, dan melindungi keselamatan pasien.
Gambaran Penggunaan Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid pada Pasien Gastritis di Wilayah Puskesmas Kota Utara Sabrina Naguib; Edwina Rugaiah Monayo; Nelyan Helma Mokoginta; Zuhriana K. Yusuf; Sitti Rahma
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan OAINS pada pasien gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien gastritis yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, jenis OAINS, serta durasi penggunaan OAINS. Data dianalisis secara univariat menggunakan perangkat lunak Statistical Package for Social Science (SPSS) dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% pasien gastritis memiliki riwayat penggunaan OAINS jangka panjang. Jenis OAINS yang paling banyak digunakan adalah asam mefenamat (40,0%), dengan durasi penggunaan OAINS mayoritas kurang dari dua minggu (46,7%). Penggunaan OAINS ditemukan pada berbagai kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Lebih dari separuh pasien gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara menggunakan OAINS sebagai pereda nyeri utama, dengan asam mefenamat sebagai jenis obat yang paling dominan. Meskipun durasi penggunaan mayoritas bersifat jangka pendek, keberadaan penggunaan kronis (>6 bulan) tetap ditemukan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan pengawasan penggunaan OAINS di pelayanan kesehatan primer
Efektivitas Teknik Deep Back Massage Dan Deep Breathing Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif: Systematic Literature Review R Grace Selga Sastranegara
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan pengalaman yang menantang bagi ibu bersalin dan memerlukan strategi manajemen yang efektif. Metode non-farmakologis seperti teknik deep back massage dan deep breathing semakin mendapat perhatian sebagai alternatif yang aman dan terjangkau dalam mengelola nyeri persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai efektivitas teknik deep back massage dan deep breathing dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif melalui pendekatan systematic literature review. Pencarian literatur dilakukan pada Oktober-November 2025 melalui empat basis data elektronik utama yaitu PubMed, Scopus, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan menggunakan pedoman PRISMA 2020. Kriteria inklusi mencakup studi primer berbentuk randomized controlled trial, quasi-experimental, atau observasional yang dipublikasikan tahun 2021-2025 dalam jurnal peer-reviewed. Sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi yang terdiri dari 6 randomized controlled trials, 2 systematic review and meta-analysis, 1 experimental study, dan 1 integrative review. Teknik deep back massage menunjukkan penurunan skor nyeri dengan mean difference 0,87 hingga 3,20 poin pada skala VAS dengan nilai p<0,05. Intervensi mind-body yang mencakup deep breathing menghasilkan effect size besar dengan SMD -1,45 untuk hypnosis dan -1,22 untuk mindfulness. Kesimpulan: Teknik deep back massage dan deep breathing terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif dengan profil keamanan yang baik, sehingga dapat direkomendasikan sebagai standar asuhan persalinan non-farmakologis dalam praktik kebidanan
Asuhan Keperawatan Risiko Perilaku Kekerasan Pada Ny.Y Dengan Fokus Tindakan Pukul Bantal Untuk Mengontrol Emosi Di RSJD Dr. RM Soedjarwadi Klaten Ananda Irsyam Ramadhan Sakti; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko perilaku kekerasan adalah salah satu repon marah yang diekspresikan dengan cara mengancam, melukai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan keperawatan untuk mengurangi terjadinya risiko perilaku kekerasan serta dapat mengontrol rasa marah pada pasien, salah satunya adalah dengan menggunakan tindakan pukul bantal. Pukul bantal merupakan penatalaksanaan yang tepat untuk mengurangi risiko perilaku kekerasan, pasien dapat melakukan tindakan ini untuk menyalurkan energy marah yang sedang dirasakan tanpa merugikan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien resiko perilaku kekerasan dengan fokus pukul bantal untuk mengontrol emosi. Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian deskripstif dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda gejala risiko perilaku kekerasan menurun setelah dilakukan tindakan pukul bantal. Asuhan keperawatan risiko perilaku kekerasan dengan fokus tindakan pukul bantal selama 3 hari dapat membantu mengontrol emosi
Hubungan Dukungan Teman Sebaya Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Di Semarang Andina Putri Hidayah; Dwi Heppy Rochmawati; Wigyo Susanto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan akademis dan kehidupan sosial yang dihadapi mahasiswa kerap memicu stres yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan prestasi belajar mereka. Dalam menghadapi situasi tersebut, peranan dukungan dari sesama mahasiswa menjadi krusial sebagai sumber bantuan emosional dan sosial yang memfasilitasi adaptasi dan pengelolaan tekanan selama masa studi. Riset ini dilakukan untuk mengidentifikasi korelasi antara dukungan rekan sejawat dengan level stres di kalangan mahasiswa. Pendekatan yang diterapkan adalah studi deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian meliputi 173 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) tahun masuk 2023. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode Simple Random Sampling, menghasilkan 121 partisipan berdasarkan kalkulasi menggunakan formula Slovin. Pengujian bivariat menggunakan Spearman Rank sebagai alat analisis korelasi. Hasil pengujian memperlihatkan koefisien korelasi (r) bernilai -0,338 dengan tingkat signifikansi (p-value) 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan secara statistik antara dukungan rekan sebaya dan level stres mahasiswa di Semarang. Hubungan negatif ini mengartikan bahwa peningkatan dukungan dari teman sebaya berbanding terbalik dengan tingkat stres yang dialami mahasiswa. Kesimpulannya, dukungan dari sesama mahasiswa memiliki keterkaitan dengan tingkat stres yang mereka alami