cover
Contact Name
Arnawan Hasibuan
Contact Email
arnawan@unimal.ac.id
Phone
+628126448121
Journal Mail Official
editor@dikara.org
Editorial Address
Lhokseumawe, Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara
Published by Dikara Institute
ISSN : -     EISSN : 28283481     DOI : -
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara ISSN 2828-3481 (Online) merupakan jurnal pengabdian dosen untuk mempublikasikan hasil tridharma perguruan tinggi berupa artikel pengabdian. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara terbit 3 kali setahun, setiap April, Agustus dan Desember. Naskah yang disubmit harus ditulis dengan format template dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, setiap naskah yang masuk harus bebas plagiasi dan merupakan karya sendiri yang belum diterbitkan di jurnal manapun. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara menerima naskah dalam bidang multidisiplin mencakup ilmu sosial, sains, teknik, ekonomi, dan humaniora. Naskah yang disubmit harus menggunakan format template jurnal dan memenuhi kaidah Author Guidelines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Pendampingan Literasi Digital bagi Guru dan Siswa untuk Mendukung Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Menengah Kejuruan Mursalin, M; Ali, Muhammad; Suryadi, Suryadi; Putra, M. Iqbal Adhya; Habibi, Muhammad; Sayuti, M.; Armita, Desi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut guru dan siswa memiliki literasi digital yang memadai agar teknologi dapat dimanfaatkan secara pedagogis, kritis, dan kolaboratif. Namun, pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah masih cenderung bersifat administratif dan belum diintegrasikan secara optimal dalam praktik pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru dan siswa dalam mendukung pembelajaran abad ke-21 melalui pendekatan pendampingan partisipatif. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan literasi digital, pendampingan praktik pembelajaran berbasis digital, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest literasi digital, observasi perubahan praktik mengajar, dan pengumpulan umpan balik dari guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital guru dan siswa, perubahan praktik pembelajaran ke arah integrasi teknologi secara pedagogis, serta respon positif dari guru dan siswa terhadap pelaksanaan kegiatan. Pendampingan literasi digital terbukti mampu mendorong pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan kritis sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Kegiatan ini merekomendasikan penerapan pendampingan literasi digital secara berkelanjutan sebagai strategi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
Optimalisasi Potensi Masyarakat Melalui Pelatihan Merangkai Seserahan Bagi Remaja Putri di Desa Blang Pulo Putri, Yohana Dian; Maimunah, Siti; AR, Khairina; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi remaja putri di Desa Blang Pulo melalui pelatihan merangkai seserahan sebagai upaya pengembangan keterampilan kreatif berbasis budaya lokal. Remaja putri di wilayah pedesaan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan produktif yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Merangkai seserahan dipilih sebagai fokus kegiatan karena memiliki nilai estetika, nilai budaya, serta peluang ekonomi yang menjanjikan dalam tradisi pernikahan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi hasil kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang remaja putri Desa Blang Pulo dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep seserahan, teknik dasar pembuatan pola bentukan, perangkaian bahan seserahan, penyusunan dalam box, hingga proses finishing atau wrapping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam merangkai seserahan secara rapi dan menarik. Peserta mampu menghasilkan rangkaian seserahan yang memiliki nilai estetika serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan kreativitas. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran peserta terhadap potensi keterampilan yang dimiliki sebagai peluang usaha kreatif. Pelatihan merangkai seserahan diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan produktif yang berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Pelatihan Pemasangan Insulasi Glasswool untuk Tukang pada Rumah Tinggal di Iklim Tropis Atthaillah Atthaillah; Muhammad Iqbal; Eri Saputra; Cut Azmah Fithri; Hendra Aiyub; Esar Alkautsar
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pemasangan insulasi Glasswool untuk tukang bangunan pada rumah tinggal di iklim tropis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis dalam menciptakan kenyamanan termal yang efisien dan berkelanjutan. Di Aceh, praktik penggunaan insulasi termal masih sangat jarang dilakukan, meskipun kondisi iklim yang panas dan lembap menuntut solusi bangunan yang mampu mengurangi beban panas dari luar. Melalui pelatihan ini, tukang bangunan diperkenalkan pada konsep dasar insulasi termal dan manfaatnya, serta dibekali dengan keterampilan praktis dalam memasang Glasswool pada atap dan dinding rumah tinggal. Glasswool dipilih karena memiliki konduktivitas termal rendah, ringan, mudah dipasang, serta tahan api dan mampu meredam suara. Material ini didatangkan dari luar Aceh karena belum tersedia secara lokal. Metode pelatihan mencakup seleksi peserta, pengadaan material, penyampaian petunjuk keselamatan kerja, dan praktik langsung pemasangan menggunakan wiremesh sebagai penahan Glasswool pada bidang atap. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami karakteristik material dan menerapkan teknik pemasangan dengan baik, serta menunjukkan kesadaran terhadap aspek keselamatan kerja. Penerapan insulasi terbukti dapat dilakukan secara efektif oleh tukang lokal dengan supervisi teknis yang tepat. Kegiatan ini membuka peluang adopsi teknologi insulasi dalam konstruksi rumah tinggal di Aceh, serta menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan, penyusunan panduan teknis, dan penyediaan material secara lokal untuk mendukung pembangunan hunian yang lebih nyaman, hemat energi, dan adaptif terhadap tantangan iklim tropis. Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju transformasi praktik konstruksi yang lebih responsif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penguatan Metode Pembelajaran untuk Integrasi Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Tsanawiyah Yusnaini Yusnaini; Nuriman Nuriman; Zulfikar Zulfikar; Fauzi Fauzi; Aiyub Aiyub
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penguatan metode pembelajaran di MTsN 2 Lhokseumawe melalui integrasi pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum). Sebagai madrasah tsanawiyah negeri, lembaga ini menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan kurikulum umum dan keagamaan di tengah keterbatasan waktu, sekaligus menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Partisipatory Action Research (PAR). Data telah dikumpulkan dengan cara observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala madrasah dan guru serta tiga orang siswa disamping juga digunakan tenik pengumpulan data yang melibatkan Fokus Group Discussion (FGD). Analisis dokumen perangkat pembelajaran juga digunakan dalam kegiatan penguatan pembelajaran kurikulum berbasis cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan model pembelajaran dilakukan melalui tiga strategi utama. Pertama, penerapan pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna mengenai kurikulum berbasis cinta. Kedua, internalisasi nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah, Rasul, diri sendiri, sesama, dan lingkungan, yang diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Ketiga, penguatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan berkelanjutan dan praktik peer teaching. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inspiratif, serta mampu mengembangkan kecerdasan intelektual dan karakter peserta didik secara seimbang dan berkelanjutan.
Collaborative Governance in Heritage Preservation Kolaborasi dalam Pelestarian Warisan Budaya Nazaruddin Nazaruddin; Ahmad Yani; Muslem Muslem; Maryam Maryam; Aiyub Aiyub; Muryali Muryali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian situs sejarah menghadapi tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK) Malaysia, dan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH) di Aceh Utara bertujuan memperkuat pelestarian warisan budaya Kerajaan Samudra Pasai melalui pendekatan collaborative governance. Metode yang digunakan meliputi koordinasi antarlebaga, gotong royong membersihkan makam Sultan Malikussaleh, konservasi artefak, serta pembacaan inskripsi nisan. Mahasiswa dari kedua universitas berperan aktif dalam kegiatan edukatif dan kultural, termasuk tinggal bersama keluarga angkat untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Hasilnya, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antarnegara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, masyarakat, dan lembaga pelestarian dalam keberlanjutan pelestarian budaya, serta memberikan contoh konkret penerapan collaborative governance dalam pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.
Transfer Pengetahuan Green Finance dalam Pengambilan Keputusan Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Mendukung Transisi Industri Kemaritiman Rendah Karbon sebagai Upayah Mitigasi Perubahan Iklim Ferdy Hidayatullah; Arnawan Hasibuan; Widyana Verawaty Siregar; M Sayuti; Rizki Julia Utama; M Bayu Wibawa; Tibyan Asyukri; Safura Rusydi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kepulauan dan pesisir masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan transisi energi rendah karbon, terutama akibat tingginya ketergantungan terhadap energi fosil berbasis diesel dan rendahnya literasi masyarakat mengenai pemanfaatan energi terbarukan serta green finance. Kondisi tersebut juga terjadi di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, dimana aktivitas industri kemaritiman seperti perikanan, transportasi laut, pariwisata bahari, dan industri pengolahan hasil laut masih sangat bergantung pada energi konvensional dengan biaya operasional yang tinggi. Di sisi lain, wilayah ini memiliki potensi energi surya dan angin yang cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan teknis, minimnya akses pembiayaan hijau, dan belum tersedianya sistem pengambilan keputusan berbasis data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan daerah melalui transfer pengetahuan mengenai green finance dan pengambilan keputusan pemanfaatan energi terbarukan berbasis pendekatan Entropy-Weighted TOPSIS. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, simulasi pengambilan keputusan, dan pendampingan teknis kepada masyarakat serta pelaku industri kemaritiman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep green finance, pemanfaatan energi terbarukan, dan pentingnya transisi industri kemaritiman rendah karbon. Selain itu, peserta mampu memahami proses prioritas pengembangan energi terbarukan secara lebih objektif berdasarkan indikator keberlanjutan, efisiensi, investasi, dan dampak lingkungan. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir dalam mendukung pembangunan energi berkelanjutan di wilayah kepulauan. Program pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan model green finance berbasis energi terbarukan yang adaptif terhadap kebutuhan industri kemaritiman di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.
Edukasi Pengelolaan Berbasis Masyarakat pada Sampah di Desa Batuphat Timur Ariansyah Ariansyah; Sittah Imani; Indri Nadia; Rezky Pratama; Dira Riauna; Silvia Rahmazana; Azkia Azkia; Nudia Arrahmani; Rahmat Nanda Pratama; Anisa Nabila; Cindenia Puspasari
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, mencerminkan krisis pengelolaan sampah di daerah semi-urban dengan aktivitas ekonomi yang padat. Dengan jumlah penduduk 6.764 jiwa dan 26 unit UMKM beserta pasar tradisional (Pasar Batuphat), produksi sampah harian di wilayah ini melebihi kapasitas pengelolaan konvensional. Laporan ini mendokumentasikan inisiatif tim layanan dalam melaksanakan pendidikan tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat, dengan fokus pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan inovasi teknologi biokonversi. Kegiatan tersebut mengacu pada kerangka hukum Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 9 Tahun 2015. Metode pelaksanaannya meliputi persiapan selama satu bulan, sosialisasi partisipatif, pelatihan teknis untuk produksi komposter KOSMO. Observasi menunjukkan bahwa sampah organik mendominasi produksi sampah di Desa Batuphat Timur. Diskusi dalam laporan ini menekankan klasifikasi sampah, mekanisme dekomposisi biologis, dan potensi ekonomi sirkular melalui bank sampah digital. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 80% dan kesiapan rumah tangga sebesar 70% dalam pemilahan mandiri. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui integrasi kelembagaan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMG) untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Batuphat Timur.