cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 919 Documents
IMPLEMENTASI PRINSIP THE BEST INTEREST OF THE CHILD DALAM PENETAPAN HAK ASUH ANAK (STUDI KOMPARATIF INDONESIA DAN INGGRIS) Lidwina Tuto Ladjar; Fanny Cathelia Erianto; Deva Aurelia Rahma; Ahmad Wildan; Muhammad Rayhan Fasya Akbar; Mohamad Haikal Rahmadia; Surahmad
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6188

Abstract

Prinsip the best interest of the child merupakan asas fundamental dalam hukum perlindungan anak yang bertujuan memastikan setiap keputusan terkait anak berorientasi pada pemenuhan hak dan kesejahteraannya. Dalam praktik penetapan hak asuh, penerapan prinsip ini sering kali menunjukkan perbedaan antarnegara karena dipengaruhi sistem hukum, regulasi, dan pertimbangan yudisial yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip the best interest of the child dalam penetapan hak asuh anak di Indonesia dan Inggris, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pendekatan kedua negara. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) melalui penelaahan terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Perkawinan, Putusan Pengadilan Indonesia, serta Children Act 1989, case law, dan pedoman yudisial di Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Inggris sama-sama menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prinsip utama, namun Inggris menerapkan parameter yang lebih terukur melalui welfare checklist, sedangkan Indonesia masih bergantung pada interpretasi hakim dengan ruang diskresi yang luas. Perbandingan ini menunjukkan perlunya penguatan standar penilaian kepentingan terbaik anak dalam sistem hukum Indonesia agar lebih konsisten, terukur, dan berorientasi pada perlindungan anak secara komprehensif.
PENERAPAN TEORI HUMANISTIK DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN RASA EMPATI KEPADA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI Shoimatus Safitri; Ngulya Nafisatun; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6198

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori humanistik dalam pendidikan multikultural untuk menumbuhkan rasa empati siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori humanistik yang menempatkan siswa sebagai subjek dengan potensi unik dikombinasikan dengan pendidikan multikultural yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, integrasi kedua pendekatan ini penting untuk membentuk karakter inklusif, toleran, dan empatik pada peserta didik. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur digunakan untuk menganalisis konsep dan strategi pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dengan pendekatan humanistik dan multikultural mampu menciptakan suasana belajar yang dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman yang menumbuhkan empati siswa. Pembelajaran tersebut tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga mendukung pembentukan karakter siswa yang humanis dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat plural.
KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUSAN Dena Nafikhatul Aulia; Navida latifa Naja; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6199

Abstract

Artikel ini membahas konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam penanaman nilai-nilai multikultural pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kajian kepustakaan. Keragaman etnis, budaya, agama, dan bahasa di Indonesia menuntut adanya pendidikan yang mampu menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Kajian menunjukkan bahwa Sistem Among dengan prinsip asah, asih, dan asuh relevan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, empati, dan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Konsep Tri Pusat Pendidikan—keluarga, sekolah, dan masyarakat—menjadi dasar kolaborasi dalam pelestarian budaya dan internalisasi nilai multikultural. Selain itu, gagasan Merdeka Belajar memberikan ruang ekspresi budaya serta memperkuat pemahaman keberagaman melalui pembelajaran kontekstual. Peran guru sebagai pamong sangat penting dalam menuntun siswa melalui keteladanan dan pembentukan lingkungan belajar yang inklusif. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dalam membangun karakter multikultural siswa SMK, terutama melalui pendekatan humanis, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA Tefanifaza Masrurothun Azmi; Nailatur Rohmah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6200

Abstract

Studi ini mengeksplorasi strategi pembelajaran multikultural sebagai pendekatan penting untuk menumbuhkan empati di antara siswa di lingkungan pendidikan yang beragam. Masyarakat multikultural Indonesia, yang kaya akan etnis, bahasa, dan agama, menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam mengembangkan pembelajar yang inklusif dan empati. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, studi ini menganalisis literatur yang relevan tentang pendidikan multikultural, strategi pengajaran, dan pengembangan empati pada siswa. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran multikultural menekankan kesetaraan, penghormatan terhadap keberagaman, inklusivitas, dan keadilan sosial sebagai prinsip-prinsip intinya. Guru memainkan peran penting tidak hanya sebagai instruktur tetapi juga sebagai fasilitator yang membangun kesadaran sosial, mempromosikan toleransi, dan mencontohkan perilaku empati. Melalui metode pengajaran yang interaktif, kooperatif, dan responsif terhadap budaya—seperti kerja kelompok heterogen, diskusi reflektif, dan proyek sosial—siswa belajar memahami perspektif orang lain dan mengembangkan empati terhadap teman sebaya dari beragam latar belakang. Implementasi pendidikan multikultural di sekolah memiliki dampak yang signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang demokratis, inklusif, dan harmonis. Hal ini meningkatkan kepekaan sosial siswa, mengurangi prasangka, dan menumbuhkan nilai-nilai saling menghormati dan solidaritas. Oleh karena itu, strategi pembelajaran berbasis multikultural bukan hanya alat pedagogis, tetapi juga landasan moral untuk mengembangkan warga negara masa depan yang berempati dan adil.
Interaksi Pengasuhan Anak Dalam Keluarga Lathifah Tulharmi; Ripda Yudani Apindi; Fely Junika; Asiyah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi pengasuhan anak dalam keluarga, dengan fokus pada peran orang tua, yaitu ayah dan ibu, serta dampak teknologi terhadap kualitas interaksi tersebut. Interaksi antara orang tua dan anak dalam keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi, di mana ayah lebih berfokus pada pengajaran nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sementara ibu lebih banyak terlibat dalam aspek emosional, sosial, dan pendidikan anak. Namun, kemajuan teknologi di era digital saat ini membawa tantangan tersendiri, di mana penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi kualitas waktu interaksi langsung antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana orang tua dapat bijak dalam mengelola penggunaan teknologi, menetapkan batasan waktu yang jelas, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengasuhan yang edukatif dan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat memberikan banyak manfaat, kualitas interaksi orang tua dan anak tetap menjadi faktor utama dalam pengasuhan yang efektif. Interaksi yang penuh kasih sayang, perhatian, dan pembelajaran melalui kegiatan bersama sangat penting untuk membangun ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana orang tua dapat menciptakan keseimbangan yang sehat antara pengaruh teknologi dan interaksi langsung yang mendukung perkembangan anak secara optimal.
Hubungan Permainan Congklak Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Dalam Pendekatan Neurosains Apindi, Ripda Yudani; Junika, Fely; Tulharmi, Lathifah; Lestari, Dita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6210

Abstract

This study aims to examine the relationship between playing congklak and improving fine motor skills in children aged 5–6 years from a neuroscience perspective. This study used a descriptive qualitative research method with a literature review approach, which examined various previous research findings related to the influence of traditional games on neuromotor development in early childhood. Based on the literature analysis, playing congklak has been shown to be effective in stimulating hand-eye coordination, movement precision, and concentration in children. From a neuroscience perspective, playing congklak activates brain areas such as the motor cortex, cerebellum, and frontal lobe, which play a role in planning, coordinating, and controlling movement. This process supports the formation of neuroplasticity, the strengthening of new neural pathways that influence the improvement of children's sensorimotor and cognitive abilities. The study results indicate that playing congklak is not only a traditional recreational medium but also an effective and enjoyable brain-based learning tool. Therefore, integrating traditional games into learning activities in early childhood education (PAUD) is highly recommended to stimulate fine motor development while preserving local cultural values ​​in the digital age.
PERAN FLASH CARD DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KREATIF BAGI GURU DAN SISWA DI SD NEGERI PULUHAN Zulfa Muthi’a Batrisyia; Alvi Hidayatusholihah; Risty Agnata; Hermawan Wahyu Setiadi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran flash card dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif bagi guru dan siswa di SD Negeri Puluhan. Flash card sebagai alat bantu visual diharapkan dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan guru dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan flash card dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, merangsang kreativitas guru dalam merancang materi ajar, serta menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menarik. Flash card juga terbukti efektif dalam mempercepat pemahaman konsep dasar bagi siswa, terutama dalam pembelajaran mata pelajaran yang membutuhkan banyak hafalan seperti bahasa Indonesia dan Matematika. Flash card tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai media yang dapat memperkaya proses pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi guru dan siswa.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS QUIZLET TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII DI MTS NEGERI 1 WONOSOBO Davik Roihan; Maryono; Chairani Astina
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran berbasis Quizlet dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta menganalisis perbedaan prestasi belajar antara siswa yang menggunakan Quizlet dan siswa yang menggunakan modul pembelajaran konvensional di MTs Negeri 1 Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizlet mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui fitur interaktif seperti flashcard dan kuis. Meskipun terdapat kendala teknis seperti jaringan internet, siswa yang menggunakan Quizlet memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi. Nilai rata-rata post-test kelas eksperimen adalah 69,75, sedangkan kelas kontrol hanya 58,20. Uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, sehingga penggunaan Quizlet terbukti lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SPIRITUAL ISLAM MELALUI KEGIATAN KELOMPOK AL-BARZANJI PADA REMAJA DESA TEGALGOT, KEPIL, WONOSOBO Adam Khabiburrochman; Rifqi Muntaqo; Muhammad Yusuf Amin Nugroho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan spiritual Islam melalui kegiatan kelompok Al-Barzanji pada remaja di Desa Tegalgot, Kepil, Wonosobo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus, penelitian ini menggambarkan bagaimana tradisi keagamaan lokal dapat menjadi media transformatif dalam pembentukan karakter keislaman generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Al-Barzanji merupakan instrumen efektif dalam menanamkan nilai-nilai spiritual seperti tawadhu’, syukur, dan mahabbah terhadap Nabi Muhammad SAW. Proses internalisasi berlangsung melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi, yang mencerminkan integrasi antara pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik secara alami. Lebih lanjut, internalisasi nilai tersebut terbukti termanifestasi dalam perilaku religius remaja dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga adab, memperbanyak bacaan shalawat, dan meningkatkan kepedulian sosial. Lingkungan religius yang terbentuk dari kegiatan ini berperan sebagai hidden curriculum yang efektif dalam menanamkan nilai moral secara kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi tradisi keagamaan lokal seperti Al-Barzanji memiliki urgensi sebagai strategi pendidikan spiritual yang relevan dan adaptif dalam membina ketahanan karakter remaja di tengah arus globalisasi dan sekularisasi.
Digital Multicultural Literacy: Tantangan Guru di Era Media Sosial Poliarah Siti Fatimah; Fika Mar’atussa’adah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6229

Abstract

Penelitian ini menganalisis Digital Multicultural Literacy sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki guru di era media sosial poliarah, di mana informasi bergerak secara cepat, tidak linier, dan berasal dari banyak arah. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji landasan teori, tantangan guru, serta strategi pedagogis yang dapat diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurasi algoritmik, ruang gema (echo chambers), serta pertukaran konten lintas budaya dapat menjadi peluang sekaligus risiko bagi pendidikan multikultural. Guru menghadapi tantangan terkait keterampilan pedagogi digital, moderasi konflik, keterbatasan sarana, serta beban emosional dalam mengelola interaksi daring siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan pedagogi kritis digital, penerapan digital storytelling bernuansa multikultural, dan pengembangan pelatihan guru berkelanjutan sangat penting dalam membangun literasi multikultural digital di sekolah Indonesia.