cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 173 Documents
Keefektifan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa pada Pembelajaran IPA Hanin Nabila; Muhamad Arif Mahdiannur
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1420

Abstract

Berdasarkan data pretest di SMP Negeri 12 Gresik, sebanyak 58,5% siswa kelas VII masih salah konsep pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati karena pembelajaran konvensional kurang melibatkan interaksi. Padahal model TGT terbukti efektif untuk materi IPA, namun belum pernah diterapkan pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati di jenjang SMP. Hal ini menjadi gap yang mendorong penelitian ini menyelidiki peningkatan pemahaman konsep siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dibandingkan dengan pembelajaran langsung berupa ceramah dan diskusi kelompok. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian ini terdiri dari 67 siswa dari dua kelas VII di SMP Negeri 12 Gresik. Instrumen penelitian berupa tes tertulis, observasi, dan angket yang telah diuji validitas serta memiliki reliabilitas sebesar 0,791 (KR-20) dan 0,954 (Cronbach’s alpha). Data dianalisis menggunakan uji-t independen, dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 61,9 dan 42,4 secara berturut-turut. Uji-t independen menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p  < 0,001). Nilai effect size Cohen’s d sebesar 1,10 menunjukkan pengaruh yang tinggi terhadap pemahaman konsep siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Selain itu, keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dan respons siswa menunjukkan tingkat partisipasi siswa lebih tinggi pada kelas eksperimen. Dengan demikian, model TGT efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Hal ini ditunjukkan oleh selisih skor posttest 19,5 poin dan effect size tinggi d = 1,10, yang diduga muncul karena unsur game dan turnamen meningkatkan motivasi serta interaksi siswa dibanding pembelajaran ceramah konvensional.
Peningkatan Hasil Belajar dan Literasi Lingkungan melalui Project Based Learning Berbasis Deep Learning dengan Media Ecoterrarium Edu pada Materi Ekologi Fajrin Jamilatul Karomah; Dwi Sucianingtyas Sukamto; Fita Fatimah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1440

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan literasi lingkungan siswa pada materi ekologi akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan literasi lingkungan siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis deep learning dengan media Ecoterrarium Edu. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMP Tahfidz Al-Azhar pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, dimulai pada 4 Maret 2026 dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, tes literasi lingkungan, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan nilai rata-rata, persentase ketuntasan, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari Siklus I ke Siklus II, yaitu rata-rata nilai meningkat dari 75 menjadi 83, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 15 siswa menjadi 23 siswa. Literasi lingkungan juga meningkat dari rata-rata 70 menjadi 82. Nilai N-gain pada hasil belajar dan literasi lingkungan meningkat dari kategori rendah pada Siklus I menjadi kategori sedang pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan PjBL berbasis deep learning dengan media Ecoterrarium Edu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang membantu meningkatkan hasil belajar dan literasi lingkungan siswa pada materi ekologi, meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada konteks kelas yang diteliti.
Peningkatan Literasi Digital melalui media Flipbook Bunga Sepatu Berbasis Deep Learning pada Pembelajaran Biologi Materi Keanekaragaman Spesies Hesti Ananda Putri; Dwi Sucianingtyas Sukamto; Lila Maharani
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1444

Abstract

Rendahnya literasi digital peserta didik dalam pembelajaran Biologi menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Pembelajaran yang masih didominasi pendekatan konvensional belum mampu mendorong keterlibatan aktif serta pengembangan kemampuan dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi digital peserta didik melalui penerapan media pembelajaran flipbook berbasis konteks lokal tanaman bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dengan pendekatan Deep Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui rancangan one group pretest–posttest. Sebelum digunakan, instrumen penelitian divalidasi melalui expert judgment yang meliputi soal tes, modul ajar, lembar observasi aktivitas digital peserta didik, dan media pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan soal tes sebesar 81,25% dengan kategori sangat layak, modul ajar sebesar 77,27% dengan kategori layak, lembar observasi aktivitas digital peserta didik sebesar 83,33% dengan kategori sangat layak, serta media pembelajaran sebesar 80% dengan kategori layak. Subjek penelitian berjumlah 31 peserta didik kelas X SMK Islam Al-Azhar Ledokombo. Data dikumpulkan melalui tes literasi digital, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan literasi digital peserta didik, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 59,2 menjadi 76,9 serta perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (p < 0,05). Nilai N-Gain sebesar 0,43 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa penggunaan media flipbook cukup efektif dalam meningkatkan literasi digital peserta didik. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas dan keterlibatan digital peserta didik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, integrasi media pembelajaran digital berbasis konteks lokal dengan pendekatan Deep learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan literasi digital peserta didik, meskipun masih terdapat keterbatasan pada aspek desain penelitian dan jumlah sampel.
Pengembangan Pop-up Book Digital Berbasis Kearifan Lokal Rampak Bedug Banten Sebagai Media Pembelajaran IPA Siswa SMP Nuraini Safitri; Trian Pamungkas Alamsyah; Nofita Fajariyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1460

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan rendahnya antusiasme siswa karena kurangnya media pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi yang memiliki banyak rumus dan perhitungan sebab tidak memiliki contoh nyata dalam kehidupan atau lingkungan sekitar. Berdasarkan kondisi tersebut, dikembangkanlah sebuah media pembelajaran Pop-up book Digital berbasis kearifan lokal rampak bedug Banten yang dirancang sebagai media pendukung agar peserta didik lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelayakan serta respons peserta didik terhadap media pembelajaran Pop-up book Digital yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE, yang mencakup lima tahapan yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMPN 2 Kota Serang, dengan sampel penelitian yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 36 peserta didik untuk kelas uji coba terbatas. Instrumen penelitiannya meliputi lembar validasi para ahli serta angket respon peserta didik yang sebelumnya telah divalidasi oleh ahli instrumen (judgement). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pop-up book digital berbasis kearifan lokal memiliki tingkat kelayakan yang tinggi dengan skor rata-rata 86,15% dari validasi ahli materi dan 94,74% dari validasi ahli media. Setelah dilakukan revisi, media kemudian diuji coba secara terbatas kepada sampel peserta didik dan memperoleh respon dengan persentase 88% dengan kategori “Baik”. Berdasarkan hasil tersebut, maka Pop-up book digital berbasis kearifan lokal dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam media digital tidak hanya efektif dalam memvisualisasikan konsep IPA yang abstrak dan matematis menjadi lebih kontekstual, tetapi juga berpotensi meningkatkan keterikatan budaya (cultural engagement) serta motivasi belajar mandiri peserta didik di era digital.
Analisis Etnosains Pada Alat Musik Tradisional Angklung Buhun Sebagai Sumber Belajar IPA Siswa SMP Siti Nadiah; Bai Rohimah; Nofita Fajariyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1473

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menyediakan kajian ilmiah mengenai keterkaitan antara kearifan lokal pada Angklung Buhun dan konsep-konsep IPA, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan sumber belajar yang relevan dengan kehidupan siswa dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya. Angklung Buhun adalah alat musik tradisional Suku Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, yang menyimpan lapisan pengetahuan empiris yang sangat berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk etnosains dalam Angklung Buhun; (2) menganalisis konsep IPA yang terkandung di dalamnya; (3) memetakan hubungan antara Angklung Buhun dan prestasi belajar IPA di tingkat SMP; dan (4) menilai potensinya sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di Kampung Kanekes (28 April 2026), wawancara mendalam dengan pakar tradisi (Jaro Oom dan H. Medi), pengrajin (Ki Sarwani dan Pak Darma), pemain (Pak Sarif dan Pak Engkos), dan wawancara triangulasi dengan lima dosen ahli di bidang Sosiologi, Biologi, Kimia, Fisika, dan Seni Pertunjukan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung oleh kerangka rekonstruksi etnosains Ogawa (dalam Sudarmin, 2014). Hasil menunjukkan bahwa Angklung Buhun mengandung etnosains dalam tiga bentuk: (1) sistem budaya; (2) aktivitas; dan (3) artefak. Secara ilmiah, ia mengandung konsep Biologi (struktur jaringan bambu, lignifikasi, ekosistem), konsep Kimia (perubahan fisik dan kimia, polimer alami, reaksi oksidasi), dan konsep Fisika (getaran, frekuensi, resonansi, amplitudo, interferensi gelombang, kecepatan suara). Pemetaan ini selaras langsung dengan Pencapaian Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka untuk Fase D di kelas VII–IX.
Model Problem Based Learning Terintegrasi STEAM Berbantuan Simulasi PhET untuk Meningkatkan Minat Belajar Murid pada Pembelajaran Fisika Materi Pemanasan Global Nisa Rahma Hidayati; Amelia Sherina Widya Permata; Budi Jatmiko
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1487

Abstract

Rendahnya minat belajar murid pada materi pemanasan global menjadi tantangan dalam pembelajaran fisika karena berdampak pada rendahnya keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep yang bersifat abstrak. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta minimnya pemanfaatan media interaktif menyebabkan murid kurang aktif dalam mengeksplorasi konsep dan memecahkan masalah kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan meningkatkan minat belajar murid pada materi pemanasan global melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) terintegrasi STEAM berbantuan PhET Simulation. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada April 2026 di SMA Negeri 20 Surabaya dengan subjek 36 murid kelas X-10. Data diperoleh melalui angket minat belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar meningkat dari 58,3% (kategori cukup) menjadi 70,8% (kategori baik) pada siklus I dan 88,4% (kategori sangat baik) pada siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 86,8% menjadi 89,9% dengan rata-rata 88,3% (kategori sangat baik). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL terintegrasi STEAM berbantuan PhET Simulation efektif meningkatkan keterlibatan, antusiasme, dan minat belajar murid pada materi pemanasan global serta mendukung pembelajaran abad ke-21.
Pengembangan Video Pembelajaran Animasi Berbasis Contextual Teaching Learning pada Materi Termokimia Berpotensi Meningkatkan Literasi Sains Emika Br Ginting; Afrida Afrida; Febbry Romundza; Haryanto Haryanto; Muhammad Haris Effendi Hsb
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1509

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep dan literasi sains murid pada materi Termokimia. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik materi yang abstrak dan kompleks, serta penggunaan media pembelajaran yang belum menarik dan belum dikaitkan secara optimal dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi juga menuntut adanya pengalaman belajar yang lebih bermakna, visual, dan mudah diakses oleh murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi Termokimia serta mengetahui kelayakan media dan respon siswa terhadap penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Lee dan Owens yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan berupa media video pembelajaran berbasis CTL yang memuat teks, gambar, animasi, dan soal latihan, serta mengintegrasikan tujuh komponen CTL. Subjek uji coba adalah siswa kelas XI Fase F2 SMA Negeri 8 Muaro Jambi pada uji coba satu-satu dan kelompok kecil. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media. Respon siswa pada uji coba satu-satu dan kelompok kecil juga berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, media video pembelajaran berbasis CTL layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran Termokimia di SMA. Media ini juga berpotensi membantu murid memahami konsep Termokimia yang abstrak melalui penyajian visual, animasi, dan keterkaitan materi dengan fenomena kehidupan sehari-hari.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP pada Pembelajaran IPA Berdasarkan Jenis Kelas (Bilingual, Tahfidz, dan Reguler)) Amaturahman Zulfa; Laily Rosdiana
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1518

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA, namun informasi mengenai keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan perbedaan jenis kelas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada pembelajaran IPA berdasarkan jenis kelas, yaitu bilingual, tahfidz, dan reguler. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel berjumlah 68 siswa yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas kelas VII B bilingual, VII C tahfidz, dan VII E reguler di SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda keterampilan berpikir kritis sebanyak 10 butir berdasarkan indikator Ennis dan diadaptasi dari karakteristik soal TIMSS serta PISA. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antar jenis kelas (p = 0,247) dengan effect size sangat kecil (?² = 0,012). Secara deskriptif, rata-rata tertinggi terdapat pada kelas tahfidz (M = 47,50), diikuti bilingual (M = 38,57) dan reguler (M = 37,92), namun perbedaannya tidak bermakna secara statistik. Secara umum, keterampilan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang hingga rendah, dengan capaian tertinggi pada indikator memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, dan menyimpulkan, serta terendah pada indikator strategi dan taktik. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan program pada masing-masing jenis kelas belum diikuti oleh perbedaan keterampilan berpikir kritis yang nyata, sehingga pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya pada aspek strategi dan pemecahan masalah, masih perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran IPA.
Eksplorasi Etnosains Papua dalam Pembelajaran IPA: Studi Kasus Hambatan dan Potensi di SD Negeri Inpres 1 Koya Timur Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan; Korinus Nixon Waimbo; Pusmiati Pusmiati; Midah Nurhidayah; Taufik Mubarak
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam integrasi etnosains Papua dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya memetakan hambatan praktis yang dihadapi guru, kebingungan konseptual peserta didik, dan potensi budaya di sekitar lingkungan sekolah. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi awal, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dua guru kelas V, tiga peserta didik kelas V, dan dua tokoh masyarakat sebagai informan kunci di SD Negeri Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Papua. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan (missing link) yang signifikan antara kesadaran konseptual dan eksekusi praktis di kelas. Meskipun guru memiliki persepsi yang sangat positif terhadap etnosains, implementasi nyata sangat terhambat oleh keterbatasan alokasi waktu kurikulum dan kurangnya fasilitas pendukung sehingga guru menyederhanakan integrasi sebatas pada praktik tarian adat. Dampaknya, peserta didik kelas V mengalami disorientasi konseptual dan merasa bingung ketika mencoba mengorelasikan istilah ilmiah abstrak dalam buku teks seperti komponen biotik, keanekaragaman hayati, dan teknologi kuliner dengan budaya asli mereka. Sebaliknya, wawancara dengan tokoh masyarakat mengungkap melimpahnya materi budaya dan alam yang belum dimanfaatkan di sekitar sekolah seperti pohon sagu, pohon pinang, papeda, serta alat musik tradisional tifa. Objek-objek tersebut memiliki potensi besar untuk bertindak sebagai alat peraga alternatif dan laboratorium alam yang efisien guna mengatasi keterbatasan fasilitas sekolah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan modul dan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis etnosains Papua yang terstruktur untuk menjembatani sains formal dengan budaya sehari-hari peserta didik.
Pengembangan Multimedia Interaktif Lumi Education Berbasis Case-Based Learning (CBL) pada Materi Pencemaran Lingkungan Meirisa Dahlia; Muhammad Nasir
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.2.2026.1409

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah perlunya pengembangan multimedia interaktif berbasis Case-Based Learning (CBL) untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan berpikir kritis, dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari materi pencemaran lingkungan yang kontekstual dan relevan dengan permasalahan nyata. Teknologi mengalami kemajuan yang begitu pesat sehingga akan diikuti oleh kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya pada ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mana saat proses pembelajaran di kelas peran buku cetak bisa saja mulai tergantikan oleh aplikasi interaktif berbasis platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif Lumi Education berbasis case-based learning (CBL) pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode jenis research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations). Pengujian validitas dilakukan menggunakan uji Aiken’s V. Pada tahap validasi media dilakukan oleh 2 orang ahli media dan 2 orang ahli materi menggunakan lembar penilaian yang mencakup aspek desain, navigasi, materi/isi, pedagogi, dan kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan skor rata-rata keseluruhan hasil validasi yang telah dilakukan oleh para validator adalah 0,90 dengan kategori “Sangat Tinggi” yang artinya “Sangat Valid”. Hasil penilaian tersebut diukur secara keseluruhan dari nilai rata-rata oleh ahli media sebesar 0,92 dengan kategori “Sangat Tinggi” dan oleh ahli materi sebesar 0,89 dengan kategori “Tinggi”. selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa uji kepraktisan yang dilakukan oleh guru memperoleh skor 92,50 dengan kriteria “sangat praktis” dan uji kepraktisan yang dilakukan oleh siswa SMP memperoleh skor 93,43 dengan kriteria “sangat praktis”. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa multimedia interaktif Lumi Education berbasis CBL sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran pada materi pencemaran lingkungan sebagai fasilitas pembelajaran interaktif pada jenjang SMP/MTs.