cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 919 Documents
MERANGKAI HARMONI MULTIKULTURAL YANG LEBIH KUAT DAN MENARIK UPAYA MEMBANGUN INTEGRASI SOSIAL DI ERA MODERN Ahmad Faturrohman; Agus Santoso; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6231

Abstract

Di era modern, globalisasi dan kemajuan teknologi digital membuat interaksi antarbudaya semakin meningkat, namun turut menghadirkan tantangan seperti intoleransi dan polarisasi sosial. Penelitian ini menelaah dinamika multikultural saat ini, mengidentifikasi faktor yang mendorong maupun menghambat integrasi sosial, serta merumuskan strategi untuk memperkuat harmoni dalam masyarakat. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural, kebijakan yang mendukung keberagaman, peran komunitas, dan kemampuan literasi digital merupakan komponen penting dalam menjaga kesatuan sosial. Tantangan yang muncul meliputi minimnya pemahaman lintas budaya, ketimpangan sosial, dan meningkatnya polarisasi identitas di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi sosial perlu diperkuat melalui kombinasi nilai kearifan lokal, pemanfaatan teknologi digital secara tepat, serta kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SERASI AUTORAYA 2024 Muhammad Zulfikar; Fransiska Simanullang; Nurlelasari Ginting
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6274

Abstract

Penurunan kinerja karyawan di PT Serasi Autoraya menunjukkan pentingnya efektivitas pelatihan dan kejelasan pengembangan karir dalam mendukung produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian melibatkan 50 responden yang dipilih melalui rumus Slovin dari populasi 100 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas instruktur, kesesuaian materi pelatihan, dukungan atasan, serta kejelasan jalur karir mampu meningkatkan motivasi dan hasil kerja karyawan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan program pelatihan yang terarah serta perencanaan pengembangan karir yang lebih sistematis menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas dan mempertahankan kinerja optimal di perusahaan.
Peran OJK dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi Perbankan di Indonesia (Studi Kasus: Gangguan Sistem Bank DKI 2025) Kayla Fellicia Putri; Cleo Patricia Joe; Hera Aprillya Dwi Lestari; Calvin Philip Andrew Pangaribuan; Dwi Desi Yayi Tarina
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6279

Abstract

 Perkembangan digitalisasi dalam sektor perbankan Indonesia membawa kemudahan sekaligus tantangan baru bagi sistem keuangan nasional. Inovasi layanan berbasis teknologi meningkatkan efisiensi dan akses masyarakat, namun juga menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem dan perlindungan nasabah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan penting dalam memastikan pengawasan yang efektif agar kegiatan perbankan digital tetap berjalan sesuai ketentuan hukum. Penelitian ini membahas penyelesaian antara Bank DKI dan OJK dalam kasus gangguan sistem Bank DKI tahun 2025 serta menelaah dasar hukum yang menjadi landasan pengawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengawasan OJK masih perlu diperkuat dari sisi regulasi dan penerapan sistem berbasis teknologi agar mampu menghadapi risiko digital secara lebih adaptif dan responsif. Penguatan fungsi pengawasan diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sektor perbankan digital di Indonesia.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Syarifatul Amanah; Muizzatur Rokhaniah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6288

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan suatu proses pengembangan potensi manusia yang menanamkan sikap menghargai keberagaman serta perbedaan sebagai konsekuensi dari adanya variasi budaya, etnis, suku, dan agama. Dalam praktiknya, pendidikan multikultural mencerminkan penerapan filosofi pluralisme budaya dalam sistem pendidikan yang berlandaskan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling menerima, memahami satu sama lain, serta memiliki komitmen moral terhadap keadilan sosial. Konsep pendidikan multikultural muncul seiring berkembangnya gagasan dan kesadaran tentang interkulturalisme setelah berakhirnya Perang Dunia II. Munculnya kesadaran tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika politik global terkait isu hak asasi manusia, kemerdekaan dari kolonialisme, dan diskriminasi rasial, tetapi juga akibat meningkatnya keberagaman masyarakat di negara-negara Barat sebagai dampak dari arus migrasi besar-besaran dari negara-negara yang baru merdeka menuju Amerika dan Eropa. Pada dasarnya, pendidikan multikultural menekankan pentingnya sikap kepedulian, pengertian terhadap perbedaan, serta pengakuan terhadap eksistensi kelompok minoritas. Pandangan pendidikan ini melihat masyarakat dari sudut pandang yang lebih luas, dengan menyadari bahwa sikap tidak peduli dan penolakan terhadap perbedaan tidak hanya bersumber dari ketimpangan rasial, melainkan juga dari struktur sosial yang tidak adil. Oleh karena itu, pendidikan multikultural membahas isu-isu ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, serta keterbelakangan yang dialami kelompok minoritas di berbagai bidang seperti sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan.
Tradisi Pawang Hujan sebagai Bentuk Kearifan Lokal dalam Perspektif Multikultural Nadia Dwi Safitri; Salis Amhailun Naja; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6289

Abstract

Tradisi pawang hujan merupakan praktik budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa lampau. Tradisi ini muncul dari kebutuhan manusia untuk menyesuaikan diri dengan alam dan mengatur keseimbangan sosial melalui ritual-ritual simbolik. Dalam konteks multikultural, tradisi pawang hujan mencerminkan keragaman keyakinan, nilai, dan pengetahuan lokal yang hidup berdampingan di Tengah Masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun islam menekankan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas turunnya hujan, Masyarakat memaknai pawang hujan bukan semata sebagai kekuatan mistik, melainkan juga sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sosial. Artikel ini berupaya meninjau tradisi pawang hujan dari perspektif multicultural meliputi pandangan budaya local, nilai religious, dan pendekatan toleransi antar kepercayaan serta mendorong pemahaman bahwa pelestarian budaya perlu disertai peneguhan nilai-nilai tauhid dan kearifan lokal.
PENDEKATAN NEUROSAINS DALAM PERMAINAN TRADISIONAL BOLA BEKEL UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PERUMAHAN SUKARAMI, KOTA BENGKULU Lestari, Dita; Komaria, Ria; Nisa, Hairatun; Lingga, Apriska Nursa
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6298

Abstract

This study aims to analyze the neuroscience approach in the traditional game of “bola bekel” to develop fine motor skills of early childhood in Sukarami Residential Area, Bengkulu City. The research used a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation with children aged 4–6 years. The results showed that playing bola bekel provides significant stimulation to children’s fine motor development through hand-eye coordination, concentration control, and neural activity related to motor skills. The findings highlight that traditional games can serve as an effective neuroscience-based learning tool for early childhood, especially in non-formal environments such as residential areas.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PENCEGAHAN INTOLERANSI DAN RADIKALISME DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA Feni Farikhatus Zahro; Zahrotul Ulia
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6307

Abstract

Pendidikan multikultural adalah strategi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif, dengan menghargai beragam budaya, suku, agama, dan bahasa. Artikel ini bertujuan untuk mempelajari fungsi pendidikan multikultural sebagai upaya pencegahan terhadap intoleransi dan radikalisme yang kian merusak persatuan bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur yang mengandalkan berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya. Penelitian mengindikasikan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya mendalami keberagaman, tetapi juga membangun sikap saling menghormati, empati, dan toleransi di kalangan siswa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, proses pendidikan, dan kegiatan sekolah, siswa dipersiapkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan moderat yang memungkinkan mereka menolak ideologi radikal dan praktik intoleran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara konsisten menerapkan pendidikan multikultural dapat menjadi langkah pencegahan untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa pluralis, perspektif nasional, dan siap menghadapi tantangan globalisasi tanpa mengorbankan identitas budaya.
IMPLEMENTASI EVALUASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA QUIZIZ SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DI UPT SMA TUT WURI HANDAYANI Hajrah; Hanadiva Nauvalina; Supriadi Torro; Sofia; Indriani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan media Quiziz untuk meningkatkan hasil belajar siswa di UPT SMA TUT WURI HANDAYANI. Latar belakang dari penelitin ini berangkat dari perlunya inovasi dalam evaluasi yang lebih interaktif, menarik, dan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif selama proses belajar. Metode yang di terapkan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek yang terdiri dari enam siswa dan seorang guru mata pelajaran. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media quiziz dapat meningkatkan partisipasi siswa saat evaluasi berlangsung, terlihat dari semangat yang tinggi, respons yang cepat, dan penguasaan materi yang lebih baik. Selain itu, peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai evaluasi setelah penerapan Quiziz jika dibandingkan dengan metode konvensional. Penggunaan media quizizz juga memberikan kemudahan bagi guru dalam melakukan penilaian dengan lebih cepat, akurat, dan transparan. Oleh karena itu, penggunaan Quiziz terbukti efektif sebagai alat evaluasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMA TUT WURI HANDAYANI
PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER TOLERANSI PESERTA DIDIK Alya Renika Utami; Lia Warih Perwitasari; Qurrota A’yun; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6310

Abstract

Kajian ini membahas bagaimana pendidikan multikultural berperan dalam membentuk sikap toleransi pada siswa di Indonesia yang sangat beragam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, prosiding, dan dokumen resmi terkait pendidikan multikultural dan pembentukan karakter. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan multikultural sangat berpengaruh dalam menanamkan nilai toleransi melalui empat hal utama: memperkenalkan keberagaman, memperkuat empati sosial, meningkatkan kemampuan berinteraksi lintas budaya, dan membentuk identitas diri yang terbuka. Lewat pendekatan ini, siswa bukan cuma memahami perbedaan, tapi juga belajar menghargainya sebagai kekayaan bangsa. Walaupun ada tantangan seperti kesenjangan sosial, akses pendidikan yang tidak merata, dan penolakan terhadap nilai multikultural, pendidikan ini tetap menjadi cara yang efektif untuk membangun generasi yang toleran, demokratis, dan humanis.
PERAN KELUARGA DALAM PENANAMAN KESADARAN MULTIKULTURAL DI LINGKUNGAN MULTI-ETNIS PERKOTAAN Zahrotu Sindi Nafisah; Miftahul Jannah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam menanamkan kesadaran multikultural di lingkungan multi-etnis perkotaan. Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga harmoni sosial di tengah keragaman suku, agama, dan budaya. Dalam konteks ini, keluarga berperan penting sebagai lembaga sosial pertama tempat anak belajar nilai toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menelaah berbagai literatur terkait pendidikan dan kesadaran multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai agen sosialisasi utama dalam membentuk sikap inklusif dan toleran melalui tiga mekanisme utama: (1) komunikasi internal keluarga yang menumbuhkan dialog terbuka tentang keberagaman, (2) keteladanan perilaku orang tua dalam menghargai perbedaan, dan (3) fasilitasi pengalaman sosial lintas etnis yang memungkinkan anak berinteraksi dengan berbagai latar budaya. Ketiga mekanisme ini membentuk sistem nilai yang saling melengkapi dalam menumbuhkan kesadaran multikultural sejak dini. Meskipun keluarga perkotaan menghadapi tantangan seperti individualisme, kesibukan, dan pengaruh media, keberagaman sosial di kota juga menjadi peluang besar bagi pembelajaran lintas budaya. Dengan demikian, penguatan literasi multikultural dalam keluarga menjadi kunci dalam membangun masyarakat perkotaan yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban multikultural.