cover
Contact Name
Sulton Nawawi
Contact Email
sulton.bio@gmail.com
Phone
+6285789933439
Journal Mail Official
danadyaksahistorica@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang Jl. Jenderal Ahmad Yani 13 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Danadyaksa Historica
ISSN : 27980324     EISSN : 2807565X     DOI : https://doi.org/10.32502/jdh.v1i1
Core Subject : Education, Social,
Danadyaksa historica merupakan jurnal pendidikan sejarah dan ilmu sejarah yang memiliki arti penjaga kejayaan sejarah. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menampung berbagai artikel yang berkaitan dengan pendidikan sejarah dan ilmu sejarah. Sehingga jurnal ini dapat menambah wawasan dan khazanah ilmu pengetahuan khususnya di bidang sejarah.
Articles 89 Documents
INTEGRASI PROJECT-BASED LEARNING MEDIA YOUTUBE DENGAN SEJARAH LOKAL MENGGUNAKAN BAHASA GLOBAL BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH Ema Agustina; Aprilia Triaristina; Valensy Rachmedita
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11177

Abstract

Sejarah lokal menjadi sarana penguatan identitas yang membantu mahasiswa mengenali jati diri, memahami akar budaya dan berkontribusi untuk melestarikannya. Di sisi lain, mahasiswa juga penting memiliki keterampilan bahasa Inggris untuk mampu menghadapi tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendekatan Project-Based Learning (PjBL) media YouTube bermuatan sejarah lokal menggunakan bahasa global oleh mahasiswa pendidikan sejarah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menjadikan mahasiswa yang mengampu mata kuliah Bahasa Inggris Profesi pendidikan sejarah sebagai partisipan penelitian. Pada kegiatan pembelajaran bahasa Inggris profesi pendidikan sejarah, dilakukan pendekatan PjBL dengan membuat media video dibagikan melalui platform YouTube memuat konten sejarah lokal menggunakan bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan abad ke-21 yakni character, citizenship, collaboration, communication, creativity dan critical thingking (6C) mahasiswa. Mahasiswa membangun integritas dan tanggung jawab dalam pembuatan tugas, memahami konteks lokal dan global, mampu bekerja sama dalam kelompok, efektif dalam berdiskusi, kreatif dalam berinovasi, dan mampu berpikir kritis dalam pemecahan masalah.
DOMINO GAME DALAM PEMBELAJARAN IPS : PENGARUHNYA TERHADAP MINAT BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII Sitti Novalia; Agi Ma'ruf Wijaya; Ilfiana Firzaq Arifin
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11094

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak penggunaan media permainan domino game dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial terhadap minat belajar siswa s erta kemampuan berpikir kritis mereka. Latar belakang penelitian ini adalah pengalaman yang sangat menarik dan mengungkapkan minimnya minat belajar dan berpikir kritis siswa, yang diakibatkan oleh metode pengajaran tradisional yang cenderung membosankan. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan rancangan eksperimental yang mencakup kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan data dikumpulkan melalui pretest dan posttest. Setiap kelompok terdiri dari 20 siswa. Alat penelitian yang digunakan terdiri dari pretest dan posttest dalam bentuk kuesioner tentang minat belajar serta tes kemampuan berpikir kritis. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, data akan melalui analisis awal: normalitas diperiksa dengan uji Shapiro-Wilk dan homogenitas menggunakan uji Levene. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga syarat untuk menerapkan uji parametrik telah terpenuhi. Uji T (Independent sample t-test) digunakan untuk mengevaluasi hipotesis. Penggunaan permainan domino secara signifikan memengaruhi minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, menurut hasil penelitian, yang menunjukkan tingkat nilai signifikansi kurang dari 0,001. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penggunaan media domino game efektif berkontribusi dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 8 di Mts Al-Ishlah Jenggawah.
ANALISIS SIKAP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA VIIIB MELALUI MEDIA DIGITAL HAPPY NOTE PADA PEMBELAJARAN IPS Sofi Fitriatul Jannah; Adzkiyak Adzkiyak; M. Iqbal Ibrahim H.
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap dan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media digital Happy Note pada pembelajaran IPS di MTs Al-Ishlah Jenggawah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan siswa kelas VIIIB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket pendukung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital Happy Note mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan interaktif. Media ini membantu siswa lebih fokus, aktif, bekerja sama, serta lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran IPS. Selain itu, siswa merasa pembelajaran menjadi lebih praktis dan tidak membosankan karena menggunakan sistem pencatatan digital yang terstruktur. Hasil angket menunjukkan bahwa sikap belajar siswa memperoleh persentase sebesar 99,58% dengan kategori sangat baik, sedangkan motivasi belajar memperoleh persentase sebesar 98,54% dengan kategori sangat tinggi. Dengan demikian, media digital Happy Note dinilai efektif sebagai alternatif media pembelajaran IPS dalam membangun sikap dan motivasi belajar siswa.
REPRESENTASI SPANYOL DALAM KURIKULUM SEJARAH SMA DI ASIA TENGGARA: STUDI KOMPARASI INDONESIA, MALAYSIA, DAN FILIPINA Risdam Habibi Hasibuan; Rahmi Seri Hanida
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11151

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi Spanyol dalam kurikulum sejarah SMA di tiga negara Asia Tenggara Indonesia, Malaysia, dan Filipina melalui pendekatan studi komparasi berbasis pustaka yang sistematis. Bertumpu pada teori memori kolektif, kurikulum sebagai konstruksi sosial, dan postkolonialisme dalam pendidikan sejarah , penelitian ini menganalisis dokumen kurikulum resmi dan buku teks terbitan pemerintah ketiga negara. Temuan menunjukkan disparitas dramatis: Spanyol hanya menempati kurang dari 2% konten sejarah Kurikulum Merdeka Indonesia, sekitar 3–5% dalam KSSM Sejarah Malaysia, dan 40–60% dalam K–12 Araling Panlipunan Filipina  mencerminkan 333 tahun pengalaman kolonial langsung Filipina di bawah Spanyol (1565–1898). Framing dominan terhadap Spanyol juga berbeda: netral-faktual di Indonesia, kritis-regional di Malaysia, dan kompleks-ambigu di Filipina. Perbedaan ini dijelaskan oleh intensitas pengalaman kolonial langsung, proyek konstruksi identitas nasional, tujuan kebijakan kurikulum, imperatif ideologis yang tertanam dalam masing-masing kurikulum dan kekayaan historiografi akademik di masing-masing negara. Sejalan dengan penelitian lain yang menemukan bahwa kurikulum nasional tersentralisasi secara sistematis menghapus narasi sejarah lokal, penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakhadiran Spanyol dalam kurikulum Indonesia dan Malaysia mencerminkan selective amnesia struktural yang memperkuat narasi nasional dominan. Penelitian ini mendorong dekolonisasi pendidikan sejarah ASEAN dan penguatan perspektif regional dalam kurikulum nasional.
NARASI SISTEM KETATANEGARAAN RI PASCA-AMANDEMEN UUD 1945 DALAM BUKU TEKS SEJARAH SMA KURIKULUM MERDEKA: ANALISIS KONTEN Lianda Dewi Sartika; Nurlatifa Nurlatifa
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11058

Abstract

Narasi sistem ketatanegaraan dalam buku teks sejarah memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman kewarganegaraan peserta didik. Namun, penyajiannya kerap bersifat deskriptif dan kurang memberikan ruang analisis kritis terhadap dinamika konstitusional. Artikel ini menganalisis narasi sistem ketatanegaraan Republik Indonesia pasca-amandemen UUD 1945 dalam buku teks Sejarah SMA Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap buku teks Sejarah kelas XI dan XII terbitan Kemendikbudristek. Unit analisis mencakup teks naratif, ilustrasi, dan instrumen asesmen yang berkaitan dengan perkembangan sistem pemerintahan dan transformasi ketatanegaraan era reformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi disajikan secara kronologis dengan penekanan pada peristiwa politik, namun minim analisis substantif terhadap perubahan konstitusi. Selain itu, terdapat kecenderungan representasi yang bersifat state-centered dan kurang menghadirkan perspektif kritis terhadap relasi kekuasaan. Temuan ini menunjukkan bahwa buku teks belum sepenuhnya mendukung pengembangan pemahaman ketatanegaraan yang kritis dan reflektif dalam pembelajaran sejarah.
DARI KONGRES KE REGULASI: PERAN ORGANISASI PEREMPUAN PADA LAHIRNYA UNDANG-UNDANG PERKAWINAN 1974 Ipong Jazimah; Van Kim Hoang Ha; Arifin Suryo Nugroho; Nungki Marlia Ujiyani
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11223

Abstract

The enactment of the Marriage Law of 1974 was the result of a long and complex process marked by persistent struggles and dynamic developments. Behind this achievement, women's organizations played a significant role. Before its enactment, existing marriage regulations, whether based on religious law or customary law, were considered inadequate in providing legal protection for women. Consequently, there emerged a strong demand for a specific marriage law that would better safeguard women's rights within marriage. This study aims to examine the role of women's organizations in the formulation and enactment of the Marriage Law, from the emergence of the initial idea to its official ratification in 1974. The study employs the historical research method, which consists of five stages: topic selection, heuristics (source collection), source criticism, interpretation, and historiography (historical writing). The findings reveal that the idea of establishing a Marriage Law first emerged during the First Indonesian Women's Congress. Women's organizations affiliated with the Indonesian Women's Association (PPII) actively supported and advocated for the enactment of the Marriage Law through various institutions they established, including the Marriage Consultation Bureau, KPKPAI (Komite Perlindungan Kaum Perempuan dan Anak-Anak Indonesia), BPPIP (Badan Perlindungan Perempuan Indonesia dalam Perkawinan), BP4 (Badan Penasihatan Perkawinan, Perselisihan, dan Perceraian), NTR Committee (Nikah Talak Rujuk), and ultimately the LPHN (Lembaga Pembinaan Hukum Nasional), which was responsible for drafting a nationally applicable Marriage Bill.
PELAKSANAAN SISTEM TANAM PAKSA DI PALEMBANG 1830-1870 Resti Juwita Maharani; Nur hayati Dina; Dewi Setyawati
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11215

Abstract

Penelitian ini membahas pelaksanaan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) di Palembang tahun 1830–1870. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang diterapkannya sistem tanam paksa, mekanisme pelaksanaannya, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Palembang serta kritik dan proses penghapusan sistem tanam paksa tahun 1830–1870. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan pendekatan historis, politik, sosial, ekonomi, geografi, dan militer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan memanfaatkan arsip, buku, jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan. Tahapan penelitian meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem tanam paksa di Palembang dilatarbelakangi oleh krisis keuangan pemerintah kolonial Belanda setelah Perang Diponegoro dan konflik di Eropa, kegagalan sistem pajak tanah (landrente), serta keinginan Belanda memperoleh pemasukan cepat melalui eksploitasi hasil pertanian. Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama pemerintah kolonial dengan elite lokal seperti pasirah, depati, dan kepala marga untuk mengawasi penanaman tanaman ekspor, terutama kopi dan lada. Dalam praktiknya, banyak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat, seperti kerja paksa, perluasan lahan tanam melebihi ketentuan, dan rendahnya pembayaran hasil panen. Sistem ini berdampak pada menurunnya kesejahteraan masyarakat, meningkatnya kemiskinan, perubahan struktur sosial, serta perubahan pola ekonomi masyarakat Palembang dari sistem agraris tradisional menuju ekonomi kolonial berorientasi ekspor. Dengan demikian, sistem tanam paksa di Palembang merupakan bentuk eksploitasi kolonial yang lebih menguntungkan pemerintah Belanda dibanding masyarakat pribumi.Kata kunci: Sistem Tanam Paksa, Cultuurstelsel, Kolonialisme, Palembang.
PEMANFATAATAN NILAI-NILAI BUDAYA TRADISI SAMPUNG BONE CULTURE DI KABUPATEN PONOROGO SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Ayu Oka Ariani; Djono Djono
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11217

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Kebudayaan Sampung Bone, pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran sejarah, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan guru sejarah, peserta didik, serta juru pelihara Goa Lowo Sampung. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sampung Bone memiliki nilai sejarah, edukatif, budaya, dan karakter yang relevan dengan pembelajaran sejarah. Pemanfaatan nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran membantu peserta didik memahami materi praaksara secara lebih kontekstual serta meningkatkan motivasi belajar. Namun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pemahaman guru mengenai sumber sejarah lokal, minimnya media pendukung pembelajaran, dan keterbatasan akses sumber belajar terkait Kebudayaan Sampung Bone. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah penting dilakukan untuk memperkuat kesadaran sejarah dan identitas budaya peserta didik. Kata Kunci: Budaya Sampung Bone, Pembelajaran Sejarah, Kearifan Lokal, Sumber Belajar, Sejarah Lokal  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Budaya Sampung Bone, pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah, dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru sejarah, siswa, dan penjaga Goa Lowo Sampung. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sampung Bone mengandung nilai-nilai sejarah, pendidikan, budaya, dan karakter yang relevan dengan pembelajaran sejarah. Pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran membantu siswa memahami materi prasejarah secara lebih kontekstual dan meningkatkan motivasi belajar. Namun, ditemukan beberapa kendala, antara lain terbatasnya pemahaman guru mengenai sumber sejarah lokal, terbatasnya media pendukung pembelajaran, dan terbatasnya akses terhadap sumber belajar yang berkaitan dengan Budaya Sampung Bone. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah penting untuk memahami kesadaran sejarah dan identitas budaya siswa. Kata kunci: Budaya Sampung Bone , Pembelajaran Sejarah , Kearifan Lokal , Sumber Belajar , Sejarah Lokal
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER K.H MAS MANSYUR DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH 3 PALEMBANG TAHUN AJARAN 2025/2026 Berlian Tri Wahyuni; Apriana Apriana; Yuliarni Yuliarni; Fatmah Fatmah
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11168

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran sejarah yang mempunyai peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan pada siswa. Di era globalisasi, peserta didik menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi mempengaruhi karakter, sehingga diperlukan pendidikan karakter yang efektif dan kontekstual. Nilai-nilai pendidikan karakter K.H. Mas Mansyur seperti religiusitas, integritas, tanggung jawab dan kepedulian sosial dinilai relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1)  Bagaimana proses implementasi pendidikan karakter K.H. Mas Mansyur di kelas X di SMA Muhammadiyah 3 Palembang 2) Bagaimana dampak implementasi pendidikan karakter K.H Mas Mansyur Terhadap Sikap dan Perilaku Peserta didik di SMA Muhammadiyah 3 Palembang 3) Bagaimana peran guru sejarah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter K.H Mas Mansyur kepada peserta didik kelas X di SMA Muhammadiyah 3 Palembang . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian 1)Proses Implementasi pendidikan karakter K.H. Mas Mansyur dalam pembelajaran sejarah kelas X dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti religius, nasionalisme, tanggung jawab, disiplin dan semangat perjuangan melalui metode diskusi, keteladanan, dan pembiasaan. 2)Dampak implementasi terhadap perkembangan sikap dan perilaku peserta didik, yang ditunjukkan melalui peningkatan sikap religius, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial 3)Peran Guru yang sangat penting sebagai teladan (role model) dan fasilitator dalam proses penanaman nilai-nilai karakter. Keberhasilan implementasi pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru serta kemampuannya dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik agar mampu menginternalisasikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.                                   Kata kunci: Pendidikan karakter, pembelajaran sejarah, K.H. Mas Mansyur, implementasi, peserta didik.