cover
Contact Name
Cevi Mochamad Taufik
Contact Email
cevimochamadtaufik@ukri.ac.id
Phone
+6281395311103
Journal Mail Official
cevimochamadtaufik@ukri.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Halimun No 37 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 30323096     DOI : -
JKRI adalah jurnal multidisiplin. Memuat semua hasil penelitian, kajian, dan pemikiran dengan multiperspektif namun dalam konteks kebangsaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
PENERAPAN NATURAL LANGUAGE PROCESSING UNTUK ANALISIS SENTIMEN TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH Abdurrohim, Iim; Rahman, Alkautsar
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja yang dikeluarkan pemerintah dengan menggunakan pendekatan Natural Language Processing (NLP). Metode yang digunakan adalah analisis sentimen pada 75.000 komentar online dari berbagai platform seperti media sosial, forum diskusi, dan situs berita menggunakan model Recurrent Neural Network (RNN) dengan arsitektur LSTM. Hasil analisis menunjukkan 51% komentar mengandung sentimen negatif, 29% netral, dan 20% positif yang mengindikasikan adanya resistensi dan kontroversi cukup besar terhadap kebijakan tersebut. Melalui Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA), ditemukan aspek kepentingan pekerja/buruh (79% negatif) dan lingkungan hidup (67% negatif) menjadi sorotan utama kekhawatiran masyarakat, sementara aspek investasi (48% positif) dianggap manfaat utama kebijakan ini. Analisis jaringan kata juga mengungkapkan kata kunci seperti "buruh", "lingkungan", "deregulasi", dan "investasi" yang dominan. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan komunikasi dan sosialisasi dari pemerintah terkait manfaat Omnibus Law, terutama perlindungan buruh dan lingkungan hidup, serta pelibatan masukan pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi turunan.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PENERANGAN HUKUM (PENKUM) HUMAS KEJAKSAAN TINGGI BANTEN BAGI GENERASI BANGSA Muhtadi, Adi; Yusanto, Yoki; Nesia, Andin
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghadapi tingginya angka kriminalitas di kalangan siswa, Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Banten menggunakan manajemen Penkum (Penerangan Hukum) sebagai upaya menurunkan tingkat kejadian. Melalui pendekatan holistik dengan pola pemberian pemahaman hukum yang akurat dan efektif kepada generasi muda, terutama pencegahan tindak  bullying dan tawuran. Pendekatan ini mencerminkan komitmen serius lembaga terhadap penyuluhan hukum yang berkelanjutan dan relevan dengan karakteristik generasi Z. Relevam dengan itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan manajemen Humas. Penelitian menunjukkan Kejati Banten mengadopsi pendekatan holistik dalam manajemen komunikasi penerangan hukum, dimulai dengan fact finding yang melibatkan pencarian data pelanggaran hukum dari berbagai sumber. Proses planning melibatkan formulasi manajemen berdasarkan data yang ditemukan, termasuk pemetaan sekolah, penentuan wilayah, dan perencanaan anggaran yang matang. Tahap communicating melibatkan kegiatan sosialisasi teratur dengan melibatkan berbagai pihak, dan menggunakan narasumber yang sesuai dengan karakteristik generasi Z. Evaluasi terintegrasi sebagai bagian penting dari manajemen, dengan pemantauan efektivitas dan efisiensi kegiatan, serta penyesuaian berdasarkan hambatan yang diidentifikasi. Keseluruhan pendekatan ini bertujuan untuk mencegah tindak kejahatan, terutama bully dan tawuran, dengan fokus pemahaman masyarakat pada kepastian dan kontribusi hukum dalam menciptakan ketertiban.  
TARI TOPENG KACIREBONAN TRADISI KESENIAN BANGSA YANG HARUS DILESTARIKAN Ghassani, Rizqi; Raditiyanto, Satria; Purwadi
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari topeng kacirebonan adalah salah satu peninggalan tradisi kebudayaan nenek moyang kita semenjak abad ke 12 di era kerajaan Majapahit, Pada saat tersebut tari topeng mulai diperkenalkan kepada keluarga kerajaan-kerajaan di daerah Majapahit dan sampai ke Demak. Dari Demak tarian ini terbawa bersama penyebaran pengaruh politik Demak. Demak yang pesisir ini memperluas pengaruh kekuasaan dan Islamisasinya di seluruh daerah pesisir Jawa, yang ke arah barat sampai di Keraton Cirebon dan Keraton Banten. Inilah sebabnya berita-berita Belanda menyebutkan keberadaan tarian in di Istana Banten. Banten dan Cirebon, sedikit banyak membawa kebudayaan Jawa-Demak, terbukti dari penggunaan bahasa Jawa lamanya. Tari topeng Cirebon mengundang tanda tanya akibat daya pesonanya yang tinggi, tidak saja di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Tari Panji, yang merupakan tarian pertama dalam rangkaian Topeng Cirebon, adalah sebuah misterium. Sampai sekarang belum ada koreografer Indonesia yang mampu menciptakan tarian serupa untuk menandinginya. Penulis dalam artikel kebudayaan ini membatasi metode penelitian artikel ini dalam kajian teori kebudayaan analisis Text berdasarkan teori kebudayaan Prof. Mudjahirin Thohir dan permasalahannya tentang seputar pencarian makna dari simbol pada tari kacirebonan dengan menggunakan teori yang terkait serta bagaimana symbol-symbol itu di narasikan secara empiris terbatas pada tari topeng Cirebon. Kata kunci: Tari Topeng Kacirebonan, Kajian Teori Kebudayaan Analisis Text, Makna symbol.
MENGEMBALIKAN CITRA SEBAGAI BANGSA BESAR MELALUI PENGUATAN KARAKTER KEBANGSAAN Taufik, Cevi M; Suparyogi, Dudi
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jiwa keindonesiaan yang kuat tidak akan menggoyahkan jati diri sebagai sebuah bangsa. Betapapun suasananya, walau di tengah derasnya terpaan anasir-anasir asing, namun tetap kokoh berdiri tanpa tergoda untuk mengubah karakter dengan menjadi subdomain dari bangsa asing atau setidaknya menempatkannya sebagai prioritas utama dalam berperilaku. Basis nilai dan tradisi luhur bangsa ini dapat dijadikan sebagai acuan yang menjadi penopang untuk mewujudkan karakter yang menjadi ciri hakiki. Begitpun fundamental bangsa harus digerakan untuk memenuhi berbagai aspek pemenuhan kebanggaan dengan salah satunya mengungkap keunggulan yang diraih berbagai elemen bangsa dengan menghidupkan nilai-nilai kebangsaan. Berdasarkan kondisi tersebut penelitian ini ditujukan untuk mengungkap berbagai segi yang dapat membangun kesadaran kebangsaan agar menjadi sebuah keunggulan kompetitif dan memberikan kebanggaan kepada seluruh warga bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis kepustakaan berdasarkan pada dokumen-dokumen yang tersebar secara luas terutama yang beredar di jaringan online. Hasilnya menunjukkan, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi prioritas dan menjadi landasan filosofis hidup yang mendasari kiprah keseharian warga bangsa.
PENGGUNAAN ISTILAH ASING VERSUS KEBANGGAAN PADA BAHASA NASIONAL Haryani, Heni
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many foreign terms are found scattered in society where the society is still traditional. Especially the use of foreign terms taken from English which for some people are not very familiar to the public. These terms are scattered around and are used to label shops, cafes or stalls that provide local products to local consumers. It can be understood that the use of this term indicates the name of the trading activity or business activity carried out as an identity that shows the brand of the activity. This method is used as an effort to show that the stall or shop has its own class. There is pride for its users even though they actually show distrust and respect for their own language. Based on this reality, this study aims to clearly reveal the use of foreign terms used by local business people. The method used is descriptive qualitative to understand the issues that are the subject and object of the study. The results show that the use of foreign terms represents the social class of the users who come from the upper class with a fairly high economic and educational level.
MITOLOGI PERILAKU SELF-HARM DALAM NASKAH TEATER HANUM “LUKA ADALAH REDA” Gumilang, Fajar Surya; Suminar, Erna
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i1.3421

Abstract

Perilaku self harm merupakan perilaku yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia atau bahkan di dunia, hal tersebut mengundang stigma negatif dari masyarakat kepada semua orang yang melakukan perilaku self harm. Dalam naskah teater Hanum “Luka adalah Reda” karya Dado Tisna menggambarkan sudut pandang yang berbeda yang menjelaskan kenapa self harm dilakukan dan apa yang menyebabkan individu melakukan perilaku self harm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku self harm dalam naskah Hanum “Luka adalah Reda”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi dan mitos untuk melihat tanda perilaku tokoh melakukan self harm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku self harm yang dilakukan tokoh yaitu memukul-mukul kepalanya dengan tangannya, menggigit lengannya dan menyayat kulit lengannya dengan benda tajam. Perilaku self harm yang dilakukan oleh tokoh Hanum merupakan bentuk pelampiasan dari semua emosi negatif yang terdapat dalam dirinya. Perilaku self harm tokoh Hanum menggambarkan realitas kehidupan nyata, bahwa banyak individu yang memilih melakukan perilaku self harm sebagai pelarian untuk meredakan semua emosi yang terdapat didalam dirinya.
PENGUATAN BANGSA MELALUI PERANCANGAN SIMULATOR ALTERNATING CURRENT GENERATOR (ACG) STARTER MOTOR MATIC INJECTION DALAM PENGAJARAN Suparyogi, Dudi; Gumilar, Samsi
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i1.3542

Abstract

Sistem starter yang terdapat di motor starter merupakan bagian dari kendaraan yang gunanya memberikan putaran awal untuk mesin agar bisa berjalan. Setelah memutar flywheel maka mesin akan bekerja melalui siklus pembakaran dari ruang bahan bakar. Pada jenis elektrik starter ini, baru-baru ini honda motor mengeluarkan jenis Alternating Current Generator (ACG) starter yang diterapkan pada motor honda. Alternating Current Generator (ACG) starter adalah starter halus karena tidak menggunakan dinamo untuk menggerakkan gigi ke gigi sehingga mesin terdengar lebih halus pada saat menyalakannya. Sehubungan Alternating Current Generator (ACG) starter ini merupakan teknologi terbaru honda sehingga belum banyak dipahami banyak orang, maka dari itu penulis bermasud ingin merancang dan membuat simulator Alternating Current Generator (ACG) starter ini sebagai alat pembelajaran atau alat pratek di bangku SMK maupun di perguruan tinggi, sehingga siswa/ mahasiswa bisa mengamati, memahami dan mengerti dari kontruksi dan cara kerjanya serta pengetesan simulator Alternating Current Generator (ACG) starter tersebut.
NASIONALISME-KEDAULATAN DALAM VISI PRESIDEN KE-1 SOEKARNO DAN PRESIDEN KE-8 PRABOWO SUBIANTO Sabarudin, Didin
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i1.3543

Abstract

Nationalism and sovereignty are two words that are always attached to two figures of Indonesian national leaders, namely the 1st President Soekarno and the 8th President Prabowo Subianto. The nationalism and sovereignty echoed by the two Presidents are based on the empirical objective conditions faced by the Indonesian nation in the form of nationale geest (national spirit), nationale will (national will), and nationale daad (national action). Soekarno implemented nationalism and sovereignty based on the trisakti philosophy transformed by Prabowo Subianto during his administration with the symbol "Indonesia first, make Indonesia great again" as the identity of the internal sovereignty project and external sovereignty: "Si Vis Pacem Para Bellum and I want to be your friend, I want to be your partner, but I can not be your peon". This study captures and elaborates nationalism-sovereignty of Soekarno and Prabowo Subianto through a study of documentation literature. The historical method with a qualitative approach is used to interpret the implementation of nationalism-sovereignty through the vision of Soekarno and Prabowo Subianto. The results of the study show that nationalism and sovereignty are the characteristics of national ideology as well as legitimate identity in Soekarno and Prabowo Subianto so that they received international recognition in the form of the 20th century Memory of the World for Soekarno's Speech before the UN General Assembly in 1961 for Soekarno and Prabowo Subianto including one of the most influential Muslim figures in the world in 2023
REPRESENTASI KOMUNIKASI TRANSENDENTAL PADA KEGIATAN RITUAL PEMBUATAN GERABAH SITIWINANGUN DI DESA SITIWINANGUN CIREBON Bintang, Gilang; Ghassani, Rizki; Raditiyanto, Satria
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i1.3555

Abstract

Abstract: Sitiwinangun Cirebon Pottery or Sitiwinangun traditional pottery has a unique pottery craft product that has been started since prehistoric times until now. The people of Sitiwinangun village until now still believe that a ritual process is still needed for the Karuhun or their ancestors. The process of giving offerings to the spirits of the ancestors before making this Sitiwinangun Cirebon Pottery from prehistoric times until now is still very thick with animistic ritual processes. The motifs and uniqueness of Sitiwinangun pottery are indeed liked by many art lovers in Indonesia and several countries worldwide. So it is not surprising that after the ritual process is carried out before making pottery, the people of Sitiwinangun village strongly believe that the ritual must still be carried out so that the quality and aesthetics of their pottery work are of better quality. Based on the facts, antique and artistic souvenir collectors still widely hunted this pottery artwork. In the life of the Sitiwinangun village community. It is said that to produce an extraordinary quality of work, several rituals must be carried out. The author tries to analyze a Communication Science study using the study of Transcendental Communication Representation in the ritual activities of making Sitiwinangun Pottery in Sitiwinangun Village, Cirebon. Abstrak: Gerabah Sitiwinangun Cirebon atau Sitiwinangun gerabah tradisional mempunyai keunikan hasil kerajinan gerabah yang sudah dimulai sejak zaman prasejarah sampai sekarang. Masyarakat desa Sitiwinangun sampai saat ini masih percaya bahwa masih diperlukan suatu proses ritual kepada para Karuhun atau para leluhur mereka. Pada faktanya proses memberikan sesajen kepada arwah para leluhur sebelum membuat Gerabah Sitiwinangun Cirebon ini semenjak zaman prasejarah sampai dengan sekarang masih sangat kental dilaksanakan proses ritual yang bersifat animisme. Motive dan keunikan gerabah khas Sitiwinangun memang disukai banyak pecinta seni di Indonesia maupun di beberapa negara-negara di dunia ini. Maka tak heran setelah dilaksanakan proses ritual sebelum membuat gerabah masyarakat desa Sitiwinangun mereka sangat percaya bahwa pelaksanaan ritual masih harus tetap dilaksanakan agar kualitas dan estetika hasil karya gerabah mereka menjadi lebih baik kualitasnya. Berdasarkan fakta, karya seni gerabah ini sampai saat ini masih banyak diburu oleh para kolektor suvenir antik dan artistik. Dalam kehidupan masyarakat desa Sitiwinangun. Konon, untuk menghasilkan suatu kualitas karya yang luar biasa, ada beberapa ritual yang harus dijalani. Penulis mencoba menganalisa suatu penelitian Ilmu komunikasi dengan menggunakan kajian Representasi Komunikasi Transendental pada kegiatan ritual pembuatan Gerabah Sitiwinangun di Desa Sitiwinangun, Cirebon.
BAHASA KEBANGSAAN DALAM LINGKUP PERGAULAN BANGSA-BANGSA Dewi, Mutiara Indah Nirmala
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi 3
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v2i1.3558

Abstract

Dynamic languages ​​follow a cycle that continues to develop. In the process, assimilation occurs which involves various language elements originating from local or foreign absorption in every language in the world. Including Indonesian, sometimes in its use it is assimilated with terms taken from foreign languages. This especially appears in informal spaces. Elements of foreign absorption, both from English and other foreign languages, color the course of people's language behavior. Another space that provides flexibility for seeding foreign absorption is in the media. Therefore, in this regard, the research aims to determine the process of absorption of local languages ​​into national languages. Meanwhile, the approach used is qualitative with a documentation study method. The research results show that the element of local absorption occurs because of the large number of media users in the wider community presented in the digital world. Absorption of foreign language elements is considered to improve social status because it can be interpreted as progress.