cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,356 Documents
IMPLEMENTASI MEDIA PUZZLE BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS II SD MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD N 16 LANGSA Darmini Darmini; Syarahmi Syarahmi; Aiskha Raudatul Ulla; Tria Sesaria; Maulidza Maulidza
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11934

Abstract

Rendahnya minat belajar dan sikap tanggung jawab siswa menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media puzzle bergambar dalam meningkatkan minat belajar dan tanggung jawab siswa kelas II SD Negeri 16 Langsa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pengamatan selama pelaksanaan pembelajaran. Implementasi media puzzle bergambar dilakukan melalui kegiatan penyampaian materi, penyusunan puzzle secara berkelompok, diskusi, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle bergambar mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, siswa menunjukkan perkembangan sikap tanggung jawab yang ditandai dengan kesungguhan dalam menyelesaikan tugas, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap media pembelajaran yang digunakan. Dengan demikian, media puzzle bergambar dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat belajar dan menanamkan sikap tanggung jawab pada siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Tantangan Penentuan Subjek dan Objek Pajak atas Aktivitas Content Creator dan Influencer dalam Perspektif Hukum Pajak Indonesia Muhammad Ridho Daniswara; Rizky Dwi Rendrahadi; Muhammad Khanza Allifearly; Gusti Ngurah Brian Baskara Putra; Sholihul Hakim
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11939

Abstract

Dengan adanya Perkembangan ekonomi digital telah melahirkan mata pencaharian baru, mulai dari content creator hingga influencer, yang mendapatkan penghasilan melalui berbagai macam platform digital. keadaan ini memunculkan permasalahan dalam menentukan subjek dan objek pajak karena bentuk penghasilannya beragam serta sering melibatkan transaksi lintas negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan content creator dan influencer sebagai subjek pajak serta mengkaji penentuan objek pajak atas penghasilan yang diperoleh dari aktivitas digital. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content creator dan influencer merupakan subjek pajak orang pribadi yang wajib melaporkan seluruh penghasilannya, baik dari dalam maupun luar negeri. Adapun objek pajaknya mencakup seluruh tambahan kemampuan ekonomis, termasuk pendapatan dari iklan, endorsement, afiliasi, hadiah digital, dan natura. Untuk meningkatkan kepastian hukum dan kepatuhan pajak, diperlukan regulasi yang adaptif, penguatan pengawasan, serta peningkatan literasi perpajakan bagi pelaku ekonomi digital.
Penggunaan Powerpoint Interaktif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas III Pada Materi Aturan Di Rumah Di SD Negeri 2 Paya Bujok Tunong Lhutfia Wahyu Safutri; Suci Rahmadhani Lubis; Farahdilla Maulida; Nur Syadiah Saragih; Nadia Fitria; Khairani Khairani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media PowerPoint interaktif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas III pada materi Aturan di Rumah di SD Negeri 2 Paya Bujok Tunong. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian, partisipasi, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar untuk meningkatkan minat belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 10 siswa kelas III SD Negeri 2 Paya Bujok Tunong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyebaran angket. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang terdiri atas 10 pernyataan. Data dianalisis menggunakan teknik persentase untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa setelah penggunaan media PowerPoint interaktif dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media PowerPoint interaktif memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Berdasarkan hasil angket, diperoleh total skor sebesar 356 dari skor maksimum 400 dengan persentase sebesar 89%. Hasil tersebut berada pada kategori sangat baik. Selain itu, selama proses pembelajaran berlangsung siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan PowerPoint interaktif membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah melalui penyajian gambar, animasi, dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media PowerPoint interaktif efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas III pada materi Aturan di Rumah di SD Negeri 2 Paya Bujok Tunong. Oleh karena itu, media PowerPoint interaktif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Pengaruh Polychronic Time Management Terhadap Burnout Dengan Boundary Control Sebagai Variabel Moderasi Pada Karyawan Generasi Z klariadi kla; Frasto Biyanto; Miswanto Miswanto; Baldric Siregar
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh polychronic time management terhadap burnout serta menguji peran boundary control sebagai variabel moderasi pada karyawan Generasi Z. Perkembangan lingkungan kerja yang semakin dinamis dan berbasis teknologi digital menyebabkan karyawan Generasi Z semakin terbiasa melakukan multitasking, yang berpotensi meningkatkan risiko burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terhadap karyawan Generasi Z berusia 18–29 tahun di Indonesia dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 116 orang. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polychronic time management berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout pada karyawan Generasi Z. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan individu untuk menangani berbagai tugas secara simultan, semakin tinggi pula tingkat burnout yang dialami. Selain itu, boundary control terbukti mampu memoderasi pengaruh polychronic time management terhadap burnout. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan individu dalam mengelola batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi berperan dalam membentuk hubungan antara polychronic time management dan burnout. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan Boundary Theory dalam menjelaskan burnout pada karyawan Generasi Z melalui integrasi konsep polychronic time management dan boundary control. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai burnout pada konteks kerja modern dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika kerja karyawan Generasi Z.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGAWASAN PROGRAM K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA PEKANBARU T. Ira Handayani; Sufian Hamim; Admiral Admiral; Raden Imam Al Hafis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11944

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam perlindungan tenaga kerja yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Keberhasilan implementasi K3 tidak hanya bergantung pada kepatuhan perusahaan, tetapi juga pada efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan program K3 pada Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pejabat Dinas Tenaga Kerja, pengawas ketenagakerjaan, pihak perusahaan, dan pekerja. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan analisis efektivitas mengacu pada teori Duncan dalam Steers yang meliputi dimensi goal attainment, integration, dan adaptation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan program K3 pada Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru telah berjalan cukup efektif. Pada dimensi goal attainment, pengawasan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi K3. Pada dimensi integration, koordinasi dan pembinaan antara Dinas Tenaga Kerja dan perusahaan telah terlaksana dengan baik meskipun penyebaran informasi kepada seluruh pekerja masih perlu ditingkatkan. Pada dimensi adaptation, pengawasan berbasis risiko telah diterapkan, namun masih terkendala keterbatasan jumlah pengawas, anggaran, dan sarana pendukung. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pengawas, peningkatan frekuensi inspeksi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan K3 di Kota Pekanbaru.
Gambaran Level Fatigue Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Sri Martini; Lilis Novitarum; Eni Silvia Ratna Sari Lumbangaol
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatigue atau kelelahan merupakan kondisi klinis yang sangat sering dijumpai pada pasien yang menjalani hemodialisa, dengan prevalensi yang dilaporkan mencapai 60–97% pada pasien hemodialisa kronik. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap penurunan kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, gangguan pola tidur, ketidakstabilan emosional, hingga risiko terjadinya depresi. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tercatat sebanyak 383 pasien aktif menjalani hemodialisa pada periode Januari hingga Juni 2024, namun belum terdapat data spesifik mengenai gambaran level fatigue pada pasien tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran level fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024, mencakup identifikasi karakteristik demografi responden serta distribusi level fatigue secara spesifik. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hemodialisa pada periode Januari hingga Juni 2024 sebanyak 383 orang, dengan sampel sebanyak 60 responden yang diambil pada bulan Desember 2024. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FACIT Fatigue Scale yang terdiri dari 13 pertanyaan dengan skala 0–4, telah tervalidasi dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,279) dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha r11 = 0,646. Analisis data menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (58,3%), berusia 56–65 tahun (38,33%), berpendidikan SMA (38,33%), tidak bekerja (41,67%), dan telah menjalani hemodialisa kurang dari 12 bulan (51,67%). Distribusi level fatigue menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami fatigue ringan sebanyak 31 orang (51,7%), diikuti fatigue sedang sebanyak 20 orang (33,3%), tidak fatigue sebanyak 5 orang (8,3%), dan fatigue berat sebanyak 4 orang (6,7%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa fatigue ringan mendominasi kondisi pasien hemodialisa, mengindikasikan adanya kemampuan adaptasi yang cukup baik, namun penanganan fatigue tetap memerlukan perhatian serius dari tenaga kesehatan melalui intervensi keperawatan yang tepat dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
TRANSFORMASI MAKNA PERNIKAHAN DI ERA MODERN: FENOMENA CHILDFREE ANTARA OTONOMI INDIVIDU DAN NILAI KELUARGA Sri Martini; Ilyas Husti; Khairunnas Jamal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11946

Abstract

Fenomena childfree merupakan keputusan sadar pasangan suami–istri untuk tidak memiliki anak sebagai bagian dari pilihan hidup yang direncanakan. Kemunculan fenomena ini menunjukkan adanya transformasi makna pernikahan dalam masyarakat modern yang tidak lagi semata-mata berorientasi pada reproduksi dan pelestarian keturunan, tetapi juga pada aktualisasi diri, kebebasan individu, dan kualitas hubungan pasangan. Artikel ini bertujuan menganalisis fenomena childfree dari perspektif sosial, psikologis, kultural, dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah, buku, dan hasil penelitian terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan childfree dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertimbangan ekonomi, pendidikan, karier, kesiapan psikologis, perubahan nilai keluarga, serta kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan global. Dari perspektif sosial dan kultural, fenomena ini mencerminkan pergeseran nilai dari paradigma pronatalis menuju orientasi yang lebih individualistik, meskipun masih menghadapi stigma dan tekanan sosial dalam masyarakat yang menjunjung tinggi pentingnya keturunan. Dari perspektif psikologis, childfree dapat dipahami sebagai bentuk kesadaran diri terhadap kesiapan menjadi orang tua. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, pilihan untuk menunda atau mencegah kehamilan memiliki relevansi dengan konsep ‘azl yang pada prinsipnya dibolehkan oleh mayoritas ulama. Dengan demikian, childfree merupakan fenomena kompleks yang perlu dipahami secara proporsional dalam konteks perubahan sosial kontemporer.
Analisis Kesadaran Masyarakat Terhadap Kewajiban Membayar Pajak Muhammad Yuda Ayodya Musyaffa; Zintyara Aulianisya Saraswati; Syafa Numa Rachfani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11948

Abstract

Pajak merupakan iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang, sehingga pelaksanaannya dapat dipaksakan dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung. Pajak dipungut berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif demi mencapai kesejahteraan umum. Penolakan, penghindaran, atau perlawanan terhadap pajak pada umumnya termasuk dalam pelanggaran hukum. Pajak merupakan salah satu sumber pendanaan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Jika seseorang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif, maka ia wajib membayar pajak. Dalam Undang-Undang Perpajakan telah dijelaskan bahwa jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayar, maka terdapat ancaman sanksi administrasi dan pidana.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Mustaqim Hasan; Nurlaila Nurlaila; Suhadak wibisono; Ahmad Syarif
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11950

Abstract

Supervisi kolaboratif merupakan salah satu pendekatan supervisi pendidikan yang berkembang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di sekolah. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai mitra kerja dalam proses supervisi sehingga kegiatan pembinaan dilakukan secara demokratis, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi kolaboratif dalam meningkatkan profesionalisme guru, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menjelaskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas supervisi kolaboratif di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal nasional dan internasional, buku, serta hasil penelitian ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2026. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data yang diperoleh dari berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi supervisi kolaboratif mampu meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru melalui kegiatan observasi kelas, refleksi pembelajaran, diskusi profesional, lesson study, pendampingan, serta tindak lanjut supervisi yang sistematis. Supervisi kolaboratif juga mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih terbuka, komunikatif, dan mendukung pengembangan profesional berkelanjutan. Di sisi lain, implementasi supervisi kolaboratif masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, beban administrasi guru, kurangnya pemahaman tentang supervisi kolaboratif, dan rendahnya kemampuan supervisor dalam melakukan pembinaan profesional. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi kepala sekolah sebagai supervisor, penguatan budaya kolaboratif di sekolah, pemanfaatan teknologi digital dalam supervisi, serta dukungan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan agar supervisi kolaboratif dapat berjalan secara optimal dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan.
Stagnasi Pangsa Pasar Bank Syariah: Analisis Kendala Struktural Dan Literasi Zulfan Kurniawan; Muhammad Irwan Padli Nasution; Andri Soemitra
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic banking in Indonesia has existed for more than three decades; however, its market share of the national banking industry has remained stagnant at around 6–7%, a figure that is highly disproportionate considering that Indonesia is home to the largest Muslim population in the world. This study aims to identify and analyze the structural and non-structural factors that have contributed to the stagnation of Islamic banking market share in Indonesia through a library research approach. Data were collected and analyzed from various scientific literature sources, Financial Services Authority (OJK) reports, Islamic banking statistics, and relevant regulatory documents. The findings reveal two interrelated fundamental causes. First, structural constraints arise from the ownership structure of Islamic banks, which is predominantly controlled by conventional parent banks, resulting in conflicts of interest, limited capital support, and an unequal position within the banking ecosystem. Second, the low level of Islamic financial literacy among the public has led to weak consumer preference and even misconceptions that Islamic banks are no different from conventional banks. These two factors reinforce one another and create a cycle of stagnation that is difficult to overcome without comprehensive structural intervention. This study recommends ownership reform to enhance the independence of Islamic banks from their conventional parent institutions, the strengthening of massive and sustainable Islamic financial literacy programs, and the reinforcement of regulations and the broader Islamic economic ecosystem. Keywords: Islamic Banking Market Share, Structural Constraints, Islamic Financial Literacy, Bank Ownership, Islamic Banking Stagnation.