cover
Contact Name
Alfian Helmi
Contact Email
alanhelmi@apps.ipb.ac.id
Phone
+6285717284812
Journal Mail Official
dkasra@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
DKSRA-IPB University Gedung LSI Lantai 1 Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor – Indonesia 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
ISSN : -     EISSN : 2828285X     DOI : https://doi.org/10.29244/agro-maritim
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika (PB PKBT) is a publication media that contains articles covering the results of policy research, policy analysis and opinions related to policy recommendations that are currently developing both nationally and internationally. PB PKBT (ISSN 2828 – 285X) is published four times every year, namely the periods March, June, September and December. This policy brief focuses on broad agro-maritime policy topics, which include the fields of agriculture, one health, fisheries and maritime affairs, animal husbandry, forestry and the environment, agro-maritime industry, tropical bio-science, natural resource and environmental economics, and the social sector, communication and community development. The articles published in this policy brief are articles that are presented concisely to bring science and policy together to support inclusive sustainable development and prosperous society. PB PKBT is published by the Directorate of Strategic Studies and Academic Reputation – IPB University.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 271 Documents
Memaksimalkan Pengaruh Positif Media Komunikasi Dalam Mengoptimalkan Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Bisararisi, Ivone
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1198-1202

Abstract

Penggunaan media di era digital memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter generasi muda. Apabilapenggunaannya tidak terkontrol, maka akan menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran ujarankebencian dan penurunan moralitas. Policy brief ini menguraikan dampak media terhadap implementasipendidikan karakter serta merumuskan strategi kebijakan yang dapat memaksimalkan manfaat media dalammembangun karakter bangsa. Dengan kebijakan yang tepat, media dapat dioptimalkan sebagai saranaedukatif untuk menanamkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan toleransi melalui literasi digital yangberkelanjutan. Pendekatan ini memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, danpemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pengawasan, pemanfaat media yang bijak, serta integrasipendidikan karakter ke dalam ekosistem digital. Melalui kebijakan strategis yang berbasis kolaborasi danpenguatan literasi, media memiliki peran positif dalam mencetak generasi yang berkarakter, kompetitif, dansiap menghadapi tantantangan global.
Strategi Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan Ningsih, Sri; Ningrum, Bhekti Setya; Januar, M Fathan Haidar; Umarat, Adlil; Riany, Yulina Eva
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1193-1197

Abstract

Lingkungan satuan pendidikan merupakan bagian penting terbentuknya generasi penerus bangsa. Namunkondisi lingkungan satuan pendidikan kini sangat mengkhawatirkan akibat tingginya kasus kekerasan yangterjadi. Merespon hal tersebut, dalam upaya perlindungan anak, pemerintah melalui Permendikbudristek No.46 Tahun 2023 mengeluarkan salah satu kebjiakan baru untuk menegaskan pentingnya pencegahan danpenanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Dengan masih seumur jagung implementasikebijakan ini menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya, sehingga dibutuhkan strategi agarimplementasi kebijakan dapat memberikan perlindungan bagi anak di lingkungan satuan pendidikan. Faktorkunci dari kebutuhan, kendala, program dan koordinasi stakeholder harus diidentifikasi untuk Menyusunstrategi agar implementasi kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu kajian ini telah mengidentifikasifaktor kunci tersebut dari pendapat regulator, praktisi dan akademisi sehingga dapat menghasilkan strategiimplementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Sertifkasi Produk Pertanian untuk Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Pertanian Indonesia Rouf, Ari Abdul
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1154-1157

Abstract

Standar Nasional Indonesia (SNI) dibuat dengan tujuan untuk keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakatatau pelestarian fungsi lingkungan hidup. Data menunjukan bahwa dari 6.743 SNI yang berlaku di tahun 2010,hanya sekitar 20% yang telah diterapkan oleh pelaku usaha. Rendahnya penerapan SNI oleh pelaku usahadisebabkan oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan sumber daya manusia dalam menerapkan SistemManajemen Mutu (SMM), persaingan dengan produk sejenis tanpa label SNI memiliki harga lebih murah,tingginya biaya pengujian dan/atau sertifikasi, rendahnya kepedulian konsumen terhadap produk berstandarSNI, proses sertifikasi dipandang sulit, keterbatasan akses terhadap lembaga laboratorium atau sertifikasiproduk yang jauh dari lokasi usaha, kesulitan dalam mengkalibrasi peralatan laboratorium, dan kurangnyasosialisasi sistem manajemen mutu. Sementara itu, SNI dibuat dengan tujuan antara lain untuk keselamatan,keamanan, kesehatan masyarakat atau pelestarian fungsi lingkungan hindup. Sertifikasi produk SNI akanmemberikan jaminan bahwa produk telah memenuhi standar tertentu. Guna meningkatkan penerapansertifikasi SNI maka beberapa kebijakan yang dapat direkomendasikan antara lain: 1) Meningkatkan kesadaranprodusen dan konsumen terkait penerapan sertifikasi produk, 2) Meningkatkan bantuan pemerintah dalamprogram sertifikasi produk oleh produsen, khususnya untuk pendampingan pelaku usaha dalam menyiapkandokumen persyaratan sertifikasi dan pembiayaan, dan 3) Harmonisasi peraturan standar nasional denganmeningkatkan Mutual Recognition Arrangements.
Strategi Pembentukan Kemandirian Orang dengan Gangguan Jiwa Islamiah, Nur; Mita Nur Fitri; Naurah Rahma Yumna; Rafa Talitha Budianto; Kaysa Kinanti Widyorini; Khidir Tantawi; Nani Rohaeni
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1158-1163

Abstract

Mentalization Incubator adalah pembentukan kemandirian Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengantujuan diantaranya, dapat beradaptasi dalam lingkungan sosial, memberdayakan ODGJ dan mitra melaluiprogram kemandirian ekonomi, serta mengedukasi masyarakat sehingga mampu mengurangi stigma negatifterkait ODGJ di lingkungan sekitar. Metode yang diterapkan selama pelaksanaan program adalah metodeHEART. Penggunaan metode ini mencakup tiga bidang sisi berupa Humanist (kemanusiaan), Economy(ekonomi), dan Art (seni). Program Mentalization Incubator membuahkan hasil akan peningkatan ODGJ dalamsisi Humanist sebesar 31.1%, Art sebesar 25,7%, dan Economy sebesar 39%. Dengan diadakannya program ini,terdapat pula peningkatan stigma sebesar 17,8% dari sisi masyarakat terhadap ODGJ. Rekomendasi utamadalam pemberdayaan ODGJ mencakup peningkatan akses layanan kesehatan mental berbasis komunitas,penguatan kampanye anti-stigma, serta pemberdayaan ekonomi melalui model bisnis inklusif dan pelatihanketerampilan. Selain itu, integrasi program inkubasi sosial dan dukungan kebijakan berbasis CollaborativeGovernance Model diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program. Pendekatan ini bertujuanmenciptakan lingkungan yang lebih inklusif, memperkuat kemandirian ODGJ, dan mengurangi stigma dimasyarakat.
Peran Keuangan Syariah dalam Mitigasi Perubahan Iklim Global Irfany, Mohammad iqbal; Ramadhini, Fiona
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1164-1170

Abstract

Degradasi lingkungan tetap menjadi tantangan utama di negara-negara OKI. Studi ini menemukan bahwa asetkeuangan syariah berkontribusi pada pengurangan emisi COâ‚‚ dengan mendukung investasi hijau, sementarapembiayaan perbankan syariah masih terbatas dalam mendanai proyek rendah karbon. Di sisi lain,pertumbuhan PDB meningkatkan emisi, meskipun FDI, urbanisasi, dan kawasan hutan berkontribusi dalampenurunannya. Saat ini, kebijakan lingkungan di negara OKI masih terfragmentasi, dengan beberapa negaramulai menerapkan regulasi sukuk hijau dan insentif pembiayaan hijau, seperti Malaysia dan Indonesia.Namun, kesenjangan dalam standar regulasi, keterbatasan instrumen, serta kurangnya insentif bagi lembagakeuangan syariah masih menghambat efektivitasnya. Keuangan syariah berpotensi mengisi celah ini denganmemperkuat peran sukuk hijau, memperluas kebijakan insentif pajak, serta meningkatkan kapasitas lembagakeuangan syariah dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Adaptasi Petani Padi terhadap Dampak Perubahan Iklim di Indonesia wibowo, satriyowibowo
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1171-1176

Abstract

Produksi beras di Indonesia sangat bergantung terhadap kondisi iklim. Perubahan iklim global telahmempengaruhi kondisi iklim di Indonesia seperti curah hujan, suhu udara, dan ketersediaan air yangberdampak langsung terhadap fluktuasi hasil produksi. Sebagai contoh dalam beberapa studi, El nino dan Lanina yang melanda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan penurunan jumlah produksi berashingga mencapai jutaan ton sehingga menyebabkan kerugian mencapai triliunan rupiah. Upaya mitigasi,penyesuaian pola tanam dan pengaturan irigasi yang efisien menjadi kunci untuk menjaga ketahanan nasionaldi tengah terjadinya perubahan iklim global. Policy brief ini akan menguraikan dan mengkaji permasalahanmengenai dampak perubahan iklim terhadap produksi beras di Indonesia untuk menemukan solusi yang dapatditawarkan kepada pemerintah agar diterapkan melalui program kerja atau evaluasi kebijakan yang telahdibuat.
Responsivitas Gender Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Retna Puspita, Dyah; Firmansyah, Adi; Indriana, Hanna; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1177-1182

Abstract

Kesetaraan gender dalam penyuluhan pertanian adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, termasuk di Kabupaten Bogor. Meskipun perempuan memegang peran penting dalam sektor pertanian, mereka sering kali diabaikan dalam program penyuluhan, pelatihan, dan akses teknologi. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh hambatan budaya, stereotip gender, dan kebijakan yang tidak sensitif gender. Untuk itu, policy brief ini mengkaji peran lembaga dalam mendorong terwujudnya kesetaraan gender dalam kebijakan penyuluhan bagi ujung tombak pelaksana kegiatan tersebut, yakni para penyuluh. Pemberian akses yang lebih besar bagi penyuluh perempuan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan lanjutan yang didukung oleh pelibatan yang lebih besar bagi para petani perempuan, diyakini menjadi solusi guna mewujudkan kebijakan penyuluhan yang lebih setara gender. Kondisi ini didukung oleh pewajiban bagi penyuluh dan staf bagian lainnya untuk membiasakan membuat pendataan secara terpilah gender. Dengan data ini, akan dapat diketahui permasalahan dan kebutuhan masing-masing gender, sehingga dapat dibuat program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran. Upaya untuk memenuhi komitmen kesetaraan gender bagi penyuluh dan petani perempuan ini tidak saja memenuhi hak mereka, melainkan juga dapat meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Optimalisasi Sorgum sebagai Alternatif Produk Pangan Fungsional Sidqi, Ilham Fajar; Adetya, Aulia
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1187-1192

Abstract

Sorgum meskipun memiliki potensi besar sebagai sumber pangan yang bergizi, masih menghadapi berbagaitantangan, termasuk keterbatasan produksi dan kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaatnya. Produksisorgum belum menjadi prioritas dalam sektor pertanian, dan masyarakat lebih terbiasa mengonsumsi beras.Untuk meningkatkan pemanfaatan sorgum, diperlukan inovasi dalam pengolahan dan diversifikasi produk,seperti tepung sorgum dan beras analog. Edukasi kepada petani mengenai teknik budidaya dan manfaatsorgum juga sangat penting. Dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk subsidi dan pengembanganvarietas unggul, diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri sorgum. Rekomendasi mencakuppeningkatan budidaya melalui teknologi modern, kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat, serta pengembangan produk berbasis sorgum untuk menarik konsumen. Dengan langkahlangkahini, sorgum dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan menjadi sumber pangan yangsehat serta berkelanjutan.
Urgensi Dana Konservasi Desa Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Solihin, Akhmad; Hari Kushardanto; Ray Chandra Purnama; Agus Tri Yulianto
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1183-1186

Abstract

Masyarakat pesisir sangat bergantung pada ekosistem pesisir dan laut untuk mata pencaharian mereka, tetapi menghadapi ancaman besar akibat eksploitasi sumber daya, pencemaran, dan perubahan iklim. Dalam rangka mengatasi ancaman kerusakan lingkungan, beberapa desa pesisir melakukan pengaturan berbasikan masyarakat, namun dihadapkan pada keterbatasan dana. Ironisnya, hingga perubahan kedua Undang-Undang Desa pada 2024, pendanaan konservasi masih hanya dialokasikan untuk desa berbasis daratan dan kehutanan, sementara desa pesisir dan pulau-pulau kecil belum mendapatkan akses dana yang setara. Padahal, desa pesisir menghadapi tantangan konservasi yang lebih kompleks, terutama karena sifat perairan laut yang terbuka, sehingga risiko eksploitasi ilegal lebih tinggi. Tanpa dukungan finansial, masyarakat pesisir kesulitan menjalankan program perlindungan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif yang memasukkan desa pesisir dalam skema dana konservasi atau dana rehabilitasi, serta insentif bagi desa yang telah menerapkan konservasi berbasis masyarakat.
Melindungi Generasi Emas: Strategi Mengatasi Dampak Paparan Pornografi pada Anak dan Remaja Sulaiman, Nur Afifah; Nanda, Rafika; Riany, Yulina Eva
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1203-1206

Abstract

Paparan pornografi di kalangan anak dan remaja Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan akibat akses teknologi yang semakin mudah. Kondisi ini berdampak negatif pada perkembangan psikologis, moral, dan perilaku anak, termasuk peningkatan perilaku seksual berisiko dan penurunan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral. Minimnya literasi digital, kurangnya pengawasan orang tua, dan komunikasi yang tidak efektif memperburuk situasi ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan kolaboratif yang mencakup pengawasan digital yang lebih ketat, pendidikan seksual berbasis bukti, serta pemberdayaan keluarga dan komunitas. Implementasi kebijakan yang komprehensif ini diharapkan dapat melindungi generasi muda dari dampak negatif pornografi, mendukung perkembangan moral yang sehat, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 3 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 6 No 4 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol. 6 No. 3 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 6 No 3 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol. 6 No. 2 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 6 No 2 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 6 No 1 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 5 No 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 1 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 5 No 1 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 4 No 4 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol. 4 No. 4 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 4 No 3 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 4 No 2 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 4 No 1 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 3 No 1 (2021): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 2 No 1 (2020): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika Vol 1 No 1 (2019): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika More Issue