cover
Contact Name
Anita Nurgufriani
Contact Email
jurnalbahasatsb@gmail.com
Phone
+6285338894705
Journal Mail Official
jurnalbahasatsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880316     EISSN : 26850133     DOI : https://doi.org/10.37630/jpb
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Jurnal ini merupakan wadah bagi pegiat pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Redaksi menerima artikel dan laporan penelitian mengenai inovasi dan perkembangan dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, seperti: Pendidikan bahasa Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA); Pengajaran dan pembelajaran; Bahasa dalam pendidikan; Linguistik; Pengembangan kurikulum bahasa; Tes bahasa; Sastra dalam dunia pendidikan dan pengajarannya.
Articles 224 Documents
Deixis Analysis in Mark Zuckerberg’s Testimony in the United States Congress Nurjannah Nurjannah; Sahur Saerudin
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3108

Abstract

This study analyzes the use of deixis in Mark Zuckerberg’s testimony in the United States Congress, focusing on how deictic expressions contribute to meaning, positioning, and speaker-hearer relations in political discourse. Deixis, a central concept in pragmatics, refers to words and phrases such as pronouns, temporal expressions, and spatial indicators that require contextual information for interpretation. This research employed a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The primary data for this research consists of video recordings of Mark Zuckerberg’s congressional hearings in Youtube channel. The utterances of Mark Zuckerberg and Senators became the object of the research to be investigated. The findings show that the deictic markers employed during testimony in Congress categorized into three types; they are personal, temporal, and spatial deixis. Zuckerberg and Senators skillfully employs deixis to construct an image of accountability, collaboration, and respect, while subtly shifting responsibility through strategic pronoun use. By examining how deixis functions in Zuckerberg’s testimony, the research contributes to broader insights in political linguistics, discourse analysis, and pragmatics.
Analisis Wacana Kritis Perspektif Foucault tentang Representasi Gender dalam Baliho Kampanye Pilkada Tahun 2024 di Kabupaten Pekalongan Abdul Mukhlis; M. Tsaqiful A'la; Fathir Khaeruman Isnaeni
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.2646

Abstract

Baliho kampanye politik, dalam konteks ini kontestasi Pilkada, dipandang sebagai salah satu media sosialisasi yang efektif untuk mengenalkan kandidat kepada para calon pemilih. Desain visual yang mencolok dan pemanfaatan bahasa yang unik memberikan kesan estetik bagi pembaca baliho tersebut. Selain itu, muatan pesan di dalam baliho yang cukup padat memiliki potensi untuk dikaji dari aspek kritis dan perspektif gender. Riset ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis penggunaan bahasa dalam wacana baliho kampanye para kandidat yang berperspektif gender dengan model Michel Foucault. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan analisis wacana kritis model Foucault. Teknik penyediaan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Selain itu, peneliti memanfaatkan teknik triangulasi data untuk menjamin tingkat kevalidan data. Hasil temuan riset ini menunjukkan bahwa representasi gender melalui media visual tidak sekadar mencerminkan stereotip yang lazim di masyarakat, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembentuk wacana yang mengatur norma-norma sosial dan politik terkait peran laki-laki dan perempuan dalam ruang publik. Oleh karena itu, dari sudut pandang Foucault, baliho kampanye bukan hanya berfungsi sebagai sarana promosi politik semata, melainkan juga menjadi medan pertarungan wacana yang dapat memperkuat maupun menentang struktur dominasi gender yang ada dalam masyarakat. Dengan demikian riset ini mencoba memberi warna baru dalam memahami dinamika representasi gender serta implikasinya terhadap praktik kekuasaan dan identitas sosial di konteks lokal.
Deiksis dalam Cerita Pendek “Kutukan Dapur” Karya Eka Kurniawan Kajian Pragmatik Akhidatul Avida
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.2817

Abstract

Deiksis merupakan unsur linguistik yang mengacu pada konteks situasional dalam tuturan, seperti persona, waktu, tempat, sosial, dan wacana. Cerpen “Kutukan Dapur” dipilih karena sarat dengan gaya bahasa khas Eka Kurniawan yang mengandung kekayaan pragmatik dan naratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan deiksis dalam cerita pendek "Kutukan Dapur" karya Eka Kurniawan. Pendekatan yang dipakai adalah pragmatik, dan riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima jenis deiksis ditemukan dalam cerpen tersebut, dengan dominasi deiksis persona. Deiksis digunakan untuk membangun relasi antara tokoh dan pembaca, mempertegas posisi narator, serta menciptakan suasana ironi dan kritik sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa deiksis dalam cerpen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk referensial, tetapi juga sebagai alat retoris untuk memperkuat makna pragmatik dalam karya sastra.
Students’ Speaking Skill Analysis Using Duolingo Application Rizky Delhiana Br Bukit; Yugi Diraga Prawiyata; Wariyati Wariyati; Yulia Arfanti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3001

Abstract

The objective of the research is to analyze how using the Duolingo app has affected the speaking abilities of seventh-grade students at SMPS Nur Hasanah Medan. The research used a qualitative descriptive approach which included five students as subject of the research. Information was gathered through observation and interviews. The result suggest that using Duolingo has helped improve students' speaking skills, especially their confidence and pronunciation. Most students expressed that they enjoyed learning with Duolingo because it provided a fun, non-threatening, and interactive learning environment. Students demonstrated noticeable improvements in fluency, vocabulary use, and motivation to speak English. However, some challenges remained, especially in terms of spontaneous speech and constructing complex sentences. In other words, Duolingo can be an effective supplementary tool in improving students’ English-speaking skills, though it should be accompanied by guided instruction to develop deeper communication competence.
Disensus: Politik Para Penulis dalam Antalogi Puisi Bima Membara Naila Fauziah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan upaya disensus dalam politik para penulis terhadap konflik pembangunan pertambangan di Kecamaan Lambu Kabupaten Bima, dalam antologi puisi Bima Membara. Upaya disensus dalam politik diuraikan menggunakan teori disensus Jacques Rancière dengan pendekatan pragmatik dan kualitatif sebagai metode penelitiannya. Dalam hal ini, politik diartikan sebagai praktik tatanan sensori alamiah yang menjejer individu-individu dan kelompok untuk menempati posisi sebagai yang memerintah dan diperintah. Kelompok itu tergambarkan dari aparat pemerintah, penguasa dan masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa para penulis melalui puisi-puisinya, merespon konflik yang terjadi di Bima. Para penulis secara gamblang menyuarakan dan mengecam atas tindakan represif yang dilakukan aparat Kepolisan dan Brimob pada 24 Desember 2011. Kurangnya respon pemerintah terhadap tuntutan massa, yakni untuk mencabut SK 188, sebagai surat izin pembangunan pertambangan. Tuntutan yang tidak diindahkan, kemarahan atas ditahannya rekan seperjuangan, insiden di Pelabuhan Sape yang melukai sebagian besar aksi massa dan menewaskan dua orang. Pada puncaknya, masyarakat membakar kantor kabupaten Bima pada 26 Januari 2012. Kejadian-kejadian tersebut, kemudian secara eksplisit dituangkan dalam antologi puisi Bima Membara.
Pergeseran Bahasa pada Anak-Anak dari Keluarga Suku Batak Toba di Kota Medan Jonathan Halomoan Marpaung; Rey Dewinata Simanjuntak; Asriaty R Purba; Risdo Saragih
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3208

Abstract

Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara memiliki masyarakat multietnis, termasuk Batak, Melayu, Tionghoa, Minangkabau, dan Jawa. Keberagaman ini berdampak pada pergeseran penggunaan bahasa daerah, khususnya bahasa Batak Toba, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa Batak Toba, faktor penyebabnya, serta upaya pelestariannya di kalangan anak-anak Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, simak, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam penggunaan bahasa Batak Toba, yang tercermin dalam percakapan sehari-hari anak-anak. Faktor penyebab utama meliputi peralihan bahasa, sikap terhadap bahasa, pengaruh pendidikan, interaksi dengan teman sebaya, pemilihan bahasa dalam keluarga, dan mobilitas penduduk. Upaya pelestarian mencakup penanaman rasa bangga terhadap bahasa Batak Toba, integrasi dalam pendidikan, dan penggunaan aktif dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian bahasa Batak Toba sebagai bagian dari warisan budaya yang berisiko mengalami kepunahan jika tidak dilestarikan secara konsisten. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi dalam strategi pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa mayoritas.
Lirik Lagu Mauliate Ma Inang Etnik Batak Toba dengan Lirik Lagu Inang Pangguruan Etnik Batak Simalungun: Kajian Sastra Bandingan Alpiani Lubis; Trynanda Sianipar; Jefri Harniko Pasaribu; Jekmen Sinulingga
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3211

Abstract

Penelitian ini membandingkan lirik lagu tradisional Mauliate Ma Inang (Batak Toba) dan Inang Pangguruan (Batak Simalungun) dengan pendekatan sastra bandingan melalui perspektif struktural dan sosiokultural. Keduanya merepresentasikan penghormatan mendalam terhadap sosok ibu serta hubungan anak dan orang tua dalam budaya Batak. Data diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis berdasarkan aspek linguistik, makna simbolik, struktur naratif, serta konteks sosial budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun berasal dari sub-etnik berbeda, kedua lagu memiliki kesamaan tematik berupa rasa syukur dan penghormatan kepada ibu. Perbedaannya terletak pada dialek bahasa, gaya metrik, dan ekspresi emosional. Lagu Batak Toba cenderung lebih ekspresif, sedangkan lagu Simalungun bersifat reflektif terhadap peran ibu sebagai pendidik. Kedua lagu mencerminkan nilai-nilai Batak seperti hagabeon (keturunan), hamoraon (kekayaan), dan hasangapon (kehormatan). Perbedaan historis dan geografis memengaruhi gaya artistik masing-masing. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang sastra lisan Batak dan menekankan pentingnya pelestarian budaya melalui dokumentasi akademik, serta menunjukkan keberagaman ekspresi budaya dalam satu rumpun etnik yang sama.
Peran Strategis Orang Tua terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa: Tinjauan Literatur Yusi Tri Utari Panggabean; Rahmadiah Hanum; Afdhalina Afdhalina
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3296

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi penting dalam perkembangan literasi siswa. Rendahnya capaian literasi dasar di Indonesia menunjukkan masih kurangnya dukungan, khususnya dari lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk keterlibatan orang tua dalam mendukung kemampuan membaca permulaan, menelaah faktor yang mempengaruhinya, serta merumuskan implikasi praktis bagi peningkatan literasi awal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah 10 artikel jurnal terpilih melalui analisis isi dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting sebagai pendidik, fasilitator, motivator, pembimbing, dan teladan dalam mendampingi anak belajar membaca. Hambatan yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, rendahnya latar belakang pendidikan, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya pemahaman metode pengajaran membaca. Pola asuh demokratis terbukti lebih efektif dibanding pola permisif dan otoriter dalam mendorong keterampilan literasi anak. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga serta perlunya pelatihan orang tua dalam mendukung pengembangan literasi anak secara berkelanjutan.
Strategi Guru sebagai Fasilitator dalam Meningkatkan Literasi dan Kemandirian Belajar di Era Digital Dewi Sartika Panggabean; Zulvia Misykah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i1.3299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas strategi guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan literasi dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar di era digital. Latar belakang studi ini berakar pada urgensi transformasi peran guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21, khususnya dalam ekosistem pembelajaran yang dipengaruhi kemajuan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket yang dilaksanakan pada satu kelas eksperimen di Sekolah Dasar Medan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fasilitatif secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi siswa, dibuktikan oleh kenaikan skor rata-rata dari 59,9 (pretest) menjadi 76,5 (posttest). Selain itu, strategi ini mendorong terbentuknya kemandirian belajar melalui peningkatan motivasi intrinsik, partisipasi aktif, dan kemampuan reflektif siswa. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman, sesuai dengan karakteristik generasi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya reposisi peran guru sebagai fasilitator yang adaptif dan inovatif dalam membangun ekosistem belajar yang mendorong siswa menjadi individu literat, mandiri, dan kritis. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran dasar yang relevan di era digital.
Citra Guru dalam Simbol Linguistik Budaya Populer Lintas Negara: Kajian Intertekstual Arief Darmawan; Veni Nurpadillah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3172

Abstract

Simbolisasi guru dalam teks budaya populer mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai peran guru secara sosial dan ideologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra guru dalam simbol linguistik pada berbagai teks budaya populer lintas negara, yaitu Indonesia, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Prancis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual. Data berupa film, lagu, dan puisi dipilih berdasarkan keberadaan representasi eksplisit dan implisit tentang sosok guru. Analisis dilakukan dengan pendekatan semiotik dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama representasi, yaitu: (1) guru sebagai figur penginspirasi moral dan sosial, (2) guru sebagai tokoh pemberontak terhadap sistem pendidikan, dan (3) guru sebagai simbol nilai budaya dan nasional. Representasi tersebut menunjukkan adanya konstruksi kolektif mengenai guru sebagai agen perubahan sosial yang bermuatan simbolis dan emosional. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan intertekstual lintas negara dan lintas media (film, lagu, puisi) dalam menganalisis simbolisasi guru sebagai entitas budaya. Temuan ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan terutama apresiasi terhadap peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Page 8 of 23 | Total Record : 224


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 10 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 10 No. 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 9 No. 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 9 No. 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 8 No. 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 7 No. 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 7 No. 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA More Issue