cover
Contact Name
Iksan
Contact Email
iksankamil.sahri@uinsa.ac.id
Phone
+6281329204299
Journal Mail Official
joies@uinsa.ac.id
Editorial Address
JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JOIES (Journal of Islamic Education Studies)
ISSN : 25408070     EISSN : 2541173X     DOI : https://doi.org/10.15642/joies.2022.7.2
Core Subject : Religion, Education,
The editors receive scientific articles in the form of conceptual scripts or unpublished research results or other scientific publications related to Islamic Education themes which cover Islamic Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 101 Documents
Respons Pendidikan Agama Islam dalam Menguatkan Moderasi Beragama sebagai Benteng Radikalisme Digital pada Pemuda Nuriyah, Sinta Dewi; Putra, M. Maulidur Rahman Sah
JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 10 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/joies.2025.10.2.259-270

Abstract

Perkembangan ruang digital telah mengubah cara pemuda mengakses dan memahami ajaran agama, yang di satu sisi membuka peluang pembelajaran keagamaan, namun di sisi lain meningkatkan kerentanan terhadap narasi keagamaan yang eksklusif dan radikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menguatkan moderasi beragama sebagai benteng terhadap radikalisme digital di kalangan pemuda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis secara naratif-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI memiliki potensi positif sebagai instrumen strategis dalam menanamkan pemahaman keagamaan yang moderat, seimbang, dan kontekstual melalui pembelajaran dialogis, reflektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Namun demikian, ditemukan sejumlah keterbatasan, antara lain rendahnya literasi keagamaan kritis pemuda, keterbatasan kompetensi digital pendidik, serta kecenderungan pembelajaran PAI yang masih bersifat normatif dan tekstual. Kondisi ini menyebabkan upaya pencegahan radikalisme digital belum berjalan optimal. Oleh karena itu, penguatan pendekatan pembelajaran dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan peran PAI dalam membangun ketahanan ideologis pemuda di era digital.

Page 11 of 11 | Total Record : 101