cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Analisis Kelayakan Usaha Jasa Servis dan Perawatan AC Rumahan di Era Digital Isalatullah, Isalatullah; Simangunsong, Kevin Samuel; Nasution, Miftahur Rizqi; Rifqi, Muhammad Alif; Arif, Muhammad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5873

Abstract

Perkembangan teknologi dan meningkatnya suhu udara di wilayah tropis menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap perangkat pendingin udara (AC) terus meningkat dari tahun ke tahun Seiring dengan meningkatnya penggunaan AC, permintaan terhadap jasa servis dan perawatan AC pun ikut meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha jasa servis dan perawatan AC rumahan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kondisi nyata suatu usaha berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha jasa servis AC rumahan layak untuk dijalankan, dengan proyeksi laba yang stabil serta peluang ekspansi melalui pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan mengenai usaha jasa servis dan perawatan AC rumahan memiliki prospek yang menjanjikan, terutama jika dikombinasikan dengan strategi pemasaran digital dan pelayanan pelanggan yang responsif.
Efektivitas Program Teman Baik (Temani, Bantu, Ingatkan Dan Kuatkan): Psikoedukasi Bullying Di SMPN 7 Kota Bukittinggi Rahman, Iqbal; AB, Dienul Aina; Ir, Raudatul Jannati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5874

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak pada kesehatan mental, sosial, dan akademik siswa. Hasil asesmen awal di SMPN 7 Kota Bukittinggi menunjukkan tingginya perilaku perundungan di kalangan siswa kelas VII, baik sebagai pelaku maupun korban. Sebagai siswa yang menjadi korban berasal dari keluarga broken home, yang menyebabkan rendahnya regulasi emosi dan kemampuan sosial. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi preventif melalui psikoedukasi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying. Penelitian ini menggunakan metode penelian kuantitatif dengan desain eksperimen berbentuk Pra Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 57 siswa kelas VII di SMP N 7 Kota Bukittinggi. Efektivitas intervensi dievaluasi melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sampel T-Test. Karena data selisih tidak berdistribusi normal, analisis tambahan dilakukan dengan Wilcoxon Signed-Rank. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signitifikan pada pemahaman siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 84,00 meningkat menjadi 91,33 pada posttest. Uji t menghasilkan t (57) = -3,644 dengan p < .001, sementara uji Wilcoxon memberikan nilai z = -3,566 dengan p < .001. Ukuran efek Cohen’s sebesar -0,478 menunjukkan pengaruh intervensi berada pada kategori sedang. Psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap anti bullying pada siwa kelas VII. Program ini berpotensi menjadi upaya preventif berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan seklahh aman dan bebas dari perundungan.
Islamic Self-Moderation as a Spiritual Remedy for Fear of Missing Out in the Digital Age Zainuddin, Zainuddin; Mustafiyanti, Mustafiyanti; Ulfa Hoyriah; Saskia Pungki; Nurdiana Sari; Muhammad Latif Nawawi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5875

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the way humans interact, communicate, and access information. However, this advancement has also created new psychological challenges, such as the Fear of Missing Out a sense of anxiety arising from the fear of being left behind from others’ experiences. This phenomenon negatively affects mental health, social relationships, and spiritual balance. This article aims to analyze the concept of self-moderation in Islam as a spiritual solution to the Fear of Missing Out in the digital era. Using a qualitative phenomenological approach, this study examines relevant Qur’anic verses and Hadiths, interpreting Islamic principles applicable to managing digital behavior. The findings indicate that values such as qana‘ah (contentment), tawakkal (trust in God), and life balance form a spiritual foundation that helps individuals use social media proportionally. By practicing self-moderation, Muslims can avoid social anxiety and maintain harmony between worldly and spiritual needs
Penggunaan Teknologi Dalam Dakwah Dan Penyebaran Islam Aryani, Sari; Sellviana, Sheli; Nisa, Khoirun; Gimnastiar, Sigit; Noviani, Dwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5878

Abstract

This research examines the transformation of Islamic da'wah through the utilization of digital technology in Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. Using a qualitative approach and case study method, this study analyzes how social media platforms (Instagram, YouTube, TikTok, Facebook, WhatsApp), digital religious applications (Muslim Pro, Al-Quran Indonesia, MyQuran), and Islamic fintech have revolutionized the methods of spreading Islamic teachings that were previously limited to conventional approaches. The research findings indicate that digital technology has exponentially increased the reach of da'wah, democratized access to Islamic education, and facilitated more transparent and efficient ZISWAF (zakat, infaq, sadaqah, waqf) transactions. However, digital da'wah also faces serious challenges such as the spread of religious hoaxes, the emergence of informal authorities, online radicalization, and commodification of piety. This research recommends strategies for optimizing digital da'wah through increasing digital literacy among preachers, collaboration between ulama and technology practitioners, verification of religious content, and development of regulations that support da'wah innovation while maintaining the authenticity of Islamic teachings.
Revolusi Digital Dan Kebudayaan Islam saputra, Ega Saputra; Nadila, Nadila; Intana, Intana; Misiyah, Misiyah; Noviani, Dwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5879

Abstract

The issues addressed in this paper are how the digital revolution influences the development of Islamic culture and the challenges Muslims face in navigating these changes. Furthermore, it is important to understand the positive and negative impacts of the digital revolution on Islamic cultural values. The purpose of this research is to analyze the dynamics of change in Islamic culture within the context of the digital revolution and to identify strategies that can be implemented to maintain and strengthen Islamic values. The research also aims to understand the adaptation of Muslim communities to digital technology. The method used in this research is a qualitative study using a literature analysis approach and observation of the phenomenon of digital technology use within Muslim communities. Data was collected from primary and secondary sources related to digital developments and the dynamics of Islamic culture. The results show that the digital revolution has brought about a major transformation in the way Muslims access, disseminate, and practice their cultural values. In addition to strengthening Islamic communication and education, digital technology also poses challenges in the form of the dissemination of inaccurate information and rapid changes in traditions. Muslim communities must be able to balance cultural preservation with the wise use of technology. In conclusion, the digital revolution has had a significant impact on Islamic culture, requiring an adaptive approach to ensure Islamic values ​​remain relevant and maintained in the digital era.   The purpose of this research is to analyze the dynamics of change in Islamic culture within the context of the digital revolution and to identify strategies that can be implemented to maintain and strengthen Islamic values. The research also aims to understand the adaptation of Muslim communities to digital technology.   The method used in this research is a qualitative study using a literature analysis approach and observation of the phenomenon of digital technology use within Muslim communities. Data was collected from primary and secondary sources related to digital developments and the dynamics of Islamic culture.   The results show that the digital revolution has brought about a major transformation in the way Muslims access, disseminate, and practice their cultural values. In addition to strengthening Islamic communication and education, digital technology also poses challenges in the form of the dissemination of inaccurate information and rapid changes in traditions. Muslim communities must be able to balance cultural preservation with the wise use of technology. In conclusion, the digital revolution has had a significant impact on Islamic culture, requiring an adaptive approach to ensure Islamic values ​​remain relevant and maintained in the digital era.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENGHADAPI LEDAKAN KONTEN VIRAL PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL Ranita, Ranita; Ghassani, Firda Fadila; Hasanah, Uswatun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5881

Abstract

Era digital telah memunculkan ledakan konten viral yang berdampak signifikan terhadap perilaku, penalaran moral, dan karakter peserta didik sekolah dasar. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi komunikasi, tetapi juga menunjukkan adanya krisis nilai dalam cara anak-anak memahami dan menilai informasi yang mereka konsumsi. Paparan konten viral yang bersifat sensasional, emosional, dan mudah disebarkan tanpa filter etis telah menimbulkan berbagai konsekuensi sosial dan psikologis bagi peserta didik, termasuk penurunan empati, perilaku imitasi negatif, dan disorientasi nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi fenomena konten viral dan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan secara praktis ke dalam kompetensi literasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah publikasi ilmiah dan laporan kebijakan (2018–2024) dari sumber nasional dan internasional, termasuk UNESCO, UNICEF, dan Kemendikbud. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru PAI berperan strategis dalam membentuk ketahanan moral digital (digital moral resilience) siswa melalui lima fungsi utama: (1) pembimbing moral digital, (2) filter informasi berbasis nilai Islam, (3) teladan dalam penggunaan media, (4) mediator komunikasi rumah–sekolah, dan (5) fasilitator etika digital. Sebagai hasil sintesis, penelitian ini menawarkan model konseptual Digital Islamic Moral Guidance (DIM-G) yang terdiri atas empat tahap utama: Tabayyun Digital, Ta’dib Media, Uswah Digital, dan Kolaborasi Rumah–Sekolah. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan agama dan literasi digital dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga berkarakter Islami dan beretika di dunia maya. Model DIM-G diharapkan menjadi kerangka praktis dalam kebijakan pendidikan moral digital di sekolah dasar Islam di Indonesia.
Correlation Of Self-Regulated Learning And Cefr Reading Achievement In EFL Learners Ramadhani, Amanda Agni Oktavia; Safitri, Defi Ela; Melisa, Kiki; Salmah, Salmah; Syahid, Abdul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5883

Abstract

Pemahaman membaca merupakan aspek penting dalam pendidikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL); namun, banyak pembelajar menghadapi tantangan yang berasal dari strategi yang tidak memadai dan paparan yang kurang terhadap sumber daya Bahasa Inggris yang autentik. Tantangan-tantangan ini sering kali terkait dengan kemampuan pembelajar untuk mengelola dan mengatur proses belajar mereka sendiri, yang dikenal sebagai pembelajaran yang diatur sendiri (SRL). Studi ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) dan kemampuan pemahaman membaca siswa. Peserta penelitian terdiri dari 86 mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris, mewakili berbagai kelas. Desain penelitian korelasi digunakan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner SRL dan bagian membaca dari EF Standard English Test (EF SET), yang sesuai dengan Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CEFR). Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) dan pemahaman membaca, menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pengaturan diri yang lebih baik umumnya mencapai hasil membaca yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mempromosikan strategi pembelajaran yang diatur sendiri dapat meningkatkan pemahaman membaca di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dan memberikan wawasan penting bagi program pendidikan guru. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan metodologi pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) ke dalam pengajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan kinerja akademik siswa dan mendorong kemandirian belajar mereka.
Evaluasi Project Based Learning Dalam Peningkatan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sma Plus Melati Haryanti, Yuyun; Sugeng, Sugeng
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Project Based Learning dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di SMA Plus Melati. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan enam partisipan yang terdiri dari kepala sekolah, dua guru PAI, dan tiga siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan implementasi Project Based Learning dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan siswa secara aktif dalam proyek pembelajaran yang kontekstual. Model pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar PAI baik dari dimensi intrinsik maupun ekstrinsik, yang tercermin dari antusiasme siswa, keterlibatan aktif, dan peningkatan prestasi akademik. Faktor pendukung keberhasilan implementasi meliputi dukungan manajemen sekolah, kompetensi guru, ketersediaan fasilitas, dan kolaborasi antar stakeholder. Sementara itu, faktor penghambat yang diidentifikasi mencakup keterbatasan waktu pembelajaran, keberagaman kemampuan siswa, dan kesulitan integrasi konten agama dalam proyek. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi penyesuaian kurikulum, penguatan sistem pendampingan, peningkatan infrastruktur teknologi, dan pengembangan instrumen evaluasi yang komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran PAI yang inovatif dan bermakna di tingkat sekolah menengah atas.
Integrative Review: Peran Subjective Well-Being dalam Mencegah Kenakalan Remaja Haspi, Nurlaila; Nur, Haerani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5886

Abstract

Kenakalan remaja merupakan masalah sosial global yang terus meningkat dan ditandai dengan perilaku menyimpang seperti kekerasan, pencurian, penyalahgunaan zat, dan tindakan antisosial lainnya. Fenomena ini mengancam stabilitas sosial dan kesejahteraan generasi muda. Meskipun berbagai program intervensi telah dilakukan, tingkat kenakalan remaja masih tetap tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif yang komprehensif dan menekankan faktor-faktor protektif psikologis, khususnya kesejahteraan subjektif, yang selama ini sering terabaikan dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai peran kesejahteraan subjektif dalam mengatasi kenakalan remaja melalui pendekatan literatur naratif dengan menggunakan 15 artikel internasional yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa subjective well-being berperan penting sebagai faktor protektif psikologis dalam mencegah perilaku kenakalan remaja. Secara umum, remaja dengan tingkat kesejahteraan subjektif yang tinggi memperlihatkan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik, rasa optimisme terhadap masa depan, serta orientasi hidup yang positif. Kondisi ini membuat mereka lebih mampu menahan dorongan untuk melakukan tindakan agresif atau menyimpang dari norma sosial. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi promosi kesejahteraan subjektif dalam program pencegahan kenakalan remaja yang komprehensif, berbasis sekolah, keluarga, komunitas spiritual, dan kebijakan sosial. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi fenomena kenakalan remaja di era modern.
Analisis Motivasi, Faktor Sosial, Impulse Buying, Kepercayaan Merek, dan Word of Mouth: Studi Fenomenologis pada Seminar Manajemen Pemasaran Candraningtias, Widyadhana; Hidayat, Krismonika; Pasae, Anjastanara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5888

Abstract

This study explores the underlying meanings of students’ experiences related to motivation, social factors, brand trust and image, and word of mouth in shaping impulse buying behavior in the digital era. Unlike most previous research employing quantitative methods, this study adopts a qualitative phenomenological approach supported by a Likert-scale perception instrument to elicit experiential narratives. The participants consisted of students enrolled in the Marketing Management Seminar course. Data were collected through Likert-scale questionnaires, short open-ended interviews, and field observations. Descriptive results show that motivation (mean = 4.25), brand trust and image (mean = 4.17), and word of mouth (mean = 4.01) fall into the high category, while social factors (mean = 3.73) and impulse buying (mean = 3.74) are moderately high. The qualitative findings highlight motivation as the primary driver of spontaneous purchasing, influenced by emotional needs, trends, and digital promotional stimuli. Word of mouth acts as an informational catalyst that accelerates decision-making, whereas social factors and brand trust provide psychological assurance in impulsive purchases. Overall, this study deepens understanding of student consumption dynamics and contributes to consumer behavior research within higher education contexts.