cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
PENAFSIRAN MATI SYAHID (Menurut Imam Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid) Ahmad Miftahus Sudury; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid; M. Mukhid Mashuri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam akan selalu menginginkan kondisi tutup usianya dengan keadaan husn al-khatimah, seperti mati syahid, Allah menjanjikan kepada orang yang mati syahid yaitu kedudukan yang mulia dan jaminan surga. Diperlukan usaha sekaligus pengorbanan yang besar, agar seseorang dikatakan mati syahid. Akan tetapi, saat ini masih banyak sekali masyarakat yang salah faham ataupun faham salah dalam memahami kriteria orang yang mati syahid. Maka dari itu, adanya pengkajian terhadap ayat-ayat tentang kriteria orang yang mati syahid ini, secara utuh dengan menggunakan penafsiran Nawawi al-Bantani dalam kitab tafsir marah labid yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penafsiran Nawawi al-Bantani terhadap ayat-ayat yang menunjukkan kriteria orang mati syahid dalam kitab tafsir marah labid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan cara menganalisa makna yang termuat dalam berbagai sumber primer maupun sekunder dan mengeksplorasi serta menguraikan penelitian dengan deskripsi. Selain itu, metode penelitian tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode riset dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan buku-buku, jurnal, artikel, catatan, lampiran,dan literatur-literatur lainnya. Hal pertama yang dilakukan yaitu mengumpulkan ayat-ayat yang berhubungan dengan kriterian mati syahid, Kedua menganalisa penafsiran Nawawi al-Bantani pada ayat-ayat kriteria orang mati syahid. Ketiga, menarik kesimpulan dari penafsiran tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Penafsiran Nawawi al-Bantani terhadap ayat-ayat tentang kriteria orang mati syahid yaitu Pertama, syahid karena gugur di jalan Allah, Kedua, syahid karena berhijrah, Ketiga, syahid karena menaati Allah dan Rasul-Nya, Keempat, syahid karena berperang di jalan Allah dengan hartnya. Di dalam tafsirnya di jelaskan bahwa orang yang mati syahid itu adalah orang-orang yang telah menyatakan kesaksiannya tentang kebenaran agama Allah yang diutarakannya dengan hujjah dan keterangan, dan adakalanya dengan pedang, tombak atau senjata, sangat menyadari bahwa hidupnya di dunia hanya untuk beribadah dan taat pada perintah Allah juga Rasul-Nya. Mereka rela meninggalkan serta mengorbankan harta, jiwa dan raganya hanya untuk berjuang menegakkan agama Islam.
KRITIK TAFSIR AL-FATIHAH KARYA EKO PRASETYO DALAM BUKU “BANGKITLAH GERAKAN ISLAM” (STUDI KAIDAH TAFSIR M.QURAISH SHIHAB) Rina Afizah; Miftarah Ainul Mufid; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.754

Abstract

Paradigma yang dipakai Eko Prasetyo dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah mengacu kepada dua paradigma keilmuwan sekaligus, yakni paradigma tafsir al-Qur’an dan paradigm ilmu pengetahuan. Akan tetapi dalam realitanya ia banyak menekankan kepada paradigma ilmu pengetahuan dan mengesampingkan paradigma yang seharusnya digunakan untuk menganalisis ayat-ayat kauniyah yakni paradigm tafsir al-Qur’an, sehingga masih terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Metode yang diterapkan Eko Prasetyo tidak selalu konsisten dalam penggunaannya, sehingga terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Kaidah-kaidah yang telah ditetapkan mufassir terdahulu banyak diabaikan, seperti halnya analisis bahasa yang mendalam dan kaitannya dengan prinsip-prinsip penafsiran. Inilah yang menjadi titik lemah karya Eko Prasetyo. Walaupun begitu, Penafsiran yang dilakukan Eko Prasetyo patut untuk dijadikan batu lonjakkan sebagai awal dari kebangkitan Islam yang ada di Indonesia.Prinsip-prinsip yang dipegangi oleh Eko Prasetyo dilihat dari metode kaidah tafsir M. Quraish Shihab, masih tidak seimbang banyak rambu-rambu yang diterjang oleh Eko Prasetyo dalam menganalisis makna, sehingga hasil yang didapatkanpun masih belum maksimal untuk dikatakan tafsir yang tergolong objektif.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI KAMPUS DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM (STUDI KASUS UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN) Himatul Amalia; Ahmad Marzuki; Ali Mohtarom
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.762

Abstract

Di era milenial ataupun masa sekarang ini banyak sorotan kalau media sosial sudah mengambil alih pemuntukan kepribadian bangsa. Perihal yang sangat menonjol dari generasi milenial merupakan kegemaran mereka terhadap internet serta literasi data. Kemajuan internet seolah memuntuk dunia tanpa batasan serta di internet seluruh suatu dapat ditemui. Teknologi media sosial telah berkembang secara signifikan untuk mendukung pengguna biar mendapatkan akses pengetahuan yang berharga melalui sumber tenaga yang berbeda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field Research) suatu penelitian yang sumber datanya dilapangan. Pendekatan penelitian ini dengan menggunakan kualitatif deskriptif (Kualitatif Lapangan). Maka pengumpulan datanya menggunakan sumber data primer dan skunder. Data primer diperoleh dari keterangan langsung oleh Dosen FAI. Sedangkan data skunder didapat dari beberapa pengurus, santri, serta berbagai buku dan literatur berupa artikel, jurnal, skripsi yang terkait dengan penelitian ini. Hasil Penelitian ini adalah 1) Media sosial apa saja yang digunakan mahasiswa untuk menunjang pendidikan pembelajaran Islam? Pertumbuhan ilmu pengetahuan serta teknologi di masa globalisasi spesialnya teknologi serta komunikasi memuntuk media mempunyai banyak khasiat Ada keragaman teknologi yang digunakan sebagai peralatan yang efektif untuk mendukung pembelajaran pendidikan mahasiswa. Seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, Youtube dll.Namun, mengategorikan mereka ke teknologi media sosial dan media non- sosial tidak mudah. 2) Konten media social apa saja yang diakses mahasiswa untuk menunjang pendidikan pembelajaran Islam?Konten- konten berikut ini bisa diakses dalam media sosial untuk menunjang pendidikan dan ada banyak konten yang diakses oleh mahasiswa dalam mendukung pembelajaran pendidikan islam Dalam menunjang pendidikan pembelajaran, terdapat sebagian media sosial yang bisa digunakan Mengenai yang butuh dicermati dari teknologi ini yakni terbentuknya perpindahan tata metode orang mengenali, membaca serta berbagi cerita, dan mencari data serta konten.
IMPLIKASI AYAT KURSI MENURUT ABU HAYYAN AL-ANDALUSI DALAM KITAB BAHR AL- MUHIT FI AL- TAFSIR M.Atho’ Illah Hikam; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid; Mukhid Mashuri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.799

Abstract

Mayoritas mufassir menjelaskan ayat kursi di ibaratkan sebagai ilmu tuhan, ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini merupakan salah satu surat yang mulia karena didalamnya menjelaskan tentang tuhan itu sendiri. Ada juga yang berpendapat makna ayat kursi sebagai adanya kekuasaan allah. Pada skripsi ini kami menggunakan kajian kepustakaan, dimana dalam kepenulisan ini. Sumber data primer kami menggunakan kitab bahr al muhit sebagai objek penelitian kami serta mengambil data sekunder yang mengambil dari berbagai sumber buku. Selanjutnya dalam analisis datanya kami menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif yakni penelitian berupaya untuk mendeskripsikan yang saat ini berlaku. Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan kondisi yang yang saat ini terjadi. Data yang telah kami temukan yakni sudut pandang Abu hayyan Al-Andalusi mengibaratkan sebagai jism yang memuat langit dan bumi.
PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT: STUDI KASUS PADA PROGRAM WAKAF PRODUKTIF DI DESA X Effria Sundana
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan wakaf produktif dan dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan menggunakan studi kasus pada program wakaf produktif di Desa X. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program wakaf produktif di Desa X telah berhasil mengimplementasikan wakaf produktif dalam berbagai sektor ekonomi, seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal. Melalui program ini, masyarakat Desa X dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka dan mengurangi tingkat kemiskinan. Selain itu, program wakaf produktif juga telah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. Kesimpulannya, pengelolaan wakaf produktif dapat menjadi instrumen yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa X. Dengan pengelolaan yang tepat dan kerjasama yang baik, wakaf produktif dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang potensi dan tantangan pengelolaan wakaf produktif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PENERAPAN METODE SCRAMBLE GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MAHFUDZOT DI PONDOK PESANTREN MODERN MBS AL ISLAM PALERAN Umi Hanik
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode Scramble dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi mahfudzot di Pondok Pesantren Modern MBS Al Islam Paleran pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Dalam subjek penelitian ini adalah siswa kelas Fatimah yang berjumlah 9 siswa yang keseluruhan adalah perempuan. Pada penelitian ini menggunakan Class Action Research atau PTK. Yang terdiri dari 4 tahap diantaranya (1) Planning (2) Implementation (3) Observation, and (4) Reflection. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan evaluasi atau tes. Adanya peningkatan dari presentase ketuntasan siswa yang terjadi pada hasil penelitian terhadap pemahaman siswa pada materi mahfudzot. Hal ini terlihat dari semua tahapan siklus. Karena sebelum di adakannya penelitian pada tindakan siklus I dan juga siklus II, presentase ketuntasan klasikal yang terdapat pada hasil evaluasi belajar siswa adalah 33% (3 siswa) dan pada siklus I menjadi 55% (5 siswa), dan pada siklus II lebih meningkat menjadi 77% (7 siswa). Penelitian ini memberikan bukti bahwa adanya kenaikan hasil belajar yang signifikan setelah diadakannya perbaikan dalam tindakan kelas dengan menggunakan metode scramble.
PERAN PENGURUS ASRAMA DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN BERIBADAH SANTRI DI ASRAMA PERSAHABATAN PONDOK PESANTREN MA’HAD AL-ZAYTUN Muhamad Sulthon; Alfi Satria; Sobirin
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.1009

Abstract

ABSTRACT Asrama adalah model pendidikan di mana aturan dan disiplin yang ketat harus dipatuhi. Model pendidikan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berdisiplin tinggi, berkepribadian unggul dan profesional dibidangnya. Disiplin dalam beribadah adalah salah satu hal yang paling penting untuk dibiasakan, menumbuhkan sikap disiplin dalam beribadah harus dibiasakan sejak sekolah dasar, karena pada usia tersebut dapat mengembangkan hubungan yang lebih mendalam dengan nilai-nilai agama, membangun kesadaran spiritual dan membentuk karakter yang kuat. Dalam hal ini, di Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun, yang berada di wilayah Indramayu memiliki 5 asrama yang digunakan untuk tempat tinggal santri, yaitu, asrama Persahabatan, asrama Al-Nur, asrama Al-Musthofa, asrama Al-Fajr dan asrama Al-Madani. Asrama yang ditempati oleh santri sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah adalah asrama Persahabatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan apa peran pengurus asrama dalam mengelola peribadatan santri dan menjelaskan bagaimana peran pengurus asrama dalam upaya meningkatkan disiplin beribadah santri di asrama Persahabatan, Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengurus asrama memiliki peran yang penting dalam meningkatkan disiplin beribadah santri di asrama Persahabatan, peran pengurus asrama yaitu, membuat perencanaan kegiatan, mengorganisasikan kegiatan, memberikan arahan dan memberikan pengawasan. Tanpa peran dari pengurus asrama, kegiatan peribadatan yang ada di asrama tidak akan berjalan dengan baik dan seluruh santri santri madrasah ibtidaiyah yang menjadi penghuni di asrama Persahabatan akan lalai dalam melaksanakan kegiatan ibadah.
RELASI AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN DI ERA DIGITAL DALAM PANDANGAN HARUN NASUTION Sonia; Mardhiah Abbas; Salahuddin Harahap
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.1027

Abstract

Agama dan ilmu pengetahuan merupakan bentuk dari keberhasilan manusia, yang pada dasarnya muncul dari semangat yang sama agar manusia dapat bertahan hidup. Agama dan Ilmu pengetahuan lahir dari kebutuhan yang menjawab dari berbagai macam kebutuhan manusia dalam eksistensinya. Ketika manusia dilahirkan ia dalam keadaan tidak berdaya namun dalam dirinya memiliki bakat untuk mengembangkan akal pikiran yang akan menuntunnya mengarungi kehidupan. Agama dan ilmu pengetahuan merupakan alat untuk mengenali kebenaran dan kenyataan dalam struktur pengetahuan yang lebih luas. Maka secara epistemologis agama dan ilmu pengetahuan merupakan jenis pengetahuan yang dimiliki manusia di antara jenis pengetahuan yang lain; common sense, mitos, ideologi dan seni. Menurut Harun Nasution agama dan ilmu pengetahuan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Manusia tidak bisa hanya mengandalkan akal atau pengetahuannya saja melainkan harus dibarengi dengan pemahaman agama yang mampu membimbing dan memberi batasan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
MANAJEMEN PROGRAM DURUS IDHAFIYAH DI MAHAD ABU UBAIDAH BIN AL JARRAH Refika Suhaila
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.1132

Abstract

Manajemen pendidikan diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang merencanakan, mengorganisasikan, memotivasi, mengendalikan dan mengembangkan segala upaya di dalam, mengatur dan mendaya gunakan sumber manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif, efisien, dan produktif. Sesuai dengan penjelasan diatas, maka peneliti ingin menjelaskan manajemen program durus idhafiyah di Mahad Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwasanya: 1) Perencanaan program durus idhafiyah dilakukan dengan membuat target yang ingin dicapai, menentukan cara mencapainya dan mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi; 2) Pengorganisasian pengajar dilakukan dengan menetapkan pembagian peran dan tugas; 3) Pelaksanaan kegiatan program durus idhafiyah, dilakukan dengan menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perencanaan dan aturan yang telah dibuat; 4) Pengawasan kegiatan program durus idhafiyah, dilakukan dengan melibatkan pihak internal dan eksternal untuk melakukan control terhadap aktivitas kegiatan program durus idhafiyah. Melalui ustadz/ah di asrama, musyrif/ah di asrama, pengajar durus idhafiyah, yang mengontrol peserta didik dalam memahami pelajaran dan perilaku peserta didik, serta pengawasan yang dilakukan oleh mudir (pimpinan) mahad dalam kegiatan program durus idhafiyah; 5) Evaluasi kegiatan program durus idhafiyah dilakukan dengan melihat kepahaman peserta didik dalam memahami pelajaran, dan perilaku peserta didik berakhlak mulia atau tidak.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERPADU AL-FARABI Silviah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.1135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Terpadu Al-farabi, yang berupa perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran serta apa saja pendukung dan penghambat berjalannya manajemen pembelajaran, hadapan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode kualitatif, adapun sumber data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan observasi langsung kelapangan dan data sekunder diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap para informan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) guru pendidikan agama islam senantiasa membuat silabus dan rpp sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai untuk menjadi acuan dalam proses pembelajaran, 2) Guru pendidikan agama islam di SMP Terpadu Al-Farabi telah melaksanakan pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai berikut : a) melakukan kegiatan pendahuluan, b) melaksanakan kegiatan inti, c) melaksanakan kegiatan Penutup 3) Guru pendidikan agama islam di SMP Terpadu Al-Farabi telah melaksanakan evaluasi kegiatan pembelajaran , adapun tujuan dari evaluasi kegiatan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui kemampuan peserta didik, evaluasi kegiatan pembelajaran yang dibuat oleh guru pendidikan agama islam di SMP Terpadu Al- Farabi adalah berupa memberikan pekerjaan rumah atau pekerjaan kelas, Ujian Tengah Semester, ujian semester dan ujian kenaikan kelas, 4) adapun faktor pendukung manajemen pembelajaran di SMP Terpadu Al-Farabi adalah keingintahuan siswa yang tinggi, lingkungan masyarakat sekitar yang mendukung.5) adapun Faktor penghambat dalam melaksanakan manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Terpadu Al-Farabi adalah kurangnya fasilitas dan prasarana dalam pembelajaran, kurangnya media pembelajaran sehingga membuat siswa jenuh saat berlangsungnya pembelajaran.

Page 6 of 40 | Total Record : 395