cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,017 Documents
SOSIALISASI ANTI-PERUNDUNGAN MELALUI PROGRAM ROOTS DAY DI SMK NEGERI 1 SIDIKALANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM, PSIKOLOGI, DAN KESEHATAN Boturan N.P Simatupang; Binka L.G Simatupang; Helfitra Simatupang; Karo karo, Hilda Yani; Chainny Rhamawan; Lamhot Lambertus Sibarani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6184

Abstract

Pelaksanaan Program Roots Day sebagai sosialisasi anti-perundungan di SMK Negeri 1 Sidikalang memiliki relevansi dalam bidang hukum, psikologi, dan kesehatan. Dari sisi hukum, bullying merupakan pelanggaran hak anak untuk mendapatkan perlindungan sesuai Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 dan Permendikbud No. 82 Tahun 2015. Secara psikologis, bullying dapat menyebabkan gangguan mental seperti stres dan depresi. Dalam aspek kesehatan, bullying juga berpengaruh pada kondisi fisik korban. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan masyarakat sekolah mengenai bahaya bullying serta mengembangkan agen perubahan yang mampu membangun budaya sekolah bebas kekerasan. Pendekatan multidisipliner ini diharapkan mampu menghasilkan pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
EDUKASI TENTANG HIV AIDS PADA ANAK REMAJA DI SEKOLAH SMA NEGERI 17 MEDAN Barus, Darwita Juniwati; Henny Arwina Bangun; Sadestina Sembiring; Wilna Zaenab
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6186

Abstract

Berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit HIV dan virus. Human Immunodeficiency Virus atau yang sering dikenal HIV merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyerang ataupun menginfeksi pada sel darah putih yang dimana nantinya dapat menyebabkan kekebalan tubuh manusia menurun. Sedangkan Acguired Immune Deficiency Syndrome atau lebih dikenal AIDS merupakan salah satu penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia secara menurun yang disebabkan infeksi pada virus HIVyang menjadi masalah utama kesehatan saat ini. Pada tahun 2023, ada 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV yang meliputi 36 juta perempuan dan 6,2 juta anak berusia < 15 tahun (InfoDATIN, 2023). Penyakit menular HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi perhatian serius, terutama karena tingkat penyebarannya yang tinggi Kota Medan masuk sebagai 17 besar kasus HIV terbanyak . Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumatera Utara ( metrotvnews.com) mengatakan bahwa sebanyak 297 pengidap HIV/AIDS berstatus pelajar dan mahasiswa dengan faktor penyebab utamanya adalah pergaulan bebas dan penggunaan narkoba suntik (Vicka, 2021), Para remaja harus diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya penyakit HIV/AIDS. Sekolah adalah tempat yang setiap hari dikunjungi oleh pelajar dalam waktu yang lama setiap harinya, sehingga sekolah merupakan wahana yang digunakan untuk menyampaikan informasi/edukasi tentang HIV/AIDS. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja sekolah akan bahaya dari penyakit HIV/AIDS. Kegiatan ini juga membantu program pemerintah khususnya Komisi Penanggulangan AIDS dalam mensosialisasikan pencegahan dan pengurangan kasus HIV/AIDS melalui sosialisasi ke seluruh sekolah –sekolah di kota Medan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Penyuluhan HIV/AIDS Di Kalangan Remaja siswa/i Sekolah Menegah Atas ini berlangsung pada tanggal 20 Juni 2025 selama lebih kurang 2 jam 30 menit secara langsung. Jumlah peserta atau sasaran penyuluhan sebanyak 47 orang pelajar SMA Negeri 17 Medan. Metode penyampaian informasi dilakukan melalui ceramah dan diskusi, dengan memfokuskan sasaran kepada remaja. Kegiatan dimulai dengan membangun pemahaman awal, diikuti oleh sesi edukasi tentang penyebab penularan dan cara penyebaran HIV/AIDS. Hasil kegiatan edukasi menunjukkan bahwa penyampaian materi berjalan lancar, dan terlihat adanya partisipasi aktif dari remaja yang memperhatikan materi edukasi dengan seksama. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan adanya kerjasama yang positif dari remaja, serta keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan mereka terkait HIV/AIDS.
PENYULUHAN DAN SKRINING PROTEIN URIN UNTUK IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN Aritonang, Erlan; Malemta Tarigan; Terang Uli. J Sembiring; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6187

Abstract

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.Trimester II dan III yaitu periode 6 bulan terakhir dalam kehamilan, yang dimulai dari minggu ke-13 sampai minggu ke-40.Proteinuria merupakan suatu keadaan abnormal dimana protein urin meningkat akibat penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya kapasitas tubulus ginjal mereabsorbsi protein yang telah difiltrasi. Protein urin pada Ibu hamil trimester II dan III sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan hipertensi dan edema yang merupakan gejala dari preeklamsia. Protein urin dikatakan patologis jika kadar protein dalam urin ≥300 mg/24 jam atau +2 pada dipstik. Ada 3 langkah proses pembentukan urin yaitu : filtrasi (penyaringan), reabsorbsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran zat berbentuk cairan). Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran protein urin pada ibu hamil trimester II dan III di Klinik Pratama WIPA Medan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada ibu hamil trimester II dan III sebanyak 20 sampel dengan menggunakan metode asam asetat 6%. Sampel yang digunakan adalah urin sewaktu pada ibu hamil trimester II dan III yang disimpan dalam wadah (pot) urin tertutup serta diberi label. Penelitian dilakukan dari April sampai dengan Mei 2025 di Laboratorium Terpadu Universitas Sari Mutiara Indonesia. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 20 sampel, menunjukkan hasil protein urin yang positif 1(+) sebanyak 3 orang (30%) dan hasil negatif (-) sebanyak 7 orang (70%) pada trimester II. Sedangkan pada trimester III diperoleh hasil protein urin positif 1 (+) sebanyak 3 orang (30%), positif 2(++) sebanyak 1 orang (1%), dan negatif(-) sebanyak 6 orang (60%). Frekuensi positif terbanyak terdapat pada usia kehamilan trimester III yaitu sebanyak 4 orang (40%). Hasil ini menunjukkan bahwa ibu hamil trimester III lebih banyak kemungkinan mengalami preeklamsia di banding ibu hamil trimester II.
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA PINGSAN UNTUK REMAJA: UPAYA PENCEGAHAN RISIKO CEDERA DI LINGKUNGAN SEKOLAH Amila, Amila; Evarina Sembiring; Siti Munawarah; Susilawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6188

Abstract

Latar Belakang: Pingsan (sinkop) merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara akibat penurunan aliran darah ke otak. Meskipun sering dianggap ringan, kondisi ini dapat menyebabkan cedera sekunder seperti luka atau trauma kepala jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Di lingkungan sekolah, kasus pingsan sering terjadi, terutama saat upacara, aktivitas fisik, atau dehidrasi, namun masih banyak siswa dan guru yang belum memiliki keterampilan pertolongan pertama yang memadai. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus pingsan melalui edukasi interaktif dan simulasi. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMP 4 Muhammadiyah Medan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Kegiatan terdiri atas pre-test, penyuluhan interaktif, demonstrasi pertolongan pertama, simulasi praktik, dan post-test. Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan siswa. Sebelum diberikan edukasi mayoritas pengetahuan peserta kurang sebanyak 60% dan setelah diberikan edukasi mayoritas pengetahuan baik sebanyak 85%. Peserta mampu mengidentifikasi gejala sinkop serta melakukan langkah pertolongan yang tepat dan aman. Simulasi juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menangani kondisi pingsan. Kesimpulan: Edukasi pertolongan pertama terhadap pingsan terbukti efektif meningkatkan kapasitas siswa dalam menghadapi kejadian darurat di sekolah. Kegiatan ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman serta memperkuat peran UKS dan PMR sebagai pelopor kesehatan sekolah.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN LYNK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SDN 066656 KOTA MEDAN Rianto Sitanggang; Situmorang, Harold; Junetty Enjelina Sitorus; Ronald Fernando Situmeang; Iswal Lumban Tobing
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6189

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh para dosen sebagai salah satu kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi sebagai aplikasi atau penerapan ilmu yang sudah ada. Dalam Pegabdian kepada Masyarakat di SDN No. 066656 Kota Medan penerapan Teknologi Informasi merupakan sebuah Langkah yang akan dilaksanakan kegiatan ini, Teknologi Informasi diharapkan dilakukan pada kegiatan ini agar guru SD memahami fungsi Lynk. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui implementasi media pembelajaran berbasis platform Lynk. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam hal penguasaan media digital yang interaktif dan mudah diakses. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi Lynk, pendampingan pembuatan media pembelajaran, serta evaluasi efektivitas penerapan Lynk dalam kegiatan belajar mengajar. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru yang belum familiar dengan penggunaan Lynk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam membuat serta memanfaatkan media pembelajaran berbasis Lynk secara mandiri. Selain itu, terdapat peningkatan motivasi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetensi guru berbasis teknologi yang dapat diadaptasi di berbagai satuan pendidikan.
PENCEGAHAN DISPEPSIA MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI KLINIK PRATAMA NUSANTARA KELURAHAN DWIKORA MEDAN HELVETIA Harianja, Ester Saripati; Mestika Lumbantoruan; Normi Parida Sipayung; Aknes Sianturi; July Arisman Harefa; Sejukan Hati Harefa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6203

Abstract

Dyspepsia adalah gangguan pada sistem pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak diberikan penanganan yang sesuai. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, gejala, faktor risiko, serta upaya pencegahan dyspepsia menjadi tantangan dalam pelaksanaan program promotif dan preventif di tingkat komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup yang mendukung kesehatan pencernaan, serta mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah terjadinya dyspepsia. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Klinik Nusantara Kesehatan melalui metode edukasi interaktif, pembagian media edukatif (leaflet), serta sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta dan di sesi terakhir dibagi lembar evaluasi sederhana untuk menilai pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan sebagai umpan balik bagi tim PkM dalam mengevaluasi efektivitas metode edukasi yang digunakan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait penyebab dan gejala dyspepsia, serta pentingnya pola makan sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai strategi promotif dalam upaya pencegahan dyspepsia di masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas di masa mendatang.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN BAGAIMANA CARA MENURUNKANA KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR BOR DENGAN PEMBERIAN ARANG DAN SABUT KELAPA PADA SARINGAN PASIR LAMBAT DI DESA DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN J. Sitorus, Mido Ester; Frida Lina Tarigan; Donal Nababan; Veronika Agustin Purba; Anjelin Juni Kristin Gea
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6206

Abstract

Kandungan besi (Fe) yang tinggi dalam air sumur bor merupakan permasalahan umum yang berdampak pada kualitas air bersih masyarakat, terutama dari segi warna, bau, dan potensi gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada warga Desa Deli Tua Timur mengenai teknologi sederhana untuk menurunkan kadar besi dalam air menggunakan saringan pasir lambat yang diperkaya dengan bahan alami berupa arang dan sabut kelapa. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi pembuatan alat, dan praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan mampu membuat serta mengoperasikan saringan tersebut secara mandiri. Secara visual, air hasil penyaringan menjadi lebih jernih, tidak berbau logam, dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna berbasis bahan lokal. Teknologi ini terbukti efektif, murah, mudah diterapkan, dan berpotensi direplikasi di daerah lain dengan masalah serupa.
PENGUATAN IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS NAMOHALU ESIWA Taruli Rohana Sinaga; Manurung, Kesaktian; Desy Lustiyani Rajagukguk; Yohanes Mercius Ndruru; Anjelin Juni Kristin Gea
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6207

Abstract

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis keluarga. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Namohalu Esiwa, implementasi PIS-PK menghadapi beberapa tantangan, antara lain kurangnya pemahaman petugas kesehatan terkait indikator keluarga sehat, keterbatasan dalam pengelolaan data, serta rendahnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program kesehatan keluarga. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkuat pelaksanaan PIS-PK dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, pendampingan dalam pelaksanaan kunjungan rumah, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya indikator keluarga sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan teori dan praktik untuk petugas kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyusunan SOP untuk pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petugas dalam implementasi PIS-PK, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan model untuk penguatan implementasi PIS-PK di wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMK TERHADAP PERAN ILMU KIMIA DALAM INDUSTRI MELALUI KEGIATAN SEMINAR DI SMK NEGERI 1 AIR PUTIH Purwandari, Vivi; Hestina; Liver Iman Putra Zai; Oktafiani Harefa; Jhoni Alman Tafonao; Sowua Putra Hia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6208

Abstract

Ilmu kimia memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri seperti pangan, tekstil, farmasi, dan pengolahan limbah. Namun, pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap aplikasi ilmu kimia dalam dunia industri masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK mengenai penerapan ilmu kimia dalam industri melalui seminar edukatif. Metode kegiatan meliputi observasi awal, penyusunan materi, pelaksanaan seminar interaktif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Seminar dilaksanakan di SMK Negeri 1 Air Putih dengan jumlah peserta sebanyak 60 siswa kelas XI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman siswa dari 52,3 (pretest) menjadi 81,6 (posttest). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan wawasan dan motivasi siswa terhadap pentingnya ilmu kimia dalam dunia kerja. Kesimpulannya, seminar edukatif berbasis kontekstual merupakan pendekatan yang tepat dalam mendekatkan ilmu kimia dengan kebutuhan industri.
GERAKAN RUMAH SEHAT : KAMPANYE LINGKUNGAN BERSIH BEBAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SIONGGANG KECAMATAN BUNTU PANE TAHUN 2025 Munthe, Seri Asnawati; Liarosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung; K, Yuni
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6209

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases, namely a pathological condition in the form of abnormal function or morphology of an organ of the body caused by human interaction with everything around it that has the potential for disease. The environment greatly influences the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), especially an environmental condition with poor sanitation (Arsyad et al., 2020).. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). For this reason, a clean house movement is needed to eradicate mosquito breeding places. This Community Service aims to increase public awareness of mosquito breeding places and reduce DHF cases. After participating in the Healthy Home Movement, it turned out that the community was enthusiastic about participating and there was an increase in knowledge from an average of 56 before and an average after counseling of 88 so that there was an increase of 32 points. In addition, the mutual cooperation participants were also very enthusiastic, as seen from various parties involved and even the village head provided the necessary equipment. For this reason, it is hoped that the community will be able to prevent the spread of Dengue Fever so that DHF cases decrease and the home environment is clean.

Page 97 of 102 | Total Record : 1017