cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,170 Documents
Analisis Menurunnya Minat Membaca Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital Cindy Aulia Fadillah Sikumbang; Indah Ramadhani; Lemuel Owen Delpiero Naiborhu; Nezha Indri Pratiwi; Yohana Ratna Dewi Veronica; Yosia Adih Dharma
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas menurunnya minat membaca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital. Perkembangan teknologi digital membuat siswa lebih tertarik menggunakan media sosial, game online, dan berbagai hiburan digital dibandingkan membaca buku atau bahan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi digital terhadap minat membaca siswa, faktor penyebab rendahnya minat membaca, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat membaca siswa dipengaruhi oleh dominasi hiburan digital, rendahnya budaya literasi, kurangnya dukungan keluarga dan sekolah, serta penggunaan teknologi yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan minat membaca siswa melalui pembiasaan literasi dan pemanfaatan teknologi digital secara positif.
Information and Communication Technology dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Aulia Azizatul Hidayah; Ani Cahyadi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan pada dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penggunaan teknologi digital mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren perkembangan TIK dan AI dalam pendidikan, mengidentifikasi potensi dan tantangan implementasi AI dalam pembelajaran PAI, dan meneliti penggunaan gamifikasi dan pembelajaran adaptif sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung personalisasi pembelajaran, memfasilitasi evaluasi, dan menyediakan media pembelajaran interaktif dalam PAI. Namun, implementasinya menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur, isu etika, dan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam. Selain itu, penerapan gamifikasi dan pembelajaran adaptif telah terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, integrasi TIK, AI, gamifikasi, dan pembelajaran adaptif perlu dikembangkan secara bijaksana dan seimbang agar dapat mendukung pembelajaran PAI yang inovatif tanpa menghilangkan peran guru sebagai pembangun karakter dan penanam nilai-nilai agama.
Penguatan Budaya Verifikasi dan Literasi Media pada Remaja sebagai Benteng Penangkal Hoaks di Ruang Digital Reviola Putri; Alifia Yunika Khoirunnisa; Fauziah Khoirunisa; Anisa Rafa Aristawati; Devi Dwining Tyas; Intan Puspita Ramadani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan media digital di kalangan remaja menyebabkan hoaks semakin mudah tersebar akibat rendahnya literasi media dan minimnya kebiasaan verifikasi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya budaya verifikasi dalam meningkatkan literasi media remaja guna menangkal penyebaran hoaks di ruang digital. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode literature review, yang dilakukan melalui penelaahan dan analisis terhadap berbagai sumber ilmiah terkait literasi media, budaya verifikasi, serta fenomena hoaks di ruang digital. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya keterkaitan antara tingkat literasi media dan cara pengguna digital dalam merespons serta menyebarkan informasi. Remaja dengan tingkat literasi yang lebih memadai umumnya menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati dalam menilai informasi dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkannya. Sebaliknya, keterbatasan literasi digital dapat membuat remaja lebih mudah terpapar dan mempercayai hoaks. Hambatan dalam praktik verifikasi meliputi pengaruh emosional, algoritma media sosial yang mendorong konten sensasional, serta kurangnya kesadaran terhadap bahaya informasi palsu. Budaya verifikasi, termasuk kebiasaan memeriksa kebenaran informasi melalui sumber terpercaya sebelum menyebarkannya, terbukti efektif sebagai benteng digital dalam menekan penyebaran hoaks. Penguatan budaya verifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi literasi digital sejak dini, pemanfaatan media digital sebagai sarana pendidikan literasi, serta keterlibatan dan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan platform digital. Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dapat membantu budaya verifikasi melekat dalam kebiasaan masyarakat, sehingga turut mendukung terbentuknya lingkungan informasi digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Analisis Minat Melanjutkan Studi Pada Siswa SMA dan SMK di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Rifdarmon Rifdarmon; Khaisya Aliya Marsyanda; Patri Susanti; Ramadani Ramadani; Aisyah Amina Maryam; Firman Hidayah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa SMA dan SMK di Pangkalan dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengetahui respon siswa terhadap sosialisasi pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap siswa serta anggota tim KKN yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu kondisi ekonomi keluarga, dukungan lingkungan (keluarga dan sekolah), keterbatasan informasi mengenai jalur masuk perguruan tinggi dan beasiswa, serta motivasi pribadi. Terdapat perbedaan orientasi yang signifikan antara siswa SMA dan SMK: siswa SMA cenderung lebih terbuka terhadap pilihan melanjutkan studi, sementara siswa SMK lebih berorientasi pada dunia kerja sesuai keahlian yang ditekuni. Sosialisasi pendidikan tinggi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan minat siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program sosialisasi berkelanjutan, optimalisasi informasi beasiswa, serta penguatan peran keluarga dan sekolah dalam mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan.
Analisis Kasus Rendahnya Kemampuan Membaca Siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali dalam Pemberitaan CNN Indonesia: Tinjauan Permasalahan Literasi Bahasa Indonesia Ahnas Dahlia; Fitri Khoirunnisaa Butar Butar; Nora Laini; Yulia Mahrani; Yulastri Silaen; Herning Puspitarini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali sebagaimana diberitakan oleh CNN Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan literasi Bahasa Indonesia pada siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kasus melalui studi literatur (library research). Data diperoleh dari pemberitaan CNN Indonesia yang mengangkat kasus rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Kabupaten Buleleng serta berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti jurnal ilmiah, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya minat baca, keterbatasan budaya literasi di lingkungan sekolah dan keluarga, kurangnya pemanfaatan bahan bacaan yang menarik, serta pengaruh penggunaan teknologi digital yang mengurangi intensitas membaca. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan memahami informasi tertulis dan keterampilan literasi siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi penguatan program literasi sekolah, peningkatan peran keluarga dalam membiasakan kegiatan membaca, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, serta pemanfaatan teknologi secara edukatif untuk mendukung budaya literasi. Dengan demikian, peningkatan literasi memerlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa
Fenomena Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam Komunikasi Remaja di Media Sosial Tiktok Indah Novita Gultom; Intan Febriana; Jhesika Rahma Putri; Putri Handayani; Santa Laura Gultom
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi remaja di media sosial TikTok merupakan salah satu bentuk perkembangan bahasa yang semakin berkembang di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk campur kode, faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta dampaknya terhadap komunikasi remaja. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode banyak ditemukan dalam bentuk penyisipan kata, frasa, dan klausa bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan campur kode meliputi globalisasi, perkembangan teknologi digital, pengaruh lingkungan pertemanan, pembentukan identitas sosial, serta efisiensi penggunaan kosakata. Campur kode memberikan dampak positif berupa peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris dan kreativitas berbahasa, namun juga berpotensi mengurangi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar apabila digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam menggunakan campur kode secara bijak agar perkembangan bahasa asing dapat berjalan seimbang dengan pelestarian bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dinamika penggunaan bahasa remaja di media sosial serta pengaruh perkembangan teknologi terhadap pola komunikasi generasi muda
Dampak Otomatisasi FinTech terhadap Redundansi dan Reskilling Tenaga Kerja: Sebuah Systematic Literature Review dari Perspektif Manajemen Risiko SDM Randy Hidayat; Widi Samsudin; Rz Muhammad Rahman; Bora Alviolesa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Financial Technology (FinTech) dan kecerdasan buatan telah mentransformasi industri jasa keuangan serta berdampak signifikan terhadap ketenagakerjaan. Otomatisasi yang didorong FinTech menciptakan redundansi tenaga kerja di satu sisi, namun di sisi lain mendorong kebutuhan mendesak akan reskilling. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti empiris mengenai dampak otomatisasi FinTech terhadap redundansi dan reskilling tenaga kerja, serta merumuskan kerangka manajemen risiko sumber daya manusia (SDM). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci terkait FinTech, otomatisasi, redundansi, reskilling, dan manajemen risiko SDM. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal peer-review terindeks SINTA 1-4 atau Scopus/WoS Q1-Q4, terbit 2020-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otomatisasi FinTech secara nyata menyebabkan redundansi, dengan lebih dari 63.000 pekerjaan terpangkas di sektor perbankan global pada 2026 dan proyeksi hingga 200.000 pekerjaan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, terutama menyasar pekerja berketerampilan rendah serta fungsi operasional dan manajemen menengah. Strategi reskilling terbukti efektif sebagai mitigasi risiko SDM, sebagaimana praktik terbaik di bank UOB (melatih 20.000 karyawan dalam Generative AI) dan kebijakan OJK mewajibkan alokasi 2,5% biaya tenaga kerja untuk pelatihan. Namun, kesenjangan antara niat dan eksekusi reskilling (hanya 57% perusahaan memiliki jalur reskilling bermakna) serta ancaman experience gap tetap menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko SDM di era FinTech harus mengintegrasikan identifikasi risiko redundansi, investasi pelatihan berkelanjutan, dan pendekatan transisi tenaga kerja yang seimbang.
Pendekatan Hexahelix Terhadap Manajemen Bencana Daerah dalam Sistem Peringatan Din dan Pemulihan Pasca Bencana Fathurrahman Hariri; Muhammad Luthfi; Afrijal Afrijal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada mengkaji mekanisme kolaborasi dengan menggunakan pendekatan hexahelix dalam menanggulangi bencana daerah. Berfokus pada tahap peringatan dini serta pemulihan pascabencana. Permasalahan yang terdapat pada kerja sama antar berbagai pihak yang belum bisa menyatu, yang diamana aktor-aktor yang terlibat belum bisa saling meneriama berbagai perbedaan pendapat, sehungga hasil kerja sama yang dilaksanakan belum efektif, dan juga belum bisa menciptakan suatu solusi untuk permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang dimana penuls mengumpulkan referensi/data dari berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan manajemen bencana dan cara kerja sama antar berbagai aktor. Dari pengumpulan referensi dari berbagai karya ilmiah, penulis mencoba untuk melihat bagaimana cara kerja antar aktor dengan pendekatan hexahelix ini, yang dimana melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, media massa, dan aturan hukum yang dapat membuat sistem kerja sama ini menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat.
Analisis Keterkaitan Pengetahuan KB dan Pendapatan Orang Tua terhadap Jumlah Anak dalam Keluarga: Studi di Wilayah Kota dan Desa Annisa Handayani; Fidia Wati; Salma Diani; Tia Handani; Nasrullah Hidayat; Munzir Phonna
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pengetahuan Keluarga Berencana (KB) dan pendapatan orang tua terhadap jumlah anak dalam keluarga pada wilayah kota dan desa. Penelitian dilakukan di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan Desa Tembung, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 20 keluarga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dengan pendapatan rendah cenderung memiliki jumlah anak lebih banyak dibandingkan keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi. Selain itu, seluruh responden mengetahui program KB, namun tidak semua menggunakan alat kontrasepsi secara aktif. Rendahnya penggunaan KB dipengaruhi oleh efek samping, kurangnya penyuluhan, serta faktor budaya dan keyakinan pribadi. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan pola antara masyarakat kota dan desa. Masyarakat kota cenderung lebih mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup anak dalam menentukan jumlah anak, sedangkan masyarakat desa masih dipengaruhi pola pikir tradisional dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jumlah anak dalam keluarga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, pengetahuan KB, pendidikan, serta lingkungan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi program KB dan edukasi mengenai perencanaan keluarga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dinamika Kehidupan Lansia dalam Transisi Demografi Sosial di Indonesia Nasrullah Hidayat; Munzir Phonna; Kaiesa Raihatul Muntaza; Karin Sarah Angelina Siahaan; Maria Elpida Manalu; Margaretha Sembiring
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini menghadapi transisi demografi yang signifikan ditandai dengan pesatnya peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas. Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika kehidupan lansia dalam transisi demografi sosial di Indonesia, dengan fokus pada tiga aspek utama yaitu pertumbuhan populasi lansia, perubahan peran dan kehidupan sosial lansia, serta lemahnya perlindungan lansia serta upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah meliputi jurnal, buku, laporan resmi, dan publikasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penduduk lansia Indonesia telah mencapai 12 persen pada tahun 2024 dan diproyeksikan mencapai 20,31 persen atau sekitar 65,82 juta jiwa pada tahun 2045. Penuaan penduduk membawa implikasi besar terhadap struktur sosial dan ekonomi, meliputi perubahan peran dalam keluarga, meningkatnya isolasi sosial, serta terbatasnya akses terhadap perlindungan sosial. Sebagian besar lansia Indonesia masih ditandai dengan tingkat pendidikan rendah, pendapatan terbatas, dan ketergantungan pada dukungan keluarga. Pemerintah telah merespons melalui Strategi Nasional Kelanjutusiaan (Perpres No. 88/2021), namun implementasinya masih belum merata antarwilayah. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas hidup lansia memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.