cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 802 Documents
STRATEGI DAN INOVASI PENGAJARAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 WONOSOBO Azza Aulia Gladis Puspita Dewi; Zulfa Nailal Kamila; Alfan Nurngain
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengajaran, inovasi pembelajaran, serta efektivitas strategi dan inovasi pengajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 1 Wonosobo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual melalui metode tanya jawab, diskusi kelompok, studi kasus, role play, presentasi dan pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, guru juga melakukan berbagai inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan media digital, video pembelajaran, kuis interaktif, pembelajaran kolaboratif, serta project based learning. Penerapan strategi dan inovasi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa, yang ditunjukkan dengan meningkatnya keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan, bertanya, menyampaikan pendapat, serta berpartisipasi dalam diskusi dan kerja kelompok. Selain berdampak pada keaktifan belajar, strategi dan inovasi yang diterapkan juga mampu meningkatkan motivasi belajar, kemampuan bekerja sama, serta pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwasanya strategi pembelajaran aktif yang didukung oleh inovasi pengajaran yang kreatif, variatif, dan berbasis teknologi dapat menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif, menarik, dan berfokus pada siswa sehingga efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 1 Wonosobo.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Karakter dan Motivasi Belajar Siswa di Era Digital Eva Siti Fadilla; Nur Fadhillah Eka Putri; Dinda Rezika Shifa; Ikhsan; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru menerapkan kompetensi pedagogik di era digital melalui lima aspek utama: pemahaman karakter siswa, strategi motivasi belajar, pendekatan bagi siswa kurang percaya diri, perancangan pembelajaran adaptif, serta sistem penilaian berimbang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA dengan subjek seorang guru yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan materi, pengelolaan kelas, dan pemahaman latar belakang psikososial siswa menjadi prasyarat utama untuk membangkitkan motivasi belajar. Guru memanfaatkan pendekatan personal berkelanjutan (scaffolding) berbasis konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan Self-Determination Theory dengan memberikan reward non-material seperti pujian. Selain itu, perancangan metode pembelajaran yang bervariasi sesuai karakteristik kelas dan penerapan evaluasi autentik yang mengintegrasikan penilaian proses serta hasil terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar inklusif dan adaptif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional guru yang berkelanjutan guna menjawab heterogenitas generasi digital secara relevan.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN CINTA AL-QUR'AN DI SMP NEGERI 1 MOJOTENGAH WONOSOBO Muhamad Subagio; Maryono; Mukromin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7981

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan cinta Al-Qur'an kepada peserta didik di SMP Negeri 1 Mojotengah Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan delapan upaya utama: keteladanan (uswatun hasanah), pembiasaan tadarus harian, pembinaan hafalan, pemberian motivasi afektif, disiplin belajar melalui buku pemantauan spiritual, pemberian wawasan tentang Al-Qur'an, pendekatan personal, dan pengaitan nilai Qur'ani dengan kehidupan nyata. Sekolah menjalankan lima program saling bersinergi: tadarus terintegrasi dalam pembelajaran, program pengembangan spiritual terstruktur, buku pemantauan kegiatan spiritual, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan sosial berupa santunan. Faktor pendukung utama adalah iklim religius sekolah, budaya tafsir dalam rapat dinas, dan dukungan kepala sekolah. Faktor penghambat meliputi sebagian siswa yang belum lancar membaca Al-Qur'an dan pengaruh lingkungan digital. Penelitian ini membuktikan bahwa penanaman cinta Al-Qur'an dapat diwujudkan secara efektif di sekolah negeri melalui komitmen guru yang kuat dan program yang terstruktur.
EKSPLORASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI WAWANCARA DI SEKOLAH MENENGAH PEKANBARU Eni Setiawati; Jihan Hulwa Nadhifah; Purningsyih; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7986

Abstract

Tidak semua guru menyampaikan materi dengan cara yang sama. Wawancara mendalam dilakukan terhadap tiga pengajar dari dua jenis sekolah menengah di Pekanbaru, termasuk SMA Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri. Meski berada dalam wilayah serupa, pola ajar mereka tidak selalu sejalan. Salah satunya telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun, sementara dua lainnya masih dalam tahap awal karier. Pendekatan penelitian dipilih secara kualitatif agar gambaran utuh bisa muncul perlahan. Fokus diberikan pada lima aspek praktik mengajar. Pertama, bagaimana pemahaman dibentuk tentang kondisi peserta didik. Kedua, proses penyusunan rencana pelajaran diamati secara seksama. Di ruang kelas, gaya interaksi menjadi sorotan tersendiri. Penggunaan alat bantu atau teknologi juga ikut dinilai tanpa prasangka tertentu. Terakhir, sistem evaluasi beserta program remedial dikaji tanpa panduan standar tetap. Penemuan riset menyiratkan adanya jurang cukup lebar antara pendekatan instruktur lama serta baru, khususnya saat menilai kapasitas dasar murid, teknik pendorong semangat belajar, juga keluwesan dalam evaluasi akademik. Berdasarkan data tersebut, kesimpulan yang bisa diambil ialah institusi pendidikan sebaiknya merancang pelatihan berkala bagi tenaga pengajar - dengan desain yang menyesuaikan tahapan karier tiap individu.
ANALISIS EMPIRIS BUTIR SOAL ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL: TINGKAT KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN EFEKTIVITAS PENGECOH Sanherib Yonnyc Tabun; Shandra Maryanie Buraen; Roimanson Panjaitan
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal secara empiris melalui tiga aspek utama, yaitu tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh (distraktor). Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan analitis-deskriptif berdasarkan teori pengukuran klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kesukaran yang ideal berada pada rentang indeks 0,25 hingga 0,75; daya pembeda yang baik ditandai dengan nilai D di atas 0,30; dan pengecoh dianggap efektif apabila dipilih oleh minimal lima persen (5%) peserta tes. Ketiga aspek ini saling berkaitan dalam menentukan mutu instrumen evaluasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa analisis butir soal yang sistematis dan berkelanjutan merupakan keharusan bagi pendidik dalam menjamin kualitas penilaian hasil belajar yang valid, reliabel, dan mampu merepresentasikan kemampuan peserta didik secara akurat.
MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Amanda Selviana; Hasanudddin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8003

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam mempelajari matematika, terutama pada tingkat SMP yang merupakan masa transisi perkembangan kognitif dan afektif. Penelitian ini bertujuan melakukan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar matematika siswa SMP, model pembelajaran yang terbukti meningkatkan motivasi, serta kecenderungan hasil penelitian selama satu dekade terakhir. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci “motivasi belajar matematika”, “mathematics learning motivation”, dan “middle school”. Setelah melalui proses penyaringan menggunakan kriteria inklusi–eksklusi dan mengikuti alur PRISMA, diperoleh 20 artikel yang memenuhi syarat. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi dipengaruhi oleh faktor internal (minat, self-efficacy, kecemasan matematika) dan faktor eksternal (strategi guru, lingkungan belajar, dukungan keluarga). Pembelajaran PBL, CTL, STEM, dan game-based learning terbukti meningkatkan motivasi. Kesimpulannya, motivasi belajar matematika siswa SMP masih bervariasi dan dipengaruhi banyak faktor, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Pembelajaran: Analisis Hasil Wawancara di Sekolah SMA/MA yang ada di Pekanbaru dan Tinjauan Pustaka Shinta Shavira; Erdi Saputra; Nabila Az-zahra; Muhammad Faidil Akbar; Dedek Agustianingsih; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam proses pembelajaran di Sekolah SMA/MA yang ada di Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru di salah satu Sekolah SMA/MA yang ada di Pekanbaru telah mengimplementasikan kompetensi profesional melalui empat aspek utama, yaitu: (1) penguasaan materi pembelajaran, (2) pengembangan bahan ajar secara kreatif dan inovatif, (3) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta (4) pengembangan keprofesian secara berkelanjutan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan kegiatan MGMP. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan kelembagaan sekolah dan ketersediaan sumber belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, dan keterbatasan sarana pendukung. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi profesional guru sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah menengah pertama.
MODEL PENANAMAN ILMU TAUHID PONDOK PESANTREN AL-ISTIQOMAH KEBUMEN MENGGUNAKAN METODE HAFALAN KITAB AQIDATUL AWWAM Ma'rifatun Khasanah; Ngarifin Shiddiq; Siti Lailiyah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8017

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan metode pembelajaran tauhid yang efektif di lembaga pendidikan Islam tradisional guna memperkuat pemahaman akidah santri secara mendalam dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perencanaan model penanaman ilmu tauhid melalui metode hafalan Kitab Aqidatul Awwam di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kebumen; (2) menganalisis pelaksanaan metode hafalan tersebut; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hafalan Kitab Aqidatul Awwam dilaksanakan secara sistematis melalui lima tahapan: bin-nadzhar (menyimak), lalaran (membaca bersama), tahfidz (hafalan mandiri), sema'an (setoran individu), dan penjelasan makna. Santri dinyatakan lulus kurikulum tauhid dasar apabila mampu menyetorkan seluruh 57 bait kitab secara lancar (itqon) di hadapan ustadzah. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kedisiplinan santri, peran aktif ustadzah, dan lingkungan pesantren yang kondusif. Faktor penghambat berupa keterbatasan waktu tatap muka dan perbedaan kemampuan hafalan antar-santri. Metode ini berkontribusi signifikan dalam menginternalisasikan nilai-nilai tauhid dan membentuk karakter santri yang berlandaskan kesadaran muraqabah.
Studi Komparatif Karakteristik Kepribadian Guru Senior dan Guru Junior dalam Pengelolaan Kelas di SMAN Pekanbaru Selvia Rahma Sari; Okti Nurvadila; Nasywa Intan Azzahra; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan karakteristik kepribadian guru senior dan guru junior dalam mengelola kelas di SMAN Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu guru senior dan satu guru junior. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru senior lebih menonjol dalam aspek kesabaran, komunikasi, keadilan, pendekatan personal, dan pembentukan karakter siswa. Sementara itu, guru junior lebih menonjol dalam aspek kreativitas, inovasi pembelajaran, ketegasan, pengelolaan kelas yang terstruktur, pemanfaatan teknologi, serta penerapan sistem reward dan punishment. Meskipun memiliki cara yang berbeda dalam mengelola kelas, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan pembelajaran yang efektif, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan membentuk karakter yang positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman mengajar berpengaruh terhadap cara guru mengelola kelas, namun guru senior maupun guru junior sama-sama memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran.
Analisis Pembelajaran Gaya dan Gerak Benda dalam Menjelajah Fenomena Sehari-hari pada Mata Pelajaran IPA di MI Sumber Kemuning Tamanan Bondowoso Syahrul Gunawan; Muhammad Suwignyo Prayogo; Nadya Nur Fahiro; Putri Nurul Aini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8037

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran IPA yang mampu menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang dekat dengan pengalaman peserta didik adalah gaya dan gerak benda. Pembelajaran yang dikaitkan dengan aktivitas nyata diharapkan dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mudah dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran gaya dan gerak benda dalam menjelajah fenomena sehari-hari pada mata pelajaran IPA di MI Sumber Kemuning Tamanan Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPA, kepala madrasah, serta peserta didik kelas IV dan V. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengaitkan materi gaya dan gerak benda dengan berbagai aktivitas sehari-hari seperti mendorong meja, menarik benda, mengayuh sepeda, dan menendang bola. Pembelajaran melalui demonstrasi dan pengamatan langsung membantu peserta didik memahami konsep secara lebih konkret. Sebagian besar peserta didik mampu menghubungkan konsep gaya dan gerak dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat peraga dan perbedaan kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Oleh karena itu, pembelajaran kontekstual perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik.