cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024): Desember" : 12 Documents clear
PELATIHAN GENDANG BELEQ UNTUK MENINGKATKAN CINTA BUDAYA DAERAH SASAK TERHADAP SISWA SDN 1 SUKARAJA Rahman, Nanang; Ikhwan, Zaenul; Muhdar, Syafruddin; Fujiaturrahmah, Sukron; Mariyati, Yuni; Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Masyitah, Putri Maya
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28418

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi menjadi tantangan utama, terutama dalam mempertahankan eksistensi gendang beleq sebagai warisan budaya Sasak. Generasi muda cenderung kurang mengenal dan mencintai budaya tradisional, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk memperkenalkannya sejak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecintaan siswa SDN 1 Sukaraja terhadap budaya Sasak melalui pelatihan gendang beleq. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 4 hingga 6 sebagai peserta dengan jumlah 24 siswa pada bulan Agustus dan 26 siswa pada bulan September, dengan bimbingan guru seni dan pelatih profesional dari komunitas seni lokal. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, mencakup aspek keterampilan teknis, pemahaman budaya, serta perubahan karakter siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa aspek: 70% siswa menjadi sangat tertarik terhadap budaya lokal (sebelumnya hanya 40%), 60% siswa menguasai teknik dasar gendang beleq, dan 50% memahami filosofi budaya Sasak. Selain itu, 85% siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini berhasil membangkitkan antusiasme siswa sekaligus menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya Sasak. Kata kunci: Gendang beleq; budaya Sasak; pelestarian budaya. ABSTRACTPreservation of local culture amidst the strong currents of globalization poses a significant challenge, particularly in maintaining the existence of gendang beleq as a cultural heritage of the Sasak people. The younger generation tends to have limited knowledge and appreciation of traditional culture, necessitating systematic efforts to introduce it from an early age. This activity aims to enhance the appreciation of Sasak culture among students of SDN 1 Sukaraja through gendang beleq training. The implementation methods include socialization and hands-on practice. This activity involves students from grades 4 to 6 as participants with a total of 24 students in August and 26 students in September 2024, under the guidance of art teachers and professional trainers from the local art community. Evaluation was conducted through observations, interviews, and questionnaires administered before and after the training, covering aspects of technical skills, cultural understanding, and changes in students' character. The training results showed significant improvements in several aspects: 70% of students developed a strong interest in local culture (up from 40%), 60% mastered the basic techniques of gendang beleq, and 50% gained an understanding of Sasak cultural philosophy. Furthermore, 85% of students demonstrated increased discipline, teamwork, and self-confidence. This program successfully sparked students' enthusiasm and served as a strategic step toward preserving the cultural heritage of the Sasak people. Keywords: Gendang beleq Sasak culture; cultural preservation
MENGATASI BULLYING: PELATIHAN DAN STRATEGI UNTUK MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG AMAN Syaharuddin, Syaharuddin; Mandailina, Vera; Alimin, Khairul; Auliah, Jumratul; Suaema, Suaema; Alia, Alia; Munandar, Muhammad Abdul Haris; Yuliatun, Yuliatun
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27680

Abstract

ABSTRAKDi lingkungan sekolah, bullying dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan mental siswa termasuk stres, kecemasan, dan depresi, serta mengurangi prestasi akademik dan interaksi sosial. Selain itu, bullying dapat menciptakan suasana sekolah yang tidak aman yang berdampak negatif pada seluruh komunitas sekolah. Kegiatan sosialisasi tentang bullying bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan siswa MTs NW Senyiur Lombok Timur mengenai bullying, mencakup pengetahuan umum, perspektif agama, dan sudut pandang hukum. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, yang disampaikan kepada 174 siswa-siswi dari kelas 7, kelas 8, dan kelas 9. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk mengukur efektivitas pemahaman siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa efektivitas sosialisasi bervariasi di setiap kelas. Kelas 7 mencatat efektivitas sebesar 90%, menandakan pemahaman yang baik namun masih perlu perbaikan. Kelas 8 menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi, yaitu 93%, kemungkinan disebabkan oleh relevansi materi dan metode yang lebih efektif. Kelas 9 mencapai efektivitas tertinggi sebesar 97%, menunjukkan pemahaman mendalam yang mungkin dipengaruhi oleh kedewasaan dan partisipasi aktif siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman tentang bullying meningkat seiring dengan tingkat kelas dan bahwa strategi sosialisasi yang lebih matang dapat berdampak positif pada pemahaman siswa. Kata kunci: Pencegahan Bullying; Pelatihan Efektif; Strategi Penanganan; Lingkungan Sekolah Sehat. ABSTRACTIn the school environment, bullying can have severe consequences for students' mental health, including stress, anxiety, and depression, and can also diminish academic performance and social interactions. Furthermore, bullying can create an unsafe school atmosphere, negatively impacting the entire school community. The objective of the bullying awareness program was to enhance the understanding and awareness of students at MTs NW Senyiur Lombok Timur regarding bullying, covering general knowledge, religious perspectives, and legal viewpoints. The method employed was a lecture format, delivered to 174 students from grades 7, 8, and 9. Evaluation was conducted through a question-and-answer session to assess the effectiveness of students' understanding. The evaluation results revealed varying effectiveness across grades. Grade 7 achieved an effectiveness rate of 90%, indicating a good understanding but with room for improvement. Grade 8 showed a higher effectiveness rate of 93%, likely due to the relevance of the material and more effective methods. Grade 9 reached the highest effectiveness rate of 97%, suggesting a deeper understanding possibly influenced by the students' maturity and active participation. These findings confirm that understanding of bullying increases with grade level and that more developed socialization strategies can positively impact students' comprehension. Keywords: Bullying Prevention; Effective Training; Coping Strategies; Healthy School Environment.
BRANDING PROFESI APOTEKER SEJAK DINI DENGAN PELATIHAN APOTEKER CILIK UNTUK DI SD CANDIREJO 02 UNGARAN Zaskia, Annisa Vera; De Cruz Poety, Cresensia Apolonia; Oktianti, Dian; Hati, Anita Kumala
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28035

Abstract

ABSTRAK                                                                            Peran apoteker di masyarakat khususnya adalah hal yang  berkaitan dengan pengobatan.  Apoteker merupakan salah satu bagian dari tenaga kesehatan. Akan tetapi profesi ini masih kurang dikenal dikalangan masyarakat. Apoteker banyak dibutuhkan di Indonesia, mengingat sebaran apoteker di Indonesia tidak merata terutama di daerah terpencil, dan kebutuhan akan apoteker belum tercukupi.Sebelum melakukan kegiatan telah dilakukan observasi dan diskusi dengan pihak sekolah mengenai tema yang akan diangkat pada kegiatan pengabdian kali ini. Pihak sekolah menyatakan bahwa siswa SD belum mengenal mengenai profesi apoteker. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan jumlah apoteker di Indonesia, salah satunya dilakukan dengan mengenalkan profesi ini pada siswa SD. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk tujuan: 1) untuk mengenalkan profesi apoteker kepada siswa SD, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pilihan profesi kesehatan yang dapat dipilih dimasa depan 2) memberikan pengetahuan kepada para siswa mengenai proses peracikan obat sederhana yang sering mereka dapatkan. Kegiatan ini dilaksananan di SDN 02 Candirejo Ungaran, dengan sasaran siswa kelas 5, sejumlah 30 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah dengan ceramah dan praktek membuat sediaan obat sederhana. Hasil kegiatan ini adalah siswa dapat lebih mengenal mengenai profesi apoteker, dapat menjelaskan tempat kerja apoteker serta tugas dari apoteker. Siswa juga diminta melakukan praktek peracikan sediaan obat sederhana (puyer) dan sediaan cair menggunakan alat-alat sederhana seperti mortir, stamper, gelas ukur, pipet tetes. Hal ini ini diharapakan agar siswa dapat tertarik menjadi apoteker, sehingga kebutuhan akan apoteker dimasa yang akan datang dapat tercukupi. Kata kunci: Profesi, Apoteker, Obat, Edukasi ABSTRACT The role of pharmacists in society, in particular, is related to medicine.  Pharmacists are one part of the health workforce. However, this profession is still not well known among the public. Pharmacists are much needed in Indonesia, considering that the distribution of pharmacists in Indonesia is uneven, especially in remote areas, and the need for pharmacists has not been fulfilled.Before carrying out the activity, observations and discussions were made with the school regarding the theme to be raised in this service activity. The school stated that elementary school students were not familiar with the pharmacist profession. Therefore, to increase the number of pharmacists in Indonesia, one of them is done by introducing this profession to elementary school students. The objectives of this activity are: 1) to introduce the pharmacist profession to elementary school students, so that it can provide an overview of the health profession options that can be chosen in the future 2) provide knowledge to students about the simple drug compounding process that they often get. This activity was carried out at SDN 02 Candirejo Ungaran, targeting 5th grade students, a total of 30 students. The method of implementing the activities carried out was by lecturing and practicing making simple drug preparations. The results of this activity are that students can get to know more about the pharmacist profession, can explain the workplace of pharmacists and the duties of pharmacists. Students were also asked to practice compounding simple drug preparations (puffers) and liquid preparations using simple tools such as mortars, stampers, measuring cups, drop pipettes. It is hoped that students will be interested in becoming pharmacists, so that the need for pharmacists in the future can be fulfilled. Keywords: Pharmacist ; Little Pharmacist; Medicine; Education
OPTIMALISASI PEMBUATAN SOAL UJIAN MELALUI PEMANFAATAN AI BAGI GURU SMA DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR Ramadhani, Widya Putri; Anastasyia, Neneng; Mataheru, Eunike Ester
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27754

Abstract

ABSTRAKGuru-guru SMA di Kabupaten Seram Bagian Timur menghadapi tantangan signifikan dalam pembuatan soal ujian berkualitas, disebabkan oleh beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, dan kesenjangan digital. Kegiatan pengabdian bertujuan mengoptimalkan kemampuan guru dalam menyusun soal ujian melalui pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan, meliputi survei awal, pelatihan penggunaan AI, implementasi praktis, dan evaluasi komprehensif. Kegiatan melibatkan 38 guru SMA dari total 40 guru di Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan tingkat partisipasi mencapai 95%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru. Pemahaman tentang AI meningkat dari 65 menjadi 85, efisiensi waktu pembuatan soal meningkat 75%, variasi soal bertambah 100%, dan kualitas soal yang memenuhi standar naik dari 70% menjadi 90%. Sebanyak 85% guru menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan AI dalam proses pembuatan soal ujian. Pemanfaatan AI secara efektif dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pembuatan soal ujian, membuka peluang inovasi dalam praktik evaluasi pembelajaran di sekolah menengah atas. Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Pembuatan Soal Ujian, Guru SMA, Kabupaten Seram Bagian Timur. ABSTRACTHigh school teachers in East Seram Regency face significant challenges in creating quality exam questions, due to high workload, time constraints, and digital divide. The service activity aims to optimize the ability of teachers to compile exam questions through the use of Artificial Intelligence (AI) technology. The implementation method uses a training and mentoring approach, including an initial survey, training on the use of AI, practical implementation, and comprehensive evaluation. The activity involved 38 high school teachers out of a total of 40 teachers in East Seram Regency, with a participation rate of 95%. The results showed a significant improvement in teachers' competencies. The understanding of AI increased from 65 to 85, the time efficiency of making questions increased by 75%, the variety of questions increased by 100%, and the quality of questions that met the standards rose from 70% to 90%. A total of 85% of teachers expressed readiness to implement AI in the process of making exam questions. Effective utilization of AI can improve the quality and efficiency of making exam questions, opening up opportunities for innovation in learning evaluation practices in senior high schools.  Keywords: Artificial Intelligence, Exam Question Creation, High School Teachers, East Seram Regency
PENDAMPINGAN UMKM DALAM MENGELOLA POTENSI MASYARAKAT MELALUI LAPAK MENUJU EKONOMI DIGITAL DI DESA SAJANG KEC. SEMBALUN Hidayanti, Nur Fitri; Hulaimi, Ahmad
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28173

Abstract

ABSTRAK                                                                            Dalam rangka memajukan potensi UMKM di Indonesia, banyak pihak yang berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil,dan menengah(UMKM). Desa Sajang, kecamatan Sembalun merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi UMKM yang cukup besar. Namun, banyak dari pelaku UMKM di daerah tersebut masih mengalami kendala dalam pengelolaan dan pemasaran produk. Selain itu, mayoritas pelaku UMKM di desa Bawak nao adalah ibu-ibu rumah tangga yang belum memiliki kemampuan dan akses yang cukup untuk mengembangkan bisnis mereka. Adapun tujuan dari pendampingan ini antara lain: 1)Memberikan gambaran mengenai proses pendampingan yang dilakukan kepada pelaku UMKM. 2)Menjelaskan strategi yang digunakan dalam kegiatan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pemasaran produk UMKM. 3) Menjelaskan hasil yang telah dicapai dari kegiatan pendampingan tersebut, seperti peningkatan kualitas produk, peningkatan penjualan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. 4) Memberikan rekomendasi dan saran untuk kegiatan pendampingan UMKM di masa yang akan datang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Metode Yang digunakan dalam kegitan ini adalah Penyuluhan dan Praktik, dimana mitra dalam kegitan ini adalah Karang Taruna di Desa Sajang kec. Sembalun, kegiatan ini diikuti sekitar 23 ibu-ibu rumah tangga dan beberapa diantaranya adlah pelaku UMKM. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM di desa sajang, kec. Sembalun mampu mengelola potensi yang mereka miliki melalui lapak dan menuju pemasaran produk secara digital sehingga mampu memaksimalkan laba demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: UMKM; Potensi; Lapak; Ekonomi Digital. ABSTRACTIn order to advance the potential of MSMEs in Indonesia, many parties play an active role in providing assistance to micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Sajang Village, Sembalun District is one of the areas in Indonesia that has quite large MSME potential. However, many MSMEs in the area still experience obstacles in product management and marketing. In addition, the majority of MSMEs in Bawak Nao Village are housewives who do not yet have sufficient skills and access to develop their businesses. The objectives of this mentoring include: 1) Providing an overview of the mentoring process carried out for MSME actors. 2) Explaining the strategies used in mentoring activities to improve the management and marketing capabilities of MSME products. 3) Explaining the results that have been achieved from the mentoring activities, such as improving product quality, increasing sales, and improving the economic welfare of the local community. 4) Providing recommendations and suggestions for MSME mentoring activities in the future, so that they can provide greater benefits to the local community. The method used in this activity is Counseling and Practice, where the partner in this activity is Karang Taruna in Sajang Village, Sembalun District, this activity was attended by around 23 housewives and some of them are UMKM actors. The results that have been achieved in this activity are that housewives and UMKM actors in Sajang Village, Sembalun District are able to manage their potential through stalls and towards digital product marketing so as to maximize profits in order to achieve community welfare. Keywords: UMKM; Potential; Stall; Digital Economy.
MEMBANGKITKAN INOVASI BERBASIS INISIATIF PENGABDIAN MASYARAKAT PADA PENGRAJIN TEDUNG DI MENGWI, BALI Kusumawijya, Ida Ketut; Astuti, Partiwi Dwi; Wartana, I Made Hedy; Adi, I Ketut Yudana
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27802

Abstract

ABSTRAKKerajinan Tedung adalah payung tradisional Bali yang memiliki nilai budaya tinggi, namun para pengrajinnya menghadapi tantangan besar dalam memenuhi tuntutan pasar modern. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku inovatif dan keberlanjutan ekonomi pengrajin Tedung di Desa Mengwi, Badung, Bali, yang melibatkan 27 pengrajin. Program ini menggunakan pendekatan tiga tahap: evaluasi awal melalui pre-test untuk mengukur kemampuan inovatif saat ini, pelatihan peningkatan kapasitas, dan evaluasi akhir melalui post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengrajin mengalami keterbatasan dalam variasi desain, proses produksi, dan strategi pemasaran yang menghambat jangkauan pasar. Setelah pelatihan, terdapat peningkatan signifikan dalam perilaku kerja inovatif pengrajin, dengan peningkatan kemampuan untuk menciptakan dan mempromosikan desain baru, metode produksi lebih cepat, dan strategi pemasaran yang lebih efektif, terutama melalui platform digital. Diversifikasi produk meningkat dan memperluas jangkauan pasar secara lokal maupun internasional, yang berkontribusi pada peningkatan prospek ekonomi. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pengrajin, tetapi juga melestarikan dan mengembangkan kerajinan Tedung sebagai warisan budaya Bali di pasar yang semakin kompetitif. Pendekatan partisipatif ini menjadi model potensial untuk revitalisasi kerajinan tradisional di daerah lain. Kata kunci: inovasi; pekerjaan; perilaku; masyarakat; pelayanan. ABSTRACTTedung, a traditional ceremonial umbrella, holds significant cultural value in Bali, yet its craftsmen face difficulties in adapting to modern market demands. This challenge in innovative work behavior was addressed through a structured community service program designed to foster creativity, problem-solving, and contemporary business practices. The program targeted Tedung craftsmen in Desa Mengwi, Badung, Bali, involving 27 craftsmen as partners. The primary goal was to empower these craftsmen by enhancing their engagement with innovative practices, including new design creation, improved production processes, and effective marketing strategies. The implementation method comprised three phases: an initial assessment (pre-test) to identify gaps in innovation, capacity-building workshops, and a final evaluation (post-test). The pre-test highlighted limitations in product diversification and market reach, which the workshops aimed to address. Post-test evaluations revealed significant improvements, with craftsmen displaying enhanced abilities to innovate, market their products, and expand their market locally and internationally. Product diversification and digital marketing were notably impactful, broadening the craftsmen's economic prospects while preserving the Tedung tradition. This participatory approach empowered the craftsmen, reinforcing the cultural heritage of Bali and serving as a model for revitalizing traditional crafts in other regions. Keywords: innovation; work; behavior; community; service.
PELATIHAN SUMBER DAYA DALAM MENCIPTAKAN EKONOMI BERKELANJUTAN UNTUK MEMAJUKKAN USAHA KULINER HALAL PADA KAWASAN WISATA SUNSET LAND KEC.SEKARBELA Aini, Nur; Ariani, Zaenafi; Hidayanti, Nur Fitri; Triyunarni, Baiq Reinalda; Abdurrahman, Abdurrahman; Indrawati, Mos
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28229

Abstract

ABSTRAKKawasan wisata yang terletak di daerah kota Mataram kecamatan sekarbela loang baloq, tepatnya di jalan Lingkar selatan yang berada di pinggir pantai yang di sebut Sunset Land.adalah tempat nongkrong yang asyik dengan berbagai sajian pilihan menu-menu dari berbagai nusantara dan daerah sendiri yang sudah pasti higienis dan halal.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyrakat ini adalah pertama untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan   dan lebih baik dalam memajukkan usaha kuliner halal di kawasan wisata sunset land kec. Sekarbela kota mataram, agar mitra lebih sadar akan arti kebersihan serta memiliki sertifikat halal dalam pelayanan kuliner pada pengunjung., sehingga pengunjung yang datang merasa tidak ragu untuk menikmati kuliner yang tersedia.metode yang digunakan pada pengabdian ini antara lain Gotong Royong, yang dilakukan bersih bersih sekitar kawasan wisata pesisir pantai, pelatihan diantaranya memberikan ilmu dan edukasi kepada mitra bagaiman sebuah usaha kuliner bisa sukses dengan di terapkan sertifikat halal bagi pelaku usaha kuliner,diskusi dan tanyak jawab terkait kemajuan usaha di sunset land.kegiantan ini dilakukan selama 4 pekan atau 1 bulan hasil dari pengabdian setelah kami tinjau kelapangan para rumah produksi kuliner di kawasan sunset land telah memiliki sertifikat halal, kebersihan pesisir pantai lebih tersanitasi dari sampah limbah air laut maupun sampah organi dan non organic dari olahan makanan. Serta taman dan bunga serta pemohonan mulai tertata dengan lebih bagus.harapan tim pengabdian semoga tempat kawasan wisata yang ada di kota mataram ini akan lebih dilirik para investor agar kota Mataram bisa memberikan peluang kerja lebih luas kepada anak daerah. Kata kunci: Ekonomi; Berkelanjutan; usaha ;kuliner; Halal. ABSTRACTThis tourist area is located in the Mataram city area, Sekarbela Loang Baloq sub-district, precisely on the South Ring Road which is on the edge of the beach which is called Sunset Land. hygienic and halal. The aim of this community service activity is firstly to create a more sustainable and better economy in promoting halal culinary businesses in the Sunset Land tourist area, Kec. Sekarbela city of Mataram, secondly so that partners are more aware of the meaning of cleanliness and have a halal certificate in culinary services to visitors, so that visitors who come feel no hesitation in enjoying the culinary delights available. The methods used in this service include Mutual Cooperation, which is carried out cleanly. clean around coastal tourist areas, training including providing knowledge and education to partners on how a culinary business can be successful by applying a halal certificate for culinary business actors, discussions and questions and answers regarding business progress in Sunset Land. This activity is carried out for 4 weeks or 1 months of dedication after we inspected the facilities of the culinary production houses in the Sunset Land area which had halal certificates, the cleanliness of the coastline was more sanitized from sea water waste and organic and non-organic waste from processed food. As well as gardens and flowers and applications starting to be arranged better. The hope of the service team is that the tourist areas in the city of Mataram will attract more attention from investors so that the city of Mataram can provide wider employment opportunities for local people. Keywords: Sustainable ;Economy; of Halal; culinary; business.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SANITASI SEKOLAH Utomo, Puji; Sukmawati, Annisa Mu’awanah; Masagala, Algazt Aryad
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27913

Abstract

ABSTRAK                                                                            Akses terhadap air bersih layak merupakan salah satu aspek penting dalam program sanitasi sekolah. SD Negeri Kalidadap merupakan salah satu sekolah yang masih mengalami kendala terhadap akses air bersih layak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Implementasi teknologi pemanen air hujan digunakan sebagai alternatif solusi karena potensi curah hujan yang terdistribusi sepanjang tahun di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknologi pemanen air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di SD Negeri Kalidadap khususnya untuk kebutuhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu: tahap persiapan alat dan bahan serta diskusi dengan kepala sekolah, tahap implementasi program melalui sosialisasi dan pemasangan alat, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran dari program ini adalah warga sekolah di SD Negeri Kalidadap yang terdiri dari 8 guru, 5 tenaga kependidikan, dan 151 siswa. Melalui kegiatan pengabdian ini, alat pemanenan air hujan telah berhasil diimplementasikan di SD Negeri Kalidadap sebagai alternatif solusi penyediaan air bersih. Kegiatan pengabdian ini juga telah berhasil meningkatkan pemahaman konsep dan pengetahuan cara kerja teknologi bagi warga mencapai 76 – 88%. Selain itu, hasil analisis efektivitas alat menunjukkan bahwa air hujan yang tertampung diestimasikan mencapai 1.944 liter/minggu dan diproyeksikan memenuhi kebutuhan cuci tangan selama 33 hari. Mitra sangat mendukung adanya program lanjutan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna lainnya dalam meningkatkan akses air bersih di SD Negeri Kalidadap. Kata kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); pemanenan air hujan; sanitasi sekolah. ABSTRACTAccess to clean water is an essential aspect of the school sanitation program. SD Negeri Kalidadap is one of the schools that still experiences obstacles in accessing clean water in terms of quality and quantity. Implementing rainwater harvesting technology is an alternative solution due to the potential for rainfall distributed throughout the year in the area. This activity aims to apply rainwater harvesting technology as an alternative to providing clean water at SD Negeri Kalidadap, especially for the needs of Washing Hands with Soap (CTPS). Community service activities were carried out in 3 stages: the preparation stage for tools and materials and discussions with the principal, the program implementation stage through socialization and installation of tools, and monitoring and evaluation. The target of this program is the school community at SD Negeri Kalidadap consisting of 8 teachers, 5 educational staffs, and 151 students. Through this community service activity, rainwater harvesting tools have been successfully implemented at SD Negeri Kalidadap as an alternative solution to providing clean water. This community service activity has also increased the understanding of how technology works for residents by 76 - 88%. In addition, the results of the tool effectiveness analysis showed that the collected rainwater was estimated to reach 1,944 liters/week and was projected to meet hand washing needs for 33 days. Partners strongly support the program's continuation in implementing other appropriate technologies to increase access to clean water at SD Negeri Kalidadap. Keywords: hand washing behavior with soap (CTPS); rainwater harvesting; school sanitation
SOSIALISASI PENTINGNYA GIZI SEIMBANG DALAM MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA ANAK DI DESA JAGARAGA, KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Maulana, Arif; Muis, Ammar; Putri, Abelia; Fani, Muhammad Zainul; Yulianti, Yulianti; Rahmawati, Endang
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27239

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat kesejahteraan rendah seperti Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada masa awal kehidupan anak, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif mereka. Tingginya prevalensi stunting di wilayah ini menunjukkan perlunya intervensi terpadu untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan pola makan bergizi seimbang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan risiko stunting melalui edukasi tentang gizi seimbang kepada ibu dengan anak di bawah tiga tahun, pemberian makanan tambahan (PMT), dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pemberian kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman ibu terkait gizi. Intervensi ini juga dilengkapi dengan pendistribusian PMT yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu dan kader Pos PAUD di Desa Jagaraga, dengan total partisipasi sebanyak 26 ibu, 28 anak, 4 kader Pos PAUD, dan 1 perwakilan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 96% ibu memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya gizi seimbang, sedangkan 4% lainnya masih membutuhkan edukasi lanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak, yang diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Desa Jagaraga. Intervensi ini dapat menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa. Kata Kunci: Stunting; gizi seimbang; pemberian makanan tambahan (PMT.); pengabdian masyarakat.ABSTRACTStunting is a significant health problem in Indonesia, especially in low-welfare areas such as Jagaraga Village, Kuripan District, West Nusa Tenggara Province. This condition is caused by a lack of nutritional intake in the early years of a child's life, which impacts their physical growth and cognitive development. The high prevalence of stunting in this area indicates the need for integrated interventions to increase awareness and implementation of a balanced nutritious diet. This service activity aims to reduce the risk of stunting through education about balanced nutrition to mothers with children under three years old, providing additional food (PMT), and increasing community understanding of the importance of a healthy diet. The methods used include socialization, training, and administration of questionnaires to measure the level of understanding of mothers regarding nutrition. This intervention is also complemented by the distribution of PMT tailored to the nutritional needs of children. The target partners in this activity were mothers and PAUD cadres in Jagaraga Village, with a total participation of 26 mothers, 28 children, 4 PAUD cadres, and 1 representative of village officials. The results of the activity show that 96% of mothers have a good understanding of the importance of balanced nutrition, while 4% still need further education. This activity succeeded in increasing community awareness and understanding of the importance of balanced nutrition for children, which is expected to reduce stunting rates in Jagaraga Village. This intervention can be a model to be applied in other areas with similar problems.Keywords: Stunting; balanced nutrition; supplementary feeding; community service.
OPTIMALISASI PENYEBARAN INFORMASI DAN DATA STUNTING MELALUI E-BOOKLET DI DINAS KESEHATAN KOTA BONTANG Hapsari, Melani Putri; Susanti, Rahmi; Amrin, Maya Nani Triana
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27999

Abstract

Penyebaran informasi oleh dinas kesehatan dapat membangun sistem informasi kesehatan yang lebih responsif, transparan, dan terintegrasi yang mampu mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Permasalahan dalam manajemen data di dinas kesehatan berupa pengolahan data secara mendalam, yakni publikasi data yang disajikan mayoritas berupa hasil analisis data secara sederhana. Pemanfaatan media e-booklet sebagai pembelajaran elektronik yang digunakan untuk memudahkan penerimaan informasi karena materi disajikan dengan visualisasi yang mudah untuk dipahami dan mampu meningkatkan keterampilan berfikir secara sistematis serta menarik. Metode yang dilaksanakan terdiri dari persiapan (observasi, wawancara, dan diskusi); pelaksanaan (penentuan prioritas masalah dengan USG dan alternatif pemecahan masalah dengan CARL); dan evaluasi (uji kelayakan media dengan fitur rating). Peserta pengabdian terdiri dari 11 peserta yang terdiri dari pegawai pada setiap seksi di bidang kesehatan masyarakat yakni terdapat ahli media (1 orang), ahli materi (1 orang), dan pengguna (9 orang). Pada hasil evaluasi media e-booklet analisis data stunting melalui penilaian rata-rata kelayakan media dan tanggapan responden menggunakan rating (bintang) pada fitur g-form didapatkan rata-rata pada aspek media yakni mendapatkan rating 4,5, aspek materi mendapatkan rating 3,6, dan aspek pembelajaran mendapatkan rating 4,47 yang menunjukkan bahwa media e-booklet mengarah ke layak untuk digunakan sebagai alternatif penyebaran informasi dan data.

Page 1 of 2 | Total Record : 12