cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 64 Documents
Search results for , issue "in progres" : 64 Documents clear
Pengembangan Empati untuk Mendukung Kesehatan Mental Remaja di Pondok Pesantren Sari, Isnaeni Anggun; Fernanda, Pradita Ayu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ambfp80

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek yang perlu mendapat perhatian pada masa remaja, khususnya dalam kemampuan menjalin hubungan sosial dan mengelola emosi. Rendahnya empati pada remaja dapat berdampak pada kualitas interaksi sosial dan kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesehatan mental remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui pengembangan empati. Fokus utama adalah meningkatkan pemahaman remaja mengenai konsep empati dan peranan empati dalam menjaga kesehatan mental. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan desain one group pre-test dan post-test. Subjek berjumlah 30 siswi SMA berusia 16–17 tahun yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi berupa ceramah interaktif dan ice breaking bertema emosi dengan durasi ±60 menit. Instrumen evaluasi berupa kuesioner yang disusun berdasarkan materi empati dan kesehatan mental, yang diberikan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil ini menegaskan bahwa psikoedukasi pengembangan empati merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung kesehatan mental remaja, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMAN 1 Parongpong Tentang Penguatan Harga Diri Manalu, Lisbet Octovia; Purwanti, Tentry Fuji; Apriliyanti, Dita; Agustin, Nabila; Lestari, Cici; Fadlah, Bakhi; Abiyansyah, Rifan; Ramadani, Reiva Nur; Muhtar, Aiska Haniyya; Wanty, Nazma Septia; Ramadhani, Reggy; Wulandari, Repa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v05h4j54

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang penuh tantangan, di mana harga diri berperan penting dalam membentuk perilaku sehat, pencapaian akademik, dan hubungan sosial yang positif. Rendahnya harga diri dapat meningkatkan risiko perilaku berisiko, stres, serta kesulitan dalam pengambilan keputusan. Untuk memperkuat harga diri siswa, pendidikan kesehatan di SMAN 1 Parongpong dilaksanakan dengan pendekatan interaktif, reflektif, dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif mengenai konsep harga diri, diskusi kelompok tentang pengalaman pribadi dan strategi menghadapi tekanan sosial, serta latihan komunikasi asertif. Media edukasi berupa presentasi visual, leaflet motivasi, dan lembar kerja reflektif mendukung internalisasi nilai positif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test persepsi harga diri, observasi keterlibatan siswa, serta penilaian kemampuan mengekspresikan pendapat secara sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep harga diri, perubahan sikap menuju penerimaan diri yang lebih positif, serta kesiapan siswa menerapkan perilaku asertif. Program ini menegaskan efektivitas pendidikan kesehatan berbasis sekolah dalam memperkuat harga diri remaja dan pentingnya pengembangan berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Ustadz Ustadzah TPQ Melalui Pendidikan Islam, Kesehatan Mental, dan Hukum Penguatan Kapasitas Ustadz Ustadzah TPQ Melalui Pendidikan Islam, Kesehatan Mental, dan Hukum Abbas, Ngatmin; Effendi, Arif
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kga73p43

Abstract

This community service program aims to enhance the capacity of Qur’anic School (TPQ) teachers (ustadz/ustadzah) in educational management that is both instructive and attentive to children’s mental-spiritual health, grounded in legal aspects of child protection. The program was implemented as a workshop for TPQ teachers in Kaliancar Village, Selogiri District, Wonogiri Regency, in 2026. Two facilitators, Ngatmin Abbas, M.Pd., and Luthfi Afandi, led sessions covering enjoyable Qur’anic teaching strategies, basic understanding of child mental health, the importance of spiritual nurturing, and dissemination of child protection laws. The workshop methods included interactive lectures, group discussions, simulations, and Q&A sessions. The results indicate high enthusiasm from the 25 participants. The TPQ teachers found it helpful to learn child-friendly teaching methods, techniques to maintain students’ motivation, early detection of children’s emotional issues, and the application of noble values in TPQ activities. Quantitative feedback showed 92% of participants reported improved understanding of effective TPQ management, 88% gained new knowledge on children’s mental health, and 100% agreed that spiritual values must be integrated into teaching and learning. Participants also appreciated the information on legal aspects, especially regarding children’s rights to education and protection from violence. In conclusion, the workshop effectively increased TPQ teachers’ knowledge and awareness of child-friendly Qur’anic teaching, the importance of students’ mental and spiritual health, as well as legal responsibilities in conducting religious education.
Skrining Faktor Risiko Hipertensi Masyarakat Desa B, Wilayah Kerja Puskesmas SJ Kabupaten Tangerang Tahun 2025 Virgue, Marisca Clarissa; Ernawati, Ernawati; Amadea, Stephanie; Buntardi, Meta Angelia; Nugroho, Dodo
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3c387519

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di Indonesia, dengan peningkatan kasus juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas SJ, khususnya di Desa B yang memiliki persentase kasus tertinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, pentingnya pemeriksaan rutin, serta upaya pencegahan dan pengendalian komplikasi. Metode yang digunakan meliputi pendekatan diagnosis komunitas dengan paradigma Blum, pengumpulan data melalui mini survey pada 30 responden, observasi, wawancara, dan data sekunder, serta analisis menggunakan metode Delphi, fishbone, dan five whys. Intervensi dilakukan melalui skrining tekanan darah dan faktor risiko seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta anamnesis. Hasil menunjukkan bahwa 80,6% peserta memiliki minimal satu faktor risiko hipertensi, dengan 30,6% mengalami hipertensi tahap 1 dan 27,8% tahap 2, serta sebagian besar responden mengalami obesitas dan obesitas sentral. Rendahnya pengetahuan dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama. Oleh karena itu, disarankan dilakukan edukasi kesehatan berkelanjutan dan pemantauan rutin untuk meningkatkan deteksi dini serta mencegah komplikasi hipertensi.
Edukasi Cuci Tangan 6 Langkah dan Pencegahan Diare di SDN 1 Ketangirejo Kusumaningrum, Yesita Ragil; Saputra, Arya Yoga; Oktaviani, Melani; Najib, Luthfi Ainun; Anastasya, Khaila; Bajube, Nihla Rifky; Sari, Ninda Vinnata; Sifa, Novia Nurus; Fatimatuzzahro, Siti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ydkjnr43

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya promotif dan preventif yang berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan, salah satunya diare. Anak usia sekolah dasar termasuk kelompok rentan terhadap penyakit tersebut akibat kebiasaan kebersihan diri yang belum terbentuk secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai praktik cuci tangan enam langkah sebagai bagian dari upaya pencegahan diare di SD Negeri 1 Ketangirejo. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan praktik langsung cuci tangan enam langkah serta edukasi pencegahan diare kepada seluruh siswa. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 199 siswa. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap pemahaman materi dan kemampuan siswa dalam mempraktikkan cuci tangan dengan benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 120 siswa mampu memahami materi dan mempraktikkan cuci tangan enam langkah secara tepat. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan perilaku kesehatan pada siswa setelah diberikan edukasi. Kegiatan edukasi PHBS melalui pendekatan praktik langsung terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini serta berpotensi menurunkan risiko kejadian diare pada anak sekolah dasar. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan sekolah guna mendukung peningkatan derajat kesehatan anak.
Workshop Flebotomi: Peningkatan Keterampilan Pengambilan Darah Siswa Sekolah Dian Harapan Daan Mogot  Aruan, Maroloan; Lusiana, Diana Intan Gabriella; Meriyanti, Tandry; Simbolon, Icha Paulina; Mardiyono, Maleakhi Samuel; Maasi, Tiara; Lukwaka, Ermi Maria
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/60zb7615

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan siswa sekolah menengah untuk mengenal prosedur medis dasar sebelum memilih jurusan kuliah di bidang kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis teknik flebotomi (pengambilan darah vena dan kapiler) kepada siswa dan guru di SMA Sekolah Dian Harapan (SDH) Daan Mogot. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktikum langsung (hands-on) menggunakan alat peraga manekin tangan flebotomi yang melibatkan 32 peserta. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dimana rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 65,97% pada pre-test menjadi 93,31% pada post-test. Analisis statistik menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,003, dan perhitungan Normalized Gain Score (N-Gain) sebesar 0,71 yang masuk dalam kategori efektivitas tinggi. Peningkatan pemahaman tertinggi terlihat pada aspek teknis prosedural seperti sudut penusukan dan posisi bevel jarum. Disimpulkan bahwa workshop dengan metode simulasi manekin ini merupakan sarana yang efektif dan aman untuk menumbuhkan minat serta meningkatkan kompetensi dasar medis siswa tanpa risiko mencederai pasien nyata.
Srikandi Hijau: pemberdayaan Perempuan Melalui Usaha Kreatif Berbasis Bank Sampah Dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkulardi Desa Mejayan, Kabupaten Madiun Sanawati, Ciptia Khoirulina; Wahyuningsih, Sri; Diyana, Siti Nusrotul
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/krw60v45

Abstract

Produksi sampah rumah tangga di Indonesia terus mengalami peningkatan dan menimbulkan persoalan lingkungan yang kompleks. Di sisi lain, perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan sampah rumah tangga, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Program Srikandi Hijau hadir untuk memberdayakan perempuan Desa Mejayan, Kabupaten Madiun, melalui usaha kreatif berbasis bank sampah yang terintegrasi dengan ekonomi sirkular. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR) yaitu melalui program edukasi pemberdayaan perempuan dan ekonomi sirkular, pelatihan daur ulang kreatif, hingga pendampingan pemasaran digital. Artikel ini menguraikan latar belakang, strategi pemberdayaan, bentuk kolaborasi multi-stakeholder, dan dampak yang diharapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program ini berhasil mengaktifkan kembali kegiatan Lembaga Bank Sampah yang telah lama vakum serta memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan, berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga, serta mengurangi volume sampah rumah tangga melalui produk bernilai ekonomi tinggi.
Implementasi Gudang Garam: Edukasi Bahaya Nikotin dan Begadang Pada Remaja Desa Sungai Asam Ulfah, Maria; Febriana, Annisa; Maidawati, Anisa; Nugroho, Angeline Duana Yashintia; Riza, Muhammad; Mutmainnah, Mutmainnah; Damayanti, Dessy; Rahmawati, Risma Dwi; Safitri, Nur
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/85ndja42

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to risky behaviors such as smoking and staying up late, which can negatively affect both physical and psychological health. Limited knowledge about the dangers of nicotine and sleep pattern disturbances is one of the factors contributing to the high prevalence of these behaviors. This community service activity aimed to implement the GUDANG GARAM program (Gerakan Ubah Diri, Akhiri Nikotin dan Begadang, Gapai Raga Aman dan Menyehatkan) through health education to improve adolescents’ knowledge in Sungai Asam Village. The program applied an educational approach through health counseling using posters and leaflets, accompanied by pretest and posttest evaluations to measure changes in participants’ knowledge. A total of 26 adolescents participated in all stages of the program. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 6.73 before the intervention to 8.42 after the educational session, indicating improved understanding regarding the dangers of nicotine and staying up late. In addition, the activity was conducted interactively through discussions and question-and-answer sessions, which enhanced adolescent participation in the learning process. The implementation of the GUDANG GARAM program was proven to improve adolescent health literacy and has the potential to serve as a promotive and preventive strategy in fostering healthy lifestyle behaviors within the community. This program is recommended to be implemented sustainably with support from families and the community to optimize behavioral change outcomes.
Gerakan Remaja Sehat Tanpa Merokok: Upaya Preventif Masalah Kesehatan Remaja di Masyarakat Fibrila, Firda; Ridwan, M
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fx7c7j90

Abstract

Merokok di kalangan remaja masih menjadi permasalahan. Kondisi ini dibuktikan dengan angka merokok pada remaja yang meningkat di tahun 2023 mencapai 56,5% pada kelompok usia 15–19 tahun. Fenomena ini memberikan gambaran kualitas kesehatan yang buruk pada generasi penerus jika tidak dilakukan penanganan. Tujuan kegiatan ini adalah sosialisasi gerakan remaja sehat tanpa merokok. Metode yang diterapkan adalah dengan melakukan edukasi melalui nonton bareng vidio tentang merokok dan diskusi langsung dengan para remaja. Kontribusi utama dari kegiatan ini adalah mengajak remaja untuk menerapkan hidup sehat tanpa merokok. Hasil dari kegiatan ini, diketahui bahwa terdapat 1 di antara remaja yang hadir pernah mencoba merokok, melalui diskusi memberikan pemahaman terhadap bahaya merokok, serta kesadaran tentang dampak yang dapat ditimbulkan dari merokok. Kolaborasi antara pemangku kebijakan dalam hal ini Dinas Kesehatan dan komunitas lokal akan lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang bahaya rokok melalui gerakan remaja sehat tanpa merokok.
Peningkatan Kesehatan Keuangan Siswa SMP Melalui Edukasi Literasi Keuangan Alhazami, Lutfi; Donald, Eriklex; Rahmawati, Irma; Suprayitno, Agung
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/evj4va17

Abstract

Literasi keuangan pada remaja merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku finansial yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Meskipun tingkat literasi keuangan nasional menunjukkan tren peningkatan, kelompok usia pelajar masih memerlukan penguatan edukasi yang aplikatif dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi dini pada siswa SMP Bunda Hati Kudus Jakarta Barat. Survei awal terhadap 150 siswa menunjukkan hanya 12% yang mencatat pengeluaran secara rutin dan 92% belum memahami konsep menabung jangka panjang. Intervensi dilakukan melalui pelatihan interaktif enam sesi berbasis praktik yang mencakup konsep uang, kebutuhan dan keinginan, penyusunan anggaran, pencatatan keuangan digital, serta pengenalan konsep bunga dan inflasi. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test (20 item) serta observasi perilaku selama dua minggu. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi dari 42 menjadi 78 (kenaikan 36 poin; p < 0,05), peningkatan kebiasaan pencatatan menjadi 85%, serta peningkatan pemahaman menabung jangka panjang hingga 90%. Program ini efektif dalam membangun perilaku finansial positif berbasis experiential learning dan teknologi digital, serta berpotensi direplikasi pada jenjang pendidikan menengah pertama.