cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,053 Documents
Konsep Guru PAI Ideal (Analisis dalam Konteks Islam, Budaya dan Seni) Muhammad Fadli Al Farizi; Muhammad Irham Zamzami; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6856

Abstract

Permasalahan empiris dalam pendidikan agama Islam saat ini menunjukkan bahwa konsep Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ideal belum sepenuhnya dipahami dan diimplementasikan secara komprehensif, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan dimensi budaya dan seni. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Guru PAI ideal dalam perspektif Islam serta relevansinya dengan budaya dan seni sebagai sarana pendidikan yang kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema Guru PAI, Islam, budaya, dan seni. Hasil kajian menunjukkan bahwa Guru PAI ideal memiliki kompetensi keilmuan, keteladanan akhlak, kemampuan pedagogik, serta kepekaan kultural yang memungkinkan nilai-nilai Islam disampaikan secara adaptif dan bermakna melalui pendekatan budaya dan seni. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Islam, budaya, dan seni merupakan konsep strategis dalam membentuk peran Guru PAI yang ideal dan responsif terhadap tantangan pendidikan modern. Implikasi penelitian ini mendorong penguatan paradigma pendidikan PAI yang lebih inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian nilai keislaman dalam kehidupan sosial-budaya.
MADRASAH DI TENGAH KULTUR SCROLLTANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA GENERASI TIKTOK M. Ulinnuha; Jauhar Alauddin Al Arkan; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6860

Abstract

  Perkembangan media sosial, khususnya platform TikTok, telah melahirkan kultur scroll yang memengaruhi pola belajar dan cara generasi muda dalam memahami informasi. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi pendidikan Islam di madrasah yang menekankan pembelajaran mendalam dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan Islam di madrasah dalam menghadapi kultur scroll pada generasi TikTok serta upaya adaptif yang dapat dilakukan tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian literatur dan analisis konseptual terhadap fenomena penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kultur scroll berdampak pada menurunnya daya konsentrasi, minat terhadap pembelajaran reflektif, serta kecenderungan pemahaman keagamaan yang bersifat dangkal. Oleh karena itu, madrasah dituntut untuk melakukan adaptasi pedagogis melalui pemanfaatan media digital secara bijak, penguatan peran guru sebagai pembimbing dan teladan, serta penanaman literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, madrasah dapat menjadikan tantangan kultur scroll sebagai peluang untuk memperkuat relevansi dan peran pendidikan Islam di era digital.
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH DALAMMEMBANGUN KARAKTER SISWA Nahdi Abdussani; Ahlul Nazza Kaffi; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6862

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi budaya religius di sekolah dalam membangun karakter siswa. Bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi penerapan budaya religius di lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter peserta didik, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur terkait praktik pendidikan religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya religius diwujudkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar, tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, serta pengintegrasian nilai-nilai religius dalam proses pembelajaran. Implementasi ini berdampak positif pada terbentuknya perilaku siswa yang lebih disiplin, jujur, santun, dan bertanggung jawab. Disimpulkan bahwa budaya religius tidak hanya memperkuat aspek spiritual siswa, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun karakter yang berakhlak mulia dan berintegritas di lingkungan pendidikan.
Relevansi Konsep Akhlak, Moral, dan Etika dalam Pendidikan Karakter Mahasiswa di Era Digital Dea Alhidayah; Feni maulana Wijayanti; Arini Mawar Datil Janah; Ahmad Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep akhlak, moral, dan etika dalam pendidikan karakter mahasiswa di era digital. Era digital menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kecakapan teknologi, tetapi juga integritas moral, akhlak, dan tanggung jawab etis dalam interaksi sosial dan akademik, termasuk penggunaan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari jurnal, artikel akademik, serta penelitian terdahulu yang relevan terkait pendidikan karakter dan etika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak berperan sebagai fondasi spiritual yang menumbuhkan niat baik, kejujuran, dan kesadaran batin; moral berfungsi sebagai norma sosial yang menjaga keteraturan dan harmoni dalam masyarakat digital; sedangkan etika membimbing mahasiswa untuk berpikir kritis dan reflektif sebelum bertindak. Fenomena seperti hoaks, ujaran kebencian, dan plagiarisme akademik menegaskan pentingnya integrasi ketiga konsep tersebut dalam pendidikan karakter digital. Integrasi akhlak, moral, dan etika mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran nilai, tanggung jawab sosial, dan integritas akademik. Kesimpulannya, pendidikan karakter yang menggabungkan akhlak, moral, dan etika merupakan strategi penting bagi perguruan tinggi dalam membentuk generasi mahasiswa yang kompeten secara digital sekaligus berintegritas, bertanggung jawab, dan bermartabat dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menekankan perlunya pengembangan kurikulum dan program pendidikan karakter yang sistematis untuk menghadapi tantangan era digital.
TOKOH TOKOH TASAWUF NUSANTARA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP ISLAMISASI INDONESIA Zulfa lailatul Izzah; Lisda Fadhilah; Ratri Wulandari; Fathma Dzakiyah Annuroni; Rahmat Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6864

Abstract

Islamisasi Indonesia merupakan proses historis yang berlangsung secara bertahap dan damai, dengan tasawuf sebagai salah satu faktor kunci keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi tokoh-tokoh tasawuf Nusantara dalam proses Islamisasi Indonesia melalui pendekatan yang beragam. Kajian ini memfokuskan pada tiga tokoh utama, yaitu Hamzah Fansuri, Syekh Yusuf Al-Makassari, dan Syekh Nawawi Al-Bantani, yang masing-masing merepresentasikan strategi Islamisasi berbasis sastra, perjuangan sosial-politik, dan keilmuan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber primer berupa karya-karya para tokoh serta sumber-sumber sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf memainkan peran strategis dalam membentuk corak Islam Nusantara yang moderat, inklusif, dan kontekstual. Hamzah Fansuri berkontribusi melalui sastra sufistik yang mengakomodasi budaya lokal, Syekh Yusuf Al-Makassari melalui integrasi spiritualitas dan perlawanan terhadap kolonialisme, serta Syekh Nawawi Al-Bantani melalui penguatan jaringan intelektual transnasional dan pembakuan tasawuf sunni berbasis syariat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tasawuf merupakan elemen penting dalam proses Islamisasi Indonesia, baik dalam aspek kultural, sosial, maupun intelektual, yang membentuk karakter Islam Nusantara hingga saat ini.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU DI MTS NEGERI 2 DELI SERDANG Lili Raflika; Rangga Hasibuan; Gita Asyari; Abdul Fattah Nasution
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6868

Abstract

This study aims to analyze the effect of madrasa organizational culture on teacher performance at MTs N 2 Deli Serdang. The research employed a quantitative approach with a causal research design. The population consisted of all teachers at MTs N 2 Deli Serdang, and total sampling was applied, resulting in 45 teacher respondents. Data were collected using a closed-ended questionnaire with a five-point Likert scale measuring madrasa organizational culture and teacher performance. The research instruments were tested for validity and reliability, and all items were found to be valid and reliable. Data analysis was conducted using descriptive statistics and simple linear regression with the assistance of SPSS software. The results indicate that madrasa organizational culture has a positive and significant effect on teacher performance. The coefficient of determination showsW that madrasa organizational culture contributes 58.7% to teacher performance, while the remaining percentage is influenced by other factors outside the research model. These findings highlight that strengthening madrasa organizational culture plays a crucial role in improving teacher performance and ensuring sustainable educational quality.
Strategi Manajemen Modal Kerja Internasional pada Perusahaan Rantai Pasok Global di Era Disrupsi Digital : Analisis Library Research Wahyu Wahid; Tafana Ariani Harahap; Nurlela; Khaidar Rahmaini Jamila
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6869

Abstract

The increasing complexity of global supply chains and the rapid acceleration of digital transformation have created new challenges for multinational companies, particularly in managing international working capital. Digital disruption has not only reshaped cross-border business operations and transactions but has also intensified liquidity risks, cash flow imbalances, and short-term financial uncertainty. These conditions require global supply chain companies to develop adaptive, integrated, and technology-driven working capital management strategies. This study aims to examine international working capital management strategies implemented by global supply chain companies in the era of digital disruption and to identify their implications for corporate stability and sustainability. The research employs a qualitative method using a library research approach. Data were collected through a systematic review of academic books, scholarly journal articles, and official reports from international institutions relevant to the research topic. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify key patterns, concepts, and findings within the literature. The results reveal four main findings: the importance of efficient management of cash, receivables, and inventories across countries; the strategic role of digitalization and data-driven approaches in enhancing transparency and decision-making speed; the significance of financial coordination among global supply chain actors; and the necessity of financial risk mitigation strategies amid global uncertainty.
TINJAUAN LITERATUR : EVALUASI HASIL BELAJAR DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI Latifatur Rahmah; Lailatul Soimah; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6883

Abstract

Evaluasi hasil belajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi untuk menilai pencapaian peserta didik sekaligus sebagai dasar perbaikan mutu pembelajaran. Dalam perspektif psikologi, evaluasi tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mempertimbangkan faktor psikologis seperti motivasi, minat, kesiapan belajar, serta tahap perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis hasil-hasil penelitian terkait evaluasi hasil belajar berdasarkan pendekatan psikologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif naratif terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan ResearchGate menggunakan kata kunci yang relevan dengan evaluasi hasil belajar dan psikologi pendidikan. Artikel yang terpilih dianalisis berdasarkan fokus kajian, metode penelitian, serta temuan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi hasil belajar yang berbasis psikologi mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemampuan peserta didik, karena mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses belajar. Integrasi prinsip psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan dalam evaluasi terbukti mendukung pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, evaluasi hasil belajar perlu dirancang secara holistik dan adaptif agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan psikologis peserta didik.
Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Santun Untuk Mencengah Sikap Radikalisme Pada Anak Dan Remaja Anastasya Ayu Lestari Situmorang; Dinda Kamila; Putri Ramadhani Harahap; Rahmat Rizky; Steven Wijaya; Zahra Ulya Wifaq
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6884

Abstract

Pendidikan karakter dalam upaya menangkal radikalisme di Indonesia menggunakan implementasi pendidikan karakter yang diintegrasikan pada kurikulum formal dan hidden curriculum. Kurikulum formal biasanya terprogram dan tertulis pada saat IHT di sekolah pada awal tahun pelajaran. Sementara itu, hidden curriculum mengikuti kondisi pelaksanaan kurikulum formal karena keduanya tidak dapat dipisahkan untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Contoh implementasinya adalah penanaman nilai karakter ketertiban yang diatur oleh wali kelas, kedisiplinan melalui kesepakatan guru mata pelajaran, kejujuran pada saat ujian, serta nilai ramah, sopan, santun melalui tegur sapa. Nilai religius dilaksanakan dengan pembiasaan memulai pembelajaran dengan doa dan pembacaan kitab suci. Nilai cinta tanah air dilakukan dengan menyanyikan lagu wajib nasional. Penanaman nilai cinta kebersihan dan peduli lingkungan dilakukan dengan membuat jadwal piket kebersihan kelas. Semua ini merupakan bagian dari hidden curriculum dalam upaya ketercapaian kurikulum formal berbasis pendidikan karakter.
Penerapan Metode 3-3-3 dalam Program Percepatan Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Wonosobo Fatkhurrohman; Fatin Bakitia; Iga Nurmala Sari; Mukhamad Alfi Syaifulloh; Rizqy Lutfi Atqiya; Tri Anisa Febriani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode 3-3-3 dalam program percepatan tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Wonosobo, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya, serta menggambarkan hasil atau pencapaian yang diperoleh dari penerapan metode tersebut dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pendamping tahfidz dan santri. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode 3-3-3 dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan ziyadah, muraja’ah, dan tahsin yang seimbang. Faktor pendukung pelaksanaan metode ini meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, jadwal hafalan yang teratur, komitmen santri, serta peran pendamping yang konsisten. Adapun faktor penghambatnya meliputi kejenuhan santri, perbedaan kemampuan daya ingat, kelelahan, dan bacaan yang belum tartil. Penerapan metode 3-3-3 memberikan hasil yang positif terhadap pencapaian hafalan santri, baik dari segi kuantitas maupun kualitas hafalan Al-Qur’an.