cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2025): September" : 76 Documents clear
PELATIHAN GOOGLE MY BUSINESS UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN PADA IBU PKK DESA MUARA DAMAI, SEMBAWA, BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Aldina, Rizky; Putri, Putri; Saputri, Efrillia Missel; Marnisah, Luis; Kurniawan, Mohammad; Veronica, Meilin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34433

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Pelatihan Google My Business untuk Meningkatkan Penjualan bagi Ibu PKK Desa Muara Damai Kecamatan Sembawa, Provinsi Sumatera Selatan”. Proses kegiatan dimulai dengan koordinasi antara tim pelaksana dan pihak mitra, yaitu Pemerintah Desa Muara Damai serta kelompok Ibu-Ibu PKK. Setelah itu, dilakukan analisis awal untuk mengetahui kebutuhan peserta, diikuti dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemasaran digital, pelatihan praktis pembuatan akun Google My Business, pengisian profil usaha, dan pengunggahan foto produk. Selanjutnya, ada pendampingan langsung dalam pengelolaan akun, termasuk pembaruan informasi usaha dan memberikan respons pada ulasan pelanggan. Tahap terakhir adalah evaluasi lisan untuk mengevaluasi pemahaman peserta atas materi yang telah disampaikan. Partisipan kegiatan terdiri dari 30 orang ibu PKK dari dua dusun di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta mampu membuat dan mengelola akun Google My Business secara mandiri, meningkatkan visibilitas produk di Google Search dan Google Maps, serta merasa percaya diri dalam menggunakan teknologi digital. Melalui program ini, diharapkan ibu-ibu PKK bisa memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan penjualan, serta memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi keluarga dan desa secara berkelanjutan. Kata kunci: Pelatihan; Google My Business; Penjualan  ABSTRACTThis community service activity carries the theme "Google My Business Training to Increase Sales for the PKK Mothers of Muara Damai Village, Sembawa District, South Sumatra Province." The process began with coordination between the implementing team and the partner, namely the Muara Damai Village Government and the PKK women's group. After that, an initial analysis was conducted to understand the participants' needs, followed by socialization on the importance of digital marketing, practical training on creating a Google My Business account, filling out business profiles, and uploading product photos. Next, there was direct assistance in managing the accounts, including updating business information and responding to customer reviews. The final stage is a verbal evaluation to assess the participants' understanding of the material presented. The participants in the activity consisted of 30 PKK mothers from two hamlets in Muara Damai Village, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The results of this training indicate that participants are able to create and manage Google My Business accounts independently, enhance product visibility on Google Search and Google Maps, and feel confident in using digital technology. Through this program, it is expected that the PKK mothers can expand their marketing reach, increase sales, and contribute to sustainable economic growth for families and villages. Keywords: Training; Google My Business; Sales
MENUMBUHKAN HARGA DIRI DAN HUBUNGAN SEHAT PADA REMAJA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SMP KABUPATEN MALANG Pratiwi, Awalya Siska; Zen, Ella Faridati; Hotifah, Yuliati; Simon, Irene Maya; Galih, Muhammad Lutfi; Putri, Nabila Dwi Azhari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33950

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Hubungan percintaan pada remaja saat ini cukup mengkhawatirkan. Maraknya kekerasan seksual berdampak paa berbagai aspek, salah satunya terkait harga diri. Rendahnya harga diri dapat menimbulkan permasalahan mental seperti depresi, kecemasan, dan permasalahan dalam pembelajaran. Dalam pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali harga diri dan hubungan sehat remaja di SMP Negeri 1 Kasembon melalui strategi Problem Based Learning (PBL) serta siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta menerapkan hubungan sehat remaja. Metode yang akan digunakan meliputi: 1) delegasi dari masing-masing kelas yang akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil; 2) sosialisasi, hal tersebut memiliki kaitan dengan penyampaian materi mengenai studi kasus perilaku toxic love; 3) analisis kasus, kasus yang diberikan berkaitan dengan perilaku hubungan tidak sehat (toxic love) dan bagaimana siswa tersebut mampu mengatasi kasus menggunakan langkah-langkah problem based learning dibagi dalam kelompok kecil; dan 4) penutup. Mitra sasaran dalam pengabdian ini SMP Negeri 1 Kasembon Malang dengan jumlah peserta 35 siswa pada semua jenjang.  Hasil yang dicapai secara keseluruhan siswa dapat memahami materi yang telah disampaikan dan siswa dapat memecahkan masalah dengan menjawab persoalan dari kasus yang diberikan sera mampu mempresentasikan hasil analisis kasusnya dengan baik. Kata kunci: toxic love; hubungan sehat; problem based learning ABSTRACTRomantic relationships among teenagers today are quite worrying. The rise of sexual violence has an impact on various aspects, one of which is related to self-esteem. Low self-esteem can lead to mental problems such as depression, anxiety, and problems in learning. In this community service, the aim is to restore self-esteem and healthy relationships for teenagers at SMP Negeri 1 Kasembon through the Problem Based Learning (PBL) strategy and students can increase their knowledge and implement healthy relationships for teenagers. The methods that will be used include: 1) delegations from each class will be divided into several small groups; 2) socialization, this is related to the delivery of material regarding case studies of toxic love behavior; 3) case analysis, the cases given are related to unhealthy relationship behavior (toxic love) and how the students are able to overcome the case using problem-based learning steps divided into small groups; and 4) closing. The target partner in this community service is SMP Negeri 1 Kasembon Malang with a total of 35 students at all levels. The results achieved overall students can understand the material that has been presented and students can solve problems by answering questions from the cases given and are able to present the results of their case analysis well. Keywords: toxic love; healthy relationship; problem based learning
INTEGRASI VIDEO IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DALAM EDUKASI KAMPANYE ANTI KEKERASAN SEKSUAL Fatimah, Anggun Nadia; Imsa, Mentari Anugrah; Soegiarto, Asep; Rizki, Menati Fajar; Hadinayu, Atmaradhifa; Sylphania, Decency Ananda; Dewi, Alfina Rahmah; Najah, Shafa Shafira
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34286

Abstract

ABSTRAKKekerasan dan pelecehan seksual muncul akibat ketimpangan sosial yang menempatkan sebagian pihak dalam posisi lemah sehingga rentan dieksploitasi. Kondisi ini diperparah dengan kecenderungan korban untuk bungkam karena rasa malu, takut, adanya tekanan eksternal, ataupun faktor-faktor lainnya. Pencegahan kekerasan seksual yang menjadi agenda penting dalam SDGs 5 (kesetaraan gender) dan SDGs 10 (pengurangan ketimpangan) membutuhkan kolaborasi berbagai lapisan masyarakat. Sebagai kontribusi dalam bentuk solusi, digagas program pengabdian berbentuk edukasi anti kekerasan seksual bagi siswa SMA. Tujuannya membangun kesadaran tentang ancaman kekerasan seksual, menggugah kepedulian melalui data dan fakta terkini, serta mendorong keberanian siswa untuk bersuara ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan, baik verbal, non-verbal, maupun fisik. Metode pengabdian berupa workshop dengan tiga tahapan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, dilakukan komunikasi dengan SMA Unggulan BPPT Al Fatah Lamongan. Workshop berdurasi 90 menit ini menampilkan video iklan layanan masyarakat “Speak Up!” sebagai media edukasi. Sebanyak 86 siswa berpartisipasi, terdiri atas 76 siswa kelas X dan 10 anggota tim media. Hasilnya, siswa semakin sadar pentingnya berbicara untuk meminimalisasi potensi dan dampak kekerasan seksual, terlihat dari antusiasme serta testimoni yang diberikan. Kata kunci: edukasi anti kekerasan seksual; iklan layanan masyarakat; kekerasan seksual; speak up; kesadaran berbicara ABSTRACTSexual violence and harassment arise as a consequence of social inequality that places certain groups in weaker positions, making them vulnerable to exploitation. This situation is worsened by the tendency of victims to remain silent due to shame, fear, external pressure, or other factors. Preventing sexual violence, which is an important agenda in SDG 5 (gender equality) and SDG 10 (reduced inequalities), requires collaboration across different layers of society. As a form of contribution, a community service program in the form of sexual violence prevention education was initiated for high school students. The program aims to build awareness of the threats of sexual violence, foster students’ concern through exposure to recent data and facts, and encourage them to speak up when experiencing or witnessing violence, whether verbal, non-verbal, or physical. The method of implementation was a workshop consisting of three stages: planning, execution, and evaluation. During the planning stage, communication was established with SMA Unggulan BPPT Al Fatah Lamongan. The 90-minute workshop featured a public service announcement video titled “Speak Up!” as an educational medium. A total of 86 students participated, including 76 tenth graders and 10 members of the school’s media team. The results showed an increased awareness among students about the importance of speaking up to minimize the potential and impact of sexual violence, as reflected in their enthusiasm and testimonials. Keywords: anti-sexual violence education; public service announcement; sexual harassment; speak up awareness to speak
PENDAMPINGAN DIGITALISASI PROFIL TPQ AL-MUHAJIRIN MELALUI PEMBUATAN WEBSITE OLEH MAHASISWA KKN Supriyono, Eko; Sudirman, Muh. Sahrul Pratama; Karim, Abdul; Maryati, Sulis
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34464

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendukung digitalisasi profil Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Muhajirin Koya Barat melalui pembuatan website menggunakan platform eMasjid. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dengan tahapan koordinasi, observasi, sosialisasi, pembuatan website, pendampingan teknis, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa website berhasil meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan dokumentasi kegiatan TPQ, serta pengurus mampu mengoperasikan website secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan. Meskipun demikian, beberapa fitur website, seperti pengelolaan visi-misi dan konten program pembelajaran, masih perlu optimalisasi. Untuk keberlanjutan, disarankan pelatihan literasi digital berkala, pendampingan lanjutan, serta integrasi website dengan program pendidikan dan sosial TPQ. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi lembaga nonformal keagamaan dapat meningkatkan efektivitas manajemen dan keterlibatan masyarakat. Kata kunci: TPQ; Digitalisasi; Website; Literasi Digital; Pengabdian Masyarakat ABSTRACT This community service program aims to support the digitalization of the profile of Al-Muhajirin Koya Barat Qur’an Education Park (TPQ) through the development of a website using the eMasjid platform. The activities were carried out by KKN students through coordination, observation, socialization, website development, technical assistance, and evaluation. The results indicate that the website successfully improved transparency, accountability, and documentation of TPQ activities, and the administrators were able to operate the website independently after training. However, some features, such as the management of vision-mission statements and learning program content, still require optimization. For sustainability, periodic digital literacy training, continued assistance, and integration of the website with TPQ educational and social programs are recommended. This program demonstrates that digitalizing the administration of non-formal religious institutions can enhance management effectiveness and community engagement. Keywords: TPQ; Digitalization; Website; Digital Literacy; Community Service
PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN PASIRKRATONKRAMAT Briliansyah, Arditya; Rahmadani, Trias Ayu; Maulana, Maisal Ardi; Dwiyani, Atikah; Aryudha, Fikky; Andini, Susi Amalia; Rizkika, Afiana Khusnul; Fazarima, Fitroh; Atmanegara, Fenda Ramadhani; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Prasetyo, Imam
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah masih menjadi isu serius di Indonesia, termsuk di kelurahan Pasirkratonkramat, Kota Pekalongan, yang juga menghadapi risiko banjir akhibat curah hujan yang tinggi, banjir rob, dan berkurangnya lahan resapan air. Kondisi ini menuntut adanya solusi yang tepat guna dalam pengelolaan sampah organik sekaligus peningkatan kapsitas masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah organik mengenai penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB), sehingga masyarakat dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan daya resap tanah. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan, serta pelatihan praktik pembuatan biopori. Mitra sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Pasirkratonkramat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pengurus lingkungan. Jumlah peserta yang terlibat aktif dalam sosialisasi dan pelatihan mendapai sekitar 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi kompos serta kemampuan membuat lubang biopori secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga lebih peduli terhadapa kelestarian lingkungan dengan adanya kesadaran menjaga dan memelihara biopori. Dengan demikian, program ini memberikan manfaat ekologis dan soisal yang berkelanjutan bagi masyarakat.Kata kunci:Biopori; Resapan Air; Sampah OrganikABSTRACTWaste remains a serious issue in Indonesia, including in Pasirkratonkramat Village, Pekalongan City, which also faces flood risks due to high rainfall, tidal floods, and reduced water catchment areas. These conditions demand effective solutions for organic waste management and community capcity building. This Community Service Program (KKN) aimed to provide education and hands-on training on rganic waste management through the application of Biopore Infiltration Holes (LRB), enabling residents tp reduce organic waste while improving soll infiltration capacity. The method included field surveys to identify environmental issues, socialization on eco-friendly waste management, and practical training in biopore construction. The target partners were residents of Pasirkratonkramat Village, particulary housewives and community leaders, with approximately 30 participants actively involved in the socialization and training sessions. The results indicated increased community knowledge and participation in processing organic waste into compost, as well as the ability to independently construct and maintain biopores. In addition, there was a growing awareness among residents to preserve the environment. Therefore, the program provided both ecological and social benefits, ensuring long-term sustainability.Keywords: Biopore; Infiltration.; Organic Waste
SOSIALISASI SOCIAL MEDIA MARKETING UNTUK MENJADI PEMIMPIN DI ERA DIGITAL Alfiansyah, Muhammad Wisnu; Jati, L. Jatmiko; Rahmatullah, Arwin Yafi; Makiah, Makiah; Ningsih, Nurul Hidayati Indra
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34060

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Malam Manajemen Prodi Manajemen Universitas Bumigora 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dengan landasan hasil survey yang menunjukkan bahwa mayoritas responden yang merupakan mahasiswa selama ini hanya menggunakan akun sosial medianya untuk keperluan hiburan, sehingga tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan sosial media lain selain sebagai aplikasi hiburan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni untuk memberikan pemahaman serta wawasan kepada mahasiswa dan Masyarakat umum tentang arti penting social media marketing di era digital dan bagaimana itu bisa menjadi kunci kesuksesan dalam bisnis. Penggunaan sosial media merupakan suatu hal yang identik akan terucap secara otomatis apabila berbicara mengenai strategi memasuki era digital. Karena banyaknya penggunaan media internet di era digital, yang mencakup berbagai platform seperti media sosial dan website. Dengan demikian, penulis membuat kesimpulan bahwa, dalam era digital ini, setiap perusahaan, komunitas, ormas, atau partai yang bergerak pada bidang apapun harus pandai menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, memperluas eksistensi, menjalin relasi, dan menyampaikan realitas kejadian suatu organisasi kepada masyarakat umum. Kata kunci: Social Media Marketing; Kepemimpinan; Digital ABSTRACTThis activity is part of a series of events for the 2024 Management Study Program Management Night at Bumigora University. This activity was carried out based on survey results which showed that the majority of respondents, who were students, had only been using their social media accounts for entertainment purposes. Therefore, the community service team felt it necessary to provide information on the use of social media for purposes other than entertainment. The purpose of this activity is to provide understanding and insight to students and the general public about the importance of social media marketing in the digital age and how it can be a key to business success. The use of social media is something that is automatically mentioned when discussing strategies for entering the digital age. Due to the widespread use of the internet in the digital age, which includes various platforms such as social media and websites. Therefore, the author concludes that, in this digital era, every company, community, organization, or political party operating in any field must be skilled in using social media as a tool for promotion, expanding their presence, building relationships, and communicating the reality of an organization’s activities to the general public. Keywords: Social Media Marketing; Leadership; Digital
PENCEGAHAN KEKERASAN FISIK DAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI PENYULUHAN HUKUM UNTUK PENGUATAN SISTEM PERLINDUNGAN DI SEKOLAH DASAR Hasanah, Siti; Asri, Asri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34624

Abstract

ABSTRAK                                     Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru, murid, dan orang tua terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, dampaknya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama. Berlatar-belakang dari fenomena maraknya kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah menjadi alasan pentingnya dilakukan kegiatan ini.  Sekolah dasar sebagai ruang awal pembentukan karakter dan nilai harus menjadi tempat yang aman untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Sebagai akademisi kami terpanggil untuk berpartisipasi membantu mencari solusi terhadap masalah tersebut. Hasil analisis TIM menyepakati lokasi kegiatan di SD Aisyiyah 2 Ampenan. Koordinasi teknis dilakukan oleh ketua Tim dengan Kepala Sekolah untuk menentukan teknis, pelaksanaan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2025 di SD Aisyiyah 2 Ampenan dengan jumlah peserta 50 orang terdiri-dari orang tua murid, guru, dan siswa. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan literasi perlindungan anak di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh pihak sebagai aktor penting dalam sistem perlindungan. Melalui penguatan kesadaran kolektif diharapkan terbentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Metode yang digunakan dalam penyuluhan hukum ini bersifat edukatif dan partisipatif, yaitu melalui ceramah, sesi tanya jawab, dan simulasi. Ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman konseptual, tanya jawab untuk menggali pengalaman serta memperkuat keterlibatan peserta, dan simulasi untuk memberikan praktik nyata mengenai cara menghadapi dan mencegah kekerasan. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif, kuisioner singkat, serta refleksi kelompok yang memperlihatkan peningkatan kesiapan sekolah dalam merespons kasus kekerasan secara preventif dan responsif. Kata kunci: Penyuluhan hukum; perlindungan anak; Pencegahan kekerasan; sekolah dasar ABSTRACT The community service activity aims to increase the understanding of teachers, students, and parents regarding various forms of violence against children, their impacts, and preventive measures that can be taken together. The background of the phenomenon of rampant physical and sexual violence against children in the school environment is the reason for the importance of this activity. Elementary schools as the initial space for character and value formation must be a safe place to protect children from all forms of violence. As academics, we are called to participate in helping find solutions to this problem. The results of the TEAM analysis agreed on the location of the activity at Aisyiyah 2 Ampenan Elementary School. Technical coordination was carried out by the Team leader with the Principal to determine the technical and implementation steps. The activity was held on May 24, 2025 at Aisyiyah 2 Ampenan Elementary School with a total of 50 participants consisting of parents, teachers, and students. The main benefit of this activity is to foster child protection literacy in the school environment by involving all parties as important actors in the protection system. By strengthening collective awareness, it is hoped that synergy will be established between schools and families in creating a safe and child-friendly learning environment. The methods used in this legal counseling are educational and participatory, including lectures, question-and-answer sessions, and simulations. Lectures are used to provide conceptual understanding, questions and answers to explore experiences and strengthen participant engagement, and simulations to provide real-world practice on how to deal with and prevent violence. Evaluation is conducted through participant observation, short questionnaires, and group reflections, demonstrating improved school preparedness in responding to cases of violence in a preventive and responsive manner. Keywords: Legal counseling; child protection; violence prevention; elementary schools. 
PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI KESADARAN HUKUM DI DESA JONO ayudyanti, ika; Basid, Abdul; Heidiyuan, Dinda
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34491

Abstract

ABSTRAKPerempuan dan anak masih dihadapkan pada kerentanan tinggi terhadap kekerasan dan diskriminasi, sebuah ancaman nyata yang berpotensi merusak psikis dan menghambat pemenuhan hak asasi mereka, diperparah oleh minimnya pemahaman hukum di tingkat komunitas dan aparatur desa. Menanggapi situasi ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum terkait perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pelaksanaannya menggunakan metode sosialisasi interaktif dan penyuluhan hukum, dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri dari aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan ibu-ibu PKK sebagai mitra sasaran. Evaluasi program dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan sesi tanya jawab terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang signifikan di antara peserta sosialisasi, membuktikan bahwa kegiatan ini efektif sebagai langkah awal untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan mendukung sistem pencegahan berbasis komunitas yang kuat di Desa Jono.Kata kunci: Perlindungan Hukum; Perempuan; Anak; Desa Jono.ABSTRACTWomen and children still face high vulnerability to violence and discrimination, a real threat that has the potential to damage their mental health and hinder the fulfillment of their human rights, exacerbated by a lack of legal understanding at the community and village administration levels. In response to this situation, this community service activity aims to increase awareness and understanding of the law regarding the protection of women and children from all forms of violence in Jono Village, Cerme District, Gresik Regency. The implementation uses interactive socialization and legal counseling methods, involving 35 participants consisting of village officials, community leaders, and representatives of PKK mothers as target partners. The program was evaluated qualitatively through observation and structured question and answer sessions. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and understanding among the participants of the socialization, proving that this activity was effective as a first step in building a safer environment and supporting a strong community-based prevention system in Jono Village.Keywords: Legal Protection; Women; Children; Jono Village.
PEMBERDAYAAN UMKM KEDAI FRESH ICE JENK ELOK MELALUI STRATEGI DIGITAL MARKETING DI DESA KAJEN Prasetyawati, Aries Setyani Wahyu; Azzarunnisa, Kholifah; Barokah, Rizka Mufa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33370

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan UMKM Kedai Fresh Ice Jenk Elok yang berlokasi di Desa Kajen, melalui strategi digital marketing. UMKM lokal sering mengalami kendala dalam mempromosikan produk secara efektif, terutama di era digital yang menuntut adaptasi teknologi dan kreativitas dalam pemasaran. Program ini dilaksanakan pada Maret hingga Mei 2025, melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, pelatihan pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, serta penggunaan platform e-commerce untuk meningkatkan jangkauan pasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan secara berkala dalam jumlah pelanggan, interaksi digital melalui media sosial, serta pemahaman pelaku usaha terhadap konsep branding dan promosi digital. Strategi digital marketing terbukti efektif membantu UMKM meningkatkan daya saing di pasar yang kompetitif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat literasi digital masyarakat lokal.Kata kunci: Digital Marketing; Pemberdayaan UMKM; Pengabdian Masyarakat; Strategi Pemasaran. ABSTRACTThis community engagement activity was carried out as an effort to empower the Fresh Ice Jenk Elok micro-enterprise, located in Kajen Village, through digital marketing strategies. Local MSMEs often face challenges in promoting their products effectively, especially in today’s digital era that demands technological adaptation and creative marketing. The program was conducted from March to May 2025 and involved collaboration between university students, faculty members, and the business owner. Activities included needs assessment, digital content creation training (photography and videography), social media management, and the use of e-commerce platforms to expand market reach. The results showed significant improvements in customer engagement, social media interactions, and the business owner's understanding of branding and digital promotion. This initiative demonstrated that digital marketing strategies can effectively enhance the competitiveness of micro-enterprises. The project not only generated economic benefits but also contributed to strengthening digital literacy among local communities.Keywords: Digital Marketing; MSME Empowerment; Community Service; Marketing Strategi.
MENGEMBANGKAN EMPLOYEE AGILITY PERAJIN TEMBIKAR DI DESA KAPAL, BADUNG, BALI Nugraha, Surya; Wijayanti, Anak Agung Ratih; Sriasih, Anak Agung Ketut; Trisna Dewi, Ni Nyoman Sri Rahayu; Pusparini, Helena Ni Gusti Ayu Putu; Junipisa, Ni Made Ernila
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34398

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Kapal, Badung, Bali, untuk meningkatkan employee agility di antara 11 pengrajin tembikar lokal dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2025. Kapal, yang dikenal dengan tembikar tradisionalnya yang digunakan dalam upacara keagamaan, menghadapi tantangan seperti menurunnya minat pada kerajinan tersebut, terutama di kalangan generasi muda, dan integrasi teknologi yang terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi, proaktivitas, dan kolaborasi untuk memastikan keberlanjutan dan inovasi di pasar yang kompetitif. Menggunakan Participatory Action Research (PAR) pendekatan, pengrajin mengidentifikasi tantangan dan mengembangkan solusi bersama. Program ini melibatkan tiga fase: penilaian pra-tes awal, lokakarya pengembangan kapasitas tentang keterampilan teknis dan praktik bisnis, dan evaluasi pasca-tes. Lokakarya memperkenalkan alat ergonomis dan praktik bisnis modern untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketegangan fisik. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam antisipasi perubahan, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi. Para pengrajin menjadi lebih proaktif, kolaboratif, dan responsif terhadap permintaan pasar. Hasil ini menyoroti keberhasilan program dalam meningkatkan agility, empowering craftsmen to modernize their craft and improve marketability. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa inisiatif serupa dapat memberdayakan industri tradisional, mendorong keberlanjutan dan inovasi. Inisiatif ini merevitalisasi kerajinan dan memberikan model yang dapat diskalakan untuk meningkatkan agility di sektor artisanal lainnya menghadapi tantangan serupa.Kata kunci: karyawan; kelincahan; tembikar; pengrajin; masyarakat. ABSTRACTA community service program was implemented in Kapal Village, Badung, Bali, to improve employee agility among 11 local pottery craftsmen from May to August 2025. Kapal, known for its traditional pottery used in religious ceremonies, faces challenges such as declining interest in the craft, especially among younger generations, and limited technological integration. The program aimed to enhance adaptability, proactivity, and collaboration to ensure sustainability and innovation in a competitive market. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, craftsmen identified challenges and co-developed solutions. The program involved three phases: an initial pre-test assessment, capacity-building workshops on technical skills and business practices, and a post-test evaluation. Workshops introduced ergonomic tools and modern business practices to improve productivity and reduce physical strain. Results showed significant improvements in anticipation of change, collaboration, and adaptability. The craftsmen became more proactive, collaborative, and responsive to market demands. These results highlight the success of the program in enhancing agility, empowering craftsmen to modernize their craft and improve marketability. The program’s success suggests that similar initiatives can empower traditional industries, fostering sustainability and innovation. This initiative revitalized the craft and provides a scalable model for enhancing agility in other artisanal sectors facing similar challenges. Keywords: employee; agility; pottery; craftsmen; community.