cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Pembuatan dan Uji Mikrobiologi Sediaan Celup Buah Okra (Abelmoschus Esculenttus Fructus) dan Buah Rimpang Jahe Emprit (Zinger Var.amarum) Tatik Handayani; Farda Hakima; Wiwin Fatmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu mikrobiologi dari sediaan celup buah okra (Abelmoschus esculentus Fructus) dan rimpang jahe emprit (Zingiber var. amarum Rhizoma) berdasarkan parameter uji organoleptis, angka lempeng total (ALT), dan angka kapang khamir sesuai dengan ketentuan SNI 01-3753-2014. Buah okra dan jahe dikenal memiliki potensi sebagai tanaman antidiabetes sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sediaan herbal praktis. Sediaan celup dibuat dengan mengeringkan dan menghaluskan kedua bahan, kemudian dikemas dalam kantong celup @2 gram. Uji organoleptis menunjukkan warna kuning kecoklatan, aroma khas jahe, dan rasa hangat khas jahe. Uji mikrobiologi menunjukkan hasil angka lempeng total sebesar 213 koloni/gram dan angka kapang khamir sebesar 256 koloni/gram. Hasil ini menunjukkan bahwa sediaan celup buah okra dan jahe emprit memenuhi persyaratan mutu mikrobiologi sesuai standar nasional. Dengan demikian, produk ini dinilai aman dari segi cemaran mikroba dan berpotensi digunakan sebagai minuman herbal celup untuk menunjang kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes atau individu yang ingin menjaga kadar glukosa darah. Penelitian ini mendukung pemanfaatan kombinasi buah okra dan jahe dalam bentuk sediaan celup yang praktis, higienis, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Analisis Pembiayaan Layanan Kesehatan HIV Dan AIDS Berbasis Standar Pelayanan Minimal Dengan Pendekatan District Health Account Di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat Afdal Kasimur; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.892

Abstract

Layanan HIV dan AIDS telah menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Indonesia. Namun, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pencapaian indikator layanan HIV masih sangat rendah. Fragmentasi pembiayaan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta keterbatasan sumber daya manusia menjadi hambatan utama dalam optimalisasi program. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan, persepsi pemangku kepentingan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam tata kelola pembiayaan layanan HIV dan AIDS berbasis SPM, dan memberikan rekomendasi optimalisasi melalui pendekatan District Health Account (DHA). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan antara Januari hingga Maret 2025 melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas, serta analisis dokumen terkait alokasi dan realisasi anggaran HIV tahun 2021–2024. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam pengelolaan dan tantangan pembiayaan layanan HIV. Hasil: Ditemukan empat isu utama dalam tata kelola pembiayaan layanan HIV dan AIDS. Pertama, terdapat fragmentasi sumber pendanaan (BOK, APBD, JKN, Global Fund) yang belum terintegrasi secara optimal. Kedua, pemahaman pemangku kepentingan terhadap mekanisme pembiayaan berbasis SPM masih rendah, yang berdampak pada perencanaan yang tidak tepat sasaran. Ketiga, keterbatasan tenaga terlatih dan lemahnya sistem pelaporan menghambat pemantauan program. Keempat, hambatan geografis serta stigma sosial memperburuk akses dan pemerataan layanan. Pendekatan DHA dinilai relevan untuk memetakan aliran dana dan mendorong transparansi serta efisiensi anggaran. Kesimpulan: Optimalisasi pembiayaan layanan HIV dan AIDS di daerah memerlukan reformasi perencanaan dan penganggaran, peningkatan efisiensi penggunaan dana, penguatan advokasi lintas sektor, serta sistem akuntabilitas dan transparansi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
The Talent Equation: Managing Millennials and Generation Z in the Modern Workplace Rafikha Anggraini; Rozie Meidy; Kris Suspon Rama; Solina Balqis; Pika Meri Yanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.893

Abstract

This Study aims to explore human resource management (HRM) approaches in responding to the challenges and opportunities arising from the presence of Millennials and Generation Z employees in today’s workplace. Using a descriptive qualitive method, data were collected through in-depth interviews involving employees from both generation as well as HR practitioners across various industrial sectors. The findings reveal that Millennials and Gen Z possess distinctive characteristics that influence their preferences regarding work systems, leadership styles, and career development paths. Consequently, companies are required to adopt flexible, technology-based managerial strategies that can be tailored to individual needs. Approaches such as flexible working arragements, digital training, and transparent communication have proven effetive in enhancing employee engagement and loyalty. This study highlights the importance of creating a balance between organizational goals and the values of the younger generations to foster an innovative and sustainable work environment.
Persepsi dan Kendala Masyarakat dalam Pengurusan PBG serta Implikasi terhadap Peran Arsitek di Kota Makassar Ivan Fachrul Marsa; Andi Abidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat dan kendala yang dihadapi dalam proses pengurusan Perizinan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Makassar, serta menganalisis implikasinya terhadap peran arsitek dalam sistem perizinan tersebut. Permasalahan yang sering muncul dalam pengurusan PBG antara lain adalah kompleksitas prosedur administratif, minimnya literasi masyarakat terhadap regulasi teknis bangunan, dan keterbatasan akses terhadap jasa profesional arsitek. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan survei terhadap masyarakat yang secara langsung terlibat dalam pengajuan PBG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kesulitan dalam memahami persyaratan teknis dan administratif, serta kurang mendapatkan pendampingan yang memadai dari pihak arsitek atau instansi terkait. Selain itu, ditemukan bahwa peran arsitek sering kali dibatasi pada aspek desain tanpa keterlibatan aktif dalam proses advokasi perizinan. Temuan ini menunjukkan perlunya penyederhanaan birokrasi PBG serta penguatan posisi arsitek sebagai mitra strategis masyarakat dalam pembangunan yang legal, aman, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi peran edukatif dan fasilitatif arsitek dalam sistem pelayanan publik bidang perizinan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pembangunan di tingkat kota
Nilai – Nilai Budaya Lokal dalam Tari Tor Tor : Kajian Historis Terhadap Warisan Leluhur Budaya Eva Riyanti; Supardi Salam; Andi Tenri Ampa; Arisa Darwis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.895

Abstract

Nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam Tari Tor-Tor mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Batak, mulai dari sistem kepercayaan, norma sosial, hingga pandangan hidup yang perlu dilestarikan di tengah perkembangan teknologi masa kini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam Tari Tor-Tor melalui pendekatan historis, serta menganalisis peran tarian tersebut dalam mempertahankan warisan leluhur budaya Batak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis untuk menelusuri perkembangan Tari Tor-Tor dan nilai-nilai budaya yang melekat padanya dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari tor – tor bukan sekadar pertunjukan estetis, melainkan simbol nilai-nilai budaya local yang mendalam, seperti kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, spiritualitas, dan identitas komunal. Secara historis, tarian ini berfungsi sebagai media komunikasi dengan alam dan roh leluhur, terutama dalam ritual adat seperti pernikahan, kematian, atau penyembahan. Gerakan, musik, dan kostumnya sarat makna filosofis. Perkembangan zaman menggeser sebagian konteks sakral Tari Tor-Tor ke ranah hiburan, tetapi nilai-nilai dasarnya tetap dipertahankan sebagai bentuk resistensi terhadap erosi budaya. Pelestarian Tari Tor-Tor memerlukan dukungan multidimensi, baik melalui dokumentasi sejarah, transmisi generasi muda, maupun integrasi dengan pendidikan formal, agar warisan ini tetap relevan. Dengan demikian, penelitian ini mempertegas bahwa Tari Tor-Tor adalah manifestasi hidup dari nilai-nilai leluhur Batak yang perlu dijaga keberlangsungannya sebagai identitas budaya Indonesia.
Analysis of Factors Affecting Foreign Portfolio Investment in Indonesia for the Period 2005-2023 Any Widayatsari; Cut Endang Kurniasih; Desrita Angelica
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.896

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect foreign portfolio investment (FPI) in Indonesia. This research is motivated by the discovery of a phenomenon where there is a downward trend in portfolio investment and is not in line with the gross domestic product which has increased. This is not in accordance with asset demand theory and Harry Markowitz theory. The research method used is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model processing technique which aims to see the factors that affect foreign portfolio investment in the long term and short term. The results showed that in the short term the BI Rate has a negative and significant effect on foreign portfolio investment in Indonesia and the exchange rate has a negative and significant effect on foreign portfolio investment in Indonesia. In the long term Gross Domestic Product (GDP) and Inflation have a negative and insignificant effect on foreign portfolio investment in Indonesia, interest rate BI Rate has a positive and significant effect on foreign portfolio investment in Indonesia and the exchange rate has a negative and significant effect on foreign portfolio investment in Indonesia. From these results it is suggested that the government needs to maintain the stability of the BI Rate and exchange rate, and the government also needs to create a conducive portfolio investment climate.
Analisis Manajemen Risiko Dalam Pengambilan Keputusan Brand Owner Entertaiment di Mimi Live House Muhammad Nasyubun; M Agung Akhdani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.897

Abstract

The F&B business remains a promising industry to pursue due to its large market potential. Especially in Indonesia, with a population of 281.6 million people, it represents an attractive target market for the F&B industry. One of the strategies that companies in the lifestyle and F&B industry can implement is to offer live music, events, and other forms of entertainment to attract the public and encourage customer loyalty to the industry.This study aims to analyze risk management in decision-making by the entertainment brand owner at MIMI LIVEHOUSE. The research uses a qualitative approach and using interviews as the primary method applying risk management analysis stages, which include risk identification, risk analysis, risk evaluation, risk assessment, and risk control.The findings of this study show that risk identification is carried out before the performers go on stage in order to detect any issues that might disrupt the performance. Risk analysis is conducted through rehearsals to minimize errors during performances. Risk evaluation is done by holding daily briefings with the talent and more comprehensive evaluations every three months. Risk assessment is carried out for each performance, with assessment indicators such as stage presence, Mandarin pronunciation, and overall performance commitment. Risk control by the entertainment brand owner is achieved by continuously innovating and developing the Mandarin-style concept.
Peran Kepemimpinan Rendah Hati dalam Memediasi Hubungan Antara Partisipasi Pegawai dan Perubahan Organisasi Rafidah Elyanis; Riri Lovita; zaitul zaitul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.898

Abstract

Organisational change is essential for improving public institutions' efficiency, effectiveness, and competitiveness in delivering services. This study explores the influence of employee participation on organisational change, mediated by humble leadership, within the Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa in Padang Pariaman Regency. Using a quantitative research method with total sampling (n = 32), data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire and analysed using Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) via Smartpls 3. The findings reveal that while employee participation does not directly and significantly affect organisational change, it significantly influences humble leadership. In turn, humble leadership significantly impacts organisational change and mediates the relationship between employee participation and organisational change. These results emphasise the critical role of humble leadership in facilitating effective change management by enhancing employee involvement and readiness for transformation in public sector organisations.
Profit Center Sebagai Mekanisme Alokasi Biaya dan Penilaian Laba di Lembaga Perguruan Tinggi Swasta Lestari Lestari; Nisa Noviana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.899

Abstract

Di era kompetisi dan kebutuhan efisiensi yang terus meningkat, institusi perguruan tinggi swasta diharuskan untuk mengelola sumber daya dengan cara yang lebih profesional dan bertanggung jawab. Salah satu strategi manajerial yang bisa diterapkan adalah penggunaan profit center sebagai cara pengalokasian biaya dan evaluasi laba. Konsep pusat laba memungkinkan setiap unit atau fakultas di institusi pendidikan tinggi untuk beroperasi seperti entitas bisnis yang bertanggung jawab atas pendapatan dan biaya mereka sendiri. Pelaksanaan metode ini mendorong keterbukaan, tanggung jawab, serta peningkatan efisiensi dalam pengelolaan keuangan lembaga. Di samping itu, strategi ini bisa menjadi landasan untuk mendorong budaya kewirausahaan di lingkungan akademik, memperkuat daya saing program studi, serta meningkatkan kemandirian finansial institusi secara keseluruhan dengan mengoptimalkan kinerja unit-unit yang ada. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan cara menerapkan profit center sebagai sistem alokasi biaya yang efektif dan alat evaluasi kinerja keuangan di lingkungan perguruan tinggi swasta. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis struktur organisasi, sistem pelaporan keuangan, dan proses pengambilan keputusan yang berorientasi pada laba di berbagai fakultas atau program studi. Temuan studi menunjukkan bahwa melalui penerapan profit center, lembaga dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi keuangan setiap unit, mengenali unit yang efisien serta yang kurang produktif, dan melakukan keputusan strategis dengan lebih fokus. Meski begitu, tantangan utama dalam pelaksanaan sistem ini terletak pada akurasi penempatan biaya tidak langsung, kurangnya pemahaman manajerial, dan penolakan dari unit kerja. Dengan demikian, keberhasilan profit center sangat tergantung pada dukungan sistem informasi akuntansi yang terpercaya, pelatihan manajerial, dan komitmen dari pimpinan lembaga perguruan tinggi swasta.
Perlindungan Hak Anak Dalam Perkawinan Di Bawah Umur Menurut Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Nasional Cindy Amalia; Frilia Lili Rahmawati; Marsya Amalina Djatmiko; Rosaria Vani Kurniasari; Aurellia Nayla Putri Wijaya; Mohammad Arya Dharmaputra; Fathan Akbar Hernando; Azzawa Fisarra Sinta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.900

Abstract

Perkawinan di bawah umur merupakan fenomenakompleks yang sering terjadi di Indonesia. Memberikan banyakdampak negatif seperti melanggar hak-hak dasar anak, menimbulkan dampak negatif yang luas terhadap kesejahteraanfisik, psikologis, dan sosial mereka. Hasil penelitianmenunjukkan adanya perbedaan signifikan antara Hukum Islam dan Hukum Nasional. Hukum Islam yang didasarkan pada prinsip maslahah, memberikan fleksibilitas dalam kondisitertentu, memungkinkan perkawinan di bawah umur dengan izinwali dan pertimbangan kemaslahatan. Sebaliknya, hukumnasional, melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menetapkan batasan usia minimal perkawinan untuk melindungi anak dari dampak burukperkawinan dini. Jurnal ini mengidentifikasi tantangan dalampengimplementasian kedua sistem hukum, termasuk interpretasiyang beragam terhadap teks-teks agama, ketidaksetaraan aksesterhadap keadilan, kurangnya kesadaran masyarakat tentanghak-hak anak dan dampak - dampak yang timbul.