cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 392 Documents
Edukasi Diagnosis dan Tatalaksana Atresia Bilier Ilham, Darul; Muntadhar, Muntadhar; Subhan, Nanda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kxzwtc19

Abstract

Atresia bilier merupakan kelainan obliteratif progresif pada saluran empedu yang umumnya munculpada masa neonatal dan ditandai oleh ikterus persisten, feses pucat, dan peningkatan bilirubin direct.Insidensi atresianilier bervariasi secara global, dengan angka tertinggi dilaporkan di Asia. Etiologiatresia bilierbersifat multifaktorial, melibatkan interaksi antara faktor genetik, infeksi virus, dangangguan embriogenesis saluran empedu. Secara histopatologi, ditemukan fibrosis portal, proliferasiduktus bilier, dan kolestasis yang progresif hingga sirosis. Deteksi dini sangat krusial, dengan metodeskrining seperti kartu warna feses, pemeriksaan MMP-7, dan ultrasonografi tanda triangular cord.Prosedur Kasai portoenterostomi merupakan terapi utama, namun memiliki keberhasilan yangbergantung pada waktu tindakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai edukasi diagnosis dantatalaksana atresia bilier, meningkatkan pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana atresia bilierpada mahasiswa. Selain itu para peserta mendapatkan bekal pengetahuan yang sangat penting agaranak yang menderita atresia bilier dapat terdiagnosis dengan cepat. Metode yang digunakanpendekatan edukasi dengan pemberian ceramah, diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan ini memberikanpemahaman yang baik kepada para mahasiswa tentang pentingnya diagnosis dan tatalaksana atresiabilier. Saran diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan program kesehatanhepatobilier yang tepat kepada pasien.
Pemberdayaan Keluarga Tentang Toilet Training TerhadapKemandirian Eliminasi Anak PAUD Magdalena, Magdalena; Melly, Melly; Asnaty, Elvina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r2kzc102

Abstract

Toilet training merupakan salah satu tugas utama anak pada usia toddler (anak usia 1-3 tahun).Anak harus mampu mengenali rasa untuk mengeluarkan dan menahan eliminasi serta mampumengkomunikasikan sensasi BAK dan BAK kepada orang tua. Anak usia 1-3 tahun menghadapikonflik antara tuntutan orang tua dengan keinginan dan kemampuan fisik anak. Orang tuamenuntut anak untuk mampu menahan atau mengendalikan keinginan BAB dan BAK, sertamenginginkan anaknya melakukan BAB dan BAK pada tempatnya, sementara anak inginmengeluarkan begitu ingin BAB dan BAK. di Indonesia diperkirakan jumlah anak balita 0-4 tahunyaitu 23.729.583 jiwa. Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 250 juta jiwapenduduk Indonesia. Menurut survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Nasional tahun 2012diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai prasekolahmencapai 75 juta anak. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah Meningkatkan pengetahuankelurga dan kemandirian toilet training pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februaris/d September 2024, khalayak sasaran adalah ibu atau pengasuh berjumlah 30 orang. Hasil yangdidapat dalam kegiatan pengabmas ini adalah pengetahuan keluarga cukup sebelum diberipengetahuan mengenai toilet training sebanyak 19 keluarga (63,33%), pengetahuan keluarga baiksetelah diberi pengetahuan mengenai toilet training sebanyak 27 keluarga (90%), prilaku eliminasianak paud mandiri sebelum diberi pengetahuan kepada keluarga sebanyak 11 orang anak (36,67%),prilaku eliminasi anak paud mandiri setelah diberi pengetahuan kepada keluarga sebanyak 20 oranganak (66,67 %).
SIGAP (Sosialisasi dan Informasi Gawat Preeklamsia): Menekan RisikoPreeklamsia Sejak Dini Retnaningrum, Dwi Norma; Rahmawati, Wenny; Yuliyanik, Yuliyanik
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mqdp0628

Abstract

Preeklampsia menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, khususnya diIndonesia. Kondisi ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai denganpeningkatan tekanan darah dan keberadaan protein dalam urin. Kurangnya pemahaman ibu hamilmengenai gejala dan risiko preeklampsia kerap menyebabkan keterlambatan dalam deteksi danpenanganan, yang pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Sebagai bentukkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil, program pengabdian masyarakatbertajuk SIGAP (Sosialisasi dan Informasi Gawat Preeklampsia) dilaksanakan dengan tujuanutama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap preeklampsia.Program ini mengedepankan pendekatan edukatif melalui kegiatan penyuluhan dan distribusimateri informasi kepada kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan diwilayah intervensi. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok,demonstrasi pemeriksaan tekanan darah secara mandiri, serta pembagian leaflet edukatif. Kegiatanini ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu hamil dan menyusui, kaderposyandu, dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan primer. Evaluasi program dilakukan melaluipre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pesertasetelah mengikuti kegiatan. Skor pengetahuan meningkat signifikan dari 30 ± 10 % menjadi85 ± 8 % (p < 0,001). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen menerapkaninformasi yang diperoleh Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi melaluiprogram SIGAP memiliki potensi yang besar dalam menurunkan risiko preeklampsia dimasyarakat dan turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil di Indonesia.
Perikardiosintesis dan Perikardiektomi pada Efusi Perikardial Tuberkulosis Subhan, Nanda; Alaydrus, Said Qadaru; Razi, Khalikul; Ilham, Darul
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s37apz45

Abstract

Efusi perikardial tuberkulosis (TB-PE) adalah bentuk langka namun serius dari tuberkulosisekstrapulmoner (EPTB) yang menjadi penyebab utama efusi perikardial di wilayah dengan bebanTB tinggi. Tanpa diagnosis yang tepat dan terapi yang cepat, TB-PE dapat menyebabkan kematiandan prognosis yang buruk. Diagnosis dini dan intervensi cepat sangat penting untuk meningkatkanhasil pasien. Metode kami melaporkan kasus seorang bayi perempuan berusia 2 bulan 28 hari yangdirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada 12 Januari 2020. Pasien mengeluhkansesak napas selama satu bulan yang semakin memburuk dalam dua hari terakhir, disertai batukproduktif, demam, dan kesulitan makan. Ayah pasien sedang menjalani pengobatan TB paru aktif.Pemeriksaan fisik menunjukkan retraksi interkostal, suprasternal, dan epigastrium, serta suaracrepitus di dua pertiga bawah paru. Hasil ekokardiografi pada 14 Januari 2020 menunjukkan efusiperikardial masif tanpa tanda tamponade. Berdasarkan skor TB 10 dan riwayat kontak, pasiendidiagnosis dengan TB ekstrapulmoner dan memulai pengobatan anti-tuberkulosis (OAT). Pada 22Januari 2020, dilakukan prosedur subxifoide perikardial window, yang mengalirkan 100 cc cairankekuningan dari rongga perikardial. Pasca-prosedur, saturasi oksigen pasien meningkat dari 92%menjadi 98%. Hasil kasus ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan tuberkulosis sebagaipenyebab efusi perikardial pada pasien pediatrik dengan riwayat kontak TB. Diagnosis dini danperawatan cepat, termasuk perikardiocentesis dan terapi OAT, sangat penting untuk mencegahkomplikasi serius dan meningkatkan prognosis pasien.
Cegah GTM Melalui Peningkatan Kapasitas Ibu Mengolah Bahan Lokal Menjadi Menu Sehat Balita Julianto, Errix Kristian; Abidin, Ahmad Zainal; Ardianti, Ikha; K, Fitria Rizky; A, Niken Yuli; F, Yuzita Nur
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wd1f0n18

Abstract

Fenomena Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada balita menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh keluarga di desa tersebut. Fenomena ini menggambarkan kondisi di mana balita menolak makan, memilih makanan tertentu, atau hanya makan dalam jumlah yang sangat sedikit. Hal ini berisiko menyebabkan masalah malnutrisi pada anak, yang dapat mengganggu tumbuh kembang fisik dan kognitif mereka. GTM pada Balita sering kali dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan makan yang kurang baik. Sehingga pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan ibu-ibu agar mereka mampu memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia untuk membuat makanan yang sehat dan menarik bagi balita mereka. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Pagerwesi Trucuk Bojonegoro oleh ISTeK ICsada Bojonegoro pada 31 ibu yang memiliki anak balita. Metode yang digunakan dengan memberikan pemberdayaan kepada para ibu dengan anak balita berbasis binaan dan pelatihan yang meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan, partisipasi mitra, evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan ini didapatkan terdapat 11 ibu yang masih memiliki pemahaman dalam kategori kurang, 15 ibu dalam kategori cukup, dan 5 ibu dalam kategori baik. Untuk menjaga kesinambungan program ini, dibutuhkan dukungan lanjutan dari pemerintah desa dan mitra agar edukasi gizi dapat diterapkan secara berkelanjutan. Selain itu, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya pola makan sehat bagi tumbuh kembang anak, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Peran Apoteker Dalam Edukasi Obat Untuk Lansia di Desa Belabori Kab. Gowa Awaluddin, Nurhikma; Basir, Nasrawati; Sadsyam, Sriyanty; Awaluddin, Akbar
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c3qm7k08

Abstract

Di Indonesia, populasi usia lanjut terus meningkat seiring dengan tingginya angka harapan hidup. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai lebih dari 26 juta orang. Lansia sering kali menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, termasuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Selain itu, mereka juga cenderung menggunakan beberapa jenis obat secara bersamaan, yang dikenal sebagai polifarmasi. Polifarmasi dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, interaksi antar obat, serta kesalahan penggunaan obat, yang semuanya dapat berdampak negatif pada kesehatan lansia. Dalam konteks ini, peran apoteker menjadi sangat vital. Apoteker memiliki pengetahuan mendalam tentang farmakologi, termasuk mekanisme kerja obat, interaksi obat, dan efek samping yang mungkin terjadi. Dengan pengetahuan ini, apoteker dapat memberikan edukasi yang tepat kepada lansia mengenai cara penggunaan obat yang aman dan efektif. Edukasi ini meliputi informasi mengenai dosis yang benar, waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat, serta tanda-tanda efek samping yang perlu diwaspadai. Selain itu, apoteker juga dapat membantu lansia dalam memahami pentingnya mematuhi regimen pengobatan yang telah ditentukan oleh dokter, sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga merupakan aspek penting dalam pengelolaan kesehatan lansia. Melalui pemeriksaan rutin, masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih awal, sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan. Apoteker dapat berkontribusi dalam hal ini dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan bagaimana cara mengakses layanan kesehatan yang ada. Dengan memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami, apoteker dapat memberdayakan lansia untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait kesehatan mereka.
Implementasi Pembelajaran Bahasa dengan Metode Mind Mapping dan Tpack (Technological Pedagogical Content Knowledge) Pada Siswa SMA Nu Gombengsari Kalipuro Banyuwangi Khoiruman, Muhamad Alfi; Irawan, Doni Hadi; Istiari, Nina Ruly
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4bqk8521

Abstract

Kebutuhan akan inovasi metode pembelajaran bahasa yang mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan retensi siswa, terutama di tengah tantangan pembelajaran konvensional dan keterbatasan fasilitas teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis produk belajar siswa (hasil Mind Mapping). Tujuan kegiatan ini untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas metode Mind Mapping yang terintegrasi dengan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam pembelajaran bahasa pada siswa SMA NU Gombengsari Kalipuro Banyuwangi. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap awal, siswa mengalami sedikit kesulitan adaptasi terhadap Mind Mapping, namun setelah bimbingan dan praktik berulang, mereka mampu memanfaatkan metode ini secara efektif untuk memvisualisasikan dan mengorganisasi materi, seperti terlihat dari peningkatan pemahaman konsep dan retensi kosakata. Integrasi TPACK juga berjalan baik; meskipun fasilitas teknologi terbatas, guru menunjukkan inisiatif tinggi dalam menggunakan proyektor dan aplikasi sederhana untuk memperkaya penyampaian materi, yang membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Respons siswa secara umum sangat positif dan antusias, mereka merasa pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan relevan. Simpulannya, implementasi kombinasi metode Mind Mapping dan TPACK berhasil menciptakan lingkungan belajar bahasa yang lebih dinamis dan efektif, dengan potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut, meskipun perlu peningkatan dukungan infrastruktur teknologi di masa mendatang.
Sosialisasi Keamanan Pangan: Mengenal Kandungan Zat Kimia Berbahaya pada Jajanan di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai Febria, Dessyka; Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Lestari, Rizki Rahmawati; Hardianti, Sri; Ananda, Lusi Septia; Wulandari, Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dgm00m35

Abstract

Kebiasaan jajan pada anak sekolah dasar seperti dua sisi mata uang. Baik dan buruknya berjalan beriringan karena banyak kandungan zat kimia yang digunakan bertentangan dengan tubuh seperti boraks, formalin, MSG dan masih banyak zat-zat yang lain. Dilain sisi, jajanan ini diperlukan sebagai makanan tambahan anak. Keterampilan anak dalam memilih jajanan di sekolah merupakan faktor kritis untuk mendapatkan makanan yang sesuai kebutuhan dan memenuhi syarat Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa kelas 2,3 dan 4 di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai mengenai kandungan zat kimia pada jajanan serta efektivitas edukasi dalam meningkatkan kesadaran mereka. Metode yang digunakan adalah observasi perilaku konsumsi jajanan dan penyuluhan edukasi keamanan pangan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pengetahuan siswa mengenai zat kimia berbahaya masih rendah. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan yang lebih sehat dan aman. Sekolah juga telah menerapkan kebijakan pembatasan jenis jajanan yang dijual untuk mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya. Kesimpulannya, edukasi keamanan pangan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam memilih jajanan yang aman, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari jajanan berbahayaKata kunci: edukasi, makanan jajanan, zat kimia
Training on The Use of Telang Flowers as Food Coloring for Women Who Sell Traditional Foods in Kotagede Setyawati , Herni; Alfakihuddin , Muhammad Lukman Baihaqi; Nurhidayati; Heriani; Hidayani , Wuri Ratna; Oktavera , Rini; Maulidiana , Lina; Diawati , Prety; Nurhayati , Siti; Nirawati , Resy
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9mypw495

Abstract

This community engagement project aimed to empower ten traditional food vendors in Kotagede, Yogyakarta, by training them to utilize butterfly pea (Clitoria ternatea) flowers as natural food coloring. Employing a participatory approach, the training covered health risks of synthetic dyes, the benefits and cultivation of butterfly pea plants, natural dye extraction techniques, and basic product branding. Data were collected through pre- and post-tests, observation, and semi-structured interviews. Results showed a significant increase in participants’ knowledge and practical skills, with post-test scores rising across all indicators. Most participants successfully applied the extract in traditional dishes and reported improved consumer interest due to the natural and visually appealing color. Some began cultivating the plants and branding their products with natural labels. Despite minor challenges regarding shelf life and packaging, the training effectively promoted innovation, health awareness, and entrepreneurship among women food vendors. This program highlights the potential of locally sourced natural ingredients in supporting sustainable, health-conscious food businesses.
Pelatihan Budidaya Jamur Keberuntungan Abadi (JAKABA) Sebagai Pupuk Tanaman di Sekolah Dasar Dharta , Firdaus Yuni; Khalik , Suhartini; Lukma , Hazairin Nikmatul; Khairas , Eri Ester; Widarwati , Estu; Nurhayati , Siti; Wardani , Riastuti Kusuma; Nurdiansyah , Nana Meily; Sari , Ika Purnama
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3y8jxw44

Abstract

This community service project aimed to educate elementary school students on sustainable agriculture through hands-on training in cultivating oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) using JAKABA—a fermented mixture of coconut water and banana stem—as an organic growing medium and fertilizer. The training involved 15 students from grades 4 and 5 at Budi Mulya Elementary School and was conducted over two weeks using participatory and experiential learning methods. Results from pre- and post-training assessments indicated a significant increase in students’ knowledge about organic waste utilization, mushroom cultivation, and the benefits of JAKABA. The students showed high engagement and enthusiasm, with over 90% expressing interest in continuing the practice at home. Mushroom growth success reached 90%, demonstrating the effectiveness of JAKABA as a sustainable medium.The program successfully integrated environmental awareness, scientific learning, and life skills education. It also promoted character development and entrepreneurship among young learners. This initiative serves as a replicable model for environmentally-based learning in elementary education.

Page 11 of 40 | Total Record : 392