cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 608 Documents
Training in Making Tempeh in Character Molds to Increase Elementary School Students' Interest in Consuming Tempeh As’ad , Ihwana; Martriwati; Nugraha, Satriya; Muljo , Ariyani; Sari , Ika Purnama; Dhania , Hanrezi; Mose, Yuliana; Setiawan , Zunan; Jasiah; Kushayati, Nuris
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xtyfkb47

Abstract

Tempeh, a traditional Indonesian fermented soybean product, is highly nutritious but under-consumed by children due to its bland appearance and unfamiliar texture. This community service program aimed to enhance elementary school students’ interest in consuming tempeh through a participatory training that introduced character molds into the tempeh-making process. Conducted with 20 students aged 9–11 years, the intervention employed a pretest-posttest design to assess changes in tempeh preferences, knowledge, and willingness to consume and prepare tempeh. Results indicated significant improvements across all indicators: students’ liking of tempeh increased from 35% to 85%, their perception of its visual appeal rose from 25% to 90%, and willingness to try character-shaped tempeh reached 95%. The program not only improved students’ understanding of tempeh’s nutritional benefits but also engaged them in creative, hands-on food preparation that enhanced motivation and enjoyment. The findings support the use of experiential learning and visual food design in child nutrition education. This initiative effectively combined cultural food preservation with innovative teaching strategies. It demonstrates that integrating fun and creativity into traditional food education can promote healthier eating habits and strengthen local food identity among young learners. Future programs should consider scaling up and incorporating family and school-level involvement to achieve a broader and more sustainable impact.
Strengthening the Role of PKK Members in Maintaining Family Health in Jomblangan Village Setiawati, Ai Sumirah; Ciptaningtyas, Ratri; Setyawati, Sri Panca; Sari, Kurnia Indriyanti Purnama; Maulidiana, Lina; Pakaya, Marina; Hanum, Lathifah; Sugiharto, Bambang; Ninsiana, Widhiya; Yulianingsih, Lilik
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mtvz8z78

Abstract

The role of PKK members is crucial in promoting health at the family and community levels in Indonesia. This community service project aimed to strengthen the role of 17 PKK members in Jomblangan Village through structured health education and empowerment training. Utilizing a participatory action approach, the program focused on five thematic areas: balanced nutrition, stunting prevention, hygiene and sanitation, maternal and child health, and home-based first aid. Data were collected through pre- and post-tests, observation, and focus group discussions. The average knowledge score increased by 29%, and participants demonstrated behavioral changes such as improved dietary practices, regular growth monitoring, and proper hygiene habits. Qualitative data also revealed enhanced motivation and willingness to share knowledge within the community. The findings confirm that PKK members, when equipped with appropriate knowledge and skills, can become effective grassroots health promoters. The program proved effective, acceptable, and replicable, providing a scalable model for similar communities. Continuous mentoring and digital engagement are recommended for long-term sustainability.
Training on the Utilization of Green Grass Jelly For Food and Beverage Ingredients: Participatory Training-Based Intervention Sutiharni, Sutiharni; Handayani, Dewi; Indriyani, Indriyani; Umar, Najirah; Apriyanto, Mulono; Indriyati, Citra; Anitasar, Bestfy; Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah; Handoko, Lukman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8z0kh213

Abstract

This community service program aimed to empower local communities by enhancing their knowledge and skills in utilizing green grass jelly (Cyclea barbata Miers) as an alternative ingredient for healthy food and beverage products. Conducted over three days, the training involved 12 participants with diverse backgrounds, including homemakers, youth, and micro-entrepreneurs. The program adopted a participatory training approach that combined theoretical knowledge with hands-on practice, including plant identification, jelly extraction techniques, hygiene practices, and product innovation. Pre- and post-training assessments revealed significant improvement in participants’ understanding and abilities. Initially, only 25% of participants were familiar with the plant's benefits and usage. After the training, 100% of participants demonstrated comprehension of the nutritional value and processing methods, and 75% successfully created product variants such as fruit-infused jelly drinks and herbal puddings. The training encouraged creativity and showed the potential of green grass jelly as a sustainable, low-cost, and health-promoting ingredient suitable for micro-entrepreneurial ventures. The program concluded that community-based food innovation training can serve as an effective model for promoting local resources, enhancing food security, and developing rural economies. It also emphasized the importance of combining traditional knowledge with modern food processing techniques to generate added value and marketable products.
Penyegaran Work Ethic Skill of Student (WESS) Dukungan Kualitas Lulusan SMKN 1 Tarakan Berkarir di Kihi Kaltara Sovayunanto, Riski; Rahmi, Siti; Suprianto, Suprianto
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0y6gct37

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui penguatan etos kerja dalam menyongsong pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kalimantan Utara. Program bertajuk Work Ethic Skill of Students (WESS) dilaksanakan selama delapan hari dengan melibatkan siswa kelas XI SMKN 1 Tarakan sebagai peserta. Pendekatan yang digunakan adalah student-centered learning berbasis partisipatif yang mengintegrasikan metode diskusi, simulasi, refleksi diri, permainan edukatif, dan konseling. Materi kegiatan difokuskan pada sembilan aspek etos kerja, yaitu motivasi, inisiatif, kerjasama, kontrol diri, komitmen, stabilitas emosi, hubungan interpersonal positif, disiplin kerja, dan ketahanan kerja. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan sikap siswa terhadap nilai-nilai etos kerja. Sesi reflektif seperti “Siapa Aku di Masa Depan”, “Simulasi Masa Depan”, dan “Konseling KIPAS” memperkuat kesadaran diri siswa terhadap pentingnya membangun karakter yang siap menghadapi dunia kerja. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari guru bimbingan konseling dan mitra industri karena dinilai kontekstual dan relevan dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini. Dengan demikian, program WESS menjadi model penguatan karakter yang dapat direplikasi di sekolah lain sebagai upaya kolaboratif antara pendidikan dan dunia industri dalam membangun sumber daya manusia unggul di wilayah strategis seperti Kalimantan Utara.
Literature Review on the Use of Technology-Based Learning Media in the Context of Distance Learning Sitorus, Lufita Sari; Sipahutar, Muhammad Ilyas; Nasution, Saidatun Nisa; Purnama, Leli; Iskandar, Topan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bkxg7355

Abstract

Perubahan sistem pendidikan akibat pandemi COVID-19 telah mendorong lembaga pendidikan untuk beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat utama dalam proses belajar mengajar. Metode ini dilakukan melalui studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel jurnal nasional maupun internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2025). Analisis difokuskan pada tren, efektivitas, dan tantangan dalam implementasi media pembelajaran tersebut dalam konteks pendidikan modern. Temuan kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan media sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran jarak jauh. Namun, efektivitas media ini sangat bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan infrastruktur, serta kemampuan literasi digital peserta didik. Kajian ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan teknologi bagi pendidik serta perancangan media yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Temuan dari kajian pustaka ini diharapkan tidak hanya menjadi landasan teoritis, tetapi juga sebagai acuan praktis bagi para pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang kurikulum dalam merancang strategi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dengan memahami tren, tantangan, dan potensi berbagai media pembelajaran dalam konteks PJJ, para pemangku kepentingan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang responsif terhadap kemajuan teknologi.
Edukasi Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rahman, Zakiah; Atrie, Utari Yunie; Pujiati, Wasis; Ernawati, Ernawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c1ek6b34

Abstract

DM merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi karena kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM tidak dapat disembuhkan, namun dengan manajemen yang baik dapat mencegah komplikasi yaitu kerusakan dan kegagalan organ. DM berdampak negatif pada kesehatan pasien dan menyebabkan sejumlah masalah dengan kualitas hidup yang rendah. Perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien melalui edukasi untuk meningkatkan pengetahuan. Tujuan meningkatkan pengetahuan tentang peningkatan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 10 Maret tahun 2025 dengan target sasaran adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 30 orang. Kegiatan PKM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. PKM menunjukkan sebelum dilakukan edukasi pengetahuan peserta kategori rendah sebanyak 23 orang (76,6 %) dan setelah edukasi pengetahuan peserta mayoritas tinggi 24 orang (80%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah edukasi upaya peningkatan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Melalui upaya ini diharapkan mengenai DM, mengatur pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur, pemantauan gula darah secara rutin, melakukan pengobatan, pengelolaan stres, serta dukungan psikologis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2
Penerapan Keranjang Takakura Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga Sebagai Solusi Mencapai Kesehatan Masyarakat Pratiwi, Rina Hidayati; Sulistyaniningsih, Endang; Putri, Laksita Nirmala; Jepri, Jumadi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qyvc4a57

Abstract

Masalah pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah organik yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, memunculkan kuman penyakit, dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik menggunakan metode keranjang Takakura. Metode ini dipilih karena praktis, ramah lingkungan, tidak berbau, dan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan keranjang, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menilai materi menarik, pelatihan bermanfaat, dan metode Takakura efektif mengurangi sampah rumah tangga. Mayoritas responden juga menyatakan minat untuk menerapkannya di rumah masing-masing. Selain dampak lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan kompos sebagai produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya sadar lingkungan sekaligus mendukung ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Pendekatan PDAC di Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar Noor, Frieda Ani; Prastyoningsih, Aris; Safitri, Wahyuningsih; Gita, Anggi Putri Aria
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/waw3sy77

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan dasar perlu terus ditingkatkan kualitas layanannya, salah satunya melalui pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Act). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi petugas kesehatan di Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar, dalam mengimplementasikan PDCA guna menunjang mutu layanan. Kegiatan dilakukan pada Juni 2025 dengan metode pelatihan ceramah, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 57,89 dan post-test meningkat menjadi 87,95. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa pendekatan PDCA sangat relevan dan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis PDCA mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di tingkat pelayanan dasar. Kesimpulannya, penerapan PDCA secara sistematis berpotensi besar dalam mendorong budaya mutu di lingkungan Puskesmas, sehingga perlu direplikasi secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan lainnya.
Penguatan Kebijakan Riset Daerah Berbasis Kearifan Lokal Melalui Naskah Akademik di Kabupaten Tegal Rakhman, Itmam Aulia; Mubarok, Zaki; Falah, Syamsul; Wibowo, Agus; Rakhman, Arif; Khodijah, Khodijah; Dewi, Ria Candra
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y03b5r46

Abstract

Penguatan kebijakan riset daerah berbasis kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) sebagai landasan hukum yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam tata kelola riset daerah. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis kebijakan, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) perlunya penguatan regulasi yang memadukan kearifan lokal dalam perencanaan riset, (2) pentingnya mekanisme pendanaan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi masyarakat, dan (3) sinergi antarlembaga untuk optimalisasi pemanfaatan hasil riset. Naskah akademik yang dihasilkan menjadi dasar penyusunan Raperbup dengan pendekatan berbasis bukti dan berorientasi pada potensi lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal mampu menciptakan kebijakan riset yang inklusif dan berkelanjutan. Dampak jangka panjangnya adalah terwujudnya ekosistem riset yang tidak hanya mendukung pembangunan daerah, tetapi juga melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Tegal.
Peran Rekam Medis Sebagai Pemberi Informasi Kesehatan di Poskesdes Indrasari dan Poskesdes Bincau Qomah, Isti; Wati, Ni Wayan Kurnia Widya; Wardhina, Faizah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c3mxjr33

Abstract

Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi merupakan kondisi positif yang akan sangat mendukung berkembangnya Sistem Informasi Kesehatan. Oleh karenanya, implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan menjadi solusi paling bijak yang harus diambil. Peningkatan pelayanan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kenyamanan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap warga negara dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Tujuan untuk memberikan “Peran Rekam Medis Sebagai Pemberi Informasi Kesehatan di Poskesdes Indrasari dan Poskesdes Bincau”. Untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan. Informasi kesehatan digunakan sebagai masukan pengambilan keputusan dalam setiap proses manajemen kesehatan baik manajemen pelayanan kesehatan, manajemen institusi kesehatan, maupun manajemen program pembangunan kesehatan atau manajemen wilayah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan metode penyuluhan sosialisasi kepada masyarakat tentang peran rekam medis dalam pemberian informasi kesehatan. dari hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Disamping itu, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi kesehatan berdasarkan data rekam medis yang dimiliki oleh pasien.