cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,419 Documents
The Influence of Learning Agility, Change Readiness, and Digital Competence on Employee Digital Readiness in the Financial and Banking Industry Fauzie Senoaji; Tri Susilowati; Mohammad Azharie Hamdany; Riesna Apramilda; Niken Widyastuti; Tyahya Whisnu Hendratni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4661

Abstract

This study aims to analyze the influence of learning agility, change readiness, and digital competence on employee digital readiness in the financial and banking industry. This study used a quantitative approach with a survey method of 150 respondents working in financial and banking institutions in Indonesia. The sampling technique used purposive sampling with the criteria of respondents who have worked for at least one year, actively use digital technology in their work, and have participated in digital training. Data analysis was conducted using multiple linear regression to test the simultaneous and partial effects between variables. The results showed that all three independent variables have a positive and significant effect on employee digital readiness. Partially, learning agility improves digital adaptability, change readiness strengthens psychological readiness for transformation, and digital competence improves employees' technical skills. Theoretically, this study expands the study of digital human resource management, while practically, it provides guidance for financial and banking companies to develop training strategies and policies that support the digital readiness of the workforce in the era of technological transformation.
Pakan Malam Te Fort De Kock : Interaksi Sosial Dan Budaya Masyarakat Bukittinggi Tahun 1906-1907 Hayati Lestari; Suriani Suriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4663

Abstract

Pelaksanaan Pakan Malam (Pasar Malam) di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi) pada tahun 1906-1907 berfungsi sebagai forum untuk interaksi sosial dan budaya dalam konteks kolonial Hindia Belanda. Pakan Malam adalah adaptasi lokal dari konsep Jaarmarkt-Tentoonstelling yang diprakarsai oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai bagian dari proyek modernisasi di pedalaman Sumatera Barat. Melalui pendekatan sejarah sosial dan teori ruang publik, studi ini meneliti bagaimana masyarakat Minangkabau dan kelompok kolonial berinteraksi di ruang publik yang secara simbolis dikendalikan oleh kekuatan kolonial. Hasilnya menunjukkan bahwa Pakan Malam berfungsi tidak hanya sebagai tempat perdagangan dan hiburan, tetapi juga sebagai forum untuk negosiasi identitas, pertukaran simbol, dan akulturasi budaya. Di satu sisi, kolonialisme menunjukkan aspek-aspek modernitas melalui pengaturan spasial dan kegiatan hiburan bagi masyarakat, sementara di sisi lain, masyarakat lokal memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat hubungan sosial, melestarikan budaya, dan menegosiasikan posisi mereka dalam struktur sosial kolonial. Studi ini menunjukkan bahwa ruang sosial seperti Pakan Malam merupakan tempat penting untuk memahami dinamika kekuasaan, perlawanan, dan pembentukan identitas pada masa kolonial awal abad ke-20 di Sumatera Barat
Sintesis dan Uji Antibakteri Hidrogel Berbasis Kitosan dari Keong Bakau (T. telescopium) Terikat Silang Glutaraldehida dan Tripolifosfat Firda Nurlaili Septarini; Subur P Pasaribu; Rudi Kartika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4664

Abstract

Hidrogel berbasis kitosan telah berkembang sebagai biomaterial berpotensi tinggi untuk aplikasi medis, khususnya dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi hidrogel kitosan dari keong bakau (Telescopium telescopium) dengan crosslinker ganda glutaraldehida dan natrium tripolifosfat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan desain quasi-experimental. Populasi terdiri dari lima kombinasi rasio GA:STPP (4:1, 3:2, 1:1, 2:3, dan 1:4), dengan sampel berjumlah lima hidrogel diuji secara duplo menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian mencakup stopwatch untuk pengukuran gelling time dan jangka sorong digital untuk diameter zona hambat. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis komparatif dengan kategorisasi berdasarkan kriteria Valgas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio GA:STPP 1:4 dan 2:3 menghasilkan zona hambat sedang (6-8 mm) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sementara peningkatan STPP mempercepat waktu gelasi dari 330 menjadi 55 menit. Kesimpulannya, hidrogel kitosan dengan sistem dual crosslinking GA-STPP berpotensi sebagai material plester luka antibakteri dengan keseimbangan optimal antara sifat mekanik, daya serap, dan aktivitas antimikroba untuk aplikasi medis berkelanjutan
Strategi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Tingkat Pendidikan Menengah melalui Difusi Inovasi Santy Handayani; Siti Wahyuni; Rina Marlia; Suhendra Suhendra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4665

Abstract

This study aims to analyze strategies for utilizing Artificial Intelligence (AI) in secondary education through Rogers’ Diffusion of Innovations theory (2003). The research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach following the PRISMA framework. A total of 34 peer-reviewed articles from Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Sinta databases were systematically reviewed to identify adoption patterns, driving factors, and barriers in AI implementation within secondary schools. The findings indicate that the adoption of AI in secondary education is still at an early diffusion stage, with a sharp increase in research interest since 2021. Five innovation attributes—relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability—significantly influence teachers’ and students’ adoption intentions. Relative advantage and compatibility were identified as the strongest drivers of adoption, whereas complexity remains a major barrier requiring system simplification and continuous professional training. The study proposes a conceptual model of AI innovation diffusion consisting of three strategic pillars: Human Readiness, Institutional Support, and Innovation Ecosystem. These pillars collectively emphasize the importance of human capability, institutional policy, and cross-sector collaboration to ensure ethical, inclusive, and sustainable AI adoption. Properly implemented, AI has the potential to transform secondary education into a more adaptive, data-driven, and equitable learning system in the digital era.
Perencanaan Strategis Dan Perencanaan Operasional Pendidikan Septi Maharni; Reflinda Reflinda; Asmendri Asmendri; Milya Sari; Rina Marlia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4666

Abstract

Perencanaan pendidikan merupakan proses fundamental dalam memastikan keberlanjutan, efektivitas, dan mutu layanan pendidikan di berbagai jenjang. Paper ini mengkaji hubungan antara perencanaan strategis dan perencanaan operasional serta implikasinya terhadap peningkatan kinerja dan daya saing lembaga pendidikan. Perencanaan strategis mencakup penetapan visi, misi, tujuan jangka panjang, serta analisis faktor internal dan eksternal menggunakan metode SWOT dan PESTEL. Analisis ini membantu lembaga mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi arah pengembangan pendidikan serta memberikan dasar bagi pengambilan keputusan strategis. Di sisi lain, perencanaan operasional menekankan penerjemahan strategi ke dalam program kerja, kegiatan pendidikan, pengelolaan sumber daya, dan monitoring capaian melalui indikator kinerja (Key Performance Indicators/KPI). Integrasi antara aspek strategis dan operasional menjadi kunci keberhasilan manajemen pendidikan, di mana visi dan tujuan jangka panjang dijalankan melalui tindakan konkret yang terukur. Tabel model integrasi strategis-operasional menunjukkan bagaimana komponen visi, tujuan, analisis lingkungan, strategi implementasi, dan evaluasi strategis dapat diselaraskan dengan program kerja tahunan, proyek pendidikan, penyesuaian terhadap kondisi lingkungan, RKAS, serta monitoring hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan perencanaan strategis dan operasional, serta menerapkan evaluasi berkelanjutan, akan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan, inovatif dalam implementasi program, dan kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan, penggunaan data berbasis bukti, dan indikator kinerja yang jelas sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dan operasional. Dengan demikian, integrasi perencanaan strategis dan operasional menjadi fondasi utama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan.
Implementasi Hand Gesture Recognition Sebagai Pengembangan Aplikasi Kendali Robot KRTMI Nurul Husna; Thamrin Thamrin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kendali robot beroda berbasis HGR menggunakan MediaPipe dan mikrokontroler ESP32 yang berkomunikasi melalui protokol Wi-Fi (UDP). Sistem ini memanfaatkan kamera laptop untuk mendeteksi dan mengenali gestur tangan pengguna secara real-time, kemudian menerjemahkannya menjadi kode perintah yang dikirim ke ESP32 untuk mengatur arah gerak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengenali tujuh jenis gesture tangan dengan rata rata akurasi sebesar 95,71 % dan frame rate 14,28 FPS pada kondisi jarak 40 cm dari kamera. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan mampu mengendalikan robot beroda secara efektif dan stabil menggunakan pengenalan gestur tangan berbasis MediaPipe serta memiliki potensi untuk diterapkan pada sistem tanpa kontak di masa mendatang.
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Malaria di Sungai Beremas Pasaman Barat Rizki Amelia Sasqia P; Jihad Waffiqa Rahmah; Linda Handayuni; Eri Barlian; Elsa Yuniarti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4668

Abstract

Malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di daerah dengan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penularan malaria termasuk rawa, genangan air, dan kandang ternak. Tujuan: Studi ini menyelidiki bagaimana kondisi lingkungan rumah, termasuk rawa, kandang ternak, dan genangan air atau parit, berkorelasi dengan kasus malaria di Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Studi observasional analitik ini dirancang sebagai studi kasus-kontrol; 34 responden terdiri dari 17 responden kasus yang terinfeksi malaria dan 17 responden kontrol yang tidak terinfeksi. Data ini diperoleh dari observasi lapangan dan surveilans malaria Puskesmas Sungai Beremas tahun 2024. Untuk mengetahui seberapa besar risiko paparan, analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan perhitungan persentase kemungkinan (OR). Keberadaan rawa menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian malaria (p = 0,041; OR = 4,36; 95% CI = 1,02–18,55). Genangan air atau parit juga berhubungan signifikan (p = 0,042; OR = 4,64; 95% CI = 1,02–21,1). Sebaliknya, keberadaan kandang ternak memiliki hubungan bermakna (p = 0,001; OR = 120; 95% CI = 12,8–1125,5) namun berperan sebagai faktor protektif melalui mekanisme zooprophylaxis, di mana nyamuk lebih tertarik pada hewan ternak daripada manusia. Faktor lingkungan rumah berpengaruh signifikan terhadap kejadian malaria. Rawa dan genangan air meningkatkan risiko penularan, sedangkan kandang ternak berpotensi menurunkan risiko infeksi. Pengendalian malaria perlu difokuskan pada pengelolaan lingkungan seperti pengeringan rawa, pembersihan parit, dan pengaturan jarak kandang ternak.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modeling Untuk Meningkatkan Manajemen Waktu pada Siswa MA Al- Khoiriyyah Semarang Andan Arum Anggita Daneswari; Najma Sana Nadhirah Hilman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4671

Abstract

Masalah manajemen waktu masih menjadi tantangan umum di kalangan siswa, khususnya pada jenjang SMA. Keterbatasan dalam mengatur jadwal dan menetapkan prioritas kerap berdampak pada rendahnya produktivitas dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling dalam meningkatkan manajemen waktu siswa MA Al- Khoiriyyah Semarang. Penelitian dimulai dengan pre-test pada 14 siswa untuk mengukur kondisi awal manajemen waktu. Dari hasil tersebut, 8 siswa dengan skor manajemen waktu rendah dipilih untuk mengikuti intervensi layanan bimbingan kelompok dan menjalani post-test. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan nilai N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor manajemen waktu dari 61,63 menjadi 81,83 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menandakan peningkatan yang signifikan secara statistik. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,30 menunjukkan efektivitas kuantitatif yang cukup optimal. Hasil ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling merupakan strategi yang efektif secara statistik dalam meningkatkan manajemen waktu, meskipun dibutuhkan penguatan strategi implementasi agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Kreativitas Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Didit Darmawan; Mujia Arrizhma; Lina Luthfiyyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4672

Abstract

Pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan manusia yang kompetitif dan unggul. Namun, Indonesia masih menghadapi banyak masalah, baik internal (seperti kompetensi dan kreativitas guru) maupun eksternal (seperti fasilitas belajar yang tidak memadai). Tujuan studi ini adalah untuk menyelidiki bagaimana hasil belajar siswa sekolah menengah pertama dipengaruhi oleh inovasi guru dan sumber belajar. Studi ini menganalisis berbagai sumber akademik, termasuk buku referensi, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian relevan, menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik deskriptif kualitatif. Temuan penelitian mengatakan bahwa fasilitas belajar adanya pengaruh positif dan positif terhadap hasil belajar siswa, terutama ketika didukung oleh infrastruktur yang memadai, peralatan, dan bahan belajar yang memadai. Namun, pengaruh ini tidak selalu konsisten; beberapa studi menunjukkan fasilitas belajar memiliki pengaruh yang rendah atau tidak signifikan, yang mengindikasikan adanya peran faktor lain (motivasi internal siswa dan kualitas pengajaran). Penelitian tambahan menunjukkan bahwa inovasi guru seringkali memiliki dampak besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Motivasi dan pemahaman siswa dapat ditingkatkan oleh guru yang mampu menerapkan strategi pengajaran kreatif, memanfaatkan bahan ajar dengan baik, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Sehingga, sinergi antara pemanfaatan fasilitas belajar dan pengembangan kreativitas guru sangat penting untuk mendukung keberhasilan siswa SMP. Pengaruh ini tidak selalu konstan; penelitian lain menunjukkan bahwa fasilitas belajar memiliki dampak yang kecil atau bahkan tidak ada, menyarankan bahwa faktor lain seperti motivasi internal siswa dan kualitas pengajaran memainkan peran yang lebih besar. Berdasarkan penelitian lebih lanjut, kreativitas guru seringkali secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Motivasi dan pemahaman siswa dapat ditingkatkan oleh guru yang mampu menerapkan strategi pengajaran inovatif melalui penggunaan sumber daya pengajaran berkualitas tinggi dan penciptaan lingkungan belajar yang menarik
Karang Taruna sebagai Penggerak Pelestarian Adat Takhi Menakhi di Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur Julia Natasa Billa; Citra Dwi Palenti; Ari Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Karang Taruna dalam pelestarian adat Takhi Menakhi di Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta validasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna memiliki peran penting dalam melestarikan adat Takhi Menakhi, yang merupakan kesenian tradisional dan identitas budaya masyarakat setempat. Peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan latihan rutin setiap malam Jum’at dan malam Minggu yang meliputi tari, tabuhan gendang, dan nyanyian adat, serta melalui keterlibatan dalam pelaksanaan upacara adat dan kegiatan sosialisasi ke sekolah untuk menumbuhkan minat generasi muda. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan alat perlengkapan dan rendahnya keaktifan sebagian anggota, Karang Taruna mampu mengatasinya melalui kerja sama dengan tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan demikian, Karang Taruna berperan sebagai penggerak utama dan ujung tombak pelestarian budaya lokal, yang berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan adat Takhi Menakhi agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.