cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Uji Sensitivitas Madu Lebah Hutan (Apis Dorsata) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Penyebab Acne Vulgaris Fatimah Marwah; Sri Julyani; Rasfayanah; Dian Amelia Abdi; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i8.110

Abstract

Madu memiliki empat faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan bakteri. Pertama, kadar gula yang tinggi akan yaitu: tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3,65), adanya senyawa radikal hydrogen peroksida (H2O2, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek yang dapat diperoleh dari madu lebah hutan (Apis dorsata) sebagai alternatif yang dapat dijadikan sebagai obat antibakteri dalam mencegah acne vulgaris. Untuk mengetahui sensitivitas madu lebah hutan (Apis dorsata) terhadap bakteri penyebab acne vulgaris. Penelitian ini adalah true experimental. Penelitian ini menggunakan metode disk diffusion. Pada madu didapatkan zona hambat yang paling tinggi pada konsentrasi 100% dengan zona hambat 24 mm, sedangkan zona hambat yang paling rendah yaitu pada konsentrasi 50% dengan zona hambat 16 mm. Terdapat zona hambat sensitif dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan pemberian madu hutan pada semua konsentrasi. Madu lebah hutan pada konsentrasi 100% memiliki daya hambat bermakna (efektif) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.
Hubungan Jenis Retinopati Diabetik dengan Lama Menderita Diabetes Melitus dan Kadar HbA1C Aisyah Primaputri; Sri Irmandha; Marzelina Karim; Prema Hapsari; Zulfiyah Surdam; Rismayanti; Paulus; Ade Rahmy Sujuthi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i8.111

Abstract

Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sensitivitas insulin dan insufisiensi produksi insulin oleh pankreas. Pada tahun 2015, sekitar 415 juta orang dewasa di dunia atau sekitar 8,5% penduduk dunia menderita diabetes. Diabetes menjadi masalah serius ketika telah terjadi berbagai komplikas. Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular pernderita diabetes yang menyerang pembuluh darah kecil di retina mata, menyebabkan terjadinya penurunan penglihatan permanen hingga kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis retinopati diabetik dengan lamanya menderita diabetes melitus dan kadar HbA1C. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif obervasional analitik dengan desain cross sectional. Kuantitatif berarti variabel-variabel penelitian ini menggunakan variabel yang dapat diukur secara objektif. Hasil penelitian ini didominasi oleh pasien berusia 50-54 tahun (26,5%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kadar HbA1C didominasi > 9,0% (43%) dengan durasi lama <5 tahun (51%). Jenis retinopati yang mendominasi adalah PDR (68%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan jenis retinopati diabetik (p=0,007). Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita diabetes mellitus dengan jenis retinopati diabetik (p=0,016).
Uji Sensitivitas Kapsul Cacing (Lumbricus rubellus) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro Ratu Sri Bestari; Yani Sodiqah; Inna Mutmainnah; Prema Hapsari; Suliati P Amir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i8.112

Abstract

Prevelensi demam tifoid di Indonesia semakin meningkat. Selain itu, terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik sebagai pengobatan demam tifoid, sehingga diperlukan terapi alternatif yaitu terapi herbal menggunakan kapsul cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas kapsul cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro. Desain penelitian ini menggunakan metode true experiment yaitu Posttest Only Control Group Design (Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini dibandingkan pemeriksaan zona hambat antara ekstrak kapsul cacing konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200% dan ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200% dengan media Mueller Hinton Agar (MHA), sebagai kontrol positif berupa ciprofloxacin dan kontrol negatif berupa aquadest. Hasil penelitian didapatkan tidak ada zona hambat yang terbentuk (resisten) pada ekstrak kapsul cacing tanah (Lumbricus rubellus) maupun ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap bakteri Salmonella typhi dengan konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200 %. Kesimpulan bahwa ekstrak kapsul cacing tanah (Lumbricus rubellus) maupun ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200 % tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Beberapa faktor yang berperan adalah suhu yang digunakan, jenis dan usia cacing, serta pada saat proses perlakuan
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Menghambat Pertumbuhan Larva Nyamuk Aedes aegypti Dwi Astari Suja’nah; Santriani Hadi; Arni Isnaini Arfah; Sri Julyani; Nurfachanti Fattah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.114

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa yaitu penyakit demam berdarah dengue. Angka kejadian kasus DBD di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif. Bertambahnya jumlah kasus DBD selain karena faktor kepadatan penduduk, musim dan mobilisasi penduduk juga disebabkan oleh kurangnya partisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti. Salah satu bahan alami yang digunakan masyarakat sebagai alternative pengganti insektisida sintetis untuk mengatasi pertumbuhan larva nyamuk adalah daun kemangi. Daya bunuh insektisida hayati yang berasal dari senyawa kimia daun kemangi seperti minyak atsiri, euganol, saponin, flavonoid, dan tannin. Tujuan: Mengetahui efektivitas daya bunuh ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik (laboratoris experiment) dengan 5 kelompok yang terdiri dari 4 konsentrasi (konsentrasi 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 1%) dan 1 kelompok kontrol (Aquades). Hasil: Hasil analisis menunjukakkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin besar presentasi kematian pada larva nyamuk. Presentasi kematian 23,33% (konsentrasi 0,1%), 43,33% (konsentrasi 0,3%), 63,33 (konsentrasi 0,5%) dan 100% (konsentrasi 1%). Kesimpulan: Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) efektif untuk larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Konsentrasi yang paling efektive untuk menghambat pertumbuhan larva nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi 1% dengan presentasi 100%.
Hubungan Beban Kerja Fisik dengan Kinerja Perawat di RS Ibnu Sina Makassar Muh Febri Ananda Sjakir; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Irmayanti Haidir; Sultan Buraena; Nurelly N Waspodo
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.115

Abstract

Rumah sakit mempunyai tenaga medis yaitu perawat dan rumah sakit sudah menerapkan keselamatan kerja. Beban kerja merupakan salah satu indikator keselamatan kerja salah satunya yaitu beban kerja fisi dan mempengaruhi kinerja perawat. Tujuan penelitian mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan kinerja perawat di RS Ibnu Sina Makassar. Metode jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan perawat di RS Ibnu Sina Makassar berjumlah 102 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data digunakan data primer yakni pengukuran langsung dan kuesioner. Hasil penelitian dari hasil uji spearman didapatkan tidak terdapat hubungan CVL dengan kinerja perawat (p=0,239) >0.05. Tidak terdapat hubungan oksigen dengan kinerja perawat (p=0,512) >0.05. Tidak terdapat hubungan energi dengan kinerja perawat (p=0,274) >0.05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan beban kerja fisik dengan kinerja perawat di RS Ibnu Sina Makassar
Perbandingan Kandungan Antioksidan Senyawa β-Karoten Golongan Karotenoid pada Kurma Ajwa (Madinah), Kurma Sukari (Mesir), Kurma Medjool (Palestina), Kurma Khalas (Dubai), dan Kurma Golden Valley (Mesir) Iqra Anugrah; Suciati Hambali; Rachmat Faisal Syamsu; Aryanti Bamahry; Zulfitriani Murfat
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.116

Abstract

Buah kurma memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu mengandung antioksidan terkhusus senyawa β-karoten golongan karotenoid yang sangat penting untuk mencegah radikal bebas. Selain Kurma Ajwa, terdapat banyak varietas kurma seperti Kurma Sukari, Kurma Medjool, Kurma Khalas, dan Kurma Golden Valley. Adanya varietas kurma yang beragam membuat peneliti tertarik untuk membandingkan kandungan antioksidan senyawa β-karoten golongan karotenoid pada varietas kurma tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional deskriptif menggunakan metode ekstraksi dan uji kandungan senyawa β-karoten secara kualitatif dengan kromatografi lapis tipis dan kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis. Pada uji kualitatif didapatkan hasil positif mengandung β-karoten pada semua varietas kurma, sedangkan pada uji kuantitatif didapatkan hasil ekstrak etanol Kurma Golden Valley 0,177 mg/L, Kurma Ajwa 0,11 mg/L, Kurma Khalas 0,08 mg/L, Kurma Medjool 0,129 mg/L, Kurma Sukari 0,033 mg/L. Hasil ekstrak etil asetat Kurma Golden Valley 0,192 mg/L, Kurma Ajwa 0,161 mg/L, Kurma Khalas 0,065 mg/L, Kurma Medjool 0,065 mg/L, Kurma Sukari 0,049 mg/L. Hasil ekstrak N-heksan Kurma Golden Valley 0,320 mg/L, Kurma Ajwa 0,591 mg/L, Kurma Khalas 0,846 mg/L, Kurma Medjool 0,224 mg/L, Kurma Sukari 0,543 mg/L. Semua varietas kurma yang diuji secara kualitatif menunjukkan hasil positif mengandung β-karoten. Secara kuantitatif, kandungan β-Karoten terbanyak terdapat pada ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat Kurma Golden Valley serta ekstrak N-heksan Kurma Khalas.
Karakteristik Faktor Risiko Pasien Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2020 Nur Afifah Usri; Wisudawan; Nurhikmawati; Nesyana Nurmadilla; Irmayanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.117

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia salah satu penyakit kardiovaskular yang terus menerus menempati urutan pertama adalah penyakit jantung koroner. Secara umum dikenal faktor risiko yang berperan penting terhadap timbulnya penyakit jantung koroner, faktor risiko penyakit jantung koroner dibagi menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu umur, jenis kelamin, dan keturunan serta faktor risiko yang dapat diubah yaitu merokok, dislipidemia, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik faktor risiko pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian descriptive retrospective study dengan menggunakan desain cross sectional. Hasil: Faktor risiko terbanyak pada kelompok usia 60-69 tahun 15 orang (37.5%), jenis kelamin laki-laki 21 orang (52.5%), tekanan darah hipertensi grade I 22 orang (55.0%), profil lipid abnormal 22 orang (55.0%), memiliki penyakit diabetes mellitus 27 orang (67.5%), indeks massa tubuh obesitas I 18 orang (45.0%), pasien yang memiliki 1 faktor risiko 3 orang (7.5%), pasien yang memiliki 2 faktor risiko 7 orang (17.5%), pasien yang memiliki 3 faktor risiko 11 orang (27.5%), pasien yang memiliki 4 faktor risiko 7 orang (17.5%), pasien yang memiliki 5 faktor risiko 8 orang (20.0%), pasien yang memiliki 6 faktor risiko 4 orang (10%). Kesimpulan: Usia 60-69 tahun, jenis kelamin laki-laki, hipertensi grade I, profil lipid abnormal, memiliki penyakit diabetes mellitus, obesitas I merupakan karakteristik faktor risiko pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2020.
Hubungan antara Panjang Tulang Ulna dengan Tinggi Badan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang Bersuku Bugis Rifqha Dwiputri Ilham; Zulfiyah Surdam; Sigit Dwi Pramono; Mona Nulanda; Azis Beru Gani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.118

Abstract

Dalam dunia antropologi forensik tinggi badan merupakan bagian yang penting, dimana tinggi badan adalah suatu langkah utama dalam proses identifikasi. Metode pengukuran bagian tubuh pengganti adalah metode alternatif apabila pengukuran tinggi badan secara tegak tidak dapat dilakukan yakni dengan memanfaatkan tulang panjang salah satunya adalah tulang ulna. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti hubungan antara panjang tulang ulna dengan tinggi badan.
Hubungan Status Gizi terhadap Usia Menarche Widya Dian Pratiwi Syam; Sri Wahyuni Gaytri; Achmad Harun Muchsin; Aryanti Bamahry; Nirwana Laddo
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.119

Abstract

Latar Belakang: Menarche adalah kejadian menstruasi seorang anak perempuan untuk pertama kali. Usia menarche menunjukkan trend penurunan dari tahun ke tahun baik di Negara Eropa Utara, Amerika Serikat, Asia yaitu termasuk di Negara Indonesia dan hal ini dipengaruhi oleh beberapa Faktor salah satunya adalah Status Gizi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini yaitu untuk Mengetahui Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche. Metode: Literatur Review dengan Desain Narrative Review. Hasil: Distribusi status gizi pada remaja yang memiliki status gizi lebih untuk terjadinya Menarche lebih cepat, kemudian remaja yang memiliki status gizi Normal cenderung terjadinya Menarche tepat waktu dan remaja yang memiliki status gizi kurang atau kurus terjadi Menarche terlambat dari waktu yang seharusnya. Usia Menarche pada remaja yang dialami yaitu di usia 11 hingga 14 tahun yang dikategorikan Normal karena memiliki status gizi yang baik. Terdapat Hubungan yang bermakna antara Status Gizi dan Usia Menarche. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari Literatur Review dapat disimpulkan bahwa Status Gizi dapat mempengaruhi Usia Menarche
Hubungan Kadar C-Reactive Protein dengan Derajat Penyakit Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdul Moeis Samarinda Tahun 2021 Andi Muhammad Aqil Anwar; Sultan Buraena; Rachmat Faisal Syamsu; Indah Lestari Daeng Kanang; Achmad Harun Muchsin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.120

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome-coronavirus-2 (SARS-CoV-2) yang dinyatakan sebagai pandemi World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020. Derajat penyakit dari kasus COVID-19 sulit diprediksi sehingga diperlukan parameter yang dapat menjadi prediktor derajat penyakit COVID-19. Pemeriksaan C-Reactive Protein diyakini (CRP) dapat digunakan sebagai prediktor derajat penyakit COVID-19. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar CRP dengan derajat penyakit pasien COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdul Moeis Kota Samarinda menggunakan metode total sampling. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik sampel dan mengukur rerata kadar CRP. Uji chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar CRP dan derajat penyakit COVID-19. Hasil dinyatakan signifikan apabila nilai p value <0,005. Hasil: Sebagian besar pasien berada dalam rentang usia 41-60 tahun (50,9%), jenis kelamin laki-laki (55,6%), dan memiliki riwayat penyakit penyerta diabetes mellitus (25,9%). Sebagian besar kasus COVID-19 tergolong sedang (69,4%). Nilai rerata kadar CRP adalah 63,4. Kadar CRP mempengaruhi derajat penyakit pasien COVID-19 dengan nilai p value = 0,000 (p<0,005). Semakin besar kadar CRP yang ditemukan menandakan semakin berat derajat penyakit pasien COVID-19. Kadar CRP tidak dipengaruhi oleh riwayat penyakit penyerta pasien COVID-19 dengan p value = 0,057 (p>0,005). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar CRP dan derajat penyakit COVID-19.

Page 10 of 33 | Total Record : 326