cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+6282329058143
Journal Mail Official
lppm@unimus.ac.id
Editorial Address
LPPM Unimus Jl. Kedungmundu Raya No.18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Unimus
ISSN : 26543257     EISSN : 26543168     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Unimus merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Unimus yang diselenggarakan tahunan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 949 Documents
ZISWAF PENOPANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LEREP KAB. SEMARANG Zaenurrosyid Zaenurrosyid; Hidayatus Sholihah; Sarjuni Sarjuni
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui Program Keagamaan-Filantropi Keislaman sangat pentingkhususnya untuk para pemuda. Hal ini untuk merealisasikan fungsi kemanusiaan, religiusiras jugamembantu masyarakat agar bangkit dari kemiskinan dan juga untuk mengoptimalkan di dalamrangka pendistribusian harta ke jalan yang diradai Allah. Bisa untuk membantu korban saat terjadibencana alam, bahkan soal terlilitnya hutang serta menjangkau lebih luas yakni memberdayakanmasyarakat maupun anak-anak yang dari keluarga dengan ekonomi rendah untuk bisa melanjutkanpendidikan sehingga nantinya diharapkan menjadi generasi yang berkualitas dan kuat baik secaraakal maupun nurani serta memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. ZISWAF juga bisa disalurkanuntuk mendukung masyarakat untuk meningkatkan perekonominya melalui wirausaha berbasissyariah dan pendidikan kalangan pemuda serta semacamnya. Bahkan, potensi zakat di Indonesiadinilai cukup besar. Menurut data Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)potensi zakat nasional yaitu sebesar 217 triliun. Namun, serapan zakat di Indonesia masih cukup rendah. Pada tahun 2016 misalnya, tercatat zakat masuk sebesar 5 triliun. Jumlah ini ternyatahanya satu persen dari potensi yang ada. Ini menunjukkan bahwa potensi yang sedemikian besarbelum  terkelola dengan baik. Jika dikelola dengan baik, maka besar harapan bahwa zakat dapatberperan dalam pembangunan ini. Setidaknya, ada empat langkah melalui pengembangn ziswa ini,yakni menengahi kesenjangan sosial, membangkitkan perekonomian masyarakat, mendorongpengentasan kemiskinan dengan berbagai inovasi, dan mengembangkan sumber pendanaanpembangunan kesejahteraan umat. Program pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasispengelolaan ZISWAF ini adalah salah satu  cara optimalisasi program keagamaan melalui bangunankesadaran bersama serta peran remaja Desa Lerep Ungaran Kab. Semarang. Kata Kunci: Pemuda, masjid, ZISWAF,  kesejahteraan masyarakat
Hubungan Riwayat Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 3-5 Tahun Di Puskesmas Jatinom Klaten Anna Uswatun Qoyyimah; Piscolia Dynamurti Wintoro; Lilik Hartati; Miftakhul Chasanah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang berlangsung lama (kronis). Salah satu faktor resikoterjadinya stunting adalah berat lahir yang rendah. Berat badan lahir rendah dapat terjadi salahsatunya akibat ibu yang Kekurangan Energi Kronis dimana nutrisi yang dikonsumsi ibu akandigunakan untuk melengkapi kekurangan nutrisi ibu. Dengan demikian janin tidak mendapatkannutrisi yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubunganantara riwayat ibu hamil KEK dengan kejadian stunting pada balita usia 3-5 tahun di wilayah KerjaPuskesmas Jatinom.Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan metode retrospektif. Sampel padapenelitian ini adalah seluruh balita stunting usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jatinom.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan Teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan ibu yang memiiki riwayat Kekurangan Energi kronis denganbalita pendek sebanyak 1 responden (10%), dan balita sangat pendek sebanyak 5 responden (0.5%).Adapun ibu dengan riwayat kehamilan tidak Kekurangan Energi Kronis dengan balita pendek 9responden (90%) dan baita sangat pendek sebanyak 19 responden (95%). Kesimpulan dari penelitianini adalah tidak adanya Hubungan Riwayat Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis dengan KejadianStunting pada Balita Usia 3-5 ahun di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinom.Kata Kunci : Stunting, KEK, Balita
Implementasi Augmented Reality Pada Media Pembelajaran Matematika Mengenal Bangun Ruang 3D Menggunakan Metode Markerless Tracking Muhammad Reza Saputra; Yusni Nyura; M. Farman Andrijasa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaaan gambar dua dimensi (2D) sebagai penunjang pembelajaran agar siswa tidak merasa bosandan lebih berimajinatif sekarang ini kurang membantu mengatasi masalah di atas. Penggunaan gambardiam yang telah tersedia dalam buku teks membuat siswa cenderung pasif dan kurang interaktif karenamedia gambar tidak mampu memberikan respon timbal balik, kurang terlihat nyata dan kurang menarikbagi siswa. Untuk memenuhi tuntutan tersebut sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi, khususnya dalam bidang pendidikan, penggunaan media pembelajaran menjadi semakinberagam dan interaktif, salah satunya yang sedang marak saat ini adalah dengan memanfaatkan teknologiAugmented Reality (AR). Peneliti merancang dan membangun aplikasi augmented reality pada mediapembelajaran matematika menggunakan metode Markerless Tracking dan metode pengembangan yangdipake yaitu Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Aplikasi dibangun dengan menggunakanUnity, 3D Blender sebagai modelling, EasyAR untuk membentuk Augmented Reality. Hasil penelitiandiuji coba ke siswa Sekolah Dasar Negeri 008 Samarinda dengan mendemokan dan siswamengoperasikan langsung. Aplikasi yang dibuat agar siswa menjadi lebih tertarik mempelajarimatematika khususnya pada materi bangun ruang. Hasil yang diharapkan dari pembuatan aplikasi iniyaitu dapat menampilkan objek tiga dimensi (3D) bangun ruang dengan tampilan yang interaktif.Penjelasan dan rumus pada tiap objek, dan menampilkan kuis tentang bangun ruang. Kata Kunci : Augmented Reality, Pembelajaran, Bangun Ruang Matematika, Markerless Tracking,Unity.
Inovasi Penyaluran Jaminan Sosial Tepat Sasaran Melalui Kebijakan Pengelolaan Anggaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dan Pemanfaatan Aplikasi "Cek Bansos" Raden Dwiarto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan DTKS, Basis Data Terpadu(BDT) perlu untuk dimutakhirkan secara berkala agar data yang tersedia up to date dan akurat. Namun perOktober 2020 hanya sepertiga kabupaten/kota yang memutakhirkan DTKS. Padahal DTKS ini menjadi sumberdata acuan dalam pemberian bantuan sosial maupun skema perlindungan sosial lainnya. Salah satupermasalahan penting yang harus segera ditangani dalam pemutakhiran DTKS yaitu penganggaran. Kebijakanpengelolaan anggaran di setiap daerah agar dapat memastikan pemerintah daerah menyediakan alokasianggaran yang memadai untuk proses verifikasi dan validasi data di lapangan serta anggaran untuk SDM danpeningkatan kompetensi SDM pelaksana verifikasi dan validasi DTKS. Pengalokasian anggaran tersebut harustermuat di dalam peraturan agar dialokasikan secara khusus. Pemerintah Pusat dan provinsi perlu berkontribusidalam mengalokasikan anggaran secara proporsional untuk mendukung pelaksanaan pemutakhiran DTKS olehpemerintah kabupaten/kota, serta Bappeda perlu memperkuat koordinasi antar lembaga di tingkatkabupaten/kota (Sekretaris Daerah, Dinas Sosial, DPRD, dan Bappeda) untuk memastikan kegiatanpemutakhiran DTKS masuk di dalam proses perencanaan dan penganggaran setiap tahun. Kata Kunci : jaminan sosial, data terpadu, DTKS.
Penerapan Pemakaian Spalk Bermotif Pada Anak Saat Pemasangan Infus Wahyu Tri Fibrianingrum; Mariyam Mariyam; Tri Hartiti; Dera Alfiyanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu kondisi krisis bagi setiap anak yang dirawat di rumah sakit. Pemasangan infus merupakan prosedur yang paling banyak dilakukan di rumah sakit. Pemasangan infus yang didapat anak pada saat masuk rumah sakit menimbulkan trauma berkepanjangan, menimbulkan rasa tidak nyaman, ketakutan dan kecemasan. Tindakan keperawatan  untuk mengatasi memburuknya tingkat kecemasan pada anak saat pemasangan infus salah satunya dengan distraksi. Penggunaan spalk masih efektif pada pasien anak dengan modifikasi menambahkangambar tokoh,karakter dan motif berwarna yang menarik pada spalk dapat menambah ketertarikan pada anak yang cemas akibat terpasang infus. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan penerapan pemakaian spalk bermotif  pada anak saat pemasangan infus di Ruang IGD.  Pendekatan studi kasus ini adalah deskriptif. Studi kasus ini memberikan asuhan keperawatan anak di Ruang IGD pada saat pemasangan infus. Hasil studi kasus menunjukan bahwa tingkat kecemasan anak usia pra sekolahpada saat pemasangan infus menggunakan spalk bermotif di Ruang IGD RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran menunjukan tingkat kecemasan ringan dengan skor 3. Spalk bermotif berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada anak-anak pada saat pemasangan infus.  Kata Kunci : Spalk bermotif, kecemasan, pemasangan infus
PENCEGAHAN ANEMIA KEHAMILAN Eka Sarofah Ningsih; - Kustini; Shelin Elsza Putri
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Minum tablet tambahdarah untuk menghindari anemia. Pencegahan anemia kehamilan diawali dari masa remaja dansaat dinyatakan hamil dengan konsumsi rutin suplementasi zat  besi dan asam folat. wanita sangat berpotensi mengalami anemia. Pendidikan kesehatan dengan kegiatan penyuluhan dengan temapencegahan anemia kehamilan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 17 Juli 2022 bertempat dibalai RT Kembangan Regency Gresik yang dihadiri kader, warga setempat, dan ibu hamil. Metodeyang dilakukan yaitu memberi penyuluhan, handout, slide gambar dan vidio serta tanya jawab.Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan seluruh peserta terutama ibu hamil paham tentangpencegahan anemia kehamilan dan persalinan aman.Kata Kunci : Anemia, Ibu hamil, Konseling.
Pengaruh Perubahan Putaran Mesin Terhadap Temperatur Catalytic Converter Katalis Tembaga Krom RM Bagus Irawan; Edi Pujianto; Muh Faishal Khairi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catalytic Converter adalah teknologi yang digunakan untuk mengurangi polusi udara yang dipasang pada saluran gas buang (knalpot) kendaraan motor bensin. Catalytic Converter ini berfungsi untuk mempercepat oksidasi emisi gas Hidrokarbon (HC) dan Carbon Monoksida (CO), serta mereduksi Nitrogen Oksida (NOx).Perubahan emisi gas buang tersebut di atas sangat dipengaruhi oleh temperature kerja pada Catalytic Converter. Material logam Tembaga Krom sebagai bahan katalis, akan diteliti ini diuji dalam skala laboratorium, yang pertama untuk melihat pengaruh perubahan putaran mesin terhadap temperature, kedua perubahan temperature saat mengunakan Catalytic Converter dengan katalis Tembaga dan ketiga perubahan temperature saat menggunakan Katalis Temnbaga Krom pada saluran gas buang. Hasilpenelitian diperoleh pertama bahwa perubahan putaran mesin  mempengaruhi kenaikan temperatur Catalytic Converter, semakin tinggi putaran mesin temperature naik dan sebaliknya pada putaran mesinrendah terperature cenderung turun. Kedua pemasangan Catalytic Converter menyebabkan temperature menjadi turun, pada putaran mesin 3000 rpm (tampa Catalytic Converter) temperature 317,5 ºC dan turunmenjadi 227,36 ºC pada 5 sel katalis, 218 ºC pada 10 sel dan 230 ºC pada 15 sel. (dengan Catalytic Converter Cu). Sedangkan pada pemasangan Catalytic Converter katalis Tembaga Krom , pada putaran mesin 3000rpm (tampa Catalytic Converter) temperature 317,5 ºC turun menjadi 237,5 ºC pada 5 sel katalis, 240,84 ºC pada 10 sel dan 249 ºC pada 15 sel, dimana penurunan temperature yang terjadi, lebih tinggi denganpemakaian katalis Tembaga.Kata Kunci : Putaran Mesin, Temperature, Catalytic Converter, Tembaga Krom
Inklusi Pajak Bumdesa Bersama Mina Argo Jiput, Labuan-Banten Asih Machfuzhoh; Intan Puspanita; Refi Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Jiput-Pandegelang memiliki potensi alam yang sangat beragam. Sebagai penghasilemping, bambu, pisang dan lain sebagaianya. Disana juga terdapat desa wisata Banyuresmi yangdikelola oleh pokdarwis. Hal ini menjadikan daerah jiput memiliki potensi untuk dikembangkanmenjadi agrowisata desa. Potensi ini dimanfaatkan oleh warga desa dengan membentuk BumdesmaMina Agrowisata. Bmdesa ini terdiri dari beberapa bumdes yang bergabung untuk memudahkanmengembangakn potensi yang ada didaerahnya. Terbentuknya bumdesma ini bertujuan untukmemfasilitasi pengelolaan keuangan desa yang akan berkembang besar kedepannya. Selain sebagaipenguatan ekononomi mandiri, harapan pemerintah adalah dengan kemandirian ekonomi yangdikelola Bumdesa, maka akan menjadi salah satu pemasukan negara, melalui pajak. Banyak yangbelum memahami, bagimana perlakuan perpajakan terhadap bumdes. Dengan latar belakangtersebut, kami bergerak melakukan inklusi sadar pajak kepada bumdesma ini, agar kedepannyamereka menjadi wajib pajak yang sadar dan patuh akan kewajibannya. Pengabdian ini dilakukandengan mengedukasi peran penting pajak terhadap pembangunan di Indonesia. Selain itu jugamengedukasi bumdesma terkait sistem pemungutan pajak kita adalah self assessment. Dengan sistempemungutan ini, wajib pajak mekakukan sendiri untuk menghitung, membayar, dan melaporkanpajak yang terutang sesuai ketentuan. Karena hal ini, penentuan besarnya pajak  terutang padasurat pemberitahuan (SPT) dari wajib pajak, menjadi tanggung jawab dari wajib pajak itusendiri,untuk dihitung dan dilaporkan.Kata Kunci : BUM Desa, Desa Wisata, Perpajakan, Self Assesment
Perubahan Perilaku Masyarakat Tawangargo, Kabupaten Malang Di Era New Normal Masa Pandemi COVID-19 Edi Suriaman; Rosalinda Avia Erytma; Siti Zulaikah; - Ma’rufah; Nuning Prahasti; Hafidhotul Khoiriah; - Nurfadlunnisah; Ulfa Lailatul Fadhila; Filda Maulidya Efendi; Erna Duwi Rahayu; Lilis Nur Hinmatul Hijra; Dina Putri Rahayu; Vika Fauziyah; Widia Putri Anggraini; Verani Puspita Sari; Yogi Agung Hermawan; Ayu Delia Laulatuz Zulfah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian pandemi akibat infeksi COVID-19 telah menyebabkan kerugian di masyarakat, bahkanmenghasilkan kasus kematian yang sangat besar. Untuk mengurangi dampak COVID-19, pemerintahIndonesia telah menetapkan pedoman perilaku kebiasaan baru yang harus diikuti oleh semua orang.Jenis penelitian ini adalah bersifat observasional, dan dilakukan di Dusun Kalimalang, DesaTawangargo, Malang pada bulan January-February 2021. Pengumpulan data menggunakaninterview guide dalam bentuk kuesioner, dengan jumlah 12 butir item pertanyaan. Jumlah respondensebanyak 76 orang, yang diambil dengan cara simple random sampling. Kemudian data dianalisisdengan univariate test menggunakan SPSS 22. Responden di Dusun Kalimalang, Desa Tawangargo,Kabupaten Malang percaya bahwa COVID-19 merupakan penyakit yang berbahaya (59,2%), dansekitar 53,9% memahami ciri-ciri orang yang terinfeksi oleh COVID-19. Responden mengakumenjalankan protokol kesehatan (89,5%), meskipun menjaga jarak belum dilaksanakan dengan baikoleh mayoritas responden (56,6%). Selain itu, sekitar 56,6% responden menyatakan tidak maumemeriksakan diri ke tempat layanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik kesehatan lainnyasaat terkena COVID-19. Responden meyakini bahwa konsumsi jamu dan obat herbal (52,6%),olahraga dan berjemur di matahari pagi (76,3%), serta mengkonsumsi buah-buahan (32,9%) dapatmeningkatkan sistem imun agar terhindar dari infeksi COVID-19.  Kata Kunci : Perilaku, Pandemi, New Normal, COVID-19
Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Peternak Kambing “Kembang Arum” Sleman Winanto Nawarcono; Dhiana Ekowati; Yuri Murdo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi ternak kambing dari tahun ke tahun terus bertambah. Hal itu disebabkan karena minat peternak untukmemelihara kambing semakin meningkat. Alasan utama peternak memelihara kambing adalah untukmendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kambing. Budidaya beternak kambing “Kembang Arum”merupakan kegiatan warisan nenek moyang yang bersifat turun menurun, dimana hasil ternak kambing tersebutbelum maksimal karena hanya berwujud penghasilan tambahan. Kelompok peternak kambing ”KembangArum” merupakan kelompok masyarakat peternak kambing di dusun Pakelan, desa Sumber Arum, KecamatanMoyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembentukan kelompok peternak kambingbertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok peternak kambing. Anggota kelompok inisaling bekerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama. Saat ini yang dijalankan oleh kelompokini adalah memelihara indukan, pembesaran anakan kambing, dan memanfaatkan limbah kotoran kambinguntuk diolah menjadi kompos sehingga dapat membantu usaha pertanian. Salah satu permasalahan yangdihadapi oleh peternak adalah kandang kambing yang masih sederhana, kurang layak dan belum memenuhistandar. Padahal hal pertama yang harus di perhatikan dalam beternak kambing  adalah kualitas dari kandangyang akan di gunakan untuk tempat kambing. Ukurannya harus sesuai dengan jumlah kambing yang akandipelihara dan kandang yang kita buat juga harus memenuhi standar kualitas. Keterbatasan modal menjadikanperkembangan peternakan kambing mengalami kendala. Padahal untuk menghasilkan ternak kambing yanggemuk, sehat dan bernilai jual tinggi diperlukan bibit kambing yang berkualitas. Pemilihan bibit kambing yangbagus dan berkualitas memang harus dilakukan dengan baik dan tepat, karena akan mempengaruhi hasilkesuksesan dalam memulai usaha peternakan kambing. Untuk menambah penghasilan, mitra memanfaatkanlimbah kotoran kambing, menjadi hasil olahan pupuk organik. Namun karena pengetahuan mengenai pembuatanpupuk organik hanya berupa ilmu turun temurun maka kualitas hasil olahan pupuk organik kurangberkualitas.Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan ternak menjadikan mitra tidak selalu berhasilmenangani dengan baik permasalahan kesehatan ternak kambing, sehingga terkadang menyebabkan ternakkurus dan kurang sehat. Kondisi ini menyebabkan harga jual ternak menjadi rendah. Perlu adanya peningkatanpemahaman peternak dalam pemeliharaan ternak, agar ternak kambing berkualitas, gemuk dan sehat.Keterbatasan kemampuan anggota kelompok dalam pengelolaan keuangan menjadikan usaha ternak kambingkurang berkembang, dimana peternak tidak mengetahui dengan pasti berapa keuntungan atau kerugiannya.Keuangan keluarga dengan keuangan usaha belum ada pemisahan keuangan. Dengan PKM, melalui bantuanmodal, peternak mempunyai kandang kambing yang sesuai standar, serta bibit kambing yang bagus akanmempengaruhi hasil kesuksesan dalam usaha peternakan. Peningkatan jumlah kambing melaluipengembangbiakan ternak kambing. Peningkatan penghasilan melalui penjualan pupuk organik yangberkualitas, peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan ternak kambing, manajemen pemeliharaan danpeningkatan pemahaman manajemen usaha, sehingga ada pemisahan  keuangan, antara keuangan keluarga dankeuangan usaha, ada analisis usaha, dan pembukuan sederhana serta mitra mengetahui secara pasti berapa modalsesungguhnya yang telah dikeluarkan dan berapa keuntungan yang diperoleh, serta berapa kerugian yangditanggung bila ternyata ternak sakit atau mati.