cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Penguatan Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Indragiri Hulu Ratna Juwita; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b7bag289

Abstract

Puskesmas Umban Sari merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru yang melaksanakan layanan vaksinasi Covid-19. Dalam layanan vaksinasi Covid- 19 telah melaksanakan sesuai aturan yang ada dengan menerapkan alur layanan 2 meja. Pada pelaksanaan layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi layanan vaksinasi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang mengimplementasian layanan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Umban Sari Kota Pekanbaru Tahun 2022. Hasil kegiatan dari implementasi layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala antara lain belum tercukupinya tenaga kesehatan pada pelaksanaan vaksinasi, belum adanya anggaran khusus yang berasal dari anggaran Puskesmas, sarana dan prasarana puskesmas yang belum mencukupi dan memadai. Penerapan alur vaksin sudah sesuai dengan peraturan yang ada serta pemberian informasi tentang Covid-19 yang baik kepada masyarakat dan adanya inovasi-inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan layanan vaksinasi secara maksimal. Dalam mengatasi kendala yang ada Puskesmas perlu melakukan perbaikan dari segi ketenagaan dengan membuat rencana kebutuhan tenaga yang belum mencukupi, memasukkan anggaran khusus pada anggaran Puskesmas jika terjadi bencana, penyusunan SK Tim yang sesuai dengan keperluan yang ada, mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan renovasi Puskesmas atau memindahkan Puskesmas.
Optimalisasi Aplikasi Mirai Sebagai Media Promosi Kesehatan di RSUD Arifin Achmad Erna Fitriah; Emy Leonita; Dewi Prabu Hayati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3599ak74

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit mengintegrasikan layanan administratif, klinis, dan edukatif berbasis teknologi. RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah mengembangkan aplikasi MIRAI sebagai platform layanan digital, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aspek administratif dan belum mendukung promosi kesehatan. Tujuan menganalisis kebutuhan dan potensi pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI sebagai upaya memperkuat fungsi promotif dan preventif rumah sakit. Metode melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, dan telaah dokumen. Informan dipilih secara purposive dari unsur PKRS, tim teknologi informasi, tenaga kesehatan, dan pengguna aplikasi. Analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa tingginya tingkat penggunaan aplikasi MIRAI belum diimbangi dengan ketersediaan konten edukasi kesehatan digital, lemahnya integrasi PKRS dengan sistem aplikasi, serta keterbatasan kebijakan dan sumber daya pendukung. Potensi pengembangan fitur promosi kesehatan sangat besar mengingat tingginya akses pengguna, kesiapan infrastruktur digital, dan dukungan manajemen rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit menuju Health Promoting Hospital berbasis digital.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks dan kanker Payudara Melalui Program IVA-Sadanis di Puskesmas Tembilahan kota Nora Hesvita Sari; Emy Leonita; Rosdinah Rosdinah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hdepgb51

Abstract

Kanker leher rahim dan kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama pada perempuan, terutama di negara berkembang, akibat rendahnya cakupan deteksi dini. Di Indonesia, capaian pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) masih berada di bawah target nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir. Promosi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi perempuan terhadap layanan deteksi dini kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara (IVA–SADANIS) di Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2025.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan kunci, meliputi kepala puskesmas, penanggung jawab program, petugas promosi kesehatan, kader, serta wanita usia 30–50 tahun. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan dengan analisis situasi, penentuan prioritas masalah, dan fishbone analysis. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya cakupan pemeriksaan IVA–SADANIS dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan sasaran, hambatan sosial budaya, rasa takut dan stigma, belum optimalnya integrasi kegiatan promosi kesehatan, serta keterbatasan sumber daya. Kegiatan promosi kesehatan masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara berkelanjutan dalam pelayanan rutin puskesmas. Penguatan strategi promosi kesehatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, bina suasana, advokasi, dan kemitraan sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi IVA–SADANIS dan memperluas cakupan deteksi dini kanker.
Edukasi Ergonomi Kerja Dalam Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada Petugas Front Office di RS Awal Bros Panam Tahun 2025 Desri Resfita; Kamali Zaman; Siti Rachmayani Emka
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ev2m83

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja administrasi rumah sakit akibat postur kerja statis, penggunaan komputer berkepanjangan, dan desain workstation yang tidak ergonomis. Petugas front office sebagai garda terdepan pelayanan memiliki risiko tinggi mengalami keluhan MSDs yang berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas layanan. Tujuan untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs dari aspek ergonomi kerja pada petugas front office di RS Awal Bros Panam tahun 2025 serta merumuskan rekomendasi pencegahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), observasi ergonomi, dan wawancara pendukung. Hasil menunjukkan bahwa 25,6% responden berada pada tingkat risiko MSDs kategori sedang, dengan keluhan dominan pada leher bagian bawah, bahu, punggung, dan pinggang. Faktor penyebab utama meliputi postur kerja tidak ergonomis, durasi duduk lama, keterbatasan micro-break, serta ketidaksesuaian kursi dan workstation dengan antropometri pekerja. Kesimpulan bahwa keluhan MSDs pada petugas front office masih signifikan dan memerlukan intervensi ergonomi komprehensif melalui edukasi ergonomi, penyesuaian workstation, penerapan micro-break, serta monitoring berkala untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kinerja pekerja.
Penguatan edukasi Gizi Dan Pemantauan Status Gizi Sebagai upaya Pencegahan Wasting pada Anak Sekolah Dasar Wulan Puspita Ramadhani; Mitra Mitra; Melly Susanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s3y8ay50

Abstract

Masalah wasting pada anak sekolah dasar masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius dan berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Data penjaringan kesehatan anak sekolah di Kota Pekanbaru menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan prevalensi wasting pada periode 2023–2025 yang belum diimbangi dengan tindak lanjut program yang optimal. Penelitian residensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan prevalensi wasting pada anak sekolah dasar berdasarkan data Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah (PKAS) di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta menganalisis permasalahan dan alternatif pemecahannya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pemanfaatan data sekunder laporan PKAS dari 21 Puskesmas dan data primer melalui observasi serta wawancara mendalam dengan penanggung jawab program UKS. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), sedangkan analisis akar penyebab menggunakan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi wasting pada anak sekolah dasar mengalami peningkatan, terutama dipengaruhi oleh lemahnya tindak lanjut hasil penjaringan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan data, serta belum adanya standar operasional prosedur penanganan wasting berbasis sekolah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan wasting pada anak sekolah dasar memerlukan penguatan sistem UKS, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan guru, serta pemanfaatan data skrining secara berkelanjutan sebagai dasar intervensi gizi yang terintegrasi.
Edukasi dan Pelatihan Pencegahan Needle Stick Injury Bagi Tenaga Laboratorium di Klinik X Donny Alfianda Putra; Kamali Zaman; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4m9y3435

Abstract

Insiden needle stick injury (NSI) merupakan salah satu risiko utama keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium klinik karena berpotensi menularkan patogen yang ditularkan melalui darah. Laboratorium Klinik X sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan aktivitas pengambilan dan pengelolaan sampel biologis memiliki potensi terjadinya NSI yang perlu dikendalikan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi penerapan sistem manajemen K3 dalam pencegahan NSI di Laboratorium Klinik X. Metode yang digunakan adalah kegiatan residensi dengan pendekatan observasional kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, yang dianalisis menggunakan pendekatan manajemen risiko berbasis ISO 45001, diagram fishbone, dan metode USG (urgency, seriousness, growth). Hasil menunjukkan bahwa risiko NSI dipengaruhi oleh faktor manusia, metode kerja, peralatan, lingkungan, dan sistem manajemen, dengan prioritas utama permasalahan pada sistem pelaporan dan dokumentasi insiden yang belum terintegrasi, serta penerapan SOP yang belum konsisten. Meskipun fasilitas K3 dan standar operasional telah tersedia, pengendalian risiko belum berjalan optimal secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen risiko K3, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perbaikan sistem pelaporan insiden berbasis standar ISO 45001 diperlukan untuk menurunkan risiko NSI dan meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium klinik.
Pemberdayaan UKS dalam Pencegahan Tuberkulosis Berbasis PHBS di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Ernirita Ernirita; Erwan Setiyono; Rully Mujiastuti; Awaliah Awaliah; Eni Widiastuti; Idriani Idriani; Masmun Zuryati; Khalnaya Shira Sakiba; Salwa Dwi Anindita Laksmi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/egyfzw98

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anak usia sekolah termasuk kelompok rentan karena sering berinteraksi di lingkungan padat dan tertutup seperti ruang kelas. Sekolah sebagai tempat pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu wadah berperan penting adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Melalui pemberdayaan UKS, sekolah dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan tindakan preventif siswa terhadap penularan TB, seperti etika batuk yang benar, menjaga ventilasi kelas, serta deteksi dini gejala TB. UKS merupakan implementasi sekolah sehat atau Health Promoting School (HPS) bertujuan memobilisasi serta meningkatkan kampanye dan pendidikan kesehatan baik pada tingkat lokal, regional, nasional, maupun global sebagai lingkungan yang sehat”tim pengabdi dari perguruan tinggi bersama pihak mitra SMP Muhammadiyah 36 Jakarta dan Puskesmas setempat telah melakukan identifikasi kebutuhan dan analisis situasi melalui wawancara, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD),disepakati permasalahan prioritas yang akan ditangani adalah rendahnya kapasitas dan peran UKS dalam upaya pencegahan Tuberkulosis berbasis PHBS di sekolah. Metode diterapkan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action Approach). Urgensi Pengabdian Masyarakat: Meningkatkan pengetahuan siswa dan guru tentang TBC dan PHBS melalui kegiatan edukasi interaktif, Hasil: Pengetahuan sebelum Edukasi 77% baik dan sesudah Edukasi pengetahuan baik menjadi 95,3%, Perilaku sebelum pemberian materi PHBS dan Tuberkulosis 53,7% baik setelah pemberian materi meningkat menjadi 55,4%. Kesimpulan terdapat peningkatan, pengetahuan dan perilaku Siswa dalam Upaya pencegahan tuberkulosis berbasis PHBS di sekolah.  
Edukasi Pencegahan Infeksi Masa Nifas Melalui Model Postpartum Mother Center Care (PMCC) Siti Halimah; Erika Erika; Tentya Indah Masfufa; Diana Rifka Yulia Wahyuni
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s64ntj30

Abstract

Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kejadian infeksi pada masa nifas. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu seputar nifas dan menyusui, kurangnya dukungan dari suami dan keluarga serta kurang optimalnya dukungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Postpartum Mother Center Care (PMCC) merupakan suatu model asuhan inovatif yang diberikan pada masa nifas yang terdiri dari tiga elemen penting yakni Edukasi Kesehatan, Dukungan Suami dan atau Keluarga, serta Dukungan dari Tenaga Kesehatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait model asuhan PMCC yang bisa dijadikan sebagai upaya mencegah dan menekan terjadinya infeksi pada masa nifas. Metode pengabdian ini dilakukan pada 20 ibu nifas yang berada dilingkungan PMB Rosita Kota Pekanbaru dan didapatkan hasil 17 ibu nifas (85%) menyatakan sangat bermanfaat sebagai pencegahan kejadian infeksi pada masa nifas dan 3 ibu nifas lagi (15%) menyatakan bermanfaat saja. Hasil tersebut diharapkan model asuhan nifas PMCC ini dapat dijadikan sebagai model asuhan yang diterapkan pada masa nifas untuk mencegah dan menekan angka kejadian infeksi pada masa nifas
Sinergi Edukasi Komunikasi Asertif, Kesehatan Mental, dan Pencegahan Penyakit Eki Pratidina; Diana Ulfah; Wini Resna Novianti; Asep Aep Indarna; Rosniawati Sri Lestari; Herdy Putra Pratama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c2zyyk25

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya komunikasi asertif, meningkatnya stres dan kesepian pada lansia, serta kurangnya edukasi pencegahan penyakit tidak menular di lingkungan Sekolah Lansia Mulus Rahayu Bahagia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penguatan komunikasi keluarga, dukungan psikososial, dan perilaku hidup bersih dan sehat berbasis komunitas. Sasaran kegiatan meliputi 40 lansia, 10 anggota keluarga, dan 8 kader kesehatan. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui koordinasi mitra, penyusunan modul, edukasi interaktif, roleplay, diskusi, permainan edukatif, pelatihan kader, serta pendampingan selama satu bulan di aula Sekolah Lansia. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 35% pada aspek komunikasi asertif dan 28% pada aspek PHBS serta pencegahan penyakit tidak menular. Selain itu, terjadi perubahan perilaku berupa komunikasi keluarga yang lebih terbuka, peningkatan kesadaran pemeriksaan kesehatan, serta meningkatnya kepercayaan diri kader dalam memfasilitasi edukasi lansia. Program ini juga membentuk jejaring kolaboratif antara lansia, keluarga, kader, dan tim perguruan tinggi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia berbasis keluarga efektif mendukung promosi kesehatan komunitas dan berpotensi direplikasi sebagai model Desa Ramah Lansia.
Optimalisasi Kesehatan Lansia Melalui Integrasi Senam Low-Impact dan Edukasi Gizi di Desa Pon Esi Emilia; Eva Faridah; Zulfa Nur Hanifa; La Hanu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gtgmhn20

Abstract

Proses penuaan pada lansia menyebabkan penurunan fungsi fisiologis secara progresif yang sering kali disertai dengan pola hidup sedenter dan asupan gizi yang tidak seimbang. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan penurunan kualitas hidup di masa senja. Posyandu lansia menjadi wadah strategis untuk melakukan intervensi kesehatan melalui aktivitas fisik yang aman dan edukasi gizi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia melalui integrasi senam low-impact dan edukasi gizi fungsional di Desa Pon. Program ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2026 bertempat di Posyandu Desa Pon dengan melibatkan 54 orang lansia. Metode yang digunakan meliputi edukasi kebutuhan gizi spesifik lansia serta praktik senam aerobic low-impact untuk menjaga kebugaran jantung dan kelenturan sendi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan mengenai pola hidup sehat, dengan kenaikan rata-rata skor dari 65 poin menjadi 88 poin. Implementasi program ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan holistik yang melibatkan aktivitas fisik dan edukasi nutrisi, dapat tercipta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lansia secara berkelanjutan.