cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 99 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Pelajaran IPA Kelas IV SDN 640 Ponnori Mursalim, Mursalim; Indrianto, Iin; Serliana, Serliana; Sonia, Sonia
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.520

Abstract

Urgensi atau permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 640 Ponnori. Berdasarkan data awal, sebagian besar siswa kesulitan memahami materi IPA, yang tercermin dalam rendahnya persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Masalah ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional, dengan dominasi ceramah yang mengurangi keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Negeri 640 Ponnori. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa yang diajarkan menggunakan pendekatan kontekstual. Subjek penelitian ini adalah 14 orang siswa kelas IV SD Negeri 640 Ponnori. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan soal tes. Teknik pengumpulan data ada 3 yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif, yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN 640 Ponnori Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Hal ini ditunjukkan dengan hasil tes yang diperoleh pada siklus I dan siklus II. Hasil pada siklus I, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 63 dengan persentase 43%, dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan perolehan nilai rata-rata 82 dengan persentase 90%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual dapat secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, sekaligus mengatasi permasalahan rendahnya keterlibatan aktif dan pemahaman siswa dalam pembelajaran.
Literature Review Pengaruh Positif Artificial Intelligence di Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPA Sari , Nomi Citra; Aulia, Fanesa; Adrias, Adrias; Zulkarnaini, Aissy Putri
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh positif implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar. Melalui metode systematic literature review (SLR) dengan teknik meta-analisis, penelitian ini mengkaji 12 artikel ilmiah terbaru (2022-2024) yang membahas integrasi AI dalam pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan AI memberikan dampak positif signifikan terhadap lima aspek utama: (1) peningkatan keterampilan inkuiri ilmiah dengan efek size 0,72; (2) personalisasi pembelajaran yang meningkatkan capaian akademik dengan efek size 0,68; (3) peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan efek size 0,65; (4) peningkatan motivasi dan keterlibatan belajar dengan efek size 0,78; dan (5) dukungan pembelajaran inklusif dengan efek size 0,69. Penelitian ini juga mengidentifikasi empat modalitas utama penerapan AI dalam pembelajaran IPA: sistem tutor cerdas, simulasi berbasis AI, laboratorium virtual, dan agen konversasional. Implikasi praktis mencakup rekomendasi bagi pendidik dan pemangku kebijakan untuk mengoptimalkan integrasi teknologi AI dalam kurikulum IPA sekolah dasar dengan tetap memperhatikan aspek etis, keamanan, dan kesetaraan akses.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA di UPT SDN 8 Pinrang Hidayatullah, A. M. Syarif; Masnur, Masnur; Jabri, Umiyati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.588

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA, yang tercermin dari dominasi pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi pendekatan seperti pembelajaran berbasis proyek yang dapat merangsang partisipasi, pemecahan masalah, dan refleksi mendalam terhadap materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran pembelajaran berbasis proyek terhadap peningkatan kemampuan critical thinking siswa kelas 4 pada pembelajaran IPA di UPT SDN 8 Pinrang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimental dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas 4 yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (30 siswa) dan kelompok kontrol (30 siswa). Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, angket respons siswa, dan rubrik penilaian proyek. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen yang belajar dengan Model Pembelajaran berbasis proyek dan siswa kelompok kontrol yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata skor post-test kelompok eksperimen (78,67) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (62,53), dengan peningkatan (N-Gain) pada kelompok eksperimen (0,47) dalam kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol (0,11) dalam kategori rendah. Penerapan Model Pembelajaran berbasis proyek efektif dalam mengembangkan aspek berpikir kritis terutama pada indikator evaluasi, inferensi, dan regulasi diri. Integrasi dengan kearifan lokal Pinrang, memperkaya pengalaman belajar siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada durasi relatif singkat dan fokus yang terbatas pada tema "Energi dan Perubahannya". Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperpanjang durasi penelitian, memperluas cakupan tema pembelajaran, dan mengeksplorasi integrasi dengan pendekatan pembelajaran lain.
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Sulaiman, Sulaiman; Masnur, Masnur; Saleha, Saleha
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.589

Abstract

Rendahnya kreativitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS, yang disebabkan oleh dominasi metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses berpikir kritis dan pemecahan masalah kontekstual menjadi Urgensi dalam penelitian ini. Diperlukan penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa seperti Project Based Learning. Sehingga Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas 5 di UPT SDN 18 Pinrang. Penelitian dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus pembelajaran yang melibatkan 30 siswa pada semester ganjil tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar penilaian kreativitas siswa, tes hasil belajar, serta lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kreativitas siswa dari kategori cukup kreatif (rata-rata 67,5) pada siklus I menjadi kategori kreatif (rata-rata 82,3) pada siklus II. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar dengan ketuntasan klasikal 63,3% pada siklus I menjadi 86,7% pada siklus II. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari kategori cukup aktif menjadi sangat aktif, sementara aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik. Pembelajaran berbasis proyek terbukti mendorong siswa berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif dalam memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan materi IPAS. Proyek yang dikembangkan siswa melalui tahapan perencanaan, pengerjaan, dan presentasi memunculkan berbagai gagasan orisinal yang menunjukkan peningkatan kreativitas dan pemahaman konseptual.
Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan LKPD Pada Siswa Kelas III MI Guppi Patekkong Cantika, Lili; masnur, Masnur; Nadar, Nadar
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.590

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pembelajaran IPA di sekolah dasar yang masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, seperti yang terjadi di MI GUPPI Patekkong, pembelajaran IPA cenderung bersifat konvensional yang menyebabkan rendahnya keaktifan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA pada materi Siklus pada Makhluk Hidup siswa kelas III MI GUPPI Patekkong. Penelitian dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus pembelajaran yang melibatkan 20 siswa pada tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dan tes hasil belajar IPA. Data kualitatif diperoleh dari observasi langsung aktivitas pembelajaran, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes dan perhitungan persentase keaktifan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dari kategori kurang aktif (rata-rata persentase 62,5%) pada siklus I menjadi kategori aktif (rata-rata persentase 81,2%) pada siklus II. Hasil belajar IPA juga mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal 60% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II, serta peningkatan nilai rata-rata dari 70,2 menjadi 79,5. Aktivitas pembelajaran dengan Model Pembelajaran Discovery Learning berbantuan LKPD melalui tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan terbukti efektif mendorong siswa menemukan sendiri konsep-konsep IPA khususnya pada materi Siklus pada Makhluk Hidup. Penggunaan LKPD yang dirancang secara terstruktur membantu mengarahkan siswa dalam proses penemuan dan menjadi scaffolding yang efektif dalam pembelajaran.
Efektivitas Model Pembelajaran IPA berbasis Sistem Informasi Manajemen Hybrid dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Abdillah, Junaedi; Hartinah, Sitti; Nafiati, Dewi Amaliah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.608

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan pemahaman siswa, terutama akibat terbatasnya inovasi dalam metode pengajaran yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas model pembelajaran IPA berbasis Sistem Informasi Manajemen (SIM) Hybrid dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Model SIM Hybrid yang dikembangkan menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan pembelajaran interaktif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran, yaitu gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 96 siswa dan tiga guru IPA di SMP Negeri 2 Kersana. Data diperoleh melalui wawancara, angket, dan observasi yang dilakukan secara langsung. Indikator keberhasilan yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas model ini meliputi tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran, perkembangan pemahaman mereka terhadap materi IPA, serta seberapa efektif teknologi dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dan guru mendukung penerapan model SIM Hybrid, dengan penilaian yang positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka dalam materi IPA. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti terbatasnya fasilitas teknologi dan minimnya pelatihan yang diterima oleh guru. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi agar implementasi model ini dapat berjalan lebih optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model SIM Hybrid memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA, asalkan didukung dengan infrastruktur yang memadai dan pelatihan yang cukup bagi para guru. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan manfaat model ini, dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk mengatasi kendala yang ada, terutama dalam hal kesiapan teknologi dan peningkatan keterampilan guru dalam mengimplementasikan model SIM Hybrid secara efektif.
Penerapan Metode Pembelajaran Bamboo Dancing untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPAS di Kelas III SDN 41 Batu Putih Kota Palopo Purwanti, Rahma; Hisbullah, Hisbullah; Bungawati, Bungawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.622

Abstract

Pentingnya penggunaan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa dan interaktif sebagai solusi rendahnya minat belajar dalam pembelajaran tematik terpadu seperti IPAS di tingkat sekolah dasar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran bamboo dancing di kelas III SDN 41 Batu Putih Kota Palopo dan mengkaji peningkatan minat belajar siswa pada pelajaran IPAS melalui penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas III pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan angket, dengan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bamboo dancing berjalan secara efektif, terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dan guru selama proses pembelajaran. Pada siklus I, rata-rata aktivitas siswa sebesar 45% (kategori cukup) meningkat menjadi 84% pada siklus II (kategori sangat baik). Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari 54,33% menjadi 86% pada siklus II. Minat belajar siswa yang semula berada pada rata-rata 45% (kategori sangat kurang) sebelum tindakan, meningkat menjadi 51% (kategori kurang) pada siklus I, dan terus meningkat menjadi 90% (kategori sangat baik) pada siklus II. Maka, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran bamboo dancing efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi guru untuk mengimplementasikan metode yang lebih partisipatif guna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan aktif siswa.
Identifikasi Faktor Determinan Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Kota Palu Rahmita, Rahmita; Supriyatman, Supriyatman
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.639

Abstract

Pentingnya memahami faktor-faktor yang menghambat implementasi pembelajaran IPA terpadu di dalam kelas, mengingat pendekatan ini menuntut adanya integrasi lintas disiplin yang belum sepenuhnya dikuasi oleh Sebagian pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mendalam mengenai berbagai permasalahan atau kendala yang dihadapi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran IPA Terpadu. Sampel penelitian ini berjumlah 10 orang pendidik IPA dari 7 sekolah. Instrument yang digunakan berupa panduan wawancara dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendidik tidak memiliki latar belakang pendidikan IPA secara menyeluruh, melainkan hanya pada cabang tertentu seperti biologi atau fisika. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep keterpaduan dalam mengajarkan materi IPA, terutama dalam hal integrasi fisika, kimia, dan biologi. Kendala lain yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium, minimnya ketersediaan buku ajar IPA terpadu, keterbatasan waktu pembelajaran, serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penerapan pendekatan saintifik pun belum optimal, yang berdampak pada rendahnya partisipasi dan motivasi peserta didik. Meski demikian, beberapa upaya telah dilakukan pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, seperti mengikuti pelatihan kependidikan, penggunaan metode diskusi dan ice breaking, serta pemberian penghargaan kepada peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan lintas disiplin, peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran, serta penguatan metode pembelajaran berbasis keterlibatan aktif peserta didik untuk mendukung keberhasilan implementasi pembelajaran IPA terpadu.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan STEAM untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kerjasama Siswa Danuri, Danuri; Yanti, Ade Dwita
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.661

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dan kurangnya pengembangan keterampilan pemecahan masalah serta kolaborasi di kalangan siswa kelas lima SD Negeri Baturan 1 Sleman, di mana metode pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru membatasi kesempatan berpikir kritis dan interaksi dengan teman sebaya. Analisis kebutuhan menunjukkan kepasifan siswa, kinerja akademis yang buruk, dan kesulitan dalam bekerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis proyek STEAM yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kolaborasi siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan mengikuti prosedur ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Subjek penelitian adalah siswa kelas lima dan guru mereka di SD Negeri Baturan 1. Empat instrumen utama digunakan untuk pengumpulan data: (1) lembar validasi ahli untuk menilai keakuratan konten, kejelasan bahasa, penyajian, dan kualitas grafik oleh spesialis materi dan media; (2) lembar observasi untuk memantau kerja sama dan kolaborasi siswa selama pembelajaran; (3) soal tes yang diberikan sebelum dan sesudah implementasi untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah; dan (4) angket untuk guru dan siswa untuk mengumpulkan umpan balik tentang kepraktisan dan kegunaan produk di kelas. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Validitas produk ditentukan oleh skor rata-rata validator. Kepraktisan diukur melalui respons kuesioner guru dan siswa. Efektivitas dinilai dengan membandingkan skor pra dan pasca tes, serta berfokus pada peningkatan skor dan tingkat penyelesaian. Hasilnya, buku panduan pembelajaran proyek berbasis STEAM ditemukan memiliki validitas tinggi, dianggap praktis, dan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil siswa.
Peta Riset Neuroedukasi dalam Pembelajaran Sains: Kajian Bibliometrik dalam Dua Dekade dengan Data Scopus Wati, Widya; Yulda, Apri
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.699

Abstract

Kajian neuroedukasi yang semakin mendapatkan perhatian dalam pengembangan pembelajaran abad ke-21, terutama dalam pendidikan sains yang menuntut pemahaman konseptual mendalam dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Meskipun demikian, hingga kini belum tersedia pemetaan sistematis yang menunjukkan arah perkembangan, kontribusi ilmiah, dan kesenjangan penelitian dalam bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren publikasi, topik-topik dominan, serta kesenjangan penelitian dalam kajian neuroedukasi pada pendidikan sains melalui pendekatan bibliometrik. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif terhadap publikasi ilmiah yang diambil dari database Scopus selama dua dekade terakhir (2004–2024). Data dianalisis dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel untuk pengolahan statistik dasar dan VOSviewer untuk visualisasi bibliometrik, termasuk analisis co-authorship, co-occurrence kata kunci, dan evolusi tematik. Dari hasil penyaringan, sebanyak 76 artikel yang relevan dianalisis berdasarkan berbagai parameter seperti tren publikasi tahunan, penulis dan institusi paling produktif, distribusi negara, jurnal yang paling banyak memuat publikasi, serta dinamika kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi meningkat secara signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan dominasi kontribusi dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Austria. Topik yang paling sering muncul mencakup working memory, cognitive load, dan science education. Analisis evolusi kata kunci menunjukkan pergeseran fokus dari pendekatan teoritis menuju penerapan berbasis kognitif dan teknologi pendidikan. Selain itu, kajian ini juga menemukan adanya kesenjangan riset dalam konteks lokal, khususnya di wilayah Asia Tenggara, serta minimnya eksplorasi terhadap tema-tema baru seperti executive function dan asesmen kognitif. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif tentang lanskap riset neuroedukasi dalam pendidikan sains dan dapat menjadi dasar strategis bagi pengembangan riset yang lebih relevan dan kontekstual.

Page 6 of 10 | Total Record : 99