cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 755 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Pada Materi Mitigasi Bencana di XI D SMA N 4 Jayapura Mila Karmila; Febriani Safitri; Sri Wulan Mulat Dhasasiwi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7378

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran Geografi di kelas XI D SMAN 4 Jayapura dimana guru masih berfokus pada penguasaan materi dan jarang menggunakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Instrumen yang digunakan berupa lembar lembar soal tes dan lembar observasi sikap diskusi kelompok. Berdasarkan analisis dan pengamatan hasil dari penelitian diperoleh informasi bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, Hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta penilaian sikap diskusi kelompok. Pada hasil pre-test, hanya 19 dari 43 siswa atau sekitar 44,19% yang mencapai ketuntasan belajar dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami materi secara mendalam, yang menjadi indikasi perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Setelah penerapan PBL, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, di mana ketuntasan belajar mencapai 33 dari 43 siswa atau 76,74%. Peningkatan ini, sebesar 32,55%. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mengembangkan penelitian selanjutnya dan penelitian ini yaitu model PBL bisa digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembelajaran.
Dampak Lingkungan Pondok Pesantren Terhadap Perkembangan Spiritual Santri di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Kepil, Wonosobo Ahmad Munir; Asep Sunarko; Nasokah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7396

Abstract

This thesis aims to examine the spiritual conditions surrounding the Islamic boarding school, identify the spiritual atmosphere within the boarding school environment, and analyze the supporting and inhibiting factors influencing the spiritual development of students at the Roudlotut Tholibin Islamic Boarding School in Kepil District, Wonosobo Regency. This research uses a descriptive qualitative field method with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the spiritual condition of the community around the boarding school shows significant positive development. The community experiences an improvement in religious quality through interactions with students and participation in boarding school activities. Within the boarding school, students’ spirituality is strengthened through routine worship, discipline, and habituation of Islamic etiquette. Supporting factors include a strong religious culture, disciplined worship practices, exemplary behavior of the ustadz, and community support. Meanwhile, minor inhibiting factors arise from students’ varied backgrounds, early adaptation challenges, and emotional conditions requiring further guidance.
Integrasi Prinsip Sakinah-Mawaddah-Rahmah dalam Pembinaan Keluarga Muslim Kontemporer: Kajian Tematik Al-Qur’an terhadap Fondasi Ketahanan Keluarga Firdaus, M. Ridho; Husti, Ilyas; Ismail, Hidayatullah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7399

Abstract

The concepts of Sakīnah, Mawaddah, wa Raḥmah constitute a spiritual and emotional trilogy that the Qur'an proclaims as the fundamental goal of marriage (QS. Ar-Rum: 21). This study aims to analyze thematically (maudhū'ī) the integration of these three principles as the main foundation for the development and resilience of Muslim families in the contemporary era. Through a qualitative approach with literature study and thematic interpretation, it was found that Sakīnah (inner peace) functions as a spiritual foundation; Mawaddah (active, passionate love) as the driving force of the relationship; and Raḥmah (loving kindness that is ready to sacrifice) as a safety net and sustainability. The integration of these three elements provides an ideal model for contemporary Muslim families to face challenges such as digital disruption, changing gender roles, and economic pressures. The results of the study confirm that family resilience does not only depend on material aspects, but primarily on the quality of transcendental relationships based on Qur'anic values.
Sistem Makna dan Konteks Peran Sintaksis dan Pragmatik dalam Pembentukan Pikiran Alfa sabila ainurrohma; Sinta Dwi Ismaya
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7402

Abstract

Artikel ini mengkaji keterkaitan struktur linguistik, konstruksi makna, dan proses kognitif melalui sudut pandang sintaksis dan pragmatik. Sintaksis digambarkan sebagai sistem struktural yang mengatur hubungan antar unsur linguistik untuk menghasilkan kalimat yang koheren. Sebaliknya, pragmatik berfokus pada bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial, termasuk intensi penutur, implikatur, dan strategi komunikatif. Bersama-sama, bidang-bidang ini tidak hanya merepresentasikan dimensi formal dan fungsional bahasa, tetapi juga mekanisme kognitif yang mendasari produksi dan interpretasi ujaran. Dengan mengintegrasikan perspektif linguistik dan kognitif, artikel ini menunjukkan bahwa organisasi sintaksis memengaruhi bagaimana individu mengembangkan dan menyusun gagasan, sementara prinsip-prinsip pragmatik membentuk kemampuan untuk menyimpulkan makna tersirat dan merespons secara tepat dalam situasi komunikatif. Pembahasan ini juga menyoroti bahasa sebagai sistem simbolik yang terkait erat dengan fungsi mental seperti persepsi, ingatan, dan penalaran. Pada akhirnya, analisis ini menekankan peran krusial sintaksis dan pragmatik dalam membentuk representasi mental dan memengaruhi bagaimana manusia menafsirkan dunia di sekitar mereka. Dengan demikian, studi cabang-cabang linguistik ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik antara bahasa dan kognisi dalam komunikasi manusia.
Manajemen Branding Madrasah: Analisis Konseptual Penguatan Citra Institusional dalam Mewujudkan Daya Saing Global Rubai, Rubai
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual manajemen branding madrasah sebagai upaya strategis untuk memperkuat citra institusional dan daya saing global di era Society 5.0. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan wawancara mendalam, penelitian ini mengeksplorasi strategi branding yang berbasis pada nilai-nilai inti integrasi ilmu agama dan umum, kualitas layanan, serta komunikasi yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan branding madrasah bertumpu pada empat pilar utama: diferensiasi program, peningkatan kualitas layanan, komunikasi pemasaran digital terintegrasi, dan manajemen reputasi yang proaktif. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, stigma negatif, serta persaingan ketat dengan sekolah umum masih menjadi hambatan signifikan. Untuk bersaing secara global, madrasah perlu mengadopsi pendekatan “glokalisasi” dengan menggabungkan standar internasional dan identitas keislaman lokal, serta memperkuat visibilitas digital dan kemitraan global. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi madrasah dalam membangun brand yang kuat dan khas di era digital.
Konsep Pendidikan Karakter Islam Moderat dalam Akhlaq Ar-Rasul Shollallahu Alaihi Wa Sallama lil Athfal Karya Syaikh Mahmud Al-Mishri Achmad; Muhammad Shohib
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7412

Abstract

This study examines the concept of moderate Islamic character education presented in Akhlaq Ar-Rasul Shollallahu Alaihi Wa Sallama Lil Athfal by Sheikh Mahmud Al-Mishri and explores its relevance for shaping the moral character of young people in the digital era. Using library research and a descriptive qualitative approach, the study analyzes the core values of moral moderation emphasized by Al-Mishri. The findings reveal that the principles of tawassuth (middle path), i‘tidāl (proportionality), and tawāzun (balance) serve as the foundation for developing well-balanced character traits such as trustworthiness, honesty, disciplined courage, patience, generosity, and social responsibility. These values are highly relevant for addressing moral decline among youth and for fostering a proportional religious understanding and constructive social behavior. The study underscores the importance of strengthening character education based on Islamic moderation to cultivate morally grounded and adaptive young generations capable of responding to contemporary challenges.
Analisis Sistem Eksitasi Pada Generator Sinkron 11KV Unit 2 ULPLTA Sipansihaporas Gaul Pernandes Tambunan; Helfridolin Gultom; Heber Riko Parulian Manalu; Desman Jonto Sinaga
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7415

Abstract

The excitation system is a fundamental component in the operation of synchronous generators, functioning to regulate output voltage stability and control reactive power during dynamic load variations. This research was conducted at ULPLTA Sipansihaporas Unit 2, which generates 17 MW using a static excitation system equipped with an Automatic Voltage Regulator (AVR) and 110 V DC battery for initial excitation. The objective of this study is to analyze the excitation process, identify the main components of the excitation system, and evaluate its performance under operational load conditions. Data for this research was obtained directly from field observations and generator operational parameters recorded through the Central Control Room (CCR). The results indicate that the excitation current and voltage remain constant at 520 A and 58 V respectively despite fluctuations in active and reactive power. The system was able to maintain the terminal voltage at 11.4 kV and frequency at 50 Hz ± 0.1, demonstrating stable performance and operational reliability. These findings confirm that the excitation system of Unit 2 performs efficiently in supporting power system stability and reliability within the regional grid.
Analisis Penerapan Budaya Sekolah sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter di SDN Makamhaji 04 Kartasura Diva Hapsari; Fitri Nur Hidayati; Hendra Nurjanna Wijaya; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7419

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar, yang terlihat dari rendahnya karakter disiplin, tanggung jawab, dan integritas siswa. Budaya sekolah dipandang sebagai instrumen strategis untuk membangun pembiasaan karakter yang konsisten dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan budaya sekolah di SDN Makamhaji 04 Kartasura, proses internalisasi nilai karakter melalui budaya sekolah, serta faktor pendukung, penghambat, dan strategi penyelesaian dari sekolah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap kepala sekolah dan guru kelas. Analisis dilakukan untuk menggambarkan pelaksanaan budaya sekolah dan efektivitasnya dalam penguatan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah diterapkan melalui pembiasaan 5S, upacara atau apel pagi, literasi religius, kegiatan fisik, serta program kebersihan yang berfungsi untuk menanamkan nilai religius, disiplin, integritas, nasionalisme, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan. Keberhasilan penerapan ini didukung oleh komitmen guru dan kepala sekolah serta dukungan sarana dan prasarana sekolah. Hambatan muncul dari variasi karakter siswa, rendahnya antusiasme sebagian siswa, beban administrasi guru, serta kurangnya pembiasaan di rumah dan lingkungan sekitar. Simpulan menunjukkan bahwa budaya sekolah di SDN Makamhaji 04 berfungsi efektif sebagai mekanisme pembentukan karakter melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengelolaan sekolah yang konsisten, sehingga layak menjadi model praktik penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Implementasi Sikap Gotong Royong Pada Pembelajaran PPkn di SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta Adela Fisca Dian Saputri; Andrian Maulana Ihsan; Destia Nur Khasanah; Endrise Septina Rawanoko
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7420

Abstract

Dalam penelitian ini, sikap gotong royong diterapkan dalam pembelajaran PPkn di SD Negeri Tunggulsari 1 No.72 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan fokus pada penerapan nilai gotong royong antara guru PPkn dan siswa SDN Tunggulsari 1 Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi kelompok, kerja bakti kelas, proyek kebersihan lingkungan, dan kolaborasi dalam tugas tematik serta observasi dan dokumentasi kegiatan gotong royong di sekolah merupakan contoh dari nilai gotong royong. Guru memainkan peran penting dalam membangun sikap saling membantu, bekerja sama, dan menghargai perbedaan pendapat siswa. Budaya sekolah yang baik, dukungan kepala sekolah, dan kebiasaan kerja sama siswa adalah semua faktor yang mendukung penerapan nilai gotong royong. Salah satu masalahnya adalah siswa masih individualis dalam kelompok dan tidak konsisten dalam berpartisipasi aktif. Menurut penelitian ini, pembelajaran PPkn di SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta telah menjadi metode yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai gotong royong melalui kegiatan yang dilakukan secara nyata di sekolah.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SHOLAT ZUHUR BERJAMAAH KELAS 7 SMPN 3 KERTEK Angger Arya Maulana; Asep Sunarko; Nasokah Nasokah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7421

Abstract

Islamic Religious Education teachers play a strategic role in encouraging students' active participation in congregational prayer activities at school. This study aims to describe the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in motivating 7th-grade students at SMPN 3 Kertek to perform Zuhr prayer in congregation, analyze the implementation of participation enhancement programs, and identify supporting and inhibiting factors in the process. This research used a qualitative descriptive method with observations, interviews, and documentation as data collection techniques. The data analysis followed Miles and Huberman’s interactive model including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that PAI teachers carry out integrated roles as educators, motivators, role models, and guides, resulting in a 90% student participation rate, with half of them proactively going to the mosque without being instructed. The program is implemented through a shift-based rotation system, OSIS-managed attendance, and habituation methods supported by exemplary behavior, persuasive advice, and structured supervision. Supporting and inhibiting factors arise from school leadership, teacher commitment, student readiness, availability of facilities, and school environment conditions. The study concludes that PAI teachers significantly contribute to strengthening students’ religious discipline and promoting a culture of congregational worship in schools.