cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,053 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Putri Rofia’tus Sholikhah; Bella Afrilia; Adhyla Noorhafida Aulia Hakim; Afifah Kurniawati; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6825

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menuntut transformasi paradigma dalam pembelajaran matematika, dari sekadar menghafal rumus menuju pemahaman konsep yang mendalam dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembelajaran matematika di SD berbasis Kurikulum Merdeka melalui tiga pilar utama: pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning), pemanfaatan media dan bahan ajar, serta implementasi pembelajaran aktif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan kontekstual efektif menjembatani materi abstrak dengan kehidupan nyata siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna; (2) Penggunaan media konkret dan digital (seperti GeoGebra) serta LKPD berbasis konteks sangat vital dalam mentransformasi konsep abstrak menjadi representasi visual; dan (3) Pembelajaran aktif yang menempatkan guru sebagai fasilitator mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta keterampilan berpikir kritis. Keberhasilan pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengintegrasikan metode dan media yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR USIA 10 TAHUN (STUDI KASUS: ZAHRA ADELINA SIREGAR) Ramadhan Lubis; Satria Hutabarat; Putri Novia Ramayani Siregar; Muthia Fadilaturrizqi Lubis; Anisa Pratiwi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6826

Abstract

Usia 10 tahun merupakan tahap perkembangan yang penting bagi anak sekolah dasar karena pada masa ini terjadi peningkatan pada aspek fisik, kognitif, psikomotorik, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak usia 10 tahun melalui studi kasus pada seorang anak bernama Zahra Adelina Siregar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara orang tua dan dokumentasi perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zahra memiliki perkembangan fisik yang proporsional dan aktif, perkembangan kognitif yang sesuai dengan tahap operasional konkret menurut Piaget, motorik kasar yang berkembang sangat baik, serta kemampuan sosial yang positif ditandai dengan kemudahan berinteraksi dan bekerja sama. Pada aspek emosional, Zahra mampu mengekspresikan dan mengelola emosinya dengan cukup stabil meskipun sesekali masih membutuhkan pendampingan. Secara keseluruhan, perkembangan Zahra berada pada kategori baik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar.
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Pembentukan Akhlak Berbakti kepada Orang Tua Aida Fitria; Azza Aulia Gladis Puspita Dewi; Iga Nurmalasari; Adzra Aqilah Nuha; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6827

Abstract

Pembentukan akhlak berbakti kepada orang tua merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter anak yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam. Lingkungan keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan akhlak berbakti kepada orang tua, dengan menelaah peran orang tua, komunikasi dalam keluarga, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap orang tua dan anak. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan religius berpengaruh signifikan terhadap pembentukan akhlak anak. Keteladanan orang tua, pola asuh yang tepat, komunikasi yang terbuka, serta pembiasaan nilai-nilai keagamaan secara konsisten terbukti mampu menumbuhkan sikap hormat, taat, dan berbakti kepada orang tua. Sebaliknya, kurangnya perhatian orang tua, konflik keluarga, lemahnya komunikasi, serta pengaruh negatif lingkungan eksternal menjadi faktor penghambat dalam pembentukan akhlak anak. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi peran keluarga merupakan kunci utama dalam membentuk akhlak anak yang berbakti kepada orang tua.
IMPLEMENTASI SISTEM SURVEILANS KESEHATAN DI PUSKESMAS Dinda Rizky Fadillah; Fanya Aullrelya Putry; Fidelma Felicia Br Sitepu; Nazwa; Rezky Khabiza Syahdu; Rizky Aditya Hutomo
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6828

Abstract

Health surveillance is an essential activity within the healthcare service system to monitor disease occurrences and to serve as a basis for health program decision-making. This study aims to describe the implementation of health surveillance at a community health center (puskesmas) using an interview-based approach. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews with surveillance officers. The findings indicate that health surveillance activities have been conducted routinely and are integrated with the Ministry of Health information system; however, several challenges remain, particularly related to limited human resources and delays in reporting from service networks. Surveillance data are utilized as a basis for the formulation of disease control programs, thereby playing an important role in health intervention planning. The study concludes that the surveillance system has been implemented fairly well, but further strengthening is needed in terms of human resources and coordination with service networks.
Analisis Peran Etika Profesi Dalam Meningkatkan Budaya Kerja Sebagai Penguatan Manajemen SDM: Studi Literatur Review Adinda Desi Saputri; Evi Beatric Dewi Zebua; Halimah Tusakdiyah Nst; Agita Trianto; Bagas Indrianto Prasetio; ⁠Firhan Sudrajat; Dito Aditia Darma
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6829

Abstract

This study examines the increasing organizational need to strengthen a culture of integrity by internalizing professional ethics within human resource management (HRM). Persistent issues such as ethical violations, unfair practices, and a lack of professionalism indicate that moral values have not yet been fully embedded in shaping productive and sustainable work behavior. The purpose of this study is to analyze the role of professional ethics in improving work culture as a reinforcement of HRM through an extensive review of empirical and theoretical literature from national and international sources. The research adopts a library-based qualitative method, focusing on scholarly articles, books, and credible documents related to professional ethics, work culture, and contemporary HRM practices. The findings reveal four major roles of professional ethics: first, serving as a foundation for cultivating an integrity-based work culture by embedding values such as honesty, responsibility, and trustworthiness; second, guiding employees’ professional behavior through moral standards that support ethical decision-making; third, strengthening HRM systems by ensuring fair, transparent, and accountable policies; and fourth, enhancing productive work culture by fostering intrinsic motivation, discipline, and moral awareness in performing organizational tasks.  
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Semangat Belajar Siswa di SMA Swasta Budi Satrya Medan Khalisatun Husna; Muhammad Chaidir; Abdul Fattah Nasution
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6830

Abstract

This study aims to determine the influence of the school environment on students' enthusiasm for learning. The study used a quantitative approach with a survey method of 32 students using a Likert-scale questionnaire. The school environment was measured through physical and social aspects, while enthusiasm for learning was measured through enthusiasm, persistence, participation, and responsibility for learning. The results showed that the school environment was categorized as good with an average score of 3.71, and student enthusiasm for learning was categorized as high with an average score of 3.78. However, the results of the correlation test indicated a weak relationship between the school environment and student enthusiasm for learning. This finding suggests that the school environment plays a supporting role, while student enthusiasm for learning is also influenced by factors other than the school environment.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL Adelia Fega Fradella; Diyanah Kumalasari; Ria Yulianti Triwahyuningsih
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6831

Abstract

Kecemasan selama kehamilan adalah masalah kesehatan mental yang umum terjadi dan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan ibu dan hasil kehamilan. Kecemasan prenatal dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosiodemografis, obstetrik, psikologis, sosial, dan lingkungan, sehingga identifikasi komprehensif dari faktor-faktor ini sangat penting untuk intervensi yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 diambil dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Sebanyak 7.210 artikel diidentifikasi menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, dan 30 studi cross-sectional memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kecemasan di kalangan ibu hamil. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan prenatal bersifat multifaktorial. Faktor obstetrik seperti status primigravida, riwayat keguguran, dan kehamilan berisiko tinggi secara konsisten terkait dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Faktor psikologis termasuk efikasi diri yang rendah, stres, dan gejala depresi secara signifikan berkontribusi pada kecemasan. Dukungan sosial dari pasangan, keluarga, dan penyedia layanan kesehatan menunjukkan efek protektif, sementara faktor lingkungan seperti pandemi COVID-19 dan penggunaan smartphone yang berlebihan terkait dengan peningkatan kecemasan. Pemeriksaan dini, dukungan psikososial, dan perawatan antenatal yang komprehensif sangat penting untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan hasil kesehatan mental ibu.
INOVASI PENGEMBANGAN BUDAYA DAN SENI ISLAMI DALAM PENDIDIKAN ERA DIGITAL Puput Anjarwati; Putri Ayu Lestari; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6832

Abstract

Inovasi pengembangan budaya dan seni Islami dalam pendidikan era digital menjadi krusial untuk menjaga relevansi nilai-nilai Islam di tengah kemajuan teknologi. Artikel ini membahas transformasi pendidikan Islam melalui integrasi media digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok untuk mengembangkan seni kaligrafi digital, musik nasyid interaktif, serta konten budaya Islami berbasis VR/AR. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas pembelajaran tetapi juga menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam menyampaikan ajaran Islam secara menarik dan kontekstual. Melalui tinjauan literatur dan analisis kasus, ditemukan bahwa tantangan utama meliputi kesenjangan digital dan konten tidak autentik, sementara peluangnya terletak pada inovasi pembelajaran hybrid yang memadukan tradisi dengan teknologi. Hasilnya, pendidikan seni Islami dapat memperkaya identitas budaya sambil mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Rekomendasi mencakup pelatihan guru dan pengembangan platform khusus untuk seni Islami digital.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR MASA USIA 9 TAHUN Sania Mar’i Adnanda Harahap; Asmar Sholeh; Ikhrawati Suryani; Farrah Adli Shakila; Ramadhan Lubis
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6833

Abstract

Usia 9 tahun merupakan fase penting dalam perkembangan anak sekolah dasar karena pada tahap ini berbagai aspek perkembangan mulai menunjukkan kemajuan yang lebih terarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan anak usia 9 tahun berdasarkan aspek fisik, kognitif, psikomotorik, sosial, dan emosional. Landasan teori merujuk pada Piaget, Erikson, Papalia, Santrock, dan Desmita. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara orang tua dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak berada dalam kategori sesuai tahap usia, ditandai dengan pertumbuhan fisik yang stabil, kemampuan berpikir konkret, koordinasi motorik yang cukup baik, keterampilan sosial yang mulai matang, serta kemampuan mengelola emosi yang mulai berkembang dengan bimbingan.
Implementasi Penilaian HOTS Berbasis Digital dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur: Studi Kualitatif di SMP Negeri 2 Kroya Ilawati; Kuntoro
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6834

Abstract

Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan implementasi penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) berbasis digital dalam pembelajaran menulis teks prosedur bagi siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kroya, terintegrasi dalam program Sekolah Adiwiyata. Penilaian dilakukan melalui proyek digital pembuatan poster bertema lingkungan di Canva dan publikasi di Facebook, yang mencakup aspek pengetahuan (analisis struktur teks), keterampilan (kreasi konten digital), dan sikap (etika digital serta kepedulian ekologis). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal terpancang, data dikumpul melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis artefak digital, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa penilaian HOTS berbasis digital mewujudkan secara utuh empat prinsip penilaian autentik: kontekstual (isu lingkungan nyata), integratif (ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif), prosesual (observasi berkelanjutan selama tiga pertemuan), dan reflektif (refleksi digital terstruktur). Pendekatan ini tidak hanya mengukur kompetensi, tetapi juga membentuk transformasi identitas siswa menjadi warga digital yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab ekologis, selaras dengan dimensi Profil Lulusan terbaru dalam Kurikulum Merdeka.

Page 99 of 106 | Total Record : 1053