cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Implementasi Edukasi Ginjal Sehat Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis Lisa Fradisa; Kalpana Kartika; Salwana Salwana
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1v2mg770

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with a steadily increasing prevalence and is closely associated with lifestyle changes, including high salt and sugar intake, physical inactivity, and inadequate hydration habits. Early prevention is a crucial strategy to reduce the future burden of CKD, as health behaviors developed during childhood play a significant role in determining health status in adulthood. This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and awareness of elementary school students regarding kidney function, the importance of healthy lifestyle habits, and the introduction of metabolites as early indicators of kidney disorders. The method used was a school-based participatory education approach implemented through interactive lectures, visual media and educational videos, group discussions, quizzes, and educational games tailored to children’s characteristics. The activity was conducted with students of SDN 07 Kubu Gulai Bancah Bukittinggi. Evaluation was carried out through participation observation, question-and-answer sessions, and quizzes to assess students’ understanding before and after the intervention. The results showed an increase in knowledge and positive attitude changes regarding the importance of adequate water consumption, reducing high-salt foods and sugary drinks, and increasing physical activity. In addition, students demonstrated high enthusiasm for learning about metabolites as early signs of kidney disorders. School-based health education proved effective in instilling healthy lifestyle behaviors from an early age. This program is recommended to be integrated into ongoing school activities as a promotive and preventive strategy for CKD in the community.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Minuman Sari Kacang Hijau Sebagai Inovasi PMT Berbahan Pangan Lokal untuk Gerakan Sercing (Serang Cegah Stunting) Filda Fairuza; Pratiwi Cahya Skania; Desfi Tri Damayanti; Winda Tri Andini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9mcqap53

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. Kelurahan Curug Manis Kota Serang merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan penguatan peran kader, ibu balita, dan masyarakat dalam penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam membuat minuman sari kacang hijau sebagai inovasi PMT untuk mendukung Gerakan SERCING (Serang Cegah Stunting). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan gizi, demonstrasi, praktik langsung pembuatan sari kacang hijau, pendampingan kader, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas kader posyandu dan ibu balita di Kelurahan Curug Manis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai stunting, gizi seimbang, pemanfaatan kacang hijau, serta pengolahan PMT yang higienis dan ekonomis. Peserta juga mampu mempraktikkan tahapan pembuatan sari kacang hijau mulai dari pemilihan bahan, perebusan, penyaringan, pengemasan, hingga penyajian. Program ini menghasilkan produk minuman bergizi yang mudah dibuat, murah, disukai masyarakat, dan berpotensi menjadi alternatif PMT lokal dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Edukasi Kader Posyandu Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) di Wilayah Puskesmas Mekarmukti Widya Lestari Nurpratama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fd1k2y43

Abstract

Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kurangnya pengetahuan kader posyandu mengenai jenis, fungsi, dan dampak penggunaan BTP menjadi salah satu kendala dalam penyampaian edukasi gizi kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang BTP di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi, dan pemberian media edukatif leaflet kepada kader posyandu. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan postest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan edukasi mengenai pengertian BTP, jenis-jenis BTP yang diizinkan, serta dampak penggunaan BTP berbahaya pada pangan. Pengetahuan kader meningkat dari rata-rata skor 76 poin menjadi 82 poin setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman kader sehingga diharapkan kader mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait penggunaan BTP yang aman. Dengan demikian, edukasi mengenai BTP penting dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan masyarakat.
Edukasi Kepada Masyarakat Tentang Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Desa Lalang Tri Budiarti; Mona Hastuti; Anggi Maulida Sari; Rafika Nur Siregar; Rinawati Br Tarigan; Lily Lily; Agung Nugroho; Aninda Astari
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j5y0ta83

Abstract

Tuberkulosis atau TB Paru salah satu penyakit yang menular yang diakibatkan dari bakteri yang Bernama Mycobacterium Tuberculosis yang bisa menyerang berbagai organ tubuh manusia akan tetapi umumnya menyerang pada organ paru-paru yang terus menjadi masalah kesehatan yang sangat perlu ditangani secepatnya di Indonesia terutama dimasyarakat yang minim akan informasi mengenai penyakit tuberculosis ini. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Puskesmas Desa Lalang ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit tuberkulosis terhadap seluruh pasien tuberkulosis di Puskesmas Desa Lalang. Kegiatan ini bermulai dari Langkah pertama sebagai pemikiran terhadap dampak yang di derita oleh pasien dan melakukan penimbangan terhadap berat badan sebagai salah satu faktor dari keadaan Gambaran pada kesehatan.Kemudian selanjut nya pada tahap percobaan dengan melakukan pemberian penjelasan dan pemahaman tentang penyakit tuberkulosis yang di sampaikan salah satunya mengenai tata cara penanganan Ketika mengalami  batuk serta bersin yang baik dan tata cara  batuk yang baik dan benar.kesimpulan  dari penyelenggaraan ini dapat menunjukkan terhadap adanya penambahan wawasan pasien tentang penyakit tuberculosis dan juga pasien bisa mempraktikkan kembali bagimana etika bersin, batuk dan cara batuk yang baik. Dalam pemahaman ini agar dapat diharapkan bisa menunjang peningkatkan terhadap kesadaran seta kemampuan terhadap pasien pada saat menangani penyakit yang mereka derita juga bisa menanggulangi terhadap penularan penyakit tuberkulosis terhadap orang yang ada disekitarnya.
Kontaminasi Escherichia coli pada Spons Pencuci Piring Warung Makan Tegal (Warteg) di Desa Saditan Berdasarkan Durasi Pemakaian Didit Dana Pribadi; Umi Nihayatul Khusna
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pbwrkr28

Abstract

Spons pencuci piring merupakan alat yang sering digunakan untuk membersihkan peralatan makan dan berpotensi menjadi reservoir bakteri patogen, termasuk Escherichia coli. Lama penggunaan serta kondisi pembersihan dan penyimpanan spons yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Sampel yang digunakan terdiri atas tiga perlakuan, yaitu spons yang dicuci dan dikeringkan, dicuci tetapi tidak dikeringkan, serta tidak dicuci dan tidak dikeringkan. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Eosin Methylene Blue (EMB), dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia IMViC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan E. Coli pada spons pencuci piring berdasarkan variasi perlakuan setelah penggunaan di warung makan Tegal (warteg). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada media EMB, E. Coli terdeteksi pada hari ke-3 sampel A1, B1, dan C1; pada hari ke-6 sampel A1 dan A3; serta pada hari ke-9 sampel A1, B1, B3, dan C1. Pada hari ke-12 tidak ditemukan pertumbuhan E. Coli. Uji IMViC menunjukkan seluruh sampel memiliki pola (+ + − −) yang mengkonfirmasi keberadaan E. Coli. Temuan ini dapat menegaskan bahwa spons pencuci piring berpotensi menjadi sumber kontaminasi silang dan E. Coli dapat terdeteksi sejak awal penggunaan. Pengurangan terhadap risiko  kontaminasi E. Coli pada spons disarankan agar spons dicuci dan dikeringkan setelah digunakan serta diganti secara berkala minimal satu minggu sekali.
Smart-Cerdik: Model Pemberdayaan Lansia Berbasis Digital dan Family Support Dalam Pencegahan Hipertensi dan Risiko Stroke di Komunitas Tri Wahyuni Ismoyowati; Wylianty Rahardjo; Eddy Suharso; Aryaprana Nando; Hari Iskandar Kang
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mw7gj428

Abstract

Biology, as a branch of natural science, requires not only mastery of theoretical concepts but also practical application to enhance students' understanding of biological phenomena. This community service activity aims to implement biology practices through the creation of an insectarium as a learning medium for high school students at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School in Ogan Ilir Regency. The implementation method used a socialization approach, material presentation, demonstrations, hands-on practice, and interactive discussions. This activity was also supported by the use of computer-based media and simple laboratory equipment. Student understanding was evaluated using pre- and post-socialization questionnaires with five main indicators: knowledge of insect types, insectarium terms, purposes and benefits, tools and materials, and the stages of insectarium construction. The results of the activity showed an increase in student understanding after the socialization, characterized by an increased ability to systematically understand the concepts, functions, and processes of insectarium construction. This activity also improved students' practical skills, accuracy, and scientific attitudes through hands-on, experiential learning. Thus, the practical application of biology through the creation of an insectarium has proven effective in improving students' understanding and skills, making it a viable alternative for practical and contextual biology learning media at the secondary school level.
Stroke Alert Care: Inovasi Pendampingan Lansia Hipertensi Berbasis Digital Health dan Family-Centered Care di MasyarakatALERT CARE: INOVASI PENDAMPINGAN LANSIA HIPERTENSI BERBASIS DIGITAL HEALTH DAN FAMILY-CENTERED CARE DI MASYARAKAT Tri Wahyuni Ismoyowati; Muhamad Arief Fadli; Sahat Tumpal Salomo; Henry Agus; Lido Sianipar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qy3a0081

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke pada lansia. Rendahnya literasi kesehatan, kurangnya aktivitas fisik, ketidakpatuhan pengobatan, dan minimnya dukungan keluarga menyebabkan pengendalian hipertensi di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, kepatuhan pengobatan, dan kemampuan self-management lansia hipertensi melalui program STROKE ALERT CARE berbasis Digital Health dan Family-Centered Care.Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di Kabupaten Bekasi dengan melibatkan 45 lansia hipertensi dan 45 anggota keluarga sebagai pendamping. Metode pelaksanaan meliputi skrining kesehatan, edukasi interaktif, pelatihan monitoring tekanan darah mandiri, senam hipertensi, relaksasi napas dalam, edukasi diet sehat, pendampingan keluarga, dan monitoring kesehatan berbasis WhatsApp Group. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, observasi perilaku hidup sehat, kepatuhan kontrol kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta 82%, peningkatan kepatuhan aktivitas fisik 74%, peningkatan kepatuhan minum obat 69%, serta penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 10–15 mmHg setelah intervensi selama enam minggu. Pendekatan Digital Health dan Family-Centered Care terbukti efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan stroke. Program STROKE ALERT CARE dapat menjadi model inovasi pengabdian masyarakat berbasis komunitas dalam upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular pada lansia.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja (KKR) Dalam Mencegah Anemia di SMP 36 Muhammadiyah Jakarta Awaliah Awaliah; Idriani Idriani; Erni Rita; Eni Widiastuti; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono; Anisa Sekar Widhi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/379k7w37

Abstract

Anemia pada remaja putri, masih menjadi Pencegahan anemiamasalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi dan dampak multidimensional. Anemia pada remaja putri dapat dipengaruhi oleh kebutuhan zat besi yang meningkat seiring masa pertumbuhan dan menstruasi serta kebiasaan makan yang kurang seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat. Upaya pemberdayaan kader kesehatan remaja (KKR) di lingkungan sekolah menjadi strategi penting untuk mencegah anemia melalui edukasi food habits dan gaya hidup sehat. Pengabdian kepada masyarakat  (PkM) ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta melalui pendekatan advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat, melibatkan 22 KKR. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi,  dan pelatihan serta post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan rata rata pengetahuan KKR tentang pencegahan anemia  dari skor pre-test 78.64 menjadi 91.36 pada post-test (p=0.001). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan dan pemberdayaan KKR efektif meningkatkan pengetahuan dan potensi peran KKR sebagai agen perubahan dalam pencegahan anemia di sekolah. Pemberdayaan berkelanjutan dan integrasi program edukasi menjadi kunci pencegahan anemia remaja secara optimal.
Detektif Obat Cilik: Edukasi Obat Sintetik dan Tradisional Anak Usia Dini Riska Yuli Nurvianthi; Nabiha Khaeriyah Saleh; Indah Purnamasari Parinding; Andi Indriyani Saputri; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z3wyt982

Abstract

Kesehatan anak usia dini merupakan fondasi utama pembangunan kualitas sumber daya manusia, namun kesadaran terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemahaman dasar penggunaan obat secara aman masih sangat rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kepakaran farmakoterapi dan farmakognosi ini dikemas melalui pendekatan rekreatif untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai PHBS sekaligus mengenalkan prinsip terapi obat yang aman serta pemanfaatan bahan alam secara sederhana. Pengabdian dilaksanakan di tiga sekolah dengan total peserta 104 anak, terdiri atas SD Yayasan Farida Aryani Makassar (45 anak), SD Angkasa 1 Lanud Hasanuddin Maros (32 anak), dan UPTD SD Negeri 57 Bulu-bulu Maros (27 anak). Metode pelaksanaan dilakukan secara interaktif melalui kombinasi penyuluhan audiovisual berbasis layar LCD, simulasi cuci tangan, serta visualisasi edukasi obat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman lisan anak secara signifikan, di mana mereka mampu mengenali bahaya obat dan pentingnya kebersihan. Kesimpulan pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi ilmu farmakoterapi dan farmakognosi dalam edukasi ramah anak sangat efektif membangun kesadaran proteksi diri sejak dini.
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Terpadu Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Berbasis Masyarakat Tri Susanti Sirait; Yovhandra Ockta; Safriana Safriana; Idarul Hafni; Yunda Fachrunniza; Azrina Sufi Nasution; Salma Alfina Putri Nada
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p69t7s14

Abstract

Pelayanan kesehatan berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif. Namun, masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, keluarga berencana (KB), dan pemantauan pertumbuhan anak menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terpadu melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan berbasis masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri atas edukasi pelayanan pil KB, imunisasi bayi, pengukuran tinggi dan berat badan anak, serta pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan Posbindu. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang terdiri atas ibu usia subur, bayi, anak, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sebanyak 15 ibu mengikuti edukasi pelayanan pil KB, 12 bayi memperoleh pelayanan imunisasi, 15 anak mengikuti pemantauan pertumbuhan, dan 20 masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan Posbindu. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa 30% peserta memiliki tekanan darah di atas normal, 25% memiliki kadar gula darah di atas normal, serta 20% anak berada pada kategori risiko stunting. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan upaya preventif kesehatan secara berkelanjutan.