cover
Contact Name
Arnawan Hasibuan
Contact Email
arnawan@unimal.ac.id
Phone
+628126448121
Journal Mail Official
editor@dikara.org
Editorial Address
Lhokseumawe, Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara
Published by Dikara Institute
ISSN : -     EISSN : 28283481     DOI : -
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara ISSN 2828-3481 (Online) merupakan jurnal pengabdian dosen untuk mempublikasikan hasil tridharma perguruan tinggi berupa artikel pengabdian. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara terbit 3 kali setahun, setiap April, Agustus dan Desember. Naskah yang disubmit harus ditulis dengan format template dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, setiap naskah yang masuk harus bebas plagiasi dan merupakan karya sendiri yang belum diterbitkan di jurnal manapun. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara menerima naskah dalam bidang multidisiplin mencakup ilmu sosial, sains, teknik, ekonomi, dan humaniora. Naskah yang disubmit harus menggunakan format template jurnal dan memenuhi kaidah Author Guidelines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 165 Documents
Pendampingan Penyusunan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Costing untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Azhar Azhar; Khairina Khairina; T. Edyansyah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam menentukan harga jual produk karena belum mampu menyusun Harga Pokok Produksi (HPP) secara tepat. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaku UMKM di Gampong Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang umumnya masih menentukan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa memperhitungkan seluruh komponen biaya produksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam menyusun Harga Pokok Produksi menggunakan metode Full Costing sebagai dasar penetapan harga jual yang lebih akurat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang meliputi observasi awal, identifikasi permasalahan, penyampaian materi, praktik penyusunan HPP, simulasi penentuan harga jual, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep biaya produksi, mengidentifikasi komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead, serta menyusun format Harga Pokok Produksi sesuai karakteristik usahanya. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penerapan metode Full Costing dalam menentukan harga jual yang lebih rasional dan kompetitif. Pendampingan ini juga meningkatkan kesiapan pelaku UMKM untuk menerapkan pencatatan biaya produksi secara lebih sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Program pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas manajerial pelaku UMKM sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan biaya, ketepatan penetapan harga jual, dan daya saing usaha secara berkelanjutan.
Penguatan Tata Kelola dan Transparansi Keuangan pada Koperasi Merah Putih Melalui Pendampingan Penyusunan SOP dan Pelaporan Keuangan Hilmi Hilmi; Wahyuddin Wahyuddin; Sri Mulyati; Muammar Khadafi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan kelembagaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Namun, dalam implementasinya masih dijumpai berbagai kendala, antara lain belum tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan keuangan, sistem pencatatan transaksi yang belum terstandarisasi, serta keterbatasan kemampuan pengurus dalam menyusun laporan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi keuangan pada Koperasi Merah Putih di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe melalui pendampingan penyusunan SOP dan pelaporan keuangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang meliputi tahap observasi, identifikasi permasalahan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengurus mengenai prinsip tata kelola koperasi, transparansi keuangan, penyusunan SOP, serta penyusunan laporan keuangan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumen SOP pengelolaan keuangan, format pencatatan transaksi, dan format pelaporan keuangan yang dapat digunakan sebagai pedoman operasional koperasi. Pendampingan yang dilakukan memberikan manfaat dalam meningkatkan kapasitas pengurus, memperkuat sistem administrasi dan pengendalian internal, serta mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi pada Koperasi Merah Putih di wilayah lain untuk mendukung keberlanjutan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Konten Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM Fuadi Fuadi; Rahmaniar Rahmaniar; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran produk, sehingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang efektif. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Gampong Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun konten pemasaran digital yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dalam membuat konten pemasaran digital guna mendukung peningkatan penjualan produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis praktik (learning by doing) yang dipadukan dengan pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi awal, identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi, praktik pembuatan konten menggunakan aplikasi Canva, pelatihan teknik fotografi produk dengan telepon pintar, penyusunan caption pemasaran, simulasi publikasi konten pada media sosial, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep pemasaran digital, teknik fotografi produk, desain konten promosi, penulisan caption yang persuasif, serta strategi publikasi konten. Selain itu, setiap peserta berhasil menghasilkan minimal satu konten pemasaran digital yang siap dipublikasikan sebagai media promosi usahanya. Pendekatan pelatihan berbasis praktik memberikan pengalaman langsung kepada peserta sehingga mampu meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan konten promosi yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik konsumen digital. Program ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital UMKM melalui penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif, sehingga mampu meningkatkan visibilitas produk, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong peningkatan penjualan secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Magic School AI untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran di Sekolah Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe Raihan Putri; Rosdiana Rosdiana; Annisa Tishana; Fikri Hasfita; Muthmainnah Muthmainnah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi di berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang berkembang pesat saat ini adalah Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mulai dimanfaatkan untuk mendukung efektivitas proses pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan platform Magic School AI kepada para guru di Sekolah Kuttab Al Firdaus sebagai media inovatif dalam penyusunan materi, pengembangan media pembelajaran, serta pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Dosen Teknik Universitas Malikussaleh pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Aula Utama Kuttab Al Firdaus Pilar Peradaban selama e jam, mulai pukul 09.00–11.00 WIB. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif yang dipadukan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Setelah pembukaan oleh Kepala Kuttab, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demonstrasi penggunaan fitur-fitur Magic School AI. Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memahami pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat AI dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan kurikulum, pengembangan modul pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan minat guru untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis animasi serta harapan agar pelatihan lanjutan mengenai penggunaan Magic School AI dapat dilaksanakan secara lebih mendalam pada kegiatan berikutnya.
Pelatihan Pembuatan LKPD untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dalam Materi Aljabar Rohantizani Rohantizani; Nuraina Nuraina; Henni Fitriani; Nuraini Fatmi; Suwanto Suwanto
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Kompetensi ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan soal, tetapi juga mencakup kemampuan memahami masalah, merancang strategi penyelesaian, melaksanakan strategi secara sistematis, serta melakukan refleksi dan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh. Namun, berbagai hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, khususnya pada materi aljabar, masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah penggunaan bahan ajar yang belum dirancang untuk menstimulasi proses berpikir tingkat tinggi siswa. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang digunakan di sekolah umumnya masih bersifat prosedural dan berorientasi pada latihan rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang LKPD berbasis pemecahan masalah matematis pada materi aljabar. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyampaian materi konseptual, praktik penyusunan LKPD, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun LKPD yang kontekstual, sistematis, dan berorientasi pada proses berpikir siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika serta pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara berkelanjutan.
Pelatihan Penulisan Artikel Systematic Literature Review (SLR) bagi Mahasiswa di Lingkungan FKIP Universitas Malikussaleh Iryana Muhammad; M Muliana; R Rohantizani; N Nuraina; Hayatun Nufus; M Mursalin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penulisan artikel Systematic Literature Review (SLR) merupakan kegiatan akademik yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah berbasis kajian literatur secara sistematis dan terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh. Pelatihan dirancang melalui kombinasi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung dalam mencari serta menulis artikel SLR. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar SLR, tahapan penyusunan SLR, teknik pencarian artikel ilmiah, proses seleksi dan evaluasi artikel, serta teknik sintesis dan penulisan hasil kajian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep SLR dan kemampuan awal dalam menyusun kerangka artikel SLR. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan akademik sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa, khususnya dalam bidang pendidikan matematika.
Optimalisasi Penggunaan Claude AI dalam Merancang Modul Ajar Bagi Guru Sekolah Kejuruan M Mursalin; Ferri Safriwardy; M Muliana; Iryana Muhammad; Muhammad Ali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan modul ajar merupakan salah satu tugas pedagogis yang paling menyita waktu bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru SMK dituntut menghasilkan modul ajar yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran kejuruan, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sementara beban administratif dan jam mengajar yang tinggi membatasi ruang untuk berinovasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan generatif Claude AI sebagai asisten perancangan modul ajar bagi guru SMK. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan analisis kebutuhan, pelatihan konseptual mengenai literasi kecerdasan buatan dan etika penggunaannya, lokakarya praktik penyusunan prompt terstruktur serta pengembangan modul ajar berbantuan Claude AI, dan tahap evaluasi serta pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang guru produktif dan guru adaptif dari beberapa SMK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kecerdasan buatan generatif dari 20% menjadi 90%, peningkatan keterampilan menyusun prompt terstruktur, serta penurunan rata-rata waktu penyusunan satu modul ajar dari sekitar delapan jam menjadi sekitar dua setengah jam. Modul ajar yang dihasilkan memiliki kelengkapan komponen yang lebih baik, diferensiasi pembelajaran yang lebih jelas, dan asesmen yang lebih terukur. Kegiatan ini menegaskan bahwa Claude AI efektif diposisikan sebagai mitra berpikir (co-pilot) guru, bukan pengganti peran profesional guru, sepanjang disertai verifikasi substansi, kontekstualisasi kejuruan, dan kepatuhan pada etika akademik.
Optimalisasi Aplikasi Digital sebagai Media Pemberdayaan Siswa dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ratna Unaida; M Mursalin; Mutia Fonna; H Hidayatsyah; Nur Elisyah; S Setiawan
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan aplikasi digital dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bidang pendidikan berkembang pesat, namun hasilnya masih tersebar dalam laporan-laporan kegiatan yang berdiri sendiri sehingga sulit dijadikan rujukan praktik terbaik. Artikel ini bertujuan menyintesis hasil berbagai kegiatan pengabdian yang mengoptimalkan aplikasi digital sebagai media pemberdayaan siswa untuk meningkatkan pemahaman materi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sederhana (simple literature review) terhadap 32 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang dipublikasikan pada rentang 2019–2025, dengan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Canva, Quizizz, Google Classroom, GeoGebra, Kahoot!, Wordwall, Liveworksheets, dan Articulate Storyline. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata pemahaman materi peserta dari 39,4% menjadi 82,9% atau meningkat 43,5 poin persentase, serta pola peningkatan yang konsisten pada setiap tahap kegiatan mulai pra-kegiatan hingga pendampingan lanjutan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi pendampingan berkelanjutan, penempatan siswa sebagai produsen konten, keterkaitan materi dengan konteks nyata, dan dukungan sekolah; sedangkan kendala dominan berupa keterbatasan perangkat dan koneksi internet serta kesenjangan literasi digital. Kajian ini merekomendasikan model pengabdian berbasis pemberdayaan siswa yang memadukan pelatihan teknis, produksi karya digital, dan evaluasi bertahap.
Penguatan Kompetensi Komunikasi Guru dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Ajar bagi Siswa Sekolah Kejuruan Muhammad Ali; M Mursalin; N Nuraina; Hayatun Nufus; R Rohantizani; Desi Amita
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat ditentukan oleh kemampuan guru menyampaikan pesan pembelajaran secara jelas, terstruktur, dan kontekstual dengan bidang keahlian siswa. Temuan awal di sekolah mitra menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami materi ajar bukan karena materi yang terlalu sulit, melainkan karena penyampaian yang searah, padat istilah teknis, dan minim umpan balik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan kompetensi komunikasi guru mencakup kejelasan penyampaian, penggunaan bahasa yang sesuai tingkat siswa, komunikasi nonverbal, keterampilan bertanya dan memberi umpan balik, serta pemanfaatan media pendukung sehingga pemahaman materi ajar siswa meningkat. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu analisis kebutuhan dan diagnostik komunikasi kelas, pelatihan teori komunikasi instruksional, workshop microteaching dengan umpan balik terstruktur, serta evaluasi dan pendampingan lanjutan. Kegiatan diikuti oleh 28 guru dan melibatkan 96 siswa sebagai responden pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi komunikasi guru dari 41% menjadi 88% kategori baik dan sangat baik, sedangkan rerata skor pemahaman materi ajar siswa naik dari 56% menjadi 86%. Dampak kegiatan ini adalah terbangunnya pola komunikasi kelas yang dialogis, meningkatnya partisipasi siswa, serta tersedianya panduan komunikasi instruksional yang dapat digunakan sekolah secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Literasi Digital Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan melalui Program Pengabdian Masyarakat Ferri Safriwardy; M Mursalin; J Jumadi; Azhar Syahputra; S Suryadi; Muhammad Ali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital merupakan kompetensi penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena kesiapan memasuki dunia kerja semakin berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab. Namun, temuan dari program pengabdian yang mengembangkan kompetensi tersebut masih tersebar sehingga pola praktik yang efektif belum tersusun secara terpadu. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi, capaian, dan kendala pengembangan literasi digital peserta didik SMK melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan simple literature review terhadap 34 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang diterbitkan pada 2019–2025. Proses kajian meliputi identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menemukan enam strategi, yaitu pelatihan teknis berbasis produk, proyek digital yang terintegrasi dengan kompetensi kejuruan, penguatan keamanan dan etika digital, pembentukan duta literasi digital melalui tutor sebaya, integrasi literasi digital dalam mata pelajaran produktif, serta pendampingan berkelanjutan melalui komunitas daring. Capaian literasi digital meningkat dari rata-rata 40,3% menjadi 89,6%, atau bertambah 49,3 poin persentase. Peningkatan paling menonjol terjadi pada tahap praktik terbimbing. Keamanan digital menjadi aspek terlemah pada kondisi awal, sedangkan etika dan netiket mencapai capaian akhir tertinggi. Kendala utama meliputi keterbatasan perangkat dan internet, kesenjangan kemampuan awal, serta keberlanjutan pendampingan. Kajian merekomendasikan model berbasis proyek kejuruan yang memadukan pelatihan singkat, produksi karya digital, verifikasi bersama guru produktif, dan pendampingan lanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan lebih mampu menghubungkan keterampilan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran dan kompetensi kerja, sekaligus memperkuat keberlanjutan program di sekolah. Dengan demikian, pengembangan literasi digital tidak hanya berorientasi pada penguasaan aplikasi, tetapi juga pada penggunaan teknologi yang kritis, aman, dan produktif.