cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 608 Documents
WORK–FAMILY CONFLICT, WORK–LIFE BALANCE, AND JOB SATISFACTION AS PREDICTORS OF NURSES’ INTENTION TO STAY: A LITERATURE REVIEW Wikantama, Aswin; Ichsan, Burhannudin; Isa, Muzakar
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/djnc5e72

Abstract

The purpose of this literature review is to explore and synthesize empirical evidence regarding the influence of work–family conflict, work–life balance, and job satisfaction on nurses’ intention to stay in hospital settings. A narrative review approach was employed, gathering studies from Scopus, PubMed, and Google Scholar. From an initial pool of 267 articles, 35 met the inclusion criteria, which focused on nurses, hospital-based contexts, and methodological clarity. The findings reveal that work–family conflict negatively affects both work–life balance and job satisfaction, which in turn lowers the intention to stay. Conversely, work–life balance and job satisfaction serve as critical mediators that can buffer the negative impact of role conflict on workforce retention. The review is framed by Role Stress Theory and Social Exchange Theory to explain the dynamic relationships among variables. These findings underscore the importance of organizational support mechanisms, such as flexible work arrangements, performance recognition, and psychological well-being programs, to improve nurses’ motivation and long-term retention. In conclusion, promoting positive work–life interaction and enhancing job satisfaction are essential strategies for sustaining a stable nursing workforce in hospital environments, particularly in high-demand and resource-limited healthcare systems.
Designing An Educatory Learning Model in The Islamic Boarding SchoolCommunity: Study of the Implementation of Islamic Education Values inEfforts to Handle Social Conflict Ansori, Ansori; Utami, Cahyaning Bhakti; Abrari, Achmad; Hosaini, Hosaini; Rahayu, Lilik Puja
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/70q71831

Abstract

This community service activity aims to foster harmony and strengthen friendship among the residents of Nogosari Village through religious activities. Based on observations and interviews with several local residents, the main issue identified is a lack of awareness about the importance of harmony, as well as the weakening of long-standing relationships due to various factors. To address this, the Participatory Action Research (PAR) model was applied, involving community members directly in identifying problems and implementing solutions. Through this approach, religious activities were organized as a medium to reconnect and unite the community. The results indicate a positive impact, as these religious gatherings have successfully encouraged interaction, mutual respect, and togetherness among residents. Furthermore, the effectiveness of these efforts is significantly enhanced when the activities are conducted regularly. By fostering spiritual and social bonds, religious events serve as a vital tool in restoring and maintaining harmony and friendship within the village, thus contributing to a more cohesive and peaceful community life in Nogosari.
Upaya Peningkatan Pendidikan Kesehatan Kolik Infantil Pada Ibu Postpartum Sulasdi, Nur Ain Desta; Marleni, Marleni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j31t9077

Abstract

Tingginya tingkat stres dan depresi postpartum pada ibu berkorelasi dengan meningkatnya frekuensi menangis berlebihan pada bayi, yang secara klinis dapat muncul sebagai kolik bayi. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai kolik bayi, khususnya pada ibu postpartum. Metode metode KIE (Informasi, Edukasi, dan Komunikasi). Program dilaksanakan di Kelurahan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, pada bulan Januari 2025, dengan melibatkan 35 ibu postpartum sebagai peserta. Materi KIE disampaikan secara terstruktur, membahas penyebab, gejala, serta upaya pencegahan kolik bayi. Penyampaian materi edukasi dilakukan melalui leaflet bergambar yang dibagikan setelah proses persalinan. Media ini dirancang agar mudah dipahami dan diakses oleh para ibu, sehingga dapat meningkatkan efektivitas intervensi. Evaluasi terhadap hasil kegiatan dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 35 sebelum intervensi menjadi 85 setelah sesi KIE. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa metode KIE efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu postpartum mengenai kolik bayi. Diharapkan, melalui edukasi yang tepat, para ibu dapat lebih tanggap dalam mengenali tanda-tanda kolik yang sesuai dengan usia bayi dan dapat mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Dengan demikian, kejadian serta dampak kolik bayi dapat dikurangi, serta hubungan emosional antara ibu dan bayi dapat terjaga dengan baik
Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Dukungan Sosial yang Lebih Kuat di Lingkungan Sekolah Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/txn98871

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan mental karenamereka sedang melalui fase transisi perkembangan yang sulit. Kondisi ini sering kali diperburukoleh kurangnya dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah. Akibatnya,di SMPN 12 Kota Padang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukanmeningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya dukungan sosial dalammenjaga kesehatan mental. 15 siswa kelas XI berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang berlangsungpada 10 Mei 2025. Interaktif pra-tes dan pasca-tes, sesi diskusi kelompok, dan pembelajaraninteraktif digunakan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dengan media PowerPoint,pre-test dan post-test, serta sesi diskusi kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skorrata-rata pengetahuan siswa dari 55,3 menjadi 78,7 setelah edukasi. Kegiatan ini diharapkanmenjadi langkah awal bagi sekolah dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatanmental remaja secara berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Kader Posyandu tentang Stunting dan Infeksi Tuberculosis dengan Metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) Aziz, Laudil Machfud Al; Zahroh, Fatimah Az; Sari, Tyas Nirmala; Affandi, Euvia Kusuma Rachmy; Choirunnisa, Intan; Ningtyias, Farida Wahyu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yn8tw125

Abstract

Stunting and Tuberculosis (TB) are still serious health problems in Indonesia, due to the low level of public knowledge about stunting and TB, so a solution is needed in the form of nutrition education. One of the recommended nutrition education methods is the Emo-Demo method, because this method has a high success rate for increasing awareness and behavior change. This community service aims to increase cadres' knowledge about stunting and tuberculosis (TB) using the Emo-Demo method. This community service was carried out at Posyandu Anyelir 47 Klungkung Village, Sukorambi District, Jember Regency on May 23, 2024. The targets of this community service are cadres totaling 10 people. The results of increasing cadre knowledge in this community service activity were analyzed by the Wilcoxon non-parametric test to measure the difference in the mean values of two paired samples. In the cadre Pre-test results, the average value was 60% and during the Post-test the cadre's knowledge increased to 80%. The Wilcoxon Pre-test and Post-test test results obtained a value of 0.046 <0.05, meaning that there is an average difference between the level of knowledge about stunting and tuberculosis after education with the Emo-Demo method. Based on this, it can be concluded that there is an increase in knowledge of cadre about stunting and TB infection after nutrition education with the Emo-Demo method, and this method can be used for knowledge improvement activities in the community.
Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Sehat dalam Mencegah Penyakit Melalui Edukasi Pencegahan Penyakit Degeneratif di Selangor, Malaysia Utami, Wiwik; MIP, Evita; azizah, Nur; Setianto, Rony; Rahmawati, Rahmawati; Nuryanti, Titik; Fadila, Ratih; Aulia, Nadia Anggi; Jita, Dey; Poodar, Sandeep; Tamliha, Suzanah binti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nss08w78

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di berbagai negara, termasuk Malaysia. Berdasarkan data Bahagian Kesihatan Awam Selangor tahun 2023, prevalensi PTM meningkat sebesar 15% dalam lima tahun terakhir akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilaksanakan di Lembah Jaya Utara, Selangor, Malaysia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gaya hidup sehat dan pemberdayaan kader lokal dalam pencegahan PTM. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan berbasis komunitas, pelatihan kader kesehatan, kampanye digital melalui media visual, serta pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Evaluasi dilakukan dengan pre-post test serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45% setelah mengikuti edukasi, dan 90% peserta menyatakan puas serta merasa terbantu dengan layanan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, kader komunitas mulai aktif memberikan edukasi lanjutan secara mandiri, dan media visual terbukti meningkatkan pemahaman serta daya ingat masyarakat. Kolaborasi antara STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Lincoln University College Malaysia, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan intervensi ini. Kesimpulannya, pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas institusi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan PTM di wilayah sasaran.
Menstruasi Tanpa Mitos: E-Book Saku untuk Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Islami, Ica Maulina Rifkiyatul; Saputri, Novita Ayu; Akmala, Kamaliatul; Hasanah, Nuva Nurul; Chizbulloh, Nadia Zumzumi; Jannah, Miftahul; Salimah, Lailis; Ananta, Karissa Nuha
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8cd4kx13

Abstract

Remaja putri sering menghadapi tantangan terkait pemahaman, kesiapan mental, dan keterampilan dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche), yang sering kali disertai dengan kecemasan, rasa takut, dan penolakan terhadap perubahan tubuh mereka. Masalah ini diperburuk oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi yang tepat dan masih adanya stigma sosial terkait pembahasan menstruasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang berbasis pendekatan partisipatif kepada remaja putri di SMP Negeri 1 Paiton. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif, diskusi kelompok terarah, serta penyuluhan psikososial yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Solusi yang diusulkan adalah pembuatan e-Buku Saku edukatif yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, serta peningkatan kapasitas guru untuk mendampingi siswa dalam memahami menstruasi secara holistik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, memperkuat kepercayaan diri remaja putri, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif terhadap isu menstruasi. Kesimpulannya, edukasi yang sistematis dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche dengan positif. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Pendampingan Kewirausahaan  Practice Young Entrepreneur Anak Muda Dalam Kewirausahaan dan Kekerasan Seksual Satriyo, Galih; Ahmad, Fandi; Suwarso, Suwarso; Rohman, Saiful; Pratiwi, Yosi Mulyana; Janoko, Janoko; Ningrum, Nadiya Lifa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w9w3wn28

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya siswa SMA NU Gombengsari Kalipuro Banyuwangi, dengan wawasan dan keterampilan dalam bidang kewirausahaan serta pemahaman pentingnya manajemen bisnis dan isu kekerasan seksual. Program ini terdiri dari dua sesi utama, yakni pendampingan kewirausahaan bertajuk “Practice Young Entrepreneur” dan sosialisasi edukatif mengenai kekerasan seksual. Dalam sesi kewirausahaan, siswa diarahkan untuk mengenali potensi diri, menggali peluang usaha di lingkungan sekitar, dan menyusun rencana bisnis sederhana berdasarkan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini juga menghadirkan para narasumber profesional dari kalangan akademisi dan praktisi usaha yang membagikan pengalaman serta strategi bisnis yang aplikatif. Di sisi lain, sosialisasi kekerasan seksual bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kekerasan berbasis gender, baik di lingkungan sekolah maupun dunia digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, serta semangat siswa untuk memulai usaha mandiri, disertai dengan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan hak diri. Program ini diakhiri dengan presentasi rencana bisnis siswa dan penyerahan apresiasi, sebagai bentuk dukungan terhadap semangat wirausaha muda.
Sosialisasi dan Demontrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP KepadaMahasiswa Perawat Kota Jambi Maulani, Maulani; Widiawati, Susi; Herdiani, Nadila Ratna; Hidtriana, Imelda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hhssxb03

Abstract

Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin dan placenta melalui jalan lahir atau vagina. Proses ini dapat mengakibatkan terjadinya robekan atau luka perineum, baik secara spontan (rupture) ataupun irisan (episiotomy). Robekan atau luka ini dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, disfungsi organ reproduksi wanita dan sepsis. Kondisi ini akan menyebabkan komplikasi lanjut seperti infeksi saluran kemih, maupun jalan lahir. Untuk mencegah hal ini, maka luka perineum harus dirawat dengan baik. Sebelum melakukan perawatan perineum harus mengetahui kondisi perineum berdasarkan Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, dan Approximation/penyatuan depth, pain (REEDA-DP) dalam menilai luka perineum. Penulis sudah melakukan penelitian Research and Development (R&D) yaitu membuat aplikasi instrument REEDA-DP untuk penilaian luka perineum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan demonstrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP dalam penilaian luka perineum oleh mahasiswa perawat.  Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu memberikan materi tentang luka perineum dengan metode ceramah, pretest dan posttest, sosialisasi dan demontrasi pengisian aplikasi REEDA-DP. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 dan 21 Mei 2025. Peserta pengabdian adalah mahasiswa keperawatan STIKES Harapan Ibu Jambi 20 orang dan mahasiswa D3 keperawatan STIKES Garuda Putih 25 orang. Hasil dan kesimpulan didapatkan peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 86% dan mampu menggunakan aplikasi REEDA-DP 100%. Diharapakan pimpinan kampus dapat mengunakan aplikasi REEDA-DP pada proses keperawatan bidang ilmu keperawatan maternitas atau keperawatan kesehatan reproduksi supaya mempermudah mahasiswa menilai luka perineum.
Empowering Schools to Maintain the Health of School Environments in Indonesia and Malaysia : colaborating community services Widiyati, Sri; Setiawan, Ari; Suparmin, Suparmin; Darwis, Nurizah Binti Mohamed; Laxmi, Laxmi; Azmi, Zul; Hastuti, Puji; Setiawati, Eka; Nurhayati, Siti; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/av1szy79

Abstract

The prevalence of anemia among adolescent girls in Southeast Asia is categorized as a serious situation with a figure of more than 40 percent. Adolescents, especially girls, are a group that is very vulnerable to anemia, caused by menstruation which causes significant iron loss. Adolescent girls who are healthy and free from anemia will grow into healthy mothers and give birth to healthy children, so this initiative supports the first 1000 days of life program. Adolescent girls are ten times more likely to suffer from anemia than adolescent boys, because they menstruate every month and are in a growth phase that requires more iron intake. Education on handling anemia among adolescent girls aims to provide understanding and knowledge about anemia and the consequences faced. The target of this activity is adolescent girls at SMA Negeri 5 Padang City. Education is carried out through direct counseling and class discussions. It is hoped that participants can better understand and realize the importance of preventing anemia among adolescent girls.

Page 10 of 61 | Total Record : 608